Komik Adab Menyebutkan Nama Saat Bertamu
- Updated: Agustus 26, 2025
![]()
Dari Jabir radliyallaahu anhu ia berkata:
“Aku mendatangi Nabi shallallaahu alaihi wasallam maka aku mengetuk pintu. Lalu beliau bertanya: ‘Siapa?’ Maka aku menjawab: ‘Saya.’ Lalu beliau berkata: ‘Saya, saya.’ Sepertinya beliau tidak suka.'”
(HR. Bukhari Muslim)
Belajar Adab Menyebut Nama dari Hadis Nabi Muhammad ﷺ
Kisah Jabir Mengunjungi Nabi Muhammad ﷺ
Pada suatu hari, sahabat Nabi yang bernama Jabir bin Abdullah radliyallaahu ‘anhu datang untuk berkunjung kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam.
Ketika ia sampai di rumah Nabi, Jabir mengetuk pintu. Dari dalam rumah, Nabi bertanya,
“Siapa di luar?”
Jabir menjawab, “Saya.”
Mendengar jawaban itu, Nabi Muhammad ﷺ berkata, “Saya, saya.” Beliau tampak tidak menyukai jawaban seperti itu.
Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, dan menjadi pelajaran penting tentang adab memperkenalkan diri dengan menyebut nama yang jelas, bukan hanya berkata “saya”.
Mengapa Nabi Muhammad ﷺ Tidak Suka Jawaban “Saya”?
Bayangkan jika kita sedang berada di rumah, lalu ada yang mengetuk pintu. Ketika kita bertanya, “Siapa?” dan orang di luar menjawab, “Saya”, tentu kita akan bingung. “Saya itu siapa? Teman? Guru? Tetangga? Atau orang yang tidak dikenal?”
Nah, dari sinilah Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan kepada kita semua, khususnya anak-anak muslim, bahwa menyebut nama ketika dipanggil atau ditanya identitas adalah sebuah adab yang baik.
Pelajaran Penting dari Hadis Ini
1. Menyebut Nama dengan Jelas
Anak-anak diajarkan untuk menyebut nama lengkap atau nama panggilan yang jelas jika ada yang bertanya. Misalnya, jika guru memanggil, jangan menjawab “saya”, tapi sebutlah:
“Saya, Ahmad, Bu.”
2. Belajar Jujur dan Tidak Menyembunyikan Identitas
Menjawab dengan nama membuat orang lain tahu siapa kita. Ini termasuk bagian dari sifat jujur yang sangat disukai Allah ﷻ.
3. Melatih Percaya Diri
Menyebut nama sendiri dengan jelas juga melatih anak untuk percaya diri. Jangan malu menyebutkan nama, karena nama adalah doa dan identitas pemberian orang tua.
Menyebut Nama dengan Jelas
Coba bayangkan, kamu datang ke rumah sahabatmu. Kamu mengetuk pintu, lalu sahabatmu dari dalam rumah bertanya, “Siapa di luar?”
Kalau kamu menjawab, “Saya,” mungkin temanmu akan bingung, “Saya itu siapa?”
Tapi kalau kamu menjawab, “Aku, Ali,” maka temanmu akan langsung tahu bahwa kamu yang datang.
Begitulah indahnya ajaran adab Islam untuk anak-anak yang diajarkan Nabi Muhammad ﷺ dalam hadis ini.
Kesimpulan
Hadis Jabir r.a. mengajarkan kepada kita semua tentang adab Islami untuk anak-anak, yaitu menyebut nama dengan jelas ketika ditanya. Dengan begitu:
- Orang lain akan lebih mudah mengenali kita.
- Kita belajar jujur dan percaya diri.
- Kita mengikuti sunnah Nabi Muhammad ﷺ dalam kehidupan sehari-hari.
Mari kita biasakan adab ini sejak kecil, agar menjadi anak muslim yang sopan, santun, dan berakhlak mulia.
Kontributor:
- Naskah: Nurul Ihsan
- Ilustrasi: Uci Ahmad Sanusi
- Desain layout: Yuyus Rusamsi
- Penerbit: Anak Kita (Jakarta, Indonesia) dan Edukid Distributors Sdn. Bhd. (Malaysia)
- Hak cipta/copy right: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com























































