Biografi Sultan Agung: Materi Belajar Anak & Pelajar

Loading

Seri Pahlawan Indonesia Sultan Agung (3)
📖 Biografi & Sejarah Perjuangan

Biografi Sultan Agung: Raja Mataram Islam dan Perjuangannya Melawan VOC

Kenali perjalanan hidup Sultan Agung Hanyokrokusumo, raja ketiga Kesultanan Mataram Islam yang membawa Mataram ke puncak kejayaan dan berani melancarkan serangan langsung ke pusat kekuasaan VOC di Batavia.

👑 Sultan ke-3 Mataram Islam 📅 Memerintah 1613–1645 ⚔️ Menyerang VOC 1628 & 1629

Nama Sultan Agung selalu diingat sebagai simbol perlawanan raja-raja Nusantara terhadap kongsi dagang Belanda, VOC. Sebagai raja ketiga Kesultanan Mataram Islam yang naik takhta pada tahun 1613, ia membawa Mataram menjadi kerajaan terbesar di Jawa sekaligus menjadi penguasa lokal pertama yang berani melancarkan serangan besar-besaran ke Batavia, pusat kekuasaan VOC di Jawa.

Melalui halaman ini, kamu akan menelusuri latar belakang, perjalanan ekspansi wilayah, strategi perang, hingga warisan budaya yang ditinggalkan Sultan Agung bagi Indonesia.

🎯 Yang Akan Kamu Pelajari

  • Latar belakang keluarga dan masa awal pemerintahan Sultan Agung
  • Proses ekspansi wilayah Mataram Islam ke berbagai daerah di Jawa
  • Alasan dan strategi Sultan Agung dalam melawan VOC di Batavia
  • Jalannya serangan ke Batavia pada tahun 1628 dan 1629
  • Warisan budaya dan nilai keteladanan dari perjuangan Sultan Agung

Latar Belakang dan Masa Muda

Sultan Agung lahir di Kotagede, Kesultanan Mataram, pada tahun 1593. Nama aslinya adalah Raden Mas Jatmika, yang juga dikenal dengan sebutan Raden Mas Rangsang. Ia merupakan putra dari Prabu Hanyokrowati (Hanyakrawati), raja kedua Mataram, dan Ratu Mas Adi Dyah Banawati. Sultan Agung adalah cucu dari Panembahan Senapati, pendiri Kesultanan Mataram Islam.

💡 Tahukah kamu? Sultan Agung tumbuh di lingkungan keraton yang sedang membangun fondasi Mataram sebagai kekuatan baru di Jawa, sehingga sejak muda ia sudah terbiasa dengan urusan pemerintahan dan strategi militer.

Naik Takhta dan Awal Ekspansi

Pada tahun 1613, dalam usia sekitar 20 tahun, Raden Mas Rangsang naik takhta menggantikan ayahnya dengan gelar Panembahan Hanyokrokusumo. Sejak awal pemerintahannya, ia melanjutkan cita-cita menyatukan Jawa di bawah kekuasaan Mataram Islam melalui serangkaian ekspansi militer.

Baca juga:  Burung Bayan Diangkat Jadi Raja

Beberapa wilayah yang berhasil ditaklukkan pada masa-masa awal pemerintahannya antara lain Kediri, Lumajang, dan Malang pada tahun 1614; Wirasaba pada 1615; Lasem pada 1616; serta Pasuruan dan Pajang pada 1617. Ekspansi ini menjadi fondasi bagi kekuasaan Mataram yang lebih luas di masa-masa berikutnya.

📚 DOWNLOAD 200+ EBOOK ANAK BERGAMBAR
Download Ebook Anak Bergambar
🎨 Edukasi • Islami • Printable • Full Warna
⏰ Promo Ebook Berakhir Dalam
23:59:59
Ebook Anak
Bergambar
Super Lengkap
200+ judul ebook edukasi & islami favorit anak Indonesia ✨
Bisa download instan, print sendiri dan digunakan untuk belajar di rumah maupun sekolah.
📄 PDF Printable
🖨️ Bisa Cetak Sendiri
⚡ Instan Download
🌈 Full Warna Premium
🔥 Paket Ebook Anak Sedang Viral & Banyak Dicari Hari Ini!
📥 DOWNLOAD SEKARANG JUGA
⭐⭐⭐⭐⭐ 4.9/5 Penilaian Pengguna
👨‍👩‍👧 Disukai Anak, Guru & Orang Tua Indonesia

Gelar-Gelar Sultan Agung

👑

Panembahan Hanyokrokusumo

Gelar yang disandang sejak naik takhta pada tahun 1613.

🏝️

Susuhunan Agung Hanyokrokusumo

Gelar baru setelah berhasil menaklukkan Madura pada tahun 1624.

⚔️

Sultan Agung Senapati ing Alaga Abdurrahman

Gelar yang digunakan sekitar tahun 1640-an, menegaskan kedudukannya sebagai panglima perang sekaligus pemimpin agama.

Perluasan Wilayah Mataram Islam

Penaklukan Madura menjadi tonggak penting yang membuat Sultan Agung mengganti gelarnya menjadi Susuhunan Agung Hanyokrokusumo, menandai semakin luasnya kekuasaan Mataram di pesisir utara Jawa.
Surabaya merupakan salah satu kekuatan besar di Jawa Timur yang menjadi saingan Mataram. Setelah proses panjang, Surabaya berhasil ditundukkan dan masuk ke dalam wilayah kekuasaan Mataram Islam.
Blambangan di ujung timur Jawa menjadi salah satu wilayah terakhir yang ditaklukkan Mataram, sehingga hampir seluruh Pulau Jawa berada di bawah kekuasaan Sultan Agung, kecuali Banten dan Batavia yang saat itu dikuasai VOC.

Jika membaca kisah perjuangan Sultan Agung ini bermanfaat, yuk ikut mendukung kami agar semakin banyak konten edukatif seperti ini bisa terus hadir secara gratis untuk anak-anak dan pembaca di seluruh Indonesia.

Perjuangan Melawan VOC di Batavia

Kehadiran VOC di Batavia semakin lama semakin dianggap sebagai ancaman bagi Mataram Islam. Kekuasaan Mataram saat itu telah membentang dari Pasuruan hingga Cirebon, sementara VOC menguasai Batavia sejak merebut Jayakarta pada tahun 1619. Sultan Agung menilai keberadaan VOC dapat membahayakan hegemoni Mataram di Jawa sekaligus menghambat penyebaran agama Islam yang tengah ia perjuangkan.

Baca juga:  Hj. Rangkayo Rasuna Said sangat Keras Mengkritisi Pemerintah Belanda

Sebagai langkah awal, Sultan Agung menerapkan strategi ekonomi dengan melarang penjualan beras ke Batavia mulai tahun 1626, agar pasokan pangan VOC di sana terganggu.

Serangan Pertama (1628)

Pada 27 Agustus 1628, pasukan Mataram yang dipimpin Tumenggung Bahureksa, Bupati Kendal, tiba di Batavia. Pasukan kedua menyusul pada bulan Oktober di bawah pimpinan Pangeran Mandurareja. Total kekuatan yang dikerahkan diperkirakan mencapai 10.000 prajurit. Pertempuran besar terjadi di Benteng Hollandia, dan pasukan Mataram sempat berhasil merebutnya.

Namun, serangan ini akhirnya gagal karena kurangnya dukungan logistik. Pihak VOC berhasil membakar lumbung persediaan pangan pasukan Mataram, sehingga bala tentara kehabisan bekal dan tidak mampu mempertahankan posisi mereka.

⚠️ Konsekuensi kekalahan: Menanggapi kegagalan ini, pada Desember 1628 Sultan Agung mengambil tindakan tegas terhadap para pemimpin pasukan yang gagal membawa pulang kemenangan.

Serangan Kedua (1629)

Setahun kemudian, Sultan Agung kembali mengirim pasukan ke Batavia dengan kekuatan yang lebih besar, diperkirakan sekitar 14.000 prajurit. Pasukan pertama dipimpin Adipati Ukur, berangkat pada Mei 1629, disusul pasukan kedua di bawah Adipati Juminah pada Juni 1629.

Belajar dari kegagalan sebelumnya, Mataram lebih dahulu mendirikan lumbung-lumbung beras cadangan di Karawang dan Cirebon. Sayangnya, strategi ini diketahui oleh pihak VOC melalui mata-mata, sehingga lumbung tersebut kembali dihancurkan.

Meski demikian, pasukan Mataram menerapkan siasat lain yang cukup berdampak, yaitu membendung dan mengotori aliran Sungai Ciliwung yang menjadi sumber air bagi Batavia. Langkah ini diduga memicu wabah penyakit di kota tersebut, yang menurut sejumlah sumber sejarah turut merenggut nyawa Gubernur Jenderal VOC, J.P. Coen.

  • Serangan 1628: dipimpin Tumenggung Bahureksa dan Pangeran Mandurareja, gagal karena lumbung pangan dibakar VOC.
  • Serangan 1629: dipimpin Adipati Ukur dan Adipati Juminah, disertai strategi membendung Sungai Ciliwung.
  • Kedua serangan tidak berhasil merebut Batavia sepenuhnya, namun menegaskan keberanian Mataram menantang dominasi VOC.

Walaupun tidak berhasil mengusir VOC dari Batavia, perjuangan Sultan Agung menjadi bukti bahwa raja-raja Nusantara tidak tinggal diam menghadapi kongsi dagang asing yang mulai memperluas kekuasaannya secara sepihak di tanah Jawa.

Garis Waktu Perjalanan Sultan Agung

1593

Lahir di Kotagede

Raden Mas Jatmika (Raden Mas Rangsang) lahir di Kotagede, Kesultanan Mataram.

Baca juga:  DR. Sutomo, Dokter yang Aktif Berpolitik
1613

Naik Takhta

Menggantikan ayahnya sebagai raja ketiga Mataram dalam usia sekitar 20 tahun, bergelar Panembahan Hanyokrokusumo.

1614–1617

Ekspansi Awal

Menaklukkan Kediri, Lumajang, Malang, Wirasaba, Lasem, Pasuruan, dan Pajang.

1624

Penaklukan Madura

Bergelar Susuhunan Agung Hanyokrokusumo setelah menaklukkan Madura.

1626

Larangan Jual Beras ke Batavia

Strategi ekonomi untuk melemahkan pasokan pangan VOC di Batavia.

1628

Serangan Pertama ke Batavia

Dipimpin Tumenggung Bahureksa dan Pangeran Mandurareja, gagal karena lumbung pangan dibakar VOC.

1629

Serangan Kedua ke Batavia

Dipimpin Adipati Ukur dan Adipati Juminah, disertai strategi membendung Sungai Ciliwung.

1633

Pengenalan Kalender Jawa

Mengubah perhitungan tahun Saka menjadi tahun Jawa berdasarkan peredaran bulan (Hijriah).

1636–1640

Penaklukan Blambangan

Menjadikan hampir seluruh Jawa berada di bawah kekuasaan Mataram, kecuali Banten dan Batavia.

1645

Wafat

Sultan Agung wafat di Karta (Plered, Bantul) dan dimakamkan di Astana Imogiri, kompleks pemakaman yang ia bangun sendiri.

Tahukah Kamu?

📜

Karya Sastra Sultan Agung

Sultan Agung menulis karya sastra berjudul Sastra Gendhing, yang memadukan ilmu kejawen dengan ajaran Islam.

⚖️

Kitab Hukum Surya Alam

Ia juga menyusun kitab undang-undang Surya Alam, perpaduan hukum Islam dengan adat istiadat Jawa.

🏅

Gelar Pahlawan Nasional

Sultan Agung ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden No. 106/TK/1975 tanggal 3 November 1975.

Nilai yang Bisa Diteladani

  • Keberanian menghadapi kekuatan asing yang jauh lebih modern secara persenjataan, demi menjaga kedaulatan tanah air.
  • Kegigihan untuk bangkit dan mencoba strategi baru meski mengalami kegagalan pada percobaan pertama.
  • Kebijaksanaan dalam merangkul budaya lokal dan agama sekaligus, sehingga tradisi Jawa dan Islam dapat berjalan berdampingan.
  • Kepedulian terhadap kesejahteraan rakyat melalui pembangunan dan penataan wilayah kekuasaan yang lebih tertib.

Uji Pemahamanmu

Jawab 8 pertanyaan berikut untuk menguji pemahamanmu tentang Sultan Agung.

1. Sultan Agung merupakan raja Mataram Islam yang ke berapa?

2. Pada tahun berapa Sultan Agung naik takhta?

3. Apa nama asli Sultan Agung sebelum naik takhta?

4. Wilayah apa yang ditaklukkan Sultan Agung pada tahun 1624 sehingga gelarnya berubah menjadi Susuhunan Agung Hanyokrokusumo?

5. Siapa pemimpin pasukan Mataram pada serangan pertama ke Batavia tahun 1628?

6. Strategi apa yang digunakan Mataram pada serangan kedua ke Batavia tahun 1629?

7. Karya sastra yang ditulis oleh Sultan Agung berjudul?

8. Di mana Sultan Agung dimakamkan?

Cover Ebook 100 Pahlawan Nusantara tampilan 3D
📚 Ebook Edukasi Anak

100 Pahlawan Nusantara

Ingin mengenal lebih banyak kisah pahlawan seperti Sultan Agung? Kumpulan biografi 100 pahlawan Nusantara ini bisa jadi bahan belajar lengkap untuk anak.

📖 Download Sekarang

Rangkuman

  • Sultan Agung (lahir 1593) adalah raja ketiga Mataram Islam yang memerintah tahun 1613–1645.
  • Ia berhasil memperluas wilayah Mataram hingga hampir seluruh Jawa, kecuali Banten dan Batavia.
  • Sultan Agung dua kali menyerang VOC di Batavia, yaitu pada tahun 1628 dan 1629.
  • Meski kedua serangan tidak berhasil merebut Batavia, perjuangannya menjadi simbol perlawanan terhadap penjajahan asing.
  • Warisannya meliputi Kalender Jawa, karya sastra Sastra Gendhing, dan kitab hukum Surya Alam.
  • Sultan Agung ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 1975.

🧠 Tips Mengingat

Ingat urutan sederhana: Naik takhta 1613 → Taklukkan Madura 1624 → Serang Batavia 1628 & 1629 → Kalender Jawa 1633 → Wafat 1645. Jika kamu hafal lima angka tahun ini, kamu sudah menguasai kerangka utama perjalanan hidup Sultan Agung.

Pertanyaan Seputar Sultan Agung

Nama asli Sultan Agung adalah Raden Mas Jatmika, yang juga dikenal dengan sebutan Raden Mas Rangsang.
Sultan Agung memerintah Mataram Islam dari tahun 1613 hingga 1645, setelah naik takhta menggantikan ayahnya, Prabu Hanyokrowati.
Sultan Agung menilai kehadiran VOC di Batavia dapat membahayakan hegemoni Mataram Islam di Jawa dan menghambat penyebaran agama Islam yang tengah ia perjuangkan.
Sultan Agung melancarkan dua kali serangan besar ke Batavia, yaitu pada tahun 1628 dan 1629.
Kedua serangan tidak berhasil merebut Batavia sepenuhnya. Serangan 1628 gagal karena lumbung pangan dibakar VOC, sementara serangan 1629 juga tidak membuahkan kemenangan penuh meskipun sempat menimbulkan wabah penyakit di Batavia melalui strategi membendung Sungai Ciliwung.
Sultan Agung pernah bergelar Panembahan Hanyokrokusumo (sejak 1613), Susuhunan Agung Hanyokrokusumo (setelah menaklukkan Madura pada 1624), dan Sultan Agung Senapati ing Alaga Abdurrahman (sekitar tahun 1640-an).
Warisan budaya Sultan Agung antara lain Kalender Jawa yang diperkenalkan sejak 1633, karya sastra Sastra Gendhing, dan kitab hukum Surya Alam yang memadukan hukum Islam dengan adat Jawa.
Sultan Agung wafat pada tahun 1645 di Karta, Plered, Bantul, dan dimakamkan di Astana Imogiri, kompleks pemakaman keluarga raja Mataram yang ia bangun sendiri.
Atas jasa dan perjuangannya melawan VOC serta kontribusinya dalam bidang budaya, Sultan Agung ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden No. 106/TK/1975 tanggal 3 November 1975.
Pada 1628, Mataram mengandalkan serangan langsung ke Benteng Hollandia namun gagal karena logistik dibakar VOC. Pada 1629, Mataram menambah jumlah pasukan, mendirikan lumbung cadangan di Karawang dan Cirebon, serta menerapkan strategi membendung Sungai Ciliwung untuk melemahkan Batavia dari dalam.

Terima kasih sudah membaca sampai sejauh ini. Dukungan kecil dari pembaca seperti kamu membantu kami terus menghadirkan kisah para pahlawan Nusantara dan materi belajar bermanfaat lainnya, secara gratis, untuk lebih banyak anak Indonesia.

Cover buku 100 Pahlawan Nusantara berisi kisah pahlawan Indonesia

Yuk, Kenali 99 Pahlawan Lainnya!

Kisah Sultan Agung hanyalah satu dari banyak perjuangan pahlawan Nusantara. Jelajahi 100 kisah pahlawan lengkap dalam satu ebook untuk menemani belajar anak di rumah maupun di sekolah.

🎯 Lihat Ebooknya

Download ebook PDF 100 Pahlawan Nusantara untuk anak

Lengkapi Koleksi Belajarmu Sekarang

Jadikan momen belajar tentang pahlawan lebih seru dan lengkap dengan ebook 100 Pahlawan Nusantara — cocok untuk anak, siswa, maupun orang tua yang ingin mendampingi belajar di rumah.

📚 Download Ebook Sekarang

🙏 Terima Kasih Sudah Membaca

Kisah Sultan Agung mengajarkan kita bahwa keberanian mempertahankan kedaulatan bangsa telah tumbuh jauh sebelum era kemerdekaan. Semoga biografi ini menambah wawasanmu tentang sejarah Mataram Islam dan perjuangan raja-raja Nusantara melawan penjajahan VOC.

#SultanAgung #MataramIslam #PahlawanIndonesia #SejarahNusantara #PerjuanganMelawanVOC

Loading

💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
?
Promo IKEA di Shopee
Furniture estetik harga hemat
Lihat
🚨 AWAS! Nyamuk Masih Berkeliaran Sore Ini 😱
HEMAT 30% Krisbow Penangkap Nyamuk elektrik - alat pembasmi nyamuk otomatis Krisbow Penangkap Nyamuk - tampilan produk 2 Krisbow Penangkap Nyamuk - tampilan produk 3 Krisbow Penangkap Nyamuk - tampilan produk 4 Krisbow Penangkap Nyamuk - tampilan produk 5

Krisbow Penangkap Nyamuk Elektrik — Solusi Ampuh Usir Nyamuk Tanpa Racun & Asap!

Tidur nyenyak tanpa gigitan nyamuk lagi. Praktis, hemat listrik, aman untuk anak & keluarga di rumah.

Rp129.000 Rp185.000 -30%
⏳ Promo berakhir dalam 00:00:00
Stok Terbatas!
🛒 Beli Sekarang & Usir Nyamuk Hari Ini
★★★★★ 4.8/5 · 12.400+ pembeli puas