Doa Minta Mimpi dan Kisah Nabi yang Pintar Menafsirkan Mimpi
- Updated: April 13, 2026
![]()
1. Apa mimpi pertama Nabi Yusuf AS yang diceritakan dalam Al-Qur’an?
Jawaban: Nabi Yusuf AS bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya.
Allah SWT berfirman dalam QS Yusuf ayat 4: “(Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, ‘Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan; kulihat semuanya bersujud kepadaku.'”
2. Bagaimana reaksi Nabi Ya’qub ketika mendengar mimpi putranya tersebut?
Jawaban: Nabi Ya’qub sangat memahami bahwa mimpi itu adalah wahyu dan pertanda kenabian pada diri Yusuf. Ia memerintahkan Yusuf untuk tidak menceritakan mimpi itu kepada saudara-saudaranya, karena dikhawatirkan mereka akan membuat makar (tipu daya) akibat rasa iri hati. Beliau juga menyatakan bahwa Allah akan memilih Yusuf dan mengajarinya takwil mimpi .
3. Mengapa saudara-saudara Nabi Yusuf membencinya?
Jawaban: Karena rasa iri dan cemburu. Ayah mereka, Nabi Ya’qub, lebih mencintai Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) dibandingkan mereka. Apalagi setelah mereka mendengar (meskipun tidak langsung dari Yusuf) tentang kedudukan istimewa yang akan diperoleh Yusuf, kebencian mereka semakin menjadi-jadi hingga berencana mencelakainya .
4. Siapa yang menyelamatkan Nabi Yusuf dari kematian di sumur?
Jawaban: Salah seorang saudaranya yang bernama Yahuda (atau ada yang mengatakan Ruben). Ia menolak rencana membunuh Yusuf dan mengusulkan untuk melemparkannya ke dasar sumur saja, dengan harapan suatu saat ia bisa diambil kembali atau diambil oleh kafilah yang lewat .
5. Siapa saja yang bermimpi di penjara bersama Nabi Yusuf?
Jawaban:ย Dua orang pemuda yang menjadi teman sekaligus narapidana bersama Nabi Yusuf. Mereka adalahย juru minuman (mantan penyuguh minuman raja) dan juru roti (mantan pembuat kue raja)ย yang dipenjara karena kesalahan di istana.
6. Bagaimana Nabi Yusuf menafsirkan mimpi juru minuman?
Jawaban: Nabi Yusuf menafsirkan bahwa juru minuman akan dibebaskan dan kembali bekerja melayani raja. Yusuf berkata kepadanya: “Engkau akan memberi minum kepada tuanmu (raja) dengan khamar (anggur) sebagaimana biasa” (QS Yusuf: 41) .
7. Bagaimana Nabi Yusuf menafsirkan mimpi juru roti?
Jawaban: Nabi Yusuf menafsirkan bahwa juru roti akan disalib, kemudian burung-burung akan memakan kepalanya. Ini sesuai dengan firman Allah dalam QS Yusuf ayat 41: “…Adapun yang seorang lagi, maka ia akan disalib, lalu burung memakan kepalanya” .
8. Apa pesan penting yang disampaikan Nabi Yusuf kepada juru minuman sebelum dibebaskan?
Jawaban: Nabi Yusuf berpesan: “Sebutkanlah aku di sisi tuanmu (raja)” (QS Yusuf: 42). Namun, setan membuat juru minuman itu lupa untuk menyebutkan Yusuf kepada raja, sehingga Yusuf tetap berada di penjara beberapa tahun lamanya .
9. Mimpi apakah yang dialami oleh Raja Mesir saat itu?
Jawaban: Raja Mesir (yang bernama Ar-Rayyan ibn Al-Walid) bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina kurus, dan tujuh bulir gandum hijau serta tujuh bulir gandum kering . Mimpi ini membuat raja sangat gelisah karena tidak ada seorang pun yang mampu menafsirkannya .
10. Siapa orang yang mengingatkan raja tentang keberadaan Nabi Yusuf?
Jawaban: Juru minuman yang telah dibebaskan. Setelah sekian lama lupa, ia teringat kepada Yusuf saat raja kebingungan mencari penafsir mimpi. Ia berkata kepada raja: “Aku akan memberitahukan kepadamu tentang (makna) mimpi itu, maka utuslah aku (kepada Yusuf)” (QS Yusuf: 45) .
11. Bagaimana tafsir Nabi Yusuf atas mimpi raja tersebut?
Jawaban: Nabi Yusuf menafsirkan:
- Tujuh tahun masa suburย (tanaman tumbuh melimpah). Penduduk harus terus menanam, namun hasil panen disimpan dengan baik (dibiarkan di tangkainya agar tahan lama), dan hanya dimakan sedikit sajaย .
- Tujuh tahun masa paceklik/kemarau hebat, di mana persediaan yang telah disimpan akan dimakan, kecuali sedikit untuk benihย .
- Setelah itu akan datang satu tahun yang subur kembali, di mana hujan turun lebat dan masyarakat bisa memeras anggur serta menikmati hasil bumiย .
12. Apa bukti bahwa tafsir mimpi Yusuf bukan sekadar ramalan biasa?
Jawaban: Tafsirnya adalah berita gaib yang bersumber dari wahyu Allah. Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Wahbah Az-Zuhaili: “Mengabarkan perkara-perkara gaib yang akan terjadi mendatang sumbernya adalah wahyu dan ilham dari Allah, bukan hanya penjelasan atau takbir mimpi biasa” .
13. Bagaimana nasib Nabi Yusuf setelah berhasil menafsirkan mimpi raja?
Jawaban: Atas permintaannya sendiri, Nabi Yusuf diangkat menjadi bendahara atau menteri yang mengurus perbendaharaan dan persediaan makanan Mesir (QS Yusuf: 55). Raja berkata: “Sesungguhnya engkau (mulai hari ini) menjadi seorang yang berkedudukan tinggi di lingkungan kami lagi sangat dipercaya” .
14. Apakah Nabi Yusuf diperbolehkan meminta jabatan? Bukankah Nabi Muhammad melarang meminta jabatan?
Jawaban: Dalam konteks Nabi Yusuf, diperbolehkan. Para ulama (Ibnu Katsir, Al-Alusi, Al-Qurthubi) menjelaskan bahwa meminta jabatan diperbolehkan jika:
- Pelamarย yakin mampu dan amanahย (hafizh) serta memiliki pengetahuan (‘alim).
- Tidak ada orang lain yang mampu.
- Tujuannya adalah kemaslahatan umumย (menyelamatkan rakyat dari paceklik).
Larangan meminta jabatan dalam hadis Nabi Muhammad SAW bersifat umum untuk umatnya, tetapi ada pengecualian jika darurat dan hanya orang tersebut yang mampuย .
15. Apakah mimpi Nabi Yusuf yang kedua (tentang 11 bintang) benar-benar terjadi?
Jawaban: Benar terjadi. Setelah puluhan tahun berpisah dan Yusuf menjadi penguasa di Mesir, ayah, ibu, dan ke-11 saudaranya datang ke Mesir. Mereka semua bersujud (berhorman/bersimpuh) kepada Yusuf sebagai tanda penghormatan. Inilah realisasi dari mimpinya di masa kecil: 11 bintang (saudara), matahari (ayah), dan bulan (ibu) bersujud kepadanya (QS Yusuf: 99-100)






















































