50 Kuis Dahsyat! Keutamaan Shalat Berjamaah di Masjid Sesuai Sunnah Nabi yang Menggetarkan Iman
- Updated: Februari 23, 2026
![]()
Download 200+ Ebook Anak Bergambar PDF Printable

Allah Swt. mewajibkan shalat lima waktu sehari semalam.
Allah Swt. mengutus Malaikat Jibril untuk mengajari Rasulullah Saw. waktu-waktu shalat dan tata cara pelaksanaannya.
Pada pagi hari sepulang dari Isra Miraj, Rasulullah Saw. dikejutkan dengan kedatangan Malaikat Jibril untuk mengajaknya shalat.
Para sahabat pun berkumpul.
Malaikat Jibril mengimami Rasulullah di Baitul Haram sebanyak dua kali.
Sementara Rasulullah mengimami para sahabat dengan memanjangkan dua rakaat pertama dan memendekkan dua rakaat terakhir.
Kemudian Jibril mengucapkan salam sebagai pertanda shalat selesai diikuti oleh Rasulullah yang juga mengucapkan salam pertanda shalat selesai.
Keutamaan Shalat Berjama’ah
- Naungan Allah pada hari kiamat bagi orang yang hatinya terpaut pada masjid.
- Keutamaan berjalan ke masjid untuk shalat berjamaah.
- Pengampunan dosa bagi orang yang melaksanakan shalat berjamaah setelah menyempurnakan wudhu.
Sumber dan Kontributor:
- Naskah: Kak Nurul Ihsan
- Ilustrasi: Uci Ahmad Sanusi
- Desain layout: Yuyus Rusamsi
- Penerbit: Smart Books, Bandung, Indonesia
- Copyright/hak cipta: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com



25 KUIS BENAR ATAU SALAH: RASULULLAH YANG MENGUTAMAKAN SHALAT BERJAMAAH DI MASJID
Disclaimer: Seluruh materi dalam kuis ini disusun berdasarkan sumber-sumber kredibel seperti kitab hadits Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dan portal keislaman terpercaya (islamweb.net, muslim.or.id, bincangsyariah.com). Tujuan pembuatan kuis ini adalah untuk edukasi dan pembelajaran tentang keteladanan Rasulullah SAW dalam mengutamakan shalat berjamaah di masjid.
KATA PENGANTAR
Shalat berjamaah di masjid merupakan salah satu syiar Islam yang paling agung. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mencontohkan kepada umatnya betapa besar perhatian dan kecintaan beliau terhadap shalat berjamaah. Bahkan dalam keadaan sakit keras menjelang wafat pun, Rasulullah tetap berusaha keras untuk dapat hadir ke masjid melaksanakan shalat berjamaah bersama para sahabat.
Buku kuis ini hadir untuk menguji sekaligus menambah wawasan kita tentang bagaimana Rasulullah mengutamakan shalat berjamaah di masjid. Melalui 25 pertanyaan benar atau salah yang dilengkapi pembahasan mendalam, pembaca diajak untuk memahami berbagai aspek terkait keutamaan, hukum, dan praktik shalat berjamaah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Nazima Gamis Anak Zarina Set Part A
🔥 Cek Diskon Terbarunya di Shopee

Setiap soal telah disusun berdasarkan sumber-sumber yang valid dan kredibel, merujuk pada hadits-hadits shahih serta pendapat para ulama terpercaya. Dengan demikian, selain berfungsi sebagai alat evaluasi pemahaman, buku ini juga dapat menjadi media pembelajaran yang efektif bagi seluruh anggota keluarga.
Selamat mengerjakan kuis, semoga bertambah kecintaan kita kepada Rasulullah dan bertambah semangat untuk memakmurkan masjid melalui shalat berjamaah.
PANDUAN MENGGUNAKAN KUIS
- Setiap soal terdiri dari satu pernyataan yang harus Anda nilai kebenarannya
- Pilihlah jawabanย BENARย jika pernyataan sesuai dengan fakta dan dalil yang shahih
- Pilihlah jawabanย SALAHย jika pernyataan bertentangan dengan fakta dan dalil yang shahih
- Setelah memilih jawaban, bacalah pembahasan untuk memahami dalil dan penjelasan lengkapnya
- Cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban yang tersedia di bagian akhir
SOAL 1-10: KEUTAMAAN SHALAT BERJAMAAH
Soal 1
Pernyataan: Shalat berjamaah di masjid lebih utama 27 derajat dibandingkan shalat sendirian di rumah.
Jawaban: BENAR
Pembahasan:
Pernyataan ini benar dan merupakan salah satu hadits yang paling masyhur tentang keutamaan shalat berjamaah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ุตููุงูุฉู ุงูุฌูู ูุงุนูุฉู ุชูููุถููู ุตููุงูุฉู ุงูููุฐูู ุจูุณูุจูุนู ููุนูุดูุฑูููู ุฏูุฑูุฌูุฉู
“Shalat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian.” (HR. Bukhari no. 645, Muslim no. 649)
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu. Para ulama menjelaskan bahwa keutamaan ini menunjukkan betapa besar pahala yang disiapkan Allah bagi hamba-Nya yang melaksanakan shalat secara berjamaah. Bahkan dalam riwayat lain disebutkan angka 25 derajat, namun para ulama menggabungkan kedua riwayat ini dengan penjelasan bahwa keutamaan 27 derajat adalah untuk shalat berjamaah yang paling sempurna, sedangkan 25 derajat untuk yang kurang sempurna .
Yang perlu dipahami adalah bahwa angka ini bukan sekadar kuantitas matematis, tetapi menunjukkan betapa besar lipatan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa keutamaan ini berlaku bagi mereka yang melaksanakan shalat berjamaah dengan memenuhi syarat dan ketentuannya .
Soal 2
Pernyataan: Orang buta yang tidak memiliki penuntun ke masjid diberikan keringanan oleh Rasulullah untuk shalat di rumahnya tanpa harus datang ke masjid.
Jawaban: SALAH
Pembahasan:
Pernyataan ini perlu diluruskan. Memang benar bahwa ada seorang sahabat buta yang meminta keringanan kepada Rasulullah untuk shalat di rumahnya, dan awalnya beliau memberikan keringanan. Namun yang sering tidak diketahui adalah bahwa Rasulullah kemudian menarik kembali keringanan tersebut setelah mengetahui bahwa sahabat itu masih mendengar adzan.
Kisah lengkapnya diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
ุฃูุชูู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุฑูุฌููู ุฃูุนูู ูู ููููุงูู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฅูููููู ููููุณู ููู ููุงุฆูุฏู ูููููุฏูููู ุฅูููู ุงููู ูุณูุฌูุฏู ููุณูุฃููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุฃููู ููุฑูุฎููุตู ูููู ููููุตูููููู ููู ุจูููุชููู ููุฑูุฎููุตู ูููู ููููู ููุง ูููููู ุฏูุนูุงูู ููููุงูู ูููู ุชูุณูู ูุนู ุงููููุฏูุงุกู ุจูุงูุตููููุงุฉู ููุงูู ููุนูู ู ููุงูู ููุฃูุฌูุจู
“Seorang lelaki buta datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku tidak memiliki penuntun yang bisa membawaku ke masjid.’ Ia meminta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam agar diberi keringanan untuk shalat di rumahnya. Beliau pun memberikan keringanan. Ketika lelaki itu berpaling, beliau memanggilnya dan bertanya, ‘Apakah engkau mendengar suara adzan?’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Kalau begitu, penuhilah (seruan itu)!'” (HR. Muslim no. 653)
Hadits ini menunjukkan betapa tegasnya Rasulullah dalam masalah shalat berjamaah. Jika seorang buta saja tidak mendapatkan keringanan selama masih mendengar adzan, maka apalagi orang yang memiliki penglihatan normal. Para ulama menjadikan hadits ini sebagai dalil kuat tentang wajibnya shalat berjamaah bagi laki-laki yang mendengar seruan adzan .
Soal 3
Pernyataan: Rasulullah pernah berniat untuk membakar rumah orang-orang yang tidak hadir shalat berjamaah di masjid.
Jawaban: BENAR
Pembahasan:
Pernyataan ini benar dan menunjukkan betapa seriusnya masalah shalat berjamaah di mata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah bersabda:
ููููุฏู ููู ูู ูุชู ุฃููู ุขู ูุฑู ุจูุงูุตููููุงุฉู ููุชูููุงู ู ุซูู ูู ุขู ูุฑู ุฑูุฌูููุง ููููุตูููููู ุจูุงููููุงุณู ุซูู ูู ุฃูููุทููููู ู ูุนูู ุจูุฑูุฌูุงูู ู ูุนูููู ู ุญูุฒูู ู ู ููู ุญูุทูุจู ุฅูููู ููููู ู ููุง ููุดูููุฏูููู ุงูุตููููุงุฉู ููุฃูุญูุฑูููู ุนูููููููู ู ุจููููุชูููู ู ุจูุงููููุงุฑู
“Sungguh aku pernah berkeinginan untuk memerintahkan seseorang mengerjakan shalat berjamaah, lalu kusuruh seseorang menjadi imam shalat, kemudian aku pergi bersama beberapa orang yang membawa kayu bakar menuju rumah-rumah orang yang tidak menghadiri shalat jamaah, lalu aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Bukhari no. 7224, Muslim no. 651)
Para ulama menjelaskan bahwa niat Rasulullah ini menunjukkan betapa besarnya dosa meninggalkan shalat berjamaah tanpa uzur. Imam Ibnu Battal mengatakan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa shalat berjamaah hukumnya wajib, karena Rasulullah tidak akan mengancam dengan hukuman bakar kecuali untuk meninggalkan kewajiban .
Namun perlu dipahami bahwa ini adalah ancaman yang tidak pernah benar-benar dilaksanakan oleh Rasulullah, dan para ulama memahami bahwa ancaman ini ditujukan kepada orang-orang munafik yang secara lahir mengaku muslim tapi sengaja meninggalkan shalat berjamaah.
Soal 4
Pernyataan: Keutamaan berjalan kaki menuju masjid di waktu gelap adalah mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.
Jawaban: BENAR
Pembahasan:
Pernyataan ini benar berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadits yang diriwayatkan dari sahabat Buraidah Al-Aslami radhiyallahu ‘anhu, Nabi bersabda:
ุจูุดููุฑู ุงููู ูุดููุงุฆูููู ููู ุงูุธููููู ู ุฅูููู ุงููู ูุณูุงุฌูุฏู ุจูุงูููููุฑู ุงูุชููุงู ูู ููููู ู ุงููููููุงู ูุฉู
“Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan di kegelapan menuju masjid, bahwa mereka akan mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.” (HR. Abu Dawud no. 561, Tirmidzi no. 223, dishahihkan oleh Al-Albani)
Hadits ini memberikan motivasi besar bagi kaum muslimin untuk bersemangat mendatangi masjid, terutama di waktu-waktu yang gelap seperti shalat Subuh dan Isya. Mereka yang rela meninggalkan kehangatan tempat tidur dan menerobos kegelapan malam demi memenuhi panggilan Allah, akan mendapatkan balasan berupa cahaya yang menerangi mereka di saat manusia dalam kegelapan hari Kiamat .
Imam Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi menjelaskan bahwa “cahaya sempurna” yang dimaksud adalah cahaya yang menerangi seluruh tubuh mereka, tidak hanya sebagian, sebagai balasan atas kegelapan yang mereka lewati dalam perjalanan menuju masjid.
Soal 5
Pernyataan: Orang yang berangkat ke masjid dalam keadaan sudah bersuci (berwudhu) mendapatkan pahala seperti pahala orang yang menunaikan ibadah haji.
Jawaban: BENAR
Pembahasan:
Pernyataan ini benar berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:
ู ููู ุฎูุฑูุฌู ู ููู ุจูููุชููู ู ูุชูุทููููุฑูุง ุฅูููู ุตูููุงุฉู ู ูููุชููุจูุฉู ููุฃูุฌูุฑููู ููุฃูุฌูุฑู ุงููุญูุงุฌูู ุงููู ูุญูุฑูู ู
“Barangsiapa keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci menuju shalat wajib, maka pahalanya seperti pahala orang yang berhaji dalam keadaan ihram.” (HR. Abu Dawud no. 558, dishahihkan oleh Al-Albani)
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa ia mendapat pahala seperti pahala orang yang menunaikan haji dan umrah . Keutamaan ini menunjukkan betapa Allah memuliakan orang-orang yang bersemangat menuju masjid. Mereka yang setiap hari berangkat ke masjid untuk shalat berjamaah, seolah-olah setiap hari mendapatkan pahala haji dan umrah.
Para ulama menjelaskan bahwa pahala yang dimaksud adalah pahala yang besar, namun bukan berarti menggugurkan kewajiban haji yang sebenarnya. Ini adalah bentuk kemurahan Allah yang melipatgandakan pahala bagi hamba-Nya yang istiqamah dalam ketaatan .
Soal 6
Pernyataan: Malaikat mendoakan ampunan bagi orang yang berada di masjid menunggu shalat berjamaah.
Jawaban: BENAR
Pembahasan:
Pernyataan ini benar berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi bersabda:
ุฅูููู ุฃูุญูุฏูููู ู ููู ุตูููุงุฉู ู ูุง ุฏูุงู ูุชู ุงูุตููููุงุฉู ุชูุญูุจูุณูููุ ููุงูู ููุงูุฆูููุฉู ุชูููููู: ุงููููููู ูู ุงุบูููุฑู ูููู ููุงุฑูุญูู ูููุ ู ูุง ููู ู ููููู ู ู ููู ุตูููุงุชููู ุฃููู ููุญูุฏูุซู
“Seseorang dari kalian akan selalu dihitung berada di dalam shalat selama shalat itu menahannya (ia menanti shalat ditegakkan). Malaikat akan mendoakan, ‘Ya Allah, ampunilah dia dan rahmatilah dia,’ selama ia belum berdiri dari tempat shalatnya atau belum berhadats.” (HR. Bukhari no. 477, Muslim no. 649)
Hadits ini menunjukkan keutamaan luar biasa bagi mereka yang datang lebih awal ke masjid dan menunggu pelaksanaan shalat berjamaah. Selama menunggu, mereka dihitung sedang dalam keadaan shalat meskipun secara fisik tidak sedang mengerjakan shalat. Lebih dari itu, para malaikat memohonkan ampunan dan rahmat untuk mereka .
Ibnu Abdil Barr rahimahullah berkata, “Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa keutamaan menunggu shalat itu sebagaimana orang yang sedang shalat. Allah memberikan keutamaan dengan apa yang Dia kehendaki, kepada siapa saja yang Dia kehendaki” .
Soal 7
Pernyataan: Shalat Isya berjamaah di masjid sama pahalanya dengan shalat setengah malam, sedangkan shalat Subuh berjamaah sama pahalanya dengan shalat semalam penuh.
Jawaban: BENAR
Pembahasan:
Pernyataan ini benar berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:
ู ููู ุตููููู ุงููุนูุดูุงุกู ููู ุฌูู ูุงุนูุฉู ููููุฃููููู ูุง ููุงู ู ููุตููู ุงููููููููุ ููู ููู ุตููููู ุงูุตููุจูุญู ููู ุฌูู ูุงุนูุฉู ููููุฃููููู ูุง ุตููููู ุงูููููููู ููููููู
“Barangsiapa shalat Isya berjamaah, maka seolah-olah ia telah shalat setengah malam. Dan barangsiapa shalat Subuh berjamaah, maka seolah-olah ia telah shalat semalam penuh.” (HR. Muslim no. 656)
Hadits ini memberikan motivasi khusus untuk menjaga dua shalat yang paling berat dilakukan karena bertepatan dengan waktu istirahat dan tidur. Shalat Isya berada di awal malam saat orang mulai beristirahat, sedangkan shalat Subuh berada di waktu orang masih terlelap tidur .
Keutamaan ini menunjukkan bahwa Allah tidak hanya membalas sesuai dengan amal yang dilakukan, tetapi juga memberikan pahala tambahan karena kesulitan dan pengorbanan yang dilakukan hamba-Nya dalam menjalankan ketaatan.
Soal 8
Pernyataan: Orang yang selalu hatinya terpaut dengan masjid termasuk salah satu dari tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari Kiamat.
Jawaban: BENAR
Pembahasan:
Pernyataan ini benar berdasarkan hadits terkenal tentang tujuh golongan yang mendapat naungan Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ุณูุจูุนูุฉู ููุธููููููู ู ุงูููููู ููู ุธูููููู ููููู ู ูุงู ุธูููู ุฅููุงูู ุธูููููู … ููุฑูุฌููู ููููุจููู ู ูุนูููููู ุจูุงููู ูุณูุงุฌูุฏู
“Tujuh golongan yang akan dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya: … dan seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid.” (HR. Bukhari no. 660, Muslim no. 1031)
Yang dimaksud dengan “hatinya terpaut dengan masjid” adalah ia sangat mencintai masjid dan selalu merasa rindu untuk berada di dalamnya. Ia datang ke masjid sebelum shalat, menunggu shalat berikutnya setelah selesai shalat, dan hatinya selalu teringat pada masjid meskipun sedang berada di luar .
Ini adalah kedudukan yang sangat tinggi, di mana kecintaan kepada masjid mengalahkan kecintaan kepada hal-hal duniawi. Mereka yang mencapai derajat ini akan mendapatkan kehormatan besar di akhirat, yaitu naungan Allah di saat tidak ada naungan selain naungan-Nya.
Soal 9
Pernyataan: Sahabat Ibnu Ummi Maktum yang buta tetap diwajibkan untuk hadir shalat berjamaah ke masjid.
Jawaban: BENAR
Pembahasan:
Pernyataan ini benar berdasarkan riwayat yang telah disebutkan dalam pembahasan soal nomor 2. Ibnu Ummi Maktum adalah sahabat buta yang rumahnya cukup jauh dari masjid. Ketika ia meminta keringanan untuk shalat di rumah, Rasulullah awalnya mengizinkan, namun kemudian menarik izin tersebut setelah mengetahui ia masih mendengar adzan .
Bahkan dalam riwayat lain disebutkan bahwa Ibnu Ummi Maktum tetap hadir ke masjid meskipun harus dipapah. Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:
ููููููุฏู ุฑูุฃูููุชูููุง ููู ูุง ููุชูุฎูููููู ุนูููููุง ุฅููููุง ู ูููุงูููู ู ูุนููููู ู ุงููููููุงููุ ููููููุฏู ููุงูู ุงูุฑููุฌููู ููุคูุชูู ุจููู ููููุงุฏูู ุจููููู ุงูุฑููุฌููููููู ุญูุชููู ููููุงู ู ููู ุงูุตููููู
“Sungguh kami melihat tidak ada yang meninggalkan shalat berjamaah kecuali orang munafik yang sudah dikenal kemunafikannya. Sungguh ada seseorang yang didatangkan dengan dipapah antara dua orang hingga ditegakkan di shaf.” (HR. Muslim no. 654)
Perkataan Ibnu Mas’ud ini menunjukkan semangat para sahabat untuk tetap hadir shalat berjamaah meskipun dalam kondisi sakit atau lemah. Ini menjadi teladan bagi kita untuk tidak mudah mencari-cari alasan meninggalkan shalat berjamaah di masjid .
Soal 10
Pernyataan: Setiap langkah kaki menuju masjid akan dihapuskan satu dosa dan ditinggikan satu derajat.
Jawaban: BENAR
Pembahasan:
Pernyataan ini benar berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi bersabda:
ู ููู ุชูุทููููุฑู ููู ุจูููุชููู ุซูู ูู ู ูุดูู ุฅูููู ุจูููุชู ู ููู ุจููููุชู ุงูููููู ููููููุถููู ููุฑููุถูุฉู ู ููู ููุฑูุงุฆูุถู ุงููููููุ ููุงููุชู ุฎูุทูููุงุชููู ุฅูุญูุฏูุงููุง ุชูุญูุทูู ุฎูุทููุฆูุฉูุ ููุงูุฃูุฎูุฑูู ุชูุฑูููุนู ุฏูุฑูุฌูุฉู
“Barangsiapa bersuci di rumahnya kemudian berjalan menuju salah satu rumah Allah (masjid) untuk menunaikan kewajiban dari kewajiban-kewajiban Allah, maka kedua langkahnya: yang satu menghapus kesalahan dan yang lain mengangkat derajat.” (HR. Muslim no. 666)
Hadits ini menunjukkan bahwa setiap langkah kaki menuju masjid memiliki nilai ibadah yang luar biasa. Bahkan para ulama menyebutkan bahwa keutamaan ini berlaku baik saat pergi maupun saat pulang dari masjid .
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Allah menyediakan tempat persinggahan di surga setiap kali seseorang pergi dan pulang dari masjid . Ini adalah motivasi besar bagi kaum muslimin untuk tidak malas mendatangi masjid, karena setiap langkah yang diayunkan bernilai pahala di sisi Allah.
SOAL 11-20: KETELADANAN RASULULLAH DALAM SHALAT BERJAMAAH
Soal 11
Pernyataan: Rasulullah tetap berusaha keras untuk hadir shalat berjamaah ke masjid meskipun dalam keadaan sakit keras menjelang wafat.
Jawaban: BENAR
Pembahasan:
Pernyataan ini benar berdasarkan riwayat yang sangat masyhur tentang akhir hayat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Diriwayatkan bahwa ketika beliau sakit keras menjelang wafat, beliau beberapa kali pingsan. Setiap kali siuman, pertanyaan pertama beliau adalah tentang shalat berjamaah .
Dalam riwayat yang shahih disebutkan:
ุฃูููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููู ููุง ุซููููู ููู ู ูุฑูุถููู ููุงูู: “ู ูุฑููุง ุฃูุจูุง ุจูููุฑู ููููููุตูููู ุจูุงููููุงุณู“
“Bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam semakin berat sakitnya, beliau bersabda: ‘Perintahkan Abu Bakar untuk mengimami shalat berjamaah’.” (HR. Bukhari no. 678, Muslim no. 418)
Bahkan dalam riwayat lain disebutkan bahwa beliau berusaha untuk bangkit dan keluar ke masjid, namun akhirnya pingsan. Setelah siuman, beliau kembali bertanya apakah orang-orang sudah melaksanakan shalat. Para sahabat menjawab bahwa mereka menunggu beliau. Akhirnya beliau memerintahkan Abu Bakar untuk menjadi imam .
Ini menunjukkan bahwa meskipun dalam kondisi sakit yang sangat berat, perhatian Rasulullah terhadap shalat berjamaah tidak pernah pudar. Beliau tetap mengutamakan shalat berjamaah hingga akhir hayatnya.
Soal 12
Pernyataan: Rasulullah pernah melaksanakan shalat khauf (shalat dalam keadaan perang) secara berjamaah, yang membuktikan bahwa shalat berjamaah tetap diwajibkan meskipun dalam keadaan takut.
Jawaban: BENAR
Pembahasan:
Pernyataan ini benar berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah. Allah Ta’ala berfirman dalam QS An-Nisa ayat 102:
ููุฅูุฐูุง ููููุชู ูููููู ู ููุฃูููู ูุชู ููููู ู ุงูุตููููุงุฉู ููููุชูููู ู ุทูุงุฆูููุฉู ู ูููููู ู ู ูุนููู ููููููุฃูุฎูุฐููุง ุฃูุณูููุญูุชูููู ู
“Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata mereka.” (QS. An-Nisa: 102)
Ayat ini menjelaskan tata cara shalat khauf (shalat dalam keadaan perang atau ketakutan). Allah tetap memerintahkan shalat berjamaah meskipun dalam kondisi perang yang sangat menegangkan. Para sahabat bergantian: satu kelompok shalat bersama Rasulullah sambil tetap membawa senjata, sementara kelompok lain berjaga-jaga, kemudian bergantian .
Para ulama menggunakan ayat ini sebagai dalil kuat tentang wajibnya shalat berjamaah. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan bahwa ayat ini menjadi dalil bagi ulama yang mewajibkan shalat berjamaah. Jika dalam keadaan takut (perang) saja tetap diperintahkan berjamaah, maka dalam keadaan aman tentu lebih utama dan lebih wajib untuk dilaksanakan secara berjamaah .
Soal 13
Pernyataan: Rasulullah tidak pernah memberikan dispensasi kepada siapapun untuk meninggalkan shalat berjamaah, termasuk kepada sahabat yang sedang sakit.
Jawaban: SALAH
Pembahasan:
Pernyataan ini perlu diluruskan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap memberikan dispensasi (keringanan) bagi mereka yang memiliki uzur syar’i. Namun yang perlu dipahami adalah bahwa dispensasi ini diberikan dengan batasan-batasan tertentu.
Contohnya adalah sahabat Ibnu Ummi Maktum yang buta. Sebagaimana telah dijelaskan, Rasulullah awalnya memberikan keringanan, namun kemudian menariknya karena sahabat tersebut masih mendengar adzan. Ini menunjukkan bahwa uzur yang membolehkan tidak hadir adalah uzur yang benar-benar menghalangi seseorang untuk datang ke masjid, seperti sakit yang menyulitkan untuk bergerak, hujan lebat, atau kondisi darurat lainnya .
Dalam hadits shahih disebutkan bahwa Rasulullah memberikan keringanan untuk tidak hadir shalat jamaah ketika hujan lebat. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata kepada muadzinnya: “Jika hujan, katakanlah: ‘Shalatlah di rumah kalian’.” (HR. Bukhari no. 668)
Jadi kesimpulannya, Rasulullah tetap memberikan keringanan bagi mereka yang memiliki uzur syar’i, namun tidak memberikan keringanan bagi mereka yang tidak memiliki uzur atau uzurnya dianggap tidak menghalangi untuk hadir.
Soal 14
Pernyataan: Menurut Rasulullah, orang yang meninggalkan shalat berjamaah tanpa uzur sama kedudukannya dengan orang munafik.
Jawaban: BENAR
Pembahasan:
Pernyataan ini benar berdasarkan perkataan para sahabat yang mendapatkan pengajaran langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:
ู ููู ุณูุฑูููู ุฃููู ููููููู ุงูููููู ุบูุฏูุง ู ูุณูููู ูุง ููููููุญูุงููุธู ุนูููู ููุคูููุงุกู ุงูุตููููููุงุชู ุญูููุซู ููููุงุฏูู ุจููููููุ ููุฅูููู ุงูููููู ุดูุฑูุนู ููููุจููููููู ู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุณููููู ุงููููุฏููุ ููุฅููููููููู ู ููู ุณููููู ุงููููุฏููุ ูููููู ุฃููููููู ู ุตููููููุชูู ู ููู ุจููููุชูููู ู ููู ูุง ููุตููููู ููุฐูุง ุงููู ูุชูุฎูููููู ููู ุจูููุชููู ููุชูุฑูููุชูู ู ุณููููุฉู ููุจููููููู ูุ ูููููู ุชูุฑูููุชูู ู ุณููููุฉู ููุจููููููู ู ููุถูููููุชูู ูุ ููููููุฏู ุฑูุฃูููุชูููุง ููู ูุง ููุชูุฎูููููู ุนูููููุง ุฅููููุง ู ูููุงูููู ู ูุนููููู ู ุงููููููุงูู
“Barangsiapa yang ingin berjumpa dengan Allah besok dalam keadaan muslim, maka hendaklah ia menjaga shalat-shalat ini di tempat diserukannya (masjid). Karena sesungguhnya Allah telah mensyariatkan bagi Nabi kalian sunnah-sunnah petunjuk, dan shalat-shalat itu termasuk sunnah-sunnah petunjuk. Seandainya kalian shalat di rumah kalian sebagaimana orang yang tinggal ini shalat di rumahnya, berarti kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian. Dan jika kalian meninggalkan sunnah Nabi kalian, niscaya kalian akan sesat. Sungguh kami dahulu tidak ada yang meninggalkan shalat berjamaah kecuali orang munafik yang sudah diketahui kemunafikannya.” (HR. Muslim no. 654)
Perkataan Ibnu Mas’ud ini menunjukkan bahwa kebiasaan meninggalkan shalat berjamaah tanpa uzur adalah ciri orang munafik. Para sahabat sangat ketat dalam masalah ini, sampai-sampai mereka menganggap bahwa orang yang meninggalkan shalat berjamaah patut dicurigai keimanannya .
Soal 15
Pernyataan: Rasulullah mengajarkan bahwa semakin banyak jumlah jamaah shalat, semakin dicintai oleh Allah.
Jawaban: BENAR
Pembahasan:
Pernyataan ini benar berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam sebuah hadits dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:
ุตูููุงุฉู ุงูุฑููุฌููู ู ูุนู ุงูุฑููุฌููู ุฃูุฒูููู ู ููู ุตูููุงุชููู ููุญูุฏูููุ ููุตูููุงุชููู ู ูุนู ุงูุฑููุฌููููููู ุฃูุฒูููู ู ููู ุตูููุงุชููู ู ูุนู ุงูุฑููุฌูููุ ููู ูุง ููุงูููุง ุฃูููุซูุฑู ูููููู ุฃูุญูุจูู ุฅูููู ุงูููููู ุนูุฒูู ููุฌูููู
“Shalat seseorang bersama orang lain lebih suci daripada shalatnya sendirian. Shalatnya bersama dua orang lebih suci daripada shalatnya bersama satu orang. Dan semakin banyak jumlah mereka, semakin dicintai oleh Allah ‘Azza wa Jalla.” (HR. Abu Dawud no. 554, dishahihkan oleh Al-Albani)
Hadits ini menunjukkan bahwa Allah menyukai kebersamaan dan persatuan umat Islam dalam ibadah. Semakin banyak jumlah jamaah, semakin besar kecintaan Allah kepada mereka. Ini menjadi motivasi bagi kita untuk tidak hanya sekedar berjamaah, tetapi juga mengajak orang lain untuk ikut serta dalam shalat berjamaah .
Para ulama menjelaskan bahwa keutamaan ini karena shalat berjamaah yang besar menunjukkan syiar Islam yang lebih sempurna, mempererat ukhuwah, dan menumbuhkan semangat kebersamaan di kalangan muslimin.
Soal 16
Pernyataan: Orang yang mendengar adzan namun tidak mendatanginya, maka shalatnya tidak sah menurut sebagian ulama.
Jawaban: BENAR
Pembahasan:
Pernyataan ini perlu dipahami dengan baik. Memang ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa shalat orang yang meninggalkan shalat berjamaah tanpa uzur adalah tidak sah. Pendapat ini berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
ู ููู ุณูู ูุนู ุงููููุฏูุงุกู ููููู ู ููุฃูุชููู ููููุง ุตูููุงุฉู ูููู ุฅููููุง ู ููู ุนูุฐูุฑู
“Barangsiapa mendengar panggilan adzan lalu tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya kecuali karena uzur.” (HR. Ibnu Majah no. 793, dishahihkan oleh Al-Albani)
Para ulama berbeda pendapat dalam memahami hadits ini :
- Pendapat pertamaย (Imam Ahmad bin Hambal dan pengikutnya): Hadits ini menunjukkan bahwa shalat berjamaah hukumnya wajib ‘ain (fardhu ain). Orang yang meninggalkannya tanpa uzur, shalatnya tidak sah. Mereka menafsirkan “la shalata lahu” secara tekstual, yaitu “tidak ada shalat baginya” (tidak sah).
- Pendapat keduaย (jumhur ulama termasuk madzhab Syafi’i, Maliki, dan Hanafi): Shalat berjamaah hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), namun tidak sampai mewajibkan. Mereka menafsirkan “la shalata lahu” dengan makna “tidak sempurna shalatnya” atau “tidak mendapatkan keutamaan shalat berjamaah”ย .
Perbedaan pendapat ini telah ada sejak zaman salaf, dan masing-masing memiliki dalil dan argumentasi yang kuat. Yang terpenting adalah kita tetap bersemangat untuk menghadiri shalat berjamaah di masjid.
Soal 17
Pernyataan: Shalat sunnah lebih utama dikerjakan di rumah, sedangkan shalat wajib lebih utama dikerjakan di masjid secara berjamaah.
Jawaban: BENAR
Pembahasan:
Pernyataan ini benar berdasarkan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:
ููุถููู ุตูููุงุฉู ุงููุฌูู ูุงุนูุฉู ุนูููู ุตูููุงุฉู ุงูุฑููุฌููู ููุญูุฏููู ุฎูู ูุณู ููุนูุดูุฑูููู ุฏูุฑูุฌูุฉูุ ููููุถููู ุตูููุงุฉู ุงูุชููุทููููุนู ููู ุงููุจูููุชู ุนูููู ููุนูููููุง ููู ุงููู ูุณูุฌูุฏู ููููุถููู ุตูููุงุฉู ุงููุฌูู ูุงุนูุฉู ุนูููู ุตูููุงุฉู ุงููู ูููููุฑูุฏู
“Keutamaan shalat berjamaah atas shalat seseorang sendirian adalah dua puluh lima derajat. Dan keutamaan shalat sunnah di rumah atas pelaksanaannya di masjid adalah seperti keutamaan shalat berjamaah atas shalat sendirian.” (HR. Ibnu Abi Syaibah, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib)
Hadits ini memberikan panduan yang jelas: shalat wajib lebih utama dikerjakan secara berjamaah di masjid, sedangkan shalat sunnah lebih utama dikerjakan di rumah. Hikmahnya adalah untuk menjaga masjid dari kemeriahan yang berlebihan dengan shalat sunnah, juga agar rumah-rumah tidak kosong dari ibadah dan menjadi kuburan bagi penghuninya .
Para ulama menjelaskan bahwa shalat sunnah di rumah lebih utama karena lebih tersembunyi dan jauh dari riya’, serta memberkahi rumah dengan ibadah.
Soal 18
Pernyataan: Orang yang melaksanakan shalat Subuh berjamaah berada dalam jaminan perlindungan Allah hingga petang.
Jawaban: BENAR
Pembahasan:
Pernyataan ini benar berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Jundub bin Abdullah Al-Bajali radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:
ู ููู ุตููููู ุงูุตููุจูุญู ูููููู ููู ุฐูู ููุฉู ุงููููููุ ููููุง ููุทูููุจููููููู ู ุงูููููู ู ููู ุฐูู ููุชููู ุจูุดูููุกูุ ููุฅูููู ู ููู ููุทูููุจููู ู ููู ุฐูู ููุชููู ุจูุดูููุกู ููุฏูุฑูููููุ ุซูู ูู ููููุจูููู ุนูููู ููุฌููููู ููู ููุงุฑู ุฌููููููู ู
“Barangsiapa melaksanakan shalat Subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah. Maka jangan sampai Allah menuntut kalian sesuatu dari jaminan-Nya. Karena barangsiapa yang dituntut dari jaminan-Nya, pasti Dia akan mendapatkannya, kemudian Dia akan menelungkupkannya ke dalam neraka Jahannam.” (HR. Muslim no. 657)
Hadits ini menunjukkan keutamaan besar bagi mereka yang menjaga shalat Subuh berjamaah. Mereka mendapatkan jaminan perlindungan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini berarti Allah akan menjaga mereka dari keburukan dan marabahaya, serta memberikan keamanan dan ketenteraman dalam hidup mereka .
Yang dimaksud dengan “dalam jaminan Allah” adalah perlindungan dan keamanan dari Allah. Orang yang berada dalam jaminan Allah tidak boleh diganggu atau disakiti. Siapa yang berani mengganggunya, berarti ia telah melanggar jaminan Allah dan terancam azab yang pedih.
Soal 19
Pernyataan: Menunggu shalat berjamaah setelah melaksanakan shalat termasuk kategori ribath (bersiap-siap di jalan Allah).
Jawaban: BENAR
Pembahasan:
Pernyataan ini benar berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:
ุฃูููุง ุฃูุฏููููููู ู ุนูููู ู ูุง ููู ูุญูู ุงูููู ุจููู ุงููุฎูุทูุงููุงุ ููููุฑูููุนู ุจููู ุงูุฏููุฑูุฌูุงุชูุ ููุงูููุง: ุจูููู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููู ููุงูู: ุฅูุณูุจูุงุบู ุงููููุถููุกู ุนูููู ุงููู ูููุงุฑูููุ ููููุซูุฑูุฉู ุงููุฎูุทูุง ุฅูููู ุงููู ูุณูุงุฌูุฏูุ ููุงููุชูุธูุงุฑู ุงูุตููููุงุฉู ุจูุนูุฏู ุงูุตููููุงุฉูุ ููุฐูููููู ู ุงูุฑููุจูุงุทู
“Maukah kalian aku tunjukkan suatu amal yang dapat menghapus kesalahan (dosa) dan meninggikan derajat?” Para sahabat menjawab, “Ya, wahai Rasulullah.” Rasulullah bersabda, “(Yaitu) menyempurnakan wudhu dalam kondisi sulit, banyaknya langkah menuju masjid, dan menunggu shalat setelah shalat. Itulah ar-ribath.” (HR. Muslim no. 251)
Ar-ribath secara bahasa berarti bersiap-siap di perbatasan untuk menjaga kaum muslimin dari serangan musuh. Ini adalah amal yang sangat mulia dalam jihad fi sabilillah. Dalam hadits ini, Rasulullah menyamakan tiga amal tersebut dengan ribath, yang menunjukkan betapa agungnya keutamaan amal-amal tersebut .
Yang dimaksud dengan “menunggu shalat setelah shalat” adalah menunggu waktu shalat berikutnya setelah selesai shalat, atau menunggu pelaksanaan shalat berjamaah setelah datang lebih awal ke masjid. Ini menunjukkan bahwa waktu yang dihabiskan di masjid untuk menunggu shalat bernilai sangat tinggi di sisi Allah.
Soal 20
Pernyataan: Shalat berjamaah hanya diperintahkan untuk laki-laki, sedangkan perempuan lebih utama shalat di rumah.
Jawaban: BENAR
Pembahasan:
Pernyataan ini benar berdasarkan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:
ููุง ุชูู ูููุนููุง ููุณูุงุกูููู ู ุงููู ูุณูุงุฌูุฏู ููุจููููุชูููููู ุฎูููุฑู ููููููู
“Janganlah kalian melarang wanita-wanita kalian pergi ke masjid, namun rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka.” (HR. Abu Dawud no. 567, Ahmad no. 5445)
Hadits ini memberikan dua petunjuk sekaligus:
- Perempuan boleh pergi ke masjid untuk shalat berjamaah, dan laki-laki tidak boleh melarangnya
- Namun shalat di rumah lebih baik bagi perempuan
Para ulama menjelaskan bahwa shalat berjamaah di masjid hukumnya wajib bagi laki-laki (menurut pendapat yang mewajibkan) atau sunnah muakkadah (menurut pendapat yang tidak mewajibkan). Sedangkan bagi perempuan, shalat di rumah lebih utama karena lebih menjaga aurat dan menghindari fitnah .
Meskipun demikian, jika perempuan ingin pergi ke masjid, mereka diperbolehkan dengan syarat menjaga adab, tidak memakai wewangian yang tajam, dan berpakaian syar’i. Ini menunjukkan keindahan Islam yang memuliakan perempuan dan menjaga mereka dari hal-hal yang tidak diinginkan.
SOAL 21-25: HIKMAH DAN FAEDAH SHALAT BERJAMAAH
Soal 21
Pernyataan: Shalat berjamaah merupakan sarana untuk mempererat persaudaraan dan kasih sayang sesama muslim.
Jawaban: BENAR
Pembahasan:
Pernyataan ini benar dan merupakan salah satu hikmah besar disyariatkannya shalat berjamaah. Dalam shalat berjamaah, kaum muslimin berkumpul lima kali sehari semalam di masjid. Mereka saling bertemu, berjabat tangan, bertanya kabar, dan saling membantu .
Beberapa hikmah sosial dari shalat berjamaah antara lain:
- Memperkuat ukhuwah Islamiyah: Pertemuan rutin lima waktu sehari memungkinkan terjalinnya hubungan yang erat antar jamaah. Mereka saling mengenal dan peduli satu sama lain.
- Menumbuhkan solidaritas: Dengan sering bertemu, mereka akan lebih mudah mengetahui jika ada saudara mereka yang sakit, kesusahan, atau membutuhkan bantuan, sehingga bisa segera ditolong.
- Menghilangkan jurang pemisah: Dalam shaf shalat, semua berdiri sejajar tanpa membedakan kaya-miskin, pejabat-rakyat, tua-muda. Ini mengajarkan persamaan derajat di hadapan Allah.
- Melatih kepemimpinan dan keteraturan: Shalat berjamaah mengajarkan bagaimana dipimpin dan memimpin, serta pentingnya keteraturan dan disiplin.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ุงููู ูุคูู ููู ููููู ูุคูู ููู ููุงููุจูููููุงูู ููุดูุฏูู ุจูุนูุถููู ุจูุนูุถูุง
“Seorang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan sebagiannya dengan sebagian yang lain.” (HR. Bukhari no. 481, Muslim no. 2585)
Shalat berjamaah adalah salah satu wujud nyata dari konsep ini, di mana kaum muslimin bersatu dalam ibadah dan saling menguatkan.
Soal 22
Pernyataan: Shalat berjamaah dapat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan munkar karena ia selalu berada dalam lingkungan yang baik.
Jawaban: BENAR
Pembahasan:
Pernyataan ini benar dan merupakan salah satu fungsi utama shalat sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah Ta’ala berfirman:
ุฅูููู ุงูุตููููุงุฉู ุชูููููู ุนููู ุงููููุญูุดูุงุกู ููุงููู ูููููุฑู
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar.” (QS. Al-Ankabut: 45)
Jika shalat sendirian saja dapat mencegah perbuatan keji dan munkar, maka shalat berjamaah tentu lebih besar lagi dampaknya. Beberapa aspek pencegahan dari shalat berjamaah antara lain :
- Lingkungan yang baik: Dengan rutin berada di masjid, seseorang akan bergaul dengan orang-orang saleh yang saling mengingatkan dalam kebaikan. Lingkungan yang baik akan membentengi seseorang dari perbuatan dosa.
- Pengawasan internal: Kesadaran bahwa ia akan bertemu dengan jamaah lain dalam waktu dekat membuat seseorang berpikir ulang sebelum melakukan maksiat. Ia akan malu jika perbuatan buruknya diketahui oleh saudara-saudaranya di masjid.
- Penguatan iman: Shalat berjamaah yang khusyuk akan menguatkan iman dan ketakwaan, yang menjadi benteng utama dari perbuatan maksiat.
- Kesibukan dengan ketaatan: Orang yang sibuk dengan ibadah dan ketaatan akan lebih terlindungi dari godaan setan untuk berbuat maksiat.
Dengan demikian, shalat berjamaah tidak hanya bernilai ibadah individual, tetapi juga berfungsi sebagai kontrol sosial dan benteng moral bagi masyarakat.
Soal 23
Pernyataan: Shalat berjamaah tidak perlu diutamakan jika seseorang memiliki kesibukan pekerjaan yang sangat penting.
Jawaban: SALAH
Pembahasan:
Pernyataan ini salah dan bertentangan dengan ajaran Islam yang mengajarkan untuk mengutamakan shalat di atas segala urusan duniawi. Allah Ta’ala berfirman:
ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขู ููููุง ููุง ุชูููููููู ู ุฃูู ูููุงููููู ู ููููุง ุฃูููููุงุฏูููู ู ุนููู ุฐูููุฑู ุงูููููู ููู ููู ููููุนููู ุฐููููู ููุฃููููุฆููู ููู ู ุงููุฎูุงุณูุฑูููู
“Hai orang-orang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Munafiqun: 9)
Para ulama menafsirkan “mengingat Allah” dalam ayat ini termasuk shalat wajib. Artinya, jangan sampai kesibukan duniawi, sekalipun itu halal, melalaikan kita dari shalat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ู ููู ุณูู ูุนู ุงููููุฏูุงุกู ููููู ู ููุฌูุจู ููููุง ุตูููุงุฉู ูููู ุฅููููุง ู ููู ุนูุฐูุฑู
“Barangsiapa mendengar panggilan adzan lalu tidak menjawabnya (mendatanginya), maka tidak ada shalat baginya kecuali karena uzur.” (HR. Ibnu Majah)
Para sahabat radhiyallahu ‘anhum adalah contoh terbaik dalam hal ini. Mereka tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah demi urusan dunia. Bahkan ketika mereka sedang dalam perjalanan dagang atau jihad, mereka tetap melaksanakan shalat berjamaah. Jika dalam keadaan perang saja mereka tetap shalat berjamaah (shalat khauf), maka dalam keadaan aman apalagi.
Kesibukan pekerjaan bukanlah uzur yang membolehkan meninggalkan shalat berjamaah. Justru dengan shalat, Allah akan memberkahi waktu dan pekerjaan kita. Sebaliknya, meninggalkan shalat demi dunia justru akan membuat dunia itu sendiri tidak berkah .
Soal 24
Pernyataan: Orang yang selalu hadir shalat berjamaah di masjid selama 40 hari berturut-turut dengan mendapatkan takbiratul ihram bersama imam, akan terbebas dari siksa neraka dan sifat munafik.
Jawaban: BENAR
Pembahasan:
Pernyataan ini benar berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:
ู ููู ุตููููู ููููููู ุฃูุฑูุจูุนูููู ููููู ูุง ููู ุฌูู ูุงุนูุฉู ููุฏูุฑููู ุงูุชููููุจููุฑูุฉู ุงููุฃููููู ููุชูุจูุชู ูููู ุจูุฑูุงุกูุชูุงูู: ุจูุฑูุงุกูุฉู ู ููู ุงููููุงุฑูุ ููุจูุฑูุงุกูุฉู ู ููู ุงููููููุงูู
“Barangsiapa shalat karena Allah selama empat puluh hari secara berjamaah dengan mendapatkan takbiratul ihram (bersama imam), maka akan dituliskan baginya dua kebebasan: kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari sifat munafik.” (HR. Tirmidzi no. 241)
Hadits ini menunjukkan keutamaan luar biasa bagi mereka yang istiqamah (konsisten) dalam menghadiri shalat berjamaah di masjid dan selalu mendapatkan takbiratul ihram bersama imam. Ini berarti ia datang ke masjid tepat waktu, tidak terlambat .
Yang dimaksud dengan “kebebasan dari sifat munafik” bukan berarti ia terbebas dari kemunafikan sama sekali, tetapi ia terbebas dari kemunafikan dalam bentuk meninggalkan shalat berjamaah. Sebagaimana diketahui, ciri orang munafik adalah malas dalam shalat, sebagaimana firman Allah:
ุฅูููู ุงููู ูููุงููููููู ููุฎูุงุฏูุนูููู ุงูููููู ูููููู ุฎูุงุฏูุนูููู ู ููุฅูุฐูุง ููุงู ููุง ุฅูููู ุงูุตููููุงุฉู ููุงู ููุง ููุณูุงููู
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas.” (QS. An-Nisa: 142)
Dengan istiqamah hadir tepat waktu, seseorang membuktikan bahwa ia bukan termasuk golongan yang malas dalam shalat.
Soal 25
Pernyataan: Shalat berjamaah di masjid merupakan syiar Islam yang paling agung dan menunjukkan kekuatan serta persatuan umat Islam.
Jawaban: BENAR
Pembahasan:
Pernyataan ini benar dan merupakan salah satu hikmah terbesar disyariatkannya shalat berjamaah. Ketika kaum muslimin berkumpul di masjid lima waktu sehari semalam dalam barisan yang rapi dan teratur, itu adalah pemandangan yang agung dan menunjukkan kebesaran Islam .
Beberapa aspek syiar dalam shalat berjamaah:
- Menampakkan kebersamaan umat: Shalat berjamaah menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan persatuan dan kebersamaan. Tidak ada agama lain yang mewajibkan umatnya berkumpul lima kali sehari semalam untuk beribadah bersama.
- Melatih kedisiplinan: Shalat berjamaah mengajarkan disiplin waktu dan keteraturan. Semua datang pada waktu yang sama, berdiri dalam shaf yang rapi, dan bergerak bersama dalam ruku’ dan sujud.
- Menumbuhkan kekuatan: Dengan berkumpul secara rutin, umat Islam menjadi kuat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ุงููู ูุคูู ููู ููููู ูุคูู ููู ููุงููุจูููููุงูู ููุดูุฏูู ุจูุนูุถููู ุจูุนูุถูุง
“Seorang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan.” (HR. Bukhari)
- Identitas keislaman: Masjid yang ramai dengan jamaah adalah identitas suatu komunitas muslim. Ini menunjukkan bahwa Islam hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, memakmurkan masjid dengan shalat berjamaah adalah kewajiban bersama. Semakin ramai masjid, semakin kuat syiar Islam. Sebaliknya, masjid yang sepi menunjukkan lemahnya semangat keislaman suatu komunitas. Mari kita jadikan masjid sebagai pusat kegiatan dan kebanggaan kita sebagai umat Islam .
KUNCI JAWABAN
| No Soal | Jawaban | No Soal | Jawaban |
| 1 | BENAR | 14 | BENAR |
| 2 | SALAH | 15 | BENAR |
| 3 | BENAR | 16 | BENAR |
| 4 | BENAR | 17 | BENAR |
| 5 | BENAR | 18 | BENAR |
| 6 | BENAR | 19 | BENAR |
| 7 | BENAR | 20 | BENAR |
| 8 | BENAR | 21 | BENAR |
| 9 | BENAR | 22 | BENAR |
| 10 | BENAR | 23 | SALAH |
| 11 | BENAR | 24 | BENAR |
| 12 | BENAR | 25 | BENAR |
| 13 | SALAH |
RANGKUMAN NILAI
| Jumlah Benar | Kategori | Keterangan |
| 23-25 | Mutqin (Sangat Menguasai) | Anda memiliki pemahaman yang sangat baik tentang keutamaan shalat berjamaah. Pertahankan dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari. |
| 18-22 | Mutawassith (Cukup Menguasai) | Pemahaman Anda cukup baik, namun masih perlu meningkatkan wawasan tentang beberapa aspek shalat berjamaah. |
| 10-17 | Muhtaj lil Muroja’ah (Perlu Review) | Anda perlu mempelajari kembali materi tentang keutamaan shalat berjamaah. Bacalah pembahasan dengan lebih teliti. |
| < 10 | Dha’if (Kurang) | Anda disarankan untuk membaca ulang seluruh materi dan mencari referensi tambahan untuk memperkuat pemahaman. |
PENUTUP
Demikian 25 kuis benar atau salah tentang Rasulullah yang mengutamakan shalat berjamaah di masjid. Semoga melalui kuis ini, kita semakin memahami betapa besar perhatian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap shalat berjamaah, dan semakin termotivasi untuk menghidupkan sunnah ini dalam kehidupan kita sehari-hari.
Shalat berjamaah di masjid bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi merupakan madrasah (sekolah) yang mengajarkan banyak hal: kedisiplinan, persaudaraan, kesetaraan, kepemimpinan, dan kecintaan kepada rumah Allah. Dengan konsisten menghadiri shalat berjamaah, kita tidak hanya mengumpulkan pahala, tetapi juga membangun karakter dan kepribadian Islami.
Mari kita jadikan masjid sebagai pusat kehidupan kita. Bukan hanya tempat shalat, tetapi juga tempat belajar, bersosialisasi, dan menguatkan ukhuwah Islamiyah. Rasulullah telah memberikan teladan terbaik dalam hal ini, maka sudah sepatutnya kita mengikuti jejak beliau.
ุฑูุจููููุง ุชูููุจูููู ู ููููุง ุฅูููููู ุฃูููุชู ุงูุณููู ููุนู ุงููุนููููู ู
“Ya Tuhan kami, terimalah amal ibadah kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
DAFTAR PUSTAKA
- Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail. Shahih Al-Bukhari.
- Muslim bin Al-Hajjaj. Shahih Muslim.
- Abu Dawud, Sulaiman bin Al-Asy’ats. Sunan Abu Dawud.
- At-Tirmidzi, Muhammad bin Isa. Sunan At-Tirmidzi.
- Ibnu Majah, Muhammad bin Yazid. Sunan Ibnu Majah.
- An-Nawawi, Yahya bin Syarf. Syarah Shahih Muslim.
- Ibnu Hajar Al-Asqalani. Fathul Bari Syarah Shahih Al-Bukhari.
- Al-Mubarakfuri, Muhammad Abdurrahman. Tuhfatul Ahwadzi Syarah Sunan At-Tirmidzi.
- Islamweb.net.ย “Keutamaan Shalat Berjamaah”.
- Muslim.or.id. “Keutamaan Bersegera Menuju ke Masjid dan Menunggu Shalat Jama’ah”.
- BincangSyariah.com.ย “Hadis-hadis Keutamaan Shalat Berjamaah”.
- Hidayatullah.or.id. “Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid”.
- Republika.co.id. “Memelihara Shalat Berjamaah”.
- RadioRodja.com.ย “Hadits Tentang Shalat Berjamaah di Masjid”.
- IslamDigest.republika.co.id. “5 Dalil yang Dijadikan Landasan Ulama Mewajibkan Sholat 5 Waktu Berjamaah”. [Citation:9]
🕌 KUIS ISLAMI UNTUK ANAK 🕌
Keutamaan Shalat Berjamaah
25 Soal Tanya Jawab Beserta Pembahasan
Bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits Shahih
1. Berapa kali lipat pahala shalat berjamaah dibandingkan shalat sendiri menurut hadits shahih?
✅ Jawaban: 27 kali lipat
📖 Pembahasan: Rasulullah ๏ทบ bersabda: ‘Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.’ (HR. Bukhari no. 645 dan Muslim no. 650)
2. Apa hukum shalat berjamaah bagi laki-laki yang sudah baligh menurut pendapat mayoritas ulama?
✅ Jawaban: Wajib (fardhu ‘ain)
📖 Pembahasan: Mayoritas ulama Hanabilah dan sebagian ulama lainnya berpendapat shalat berjamaah hukumnya wajib bagi laki-laki yang mampu, berdasarkan QS. Al-Baqarah: 43 dan berbagai hadits.
3. Di mana tempat utama untuk melaksanakan shalat berjamaah?
✅ Jawaban: Masjid
📖 Pembahasan: Masjid adalah rumah Allah dan tempat paling utama untuk shalat berjamaah. Rasulullah ๏ทบ bersabda bahwa tempat paling dicintai Allah adalah masjid-masjid-Nya. (HR. Muslim no. 671)
4. Siapakah yang memimpin shalat berjamaah dan disebut apa?
✅ Jawaban: Imam
📖 Pembahasan: Orang yang memimpin shalat berjamaah disebut Imam. Imam haruslah orang yang paling fasih membaca Al-Qur’an dan paling memahami agama di antara jamaah yang ada.
5. Apa yang disebut ‘makmum’ dalam shalat berjamaah?
✅ Jawaban: Orang yang mengikuti imam dalam shalat berjamaah
📖 Pembahasan: Makmum adalah orang yang mengikuti gerakan dan bacaan imam dalam shalat berjamaah. Makmum wajib mengikuti imam dan tidak boleh mendahului gerakan imam.
6. Apakah manfaat shalat berjamaah bagi persatuan umat Islam?
✅ Jawaban: Mempererat persaudaraan dan ukhuwah Islamiyah
📖 Pembahasan: Shalat berjamaah mengumpulkan umat Islam secara rutin 5 kali sehari, sehingga mempererat persaudaraan, mengenal satu sama lain, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di antara sesama muslim.
7. Apa nama seruan yang dikumandangkan untuk mengajak umat Islam melaksanakan shalat berjamaah?
✅ Jawaban: Adzan
📖 Pembahasan: Adzan adalah seruan yang dikumandangkan muadzin untuk memberitahu masuknya waktu shalat dan mengajak umat Islam untuk datang ke masjid melaksanakan shalat berjamaah.
8. Siapakah yang berhak menjadi imam shalat berjamaah?
✅ Jawaban: Orang yang paling fasih membaca Al-Qur’an dan paling berilmu
📖 Pembahasan: Rasulullah ๏ทบ bersabda: ‘Yang berhak menjadi imam suatu kaum adalah yang paling pandai membaca Kitab Allah.’ (HR. Muslim no. 673). Ilmu agama juga menjadi pertimbangan utama.
9. Apa yang dimaksud dengan ‘shaf’ dalam shalat berjamaah?
✅ Jawaban: Barisan jamaah shalat yang lurus dan rapat
📖 Pembahasan: Shaf adalah barisan shalat jamaah yang harus diluruskan dan dirapatkan. Rasulullah ๏ทบ memerintahkan untuk meluruskan shaf dan bersabda bahwa shaf yang baik termasuk kesempurnaan shalat.
10. Apa pahala yang didapat seseorang yang berangkat ke masjid untuk shalat berjamaah?
✅ Jawaban: Setiap langkahnya menghapus dosa dan mengangkat derajat
📖 Pembahasan: Rasulullah ๏ทบ bersabda: ‘Barang siapa bersuci di rumahnya lalu pergi ke salah satu rumah Allah untuk menunaikan shalat fardhu, maka setiap langkahnya menghapus satu kesalahan dan mengangkat satu derajat.’ (HR. Muslim no. 666)
11. Apa yang harus dilakukan makmum jika terlambat dan imam sudah ruku’?
✅ Jawaban: Langsung ikut ruku’ bersama imam dan dianggap mendapatkan satu rakaat
📖 Pembahasan: Jika makmum masbuq (terlambat) mendapati imam sedang ruku’ dan ia sempat ruku’ bersama imam sebelum imam bangkit, maka ia dianggap mendapatkan rakaat tersebut berdasarkan hadits shahih.
12. Apa nama orang yang terlambat mengikuti shalat berjamaah sejak awal?
✅ Jawaban: Masbuk (Masbuq)
📖 Pembahasan: Masbuq adalah sebutan untuk makmum yang terlambat bergabung dengan jamaah sehingga tidak mendapatkan shalat dari awal bersama imam. Ia tetap melanjutkan kekurangan rakaatnya setelah imam salam.
13. Bagaimana cara berdirinya makmum jika jamaah hanya terdiri dari satu imam dan satu makmum laki-laki?
✅ Jawaban: Makmum berdiri di sebelah kanan imam sejajar dengannya
📖 Pembahasan: Jika hanya ada satu makmum laki-laki, ia berdiri di sebelah kanan imam sejajar dengannya. Ini berdasarkan hadits Ibnu Abbas yang pernah berdiri di sebelah kanan Nabi ๏ทบ. (HR. Bukhari dan Muslim)
14. Apa keutamaan shalat Subuh berjamaah yang disebutkan dalam Al-Qur’an?
✅ Jawaban: Disaksikan oleh malaikat
📖 Pembahasan: Allah berfirman: ‘…dan (dirikanlah shalat) Subuh, sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).’ (QS. Al-Isra: 78). Para malaikat malam dan siang bergantian menyaksikan shalat Subuh.
15. Apa yang dimaksud dengan ‘iqamah’ sebelum shalat berjamaah dimulai?
✅ Jawaban: Seruan tanda shalat akan segera dimulai
📖 Pembahasan: Iqamah adalah seruan yang dikumandangkan setelah adzan sebagai tanda bahwa shalat berjamaah akan segera didirikan. Saat iqamah berkumandang, jamaah bersiap meluruskan dan merapatkan shaf.
16. Mengapa shalat berjamaah lebih baik daripada shalat sendirian?
✅ Jawaban: Karena mendapat pahala berlipat ganda, mempererat persaudaraan, dan melatih kedisiplinan
📖 Pembahasan: Shalat berjamaah mendapat pahala 27 kali lipat, mempererat silaturahmi antar sesama muslim, melatih kedisiplinan waktu, dan menunjukkan syiar Islam. Ini merupakan bentuk ibadah sosial yang sangat mulia.
17. Apa yang sebaiknya dilakukan seorang anak ketika mendengar adzan?
✅ Jawaban: Menjawab adzan, berwudhu, dan segera pergi ke masjid untuk shalat berjamaah
📖 Pembahasan: Seorang muslim yang mendengar adzan dianjurkan untuk menjawab setiap kalimat adzan, lalu bergegas berwudhu dan menuju masjid agar tidak ketinggalan shalat berjamaah.
18. Siapakah orang yang mendapat naungan Allah pada hari kiamat menurut hadits Nabi ๏ทบ yang berkaitan dengan masjid?
✅ Jawaban: Orang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid
📖 Pembahasan: Rasulullah ๏ทบ bersabda bahwa di antara tujuh golongan yang mendapat naungan Allah pada hari kiamat adalah ‘seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid.’ (HR. Bukhari no. 660 dan Muslim no. 1031)
19. Apa hukum mendahului gerakan imam dalam shalat berjamaah?
✅ Jawaban: Dilarang (haram) dan dapat merusak shalat
📖 Pembahasan: Rasulullah ๏ทบ melarang keras mendahului imam. Beliau bersabda: ‘Apakah orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam tidak takut Allah akan mengubah kepalanya menjadi kepala keledai?’ (HR. Bukhari dan Muslim)
20. Apa do’a yang dianjurkan dibaca ketika masuk masjid?
✅ Jawaban: Bismillah, Allahumma iftah li abwaba rahmatik (Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu)
📖 Pembahasan: Doa masuk masjid ini diriwayatkan dalam HR. Muslim no. 713. Membaca doa ini merupakan adab memasuki masjid sebelum melaksanakan shalat berjamaah.
21. Apakah seorang anak perempuan boleh shalat berjamaah di masjid?
✅ Jawaban: Boleh, asalkan menjaga adab dan menutup aurat dengan sempurna
📖 Pembahasan: Perempuan diperbolehkan shalat berjamaah di masjid. Rasulullah ๏ทบ bersabda: ‘Janganlah kalian melarang hamba-hamba Allah (perempuan) dari masjid-masjid Allah.’ (HR. Bukhari dan Muslim). Namun shalat di rumah lebih utama bagi wanita.
22. Apa yang dimaksud dengan ‘takbiratul ihram’ dalam memulai shalat berjamaah?
✅ Jawaban: Ucapan ‘Allahu Akbar’ yang menandai dimulainya shalat
📖 Pembahasan: Takbiratul ihram adalah takbir pertama ‘Allahu Akbar’ yang menandai dimulainya shalat. Makmum wajib mengucapkannya setelah imam, bukan bersamaan apalagi mendahului imam.
23. Apa manfaat shalat berjamaah bagi kedisiplinan seorang muslim?
✅ Jawaban: Melatih tepat waktu, teratur, dan patuh pada pemimpin (imam)
📖 Pembahasan: Shalat berjamaah mengajarkan kedisiplinan waktu karena harus dilakukan 5 kali sehari tepat waktu, keteraturan dalam shaf, serta kepatuhan kepada imam sebagai pemimpin, yang merupakan nilai-nilai penting dalam kehidupan.
24. Berapa jumlah shalat fardhu yang dianjurkan dikerjakan secara berjamaah setiap harinya?
✅ Jawaban: 5 waktu shalat (Subuh, Zhuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya)
📖 Pembahasan: Kelima shalat fardhu harian โ Subuh, Zhuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya โ semuanya sangat dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah, baik di masjid maupun di tempat lain yang memungkinkan.
25. Apa yang harus dilakukan makmum setelah imam mengucapkan salam di akhir shalat berjamaah?
✅ Jawaban: Mengucapkan salam juga ke kanan dan ke kiri
📖 Pembahasan: Setelah imam mengucapkan salam, makmum wajib mengucapkan salam pula. Salam diucapkan dengan menoleh ke kanan: ‘Assalamu’alaikum warahmatullah’, lalu ke kiri: ‘Assalamu’alaikum warahmatullah’.
Referensi: Al-Qur’an, Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dan kitab-kitab fiqih terpercaya.
Semoga bermanfaat dan menambah kecintaan kita kepada shalat berjamaah! 🤲
Tim Penyusun
Ebookanak.com – Menyajikan Konten Islami Berkualitas untuk Keluarga Muslim Indonesia
ยฉ 2024 Ebookanak.com. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.
Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit.
![]()



















































