Aminah dan Perhiasan Emas Pemberian Buaya

 20,242,223 total views,  6,536 views today

Aminah dan Perhiasan Emas Pemberian Buaya

Di daerah Lampung terdapat sebuah sungai bernama Sungai Tulang Bawang.

Sungai Tulang Bawang dipercaya sebagai tempat tinggalnya buaya yang sangat ganas.

Banyak orang yang hilang ketika berlayar melewati sungai Tulang Bawang ini.

Suatu hari, seorang gadis cantik bernama Aminah tiba-tiba menghilang tanpa jejak di Sungai Tulang Bawang.

Ternyata, Aminah sekarang berada di sebuah gua yang dipenuhi emas perhiasan dan seekor buaya besar yang menyeramkan.

Tiba-tiba buaya itu berbicara kepadanya, “Wahai gadis cantik, jangan takut kepadaku.”

“Aku tidak akan memangsamu. Sebenarnya, aku adalah manusia. Tapi, karena sifat yang jahat dan serakah, aku dikutuk oleh para dewa menjadi buaya,” kata buaya menceritakan kisah kehidupannya pada Aminah.

“Dahulu, aku adalah seorang bajak laut di Sungai Tulang Bawang. Aku merampok para saudagar kaya yang berlayar melewati Sungai Tulang Bawang,” lanjut buaya kemudian.

“Hasil rampasan itu aku simpan di gua ini. Jika aku membutuhkan uang dan makanan, aku jual sedikit harta rampasanku ke pasar,” ujar buaya sambil menunjuk tumpukan harta perhiasan di dalam gua.

“Tidak ada seorang pun yang mengetahui, bahwa aku telah membangun terowongan di balik gua ini,” ucap buaya pada Aminah.

Terowongan ini aku gunakan untuk menghubungkan gua ini dengan desa itu,” jelas buaya membeberkan sebagian rahasia hidupnya.

Setiap hari, buaya itu memberi Aminah emas perhiasan yang berlimpah.

Buaya berharap Aminah mau tinggal bersamanya di dalam gua.

Namun, Aminah menangis sedih.

Meskipun Aminah diberi emas perhiasan yang banyak, ia tidak merasa bahagia.

Aminah hanya ingin kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarganya.

Sewaktu buaya sedang tertidur pulas, Aminah tidak menyia-nyiakan kesempatan.

Aminah segera lari sambil membawa emas perhiasan miliknya menuju? terowongan.

Aminah berlari sekencang-kencangnya meninggalkan gua itu.

Ah… leganya.

Akhirnya, Aminah sudah berada di luar gua.

Di tengah jalan, ia bertemu dengan seorang penduduk desa yang menunjukkan arah desa tempat Aminah tinggal.

Sebagai ucapan terimakasih, Aminah memberikan sebagian emas perhiasannya yang ia dapatkan dari sang buaya.

Aminah pun terus berlari hingga tiba di desanya dengan selamat.

Beberapa waktu kemudian, ia pun dapat berkumpul kembali bersama keluarganya dan hidup bahagia.

Pesan Moral
Adalah suatu kebahagiaan besar bisa hidup bersama dengan keluarga dan saudara tercinta.

(Cerita dan Dongeng Rakyat Provinsi Lampung)

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Rachman
  • Desainer dan layouter: Kamil Supriatna
  • Penerbit: Transmedia Pustaka (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

Mari bersama kita bergerak dengan hati
Bantu Gerakan Indonesia Cerdas Literasi
Membangun peradaban Indonesia maju lestari
dengan donasi klik DI SINI

Cloud Hosting Partner:

Jasa Penerbitan Buku
Naskah/Ilustrasi/Komik/Layout Desain/Cetak
WA: 0815 6148 165
Telp: (022) 87824898
e-mail: cbmagency25@gmail.com
Jl. Raden Mochtar III, No. 126, Sindanglaya,
Bandung, Jawa Barat 40195

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Kak Nurul Ihsan adalah Inisiator Gerakan Indonesia Cerdas Literasi, Ketua Yayasan Sebaca Indonesia, Founder www.ebookanak.com, owner jasa penerbitan buku CBM Studio, serta Kreator 500 buku anak yang sudah aktif berkarya sejak 1991 hingga sekarang. Profil dan karya buku Kak Nurul Ihsan dan tim CBM Studio dapat dilihat di sini.

 1,906 total views,  1 views today

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *