🎭 1. Petualangan Waktu Saman: Dari Topeng hingga Tahun 1822
Sore itu, suasana di desa sangat meriah. Udara dipenuhi suara tabuhan gendang dan riuh kekehan anak-anak. Uda Beni, kakak sepupu Saman, membawa sebuah balutan kostum unik yang terbuat dari ijuk hitam, daun-daun kering, dan sebuah topeng kayu berukir garang. Itu adalah kostum Simuntu.
Saman menolak keras saat Uda Beni memaksanya mengenakan topeng tersebut. “Panas dan gatal, Uda! Saman tidak mau ikut atraksi!” teriak Saman. Karena kesal, Saman menarik topeng itu dari wajahnya secara paksa. Namun, kilatan cahaya aneh mendadak muncul dari balik mata topeng kayu tersebut. Hawa dingin menyergap, dan sekelilingnya berubah menjadi kabut tebal…
Saat kabut menghilang, Saman tidak lagi berada di lapangan desanya. Suara musik berganti menjadi derap langkah kuda dan pekikan semangat prajurit berpakaian serba putih. Sebuah patok kayu tua di persimpangan jalan berukirkan tahun: 1822. Saman terlempar ke masa lalu, tepat di tengah masa kejayaan gerakan Kaum Paderi!























































