Mukjizat Terjadi Saat Orang-Orang Membuang Kotoran ke Perahu Nabi Nuh + 15 Quiz dengan Jawaban dan Pembahasan
- Updated: Mei 25, 2025
![]()
Download full ebook di sini

Melihat hal itu, para penyembah berhala mengejek dan menertawakan Nabi Nuh, “Lihat, apa yang dilakukan oleh Nuh dan pengikutnya. Mereka membuat perahu besar di atas bukit dan padang pasir. Mereka sudah gila. Hahaha….”
Kaum Nuh yang ingkar kemudian membuang kotoran yang menjijikkan ke perahu Nabi Nuh.
Namun mukjizat Allah terjadi.
Ketika seorang pincang dan berkulit borok terjatuh ke dalam kotoran itu, seketika itu pula penyakitnya sembuh.
Maka mereka pun mengambil kembali kotoran mereka dari perahu Nabi Nuh.
Penghinaan Kaum Kafir terhadap Nabi Nuh a.s.: Kisah, Hikmah, dan 15 Soal Pilihan Ganda
Pendahuluan
Nabi Nuh a.s. adalah salah satu dari lima nabi Ulul Azmi yang diberi keteguhan luar biasa dalam menghadapi umat yang durhaka. Selama 950 tahun berdakwah (QS. Al-Ankabut: 14), Nabi Nuh mengalami berbagai bentuk penolakan dan penghinaan, termasuk penghinaan fisik dan emosional saat ia membangun perahu (bahtera) atas perintah Allah.
Di antara bentuk penghinaan paling kasar dan tidak manusiawi adalah ketika kaumnya membuang kotoran dan najis ke dalam bahtera yang sedang ia bangun. Peristiwa ini tidak tercatat secara eksplisit dalam Al-Qur’an, namun diriwayatkan dalam Israiliyyat dan tafsir-tafsir klasik sebagai bagian dari penolakan keras terhadap risalah Nabi Nuh.
Bagian 1: Penghinaan Kaum Kafir terhadap Nabi Nuh
Nabi Nuh membangun bahtera di atas tanah yang jauh dari lautan. Ini membuat kaumnya mencemooh dan mengejek, bahkan sampai membuang kotoran ke dalam bahtera yang suci dan dibuat atas perintah Allah. Namun, keteguhan Nabi Nuh tidak goyah. Ia terus melanjutkan pembangunan, percaya penuh pada wahyu.
Peristiwa ini tercatat dalam beberapa tafsir klasik seperti Tafsir al-Qurthubi dan Tafsir al-Baghawi, berdasarkan kisah Israiliyat yang tidak bertentangan dengan aqidah. Meski bukan sumber utama, kisah ini digunakan oleh para ulama untuk menunjukkan ujian berat para nabi.
Kuis Edukatif: 15 Soal Tentang Penghinaan Kaum Kafir terhadap Nabi Nuh a.s.
Soal 1
Apa tujuan utama Nabi Nuh membangun perahu di atas tanah kering?
A. Untuk mencari harta karun
B. Karena Allah memerintahkannya
C. Untuk menghindari panas matahari
D. Untuk membuat tempat tinggal
Jawaban: B
Pembahasan: Nabi Nuh membangun bahtera bukan karena akal manusia, tetapi atas wahyu dari Allah (QS. Hud: 37). Ini adalah bentuk ketaatan mutlak seorang nabi.
Soal 2
Bagaimana respon kaum Nabi Nuh saat melihat pembangunan perahu?
A. Membantu dengan semangat
B. Diam dan menghormati
C. Mengejek dan menghina
D. Melaporkan kepada raja
Jawaban: C
Pembahasan: Dalam QS. Hud: 38 disebutkan bahwa kaum Nabi Nuh mencemooh pembangunan bahtera. Mereka tidak percaya akan azab Allah.
Soal 3
Apa bentuk penghinaan ekstrem yang dilakukan oleh sebagian orang kafir terhadap bahtera Nabi Nuh?
A. Mencurinya
B. Merusaknya
C. Membakar kayunya
D. Membuang kotoran dan najis ke dalamnya
Jawaban: D
Pembahasan: Menurut beberapa riwayat dan tafsir, mereka menghina dengan membuang kotoran ke dalam bahtera, menandakan kebencian dan pengingkaran total.
Soal 4
Apa sikap Nabi Nuh terhadap penghinaan kaumnya?
A. Melawan dengan kekerasan
B. Membalas ejekan
C. Diam dan terus bekerja
D. Menghentikan pembangunan
Jawaban: C
Pembahasan: Nabi Nuh tetap tenang dan sabar, ia terus melanjutkan tugasnya dengan keyakinan bahwa perintah Allah pasti benar (QS. Hud: 38-39).
Soal 5
Berapa lama Nabi Nuh berdakwah kepada kaumnya sebelum perintah membuat perahu datang?
A. 80 tahun
B. 120 tahun
C. 950 tahun
D. 300 tahun
Jawaban: C
Pembahasan: QS. Al-Ankabut: 14 menyebutkan bahwa Nabi Nuh berdakwah selama 950 tahun sebelum datang azab banjir.
Soal 6
Apa alasan kaum Nabi Nuh tidak percaya akan datangnya banjir besar?
A. Mereka ateis
B. Mereka belum pernah melihat laut
C. Mereka menganggap itu cerita bohong
D. Mereka percaya pada dewa air
Jawaban: C
Pembahasan: Mereka mencemooh karena menganggap ajakan Nabi Nuh sebagai omong kosong. Mereka belum pernah mengalami hujan deras atau banjir sebelumnya.
Soal 7
Mengapa kisah hinaan berupa pembuangan kotoran ke dalam bahtera perlu diceritakan dalam dakwah?
A. Untuk mempermalukan kaum terdahulu
B. Untuk membuat cerita lebih menarik
C. Untuk menunjukkan keteguhan iman
D. Supaya kita takut pada nabi
Jawaban: C
Pembahasan: Kisah ini menggambarkan betapa kuat dan sabarnya para nabi dalam menghadapi cobaan. Ini adalah pelajaran bagi para da’i dan umat Muslim hari ini.
Soal 8
Apa reaksi Allah terhadap kaum yang menghina Nabi Nuh?
A. Membiarkan mereka hidup bahagia
B. Memberi mereka hadiah
C. Menurunkan banjir besar
D. Menyuruh Nabi Nuh berpindah
Jawaban: C
Pembahasan: Allah menghukum mereka dengan banjir besar yang menenggelamkan seluruh yang ingkar (QS. Al-Qamar: 11-12).
Soal 9
Apakah penghinaan fisik terhadap para nabi juga terjadi pada nabi lainnya?
A. Tidak pernah terjadi
B. Hanya terjadi pada Nabi Nuh
C. Terjadi juga pada nabi-nabi lain
D. Hanya dalam cerita dongeng
Jawaban: C
Pembahasan: Para nabi seperti Nabi Musa, Isa, dan Muhammad ﷺ juga mengalami penghinaan bahkan percobaan pembunuhan dari kaumnya (QS. Al-Baqarah: 91).
Soal 10
Apa pelajaran akhlak dari kisah hinaan terhadap Nabi Nuh a.s.?
A. Membalas hinaan itu wajib
B. Jangan bergaul dengan orang kafir
C. Sabar dan teguh dalam kebenaran
D. Harus selalu menghindar dari tugas
Jawaban: C
Pembahasan: Nabi Nuh mengajarkan kita untuk bersabar, istiqamah, dan fokus kepada misi dakwah walaupun dicemooh dan dihina.
Soal 11
Apa balasan Allah terhadap kezaliman kaum Nabi Nuh?
A. Dibiarkan sampai mati
B. Diberi kemakmuran
C. Dihancurkan dengan banjir besar
D. Diubah menjadi batu
Jawaban: C
Pembahasan: Allah membalas kedurhakaan mereka dengan azab berupa banjir besar yang menyapu seluruh bumi (QS. Nuh: 25).
Soal 12
Siapa saja yang selamat dari banjir besar saat itu?
A. Semua orang yang pandai berenang
B. Hanya keluarga Nabi Nuh
C. Orang-orang beriman dan binatang pilihan
D. Raja dan bangsawan
Jawaban: C
Pembahasan: Hanya yang beriman dan makhluk hidup yang ikut naik ke bahtera yang selamat (QS. Hud: 40).
Soal 13
Bagaimana Nabi Nuh membersihkan bahtera dari kotoran kaum kafir?
A. Dengan menyuruh malaikat
B. Dengan kesabaran dan tawakal
C. Dengan menyuruh kaumnya
D. Dengan sihir
Jawaban: B
Pembahasan: Meskipun dihina dan dikotori, Nabi Nuh tetap bersabar dan percaya bahwa Allah akan membersihkan segala kesulitan. Ini simbol kesucian misi kenabian.
Soal 14
Apa makna simbolis dari pembangunan bahtera di tengah penghinaan?
A. Usaha sia-sia
B. Keyakinan dan iman mengalahkan keraguan
C. Tidak logis
D. Bentuk keanehan semata
Jawaban: B
Pembahasan: Pembangunan bahtera mencerminkan iman yang tak tergoyahkan. Ini adalah pelajaran penting dalam menjalani perintah Allah meski bertentangan dengan logika manusia.
Soal 15
Mengapa kita perlu mempelajari kisah Nabi Nuh dan penghinaan yang ia alami?
A. Agar bisa membalas dengan keras
B. Supaya kita tahu siapa yang salah
C. Untuk meneladani kesabaran dan perjuangan para nabi
D. Untuk mengetahui sejarah semata
Jawaban: C
Pembahasan: Memahami kisah para nabi adalah cara untuk meneladani akhlak dan iman mereka, terutama dalam menghadapi ujian kehidupan yang berat.
Penutup
Kisah Nabi Nuh dan penghinaan dari kaumnya, termasuk tindakan keji membuang kotoran ke dalam perahunya, mengajarkan kita tentang iman, kesabaran, dan keikhlasan dalam menjalankan amanah. Dalam dunia modern, kisah ini menjadi cermin bagi para pendakwah, orang tua, guru, dan siapa pun yang berdiri di atas kebenaran untuk tidak mudah menyerah meskipun dicemooh atau direndahkan.
Referensi Otentik:
- Al-Qur’an: Surah Nuh, Hud, Al-Qamar, Al-Ankabut, Al-Baqarah
- Tafsir Ibnu Katsir
- Tafsir al-Baghawi
- Tafsir al-Qurthubi
- Al-Bidayah wa al-Nihayah karya Ibnu Katsir
- Kumpulan riwayat Israiliyat yang tidak bertentangan dengan akidah (dikutip dengan hati-hati oleh ulama tafsir)





















































