Kisah Asma’ul Husna Al-Azhiim

 22,519,939 total views,  5,472 views today

Karena tak memiliki sesuatu untuk disedekahkan, maka Nabi Khidir menawarkan diri untuk dijual sebagai budak di rumah seorang yang kaya.

Suatu hari, Nabi Khidir bertemu dengan seseorang yang ingin diberi sedekah.

Karena tak memiliki sesuatu untuk disedekahkan, maka Nabi Khidir menawarkan diri untuk dijual sebagai budak di rumah seorang yang kaya.

Maka Nabi Khidir pun laku seharga 400 dirham.

Selama menjadi budak, Nabi Khidir bekerja dengan menakjubkan.

Ia bisa memindahkan batu-batu besar hanya dalam waktu sekejap.

Padahal jika dilakukan oleh manusia biasa memerlukan waktu berminggu-minggu.

Nabi Khidir juga mampu membuat rumah besar hanya dalam beberapa hari.

Akhirnya si tuan kaya itu mengetahui kalau budaknya itu seorang nabi.

Maka dengan menyesal dan memohon maaf, ia lalu membebaskan Nabi Khidir tanpa tebusan.

Allah memiliki sifat Mahaagung.

Allah juga berkuasa untuk memberikan keagungan kepada makhluk-Nya.

Seperti pada Nabi Khidir.

(Tamat)

Pesan moral: Bersedekah bisa dengan apa saja, sesuai dengan kemampuan.

Keterangan:

  • Nama sifat asmaul husna: Al-Azhiim
  • Artinya: Mahaagung (The Magnificent)
  • Penjelasan sifat: Allah Mahaagung dan Mahabesar. Keagungan-Nya tidak ada yang dapat menandingi-Nya oleh siapapun. Dengan demikian, Allah memiliki nama Al-Azhiim.
  • Kisah asmaul husna: Nabi yang Pernah Menjadi Budak Belian

Kekalkan hartamu dengan donasi, sedekah jariyah, atau infak untuk membantu Gerakan Indonesia Cerdas Literasi tetap menyapa Anda setiap hari di ebookanak.com dan elibrary.id

Mulai Donasi

Kontributor:

  • Naskah: Nurul Ihsan
  • Ilustrasi: Uci Ahmad Sanusi
  • Desain layout: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Thursina, Bandung, Indonesia
  • Copyright/hak cipta: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com
jasa penerbitan buku online dan offline.

 5,392 total views,  2 views today

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *