Ebook Anak

Atikah binti Yazid Keluarga dari 12 Khalifah

 11,905,957 total views,  782 views today

Selain ketinggian ilmunya, Atikah binti Yazid pun dikenal lemah lembut.

Atikah binti Yazid benar-benar seorang wanita yang paling beruntung.

Atikah binti Yazid mungkin menjadi satu-satunya wanita di dunia yang terlahir dalam keluarga besar khalifah dinasti Muawiyah dengan 12 orang dari keluarganya menjadi khalifah sekaligus.

Ayahnya adalah Khalifah Yazid bin Muawiyah bin Abu Sufyan.

Saudara laki-lakinya adalah Khalifah Muawiyah bin Yazid bin Muawiyah.

Kakeknya adalah Muawiyah bin Abu Sufyan, yang juga seorang khalifah.

Suami, anak-anak tiri, dan cucunya adalah khalifah pula.

Tapi, jangan salah.

Meski Atikah binti Yazid berasal dari keluarga bangsawan yang hidup dengan berlimpah harta dan sangat berkuasa, namun ia tetap rendah hati, berakhlak mulia, dan memiliki keluasan ilmu.

Karena sikap seperti itulah, Atikah tetap terhormat di semua kalangan masyarakat pada masa itu.

Pengajar Hadits yang Hebat

Atikah binti Yazid sangat menguasai ilmu hadist.

Banyak ulama yang kagum pada ketinggian ilmu yang dimiliki Atikah binti Yazid. 

Seorang ulama besar bernama Abu Zur’ah pun sampai berdecak kagum padanya.

“Salah satu wanita yang mengajarkan hadis di kota Syam yang besar ini adalah Atikah binti Yazid.”

Menyumbangkan Seluruh Harta Miliknya

Selain ketinggian ilmunya, Atikah binti Yazid pun dikenal lemah lembut.

Meski suami Atikah binti Yazid, Abdul Malik, seorang khalifah yang berkuasa.

Perasaannya tetap peka dan peduli pada kemiskinan dan penderitaan orang-orang yang membutuhkan pertolongannya.

Suatu hari, di depan para saksi Atikah binti Yazid menegaskan.

“Seluruh hartaku, aku sedekahkan kepada orang-orang fakir dalam keluarga besar Abu Sufyan.”

Beberapa saksi yang mendengar pernyataan Atikah binti Yazid itu sempat bertanya keheranan.

”Apa kami tak salah dengar dengan pernyataanmu tadi?”

“Bukankah engkau masih punya dua putra yang masih kecil. Yazid dan Marwan? Mengapa mereka tak mendapat bagian harta?” tanya beberapa saksi keheranan.

“Apa yang tadi aku katakan adalah benar,” jawab Atikah binti Yazid.

“Dan sungguh aku sama sekali tidak mengkhawatirkan kedua putraku, sebab ayahnya adalah seorang khalifah,” tegas Atikah binti Yazid dengan penuh keyakinan.

Khalifah Abdul Malik pun semakin mencintai dan mengagumi kedermawanan istrinya yang sulit dicari bandingannya pada masa itu.

Allah Swt mengaruniai Atikah binti Yazid dengan umur panjang.

Atikah binti Yazid, bahkan masih hidup ketika cucunya yang menjadi khalifah terbunuh.

Atikah binti Yazid wafat tahun 132 Hijriyah.

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Uci Ahmad Sanusi
  • Desainer dan layouter: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Qultum Media (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *