Ebook Anak

Imam Abu Hanifah Berguru pada 4000 Ribu Ulama

 12,014,780 total views,  2,481 views today

Di antaranya 7 orang dari sahabat Nabi, 93 orang dari kalangan tabi’in, dan dari kalangan tabi’ at-tabi’in.

Berkah Doa Ali bin Abi Thalib
Imam Abu Hanifah atau Imam Hanafi bernama asli Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit Al Kufi.

Imam Abu Hanifah lahir di Irak pada tahun 80 Hijriah (699 M), pada masa kekhalifahan Bani Umayyah, yaitu Khalifah Abdul Malik bin Marwan.

Imam Abu Hanifah dijuluki Abu Hanifah (suci dan lurus) karena kesungguhannya dalam beribadah sejak masa kecilnya, berakhlak mulia, serta senantiasa menjauhi perbuatan dosa dan keji.

Di kemudian hari, Imam Abu Hanifah dikenal sebagai pendiri Mazhab Hanafi.

Berjumpa dengan Para Sahabat Nabi

Sejak masa remaja, Imam Abu Hanifah telah menunjukkan kecintaannya kepada ilmu pengetahuan, terutama yang berkaitan dengan hukum Islam.

Imam Abu Hanifah juga telah menghafal Al-Qur’an sejak kecil.

Imam Abu Hanifah sempat berjumpa dengan sembilan atau sepuluh orang sahabat Nabi, seperti Anas bin Malik, Sahl bin Sa’d, dan Jabir bin Abdullah.

Saat berusia 16 tahun, Imam Abu Hanifah pergi dari Kufah menuju Mekah untuk menunaikan ibadah haji dan berziarah ke kota Madinah.

Pada waktu itu, Imam Abu Hanifah berguru kepada tokoh tabi’in, Atha bin Abi Rabah, ulama terbaik di kota Mekah.

Orang Kaya Yang Sederhana dan Dermawan

Sebenarnya Imam Abu Hanifah anak seorang saudagar kaya, namun ia hidup amat sederhana.

Begitu pun setelah Imam Abu Hanifah menjadi seorang pedagang yang sukses.

Hartanya lebih banyak disedehkahkan, daripada untuk kepentingannya sendiri.

4000 Ribu Guru Imam Abu Hanifah

Jumlah guru Imam Abu Hanifah adalah sebanyak 4000 orang guru.

Di antaranya 7 orang dari sahabat Nabi, 93 orang dari kalangan tabi’in, dan dari kalangan tabi’ at-tabi’in.

Untuk berguru pada guru sebanyak itu, Imam Abu Hanifah telah menempuh perjalanan sangat jauh, dan berkunjung ke berbagai kota, tanpa mengenal lelah.

55 Kali Menunaikan Ibadah Haji

Imam Abu Hanifah selama hidupnya telah menunaikan haji sebanyak 55 kali.

Selain untuk kepentingan ibadah, perjalanan ibadah hajinya Imam Abu Hanifah manfaatkan untuk bertemu dengan para ulama di Masjidil Haram.

Pada saat bersamaan, Imam Abu Hanifah juga bisa berdakwah kepada kaum muslimin yang datang dari berbagai penjuru negeri.

Disolatkan 6 Kelompok Umat

Imam Abu Hanifah wafat di Kota Baghdad pada tahun 150 H/767 M.

Imam Ibnu Katsir pernah mengatakan.

“Ada 6 kelompok besar penduduk Baghdad yang menyolatkan jenazah Imam Abu Hanifah secara bergantian.”

“Hal itu dikarenakan banyaknya orang yang hendak menyolatkan jenazahnya.”

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Uci Ahmad Sanusi
  • Desainer dan layouter: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Qultum Media (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *