Ebook Anak

Imam Tirmidzi Kehilangan Penglihatan Karena Suka Menangis

 11,904,829 total views,  1,733 views today

Menurut para ulama, kitab hadits Imam at-Tirmidzi dipandang sebagai kitab keempat dari Kutubussittah setelah Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, dan Sunan Abu Dawud.

Imam Tirmidzi lahir di Tirmiz, Uzbekistan, antara tahun 209 H dan 210 H.

Imam Tirmidzi pernah belajar hadits pada Imam Bukhari, Imam Muslim, dan Imam Abu Dawud.

Imam Tirmidzi dikenal sebagai ahli hadits yang mengetahui kelemahan-kelemahan para  perawinya.

Imam Tirmidzi dikenal juga sebagai ahli fiqih yang berwawasan dan berpandangan luas, kajian-kajiannya mengenai persoalan fiqih mencerminkan dirinya sebagai ulama yang sangat berpengaruh.

Saat Imam Bukhori wafat, tak ada seorang imam pun yang bisa menggantikan posisinya di daerah Khurasan, kecuali Imam Tirmidzi.

Tak Pernah Mensia-siakan Waktu

Semenjak kecil, Imam Tirmidzi  sudah gemar mencari dan mempelajari hadits sampai mengembara ke berbagai negeri seperti Hijaz, Irak, Khurasan, dan daerah lainnya.

Di tengah perjalanan, Imam Tirmidzi banyak mengunjungi ulama-ulama besar dan guru-guru hadits.

Dari para imam dan ulama tersebut, Imam Tirmidzi banyak mendengar, menghapal, dan mencatat ilmu-ilmunya dengan baik.

Imam Tirmidzi tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan saat mengunjungi berbagai ulama menuju Makkah.  

Pengakuan Para Ulama Besar

Para ulama besar mengakui kemuliaan dan keilmuan Imam Tirmidzi.

Al-Hafiz Abu Hatim Muhammad ibnu Hibban seorang kritikus hadits mengelompokkan Imam Tirmidzi ke dalam kelompok “Siqat”, yaitu orang-orang yang dapat dipercayai dan kuat hafalannya.

Selain itu, Abu Ya’la al-Khalili dalam kitabnya, Ulumul Hadits menerangkan, bahwa Imam  Tirmidzi adalah seorang penghafal dan ahli hadits yang sangat baik.

Imam Tirmidzi dikenal sebagai seorang ulama dan imam yang berilmu luas yang dapat dipercaya. 

Kitab karya Imam Tirmidzi, Al-Jami’us Sahih dikenal sebagai bukti atas keagungan derajatnya, banyak bacaan, dan hapalannya seputar hadits.

Menurut para ulama, kitab hadits Imam at-Tirmidzi dipandang sebagai kitab keempat dari Kutubussittah setelah Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim, dan Sunan Abu Dawud.

Kehilangan Penglihatan
Pada usia lanjutnya, Imam Tirmidzi sering menangis sehingga membuat kehilangan penglihatan sampai akhir hayatnya.

Dari sanalah Imam Tirmidzi kemudian disebut “Al-Dharir” atau “yang kehilangan penglihatan”.

Imam Tirmidzi  wafat di Tirmiz pada malam Senin 13 Rajab tahun 279 H (8 Oktober 892) dalam usia 70 tahun.

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Uci Ahmad Sanusi
  • Desainer dan layouter: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Qultum Media (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *