Ebook Anak

Malik bin Dinar Pingsan di Pemakaman

 11,794,542 total views,  3,971 views today

Tiba-tiba, tubuh Malik bin Dinar gemetar ketakutan sambil berkata pada dirinya sendiri. “Wahai Malik. Seperti inilah keadaanmu nanti. Tidak ada sesuatu pun yang bisa menolongmu di kubur nanti,” batin Malik bin Dinar dalam hati.

Anas bin Malik adalah salah satu guru Malik bin Dinar.

Seperti kita ketahui, Anas bin Malik selama bertahun-tahun pernah tinggal dan menjadi pembantu di rumah Rasulullah Saw.

Berkat jasa Anas bin Malik, Malik bin Dinar berubah menjadi orang yang sangat mencintai akhirat dan menghindari godaan dunia.

Tak sadarkan diri

Malik bin Dinar, suatu hari menghadiri pemakaman seseorang.

Tiba-tiba, tubuh Malik bin Dinar gemetar ketakutan sambil berkata pada dirinya sendiri.

“Wahai Malik. Seperti inilah keadaanmu nanti. Tidak ada sesuatu pun yang bisa menolongmu di kubur nanti,” batin Malik bin Dinar dalam hati. 

Malik bin Dinar terus berkata seperti itu berulang-ulang.

Saking takutnya pada kematian, tiba-tiba Malik bin Dinar jatuh pingsan, dan akhirnya tersungkur ke dalam kubur yang belum ditimbun tanah.  

Menolak Dijodohkan

Di kota Bashrah, ada seorang tuan kaya raya yang memiliki anak perempuannya yang sangat cantik jelita.

Kebetulan tuan kaya itu mengetahui tentang kesalehan Malik bin Dinar.

“Aku ingin sekali memiliki menantu sesaleh Malik bin Dinar,” kata tuan kaya sambil mengutus orang kepada Malik bin Dinar agar ia mau menikahi putrinya yang cantik.

Namun Malik bin Dinar menolak halus tawaran tuan kaya itu.

“Sayang sekali, sungguh aku telah menceraikan dunia dan tak lagi peduli dengan apa yang tak kudapat darinya,” kata Malik bin Dinar pada utusan tuan kaya raya itu.

Menyadarkan Si Pencuri

Malik bin Dinar hidupnya sangat sederhana dan nyaris tak memiliki harta benda yang berharga.

Namun meski begitu, ada juga orang jahat yang tetap datang mencuri ke rumah Malik bin Dinar.

Ketika ada di dalam rumah Malik bin Dinar, si pencuri itu kebingungan.

“Orang ini benar-benar sangat miskin. Tak ada satupun benda berharga yang bisa aku curi,” pencuri menggerutu kesal.

“Di rumahnya hanya ada sebuah Al-Qur’an dan sehelai baju lusuh,” keluh si pencuri bingung.

Tiba-tiba Malik bin Dinar menegurnya.

“Aku takkan menghukummu. Daripada engkau tak mendapatkan apa-apa di sini. Maukah engkau menerima bagian dari akhirat?” tanya Malik bin Dinar pada pencuri.

“Mudah kok. Engkau tinggal berwudhu dan shalat dua rakaat,” nasihat Malik bin Dinar kemudian.

Melihat kebaikan dan ketulusan Malik bin Dinar, pencuri itu langsung mengikuti ajakannya untuk shalat bersama di masjid.

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Uci Ahmad Sanusi
  • Desainer dan layouter: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Qultum Media (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *