Ebook Anak

Aisyah binti Thalhah Makam Ayahnya yang Wangi

 11,762,546 total views,  540 views today

Ketika makam Thalhah dibongkar kembali, ternyata memang ada air yang merembes mengenai jasad Thalhah di dalam makamnya.

Aisyah binti Thalhah berayah Thalhah bin Ubaidillah, sahabat Rasulullah Saw yang mati syahid di medan perang.

Sedang kakeknya adalah Abu Bakar, sahabat terdekat Rasulullah Saw.

Sementara bibinya adalah Bunda Aisyah, putri Abu Bakar, salah satu istri Rasulullah yang terkenal sangat cerdas dan giat menuntut ilmu.

Karena itu, tak heran jika Aisyah binti Thalhah dikenal paling mirip dengan Bunda Aisyah, orang yang paling dicintainya.

Karena kecerdasannya, Aisyah binti Thalhah menjadi murid terkemuka Bunda Aisyah.

Aisyah binti Thalhah berkulit putih dan cantik hingga Abu Hurairah ra. pernah berkata. “Aku tidak melihat seorang yang lebih cantik dari Aisyah binti Thalhah….”  

Wanita Pertama Perawi Hadits

Aisyah binti Thalhah kemudian menikah dengan saudara sepupu, yaitu anak paman dari ibunya bernama Abdullah bin Abdur-rahman bin Abu Bakar ash-Shiddiq ra.

Karena sangat dekat dengan keluarga Rasulullah, Aisyah binti Thalhah kemudian dikenal sebagai perempuan terbaik yang menjadi perawi atau periwayat banyak hadits.

Selain hadits, Aisyah binti Thalhah juga belajar berbagai ilmu adab dan ilmu-ilmu lainnya dari bibinya itu.
 
Pesan Ayah di dalam Kubur

Aisyah binti Thalhah banyak menghabiskan waktunya untuk berdzikir.

Lidah Aisyah binti Thalhah tidak lelah untuk melantunkan tasbih di pagi dan sore hari.

Thalhah sudah meninggal saat Aisyah binti Thalhah masih kecil.

Tiga puluh tahun kemudian, Aisyah binti Thalhah bermimpi bertemu dengan ayahnya.

Saat itu, Thalhah berpesan, “Putriku, keluarkan aku dari rembesan air yang menggangguku ini.”

Ketika terbangun, Aisyah binti Thalhah pun meminta keluarganya membongkar makam sang ayah.

Ketika makam Thalhah dibongkar kembali, ternyata memang ada air yang merembes mengenai jasad Thalhah di dalam makamnya.

Namun, subhanallah!

Sungguh luar biasa!

Meski tubuh Thalhah tergenang air, tubuhnya masih tetap utuh, bahkan tampak seperti orang sedang tidur dan wangi.

Makam Ayahnya yang Wangi

Jenazah Thalhah pun dipindahkan ke tempat lain dan Aisyah binti Thalhah kemudian membangun masjid di dekat makam ayahnya itu.

Para wanita penduduk datang membawa minyak wangi kesturi dan menyiramkannya ke atas makam Thalhah.

Hmm…. Kuburan itu pun menjadi tambah harum dan tersohor ke seluruh Bashrah.

Wanita saliha itu wafat pada tahun 101 H dengan meninggalkan banyak jasa dan kenangan bagi kemajuan Islam saat itu.

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Uci Ahmad Sanusi
  • Desainer dan layouter: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Qultum Media (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *