Salamah bin Akwa Berlari Secepat Kijang

11,498,980 kali dilihat, 6,700 kali dilihat hari ini

Rasulullah Saw pun berkata, “Sebaik-baiknya penunggang kuda adalah Abu Qatadah, sedangkan sebaik-baiknya pejalan kaki adalah Salamah bin Akwa."

Salamah bin Akwa adalah salah satu tokoh periwayat hadis.

Salamah bin Akwa dikenal seorang pelari yang sangat cepat, dan bahkan bisa berlari lebih cepat dibanding kuda dan kijang.

Jika Salamah bin Akwa berlari, tak seorang pun dapat mengejarnya.

Selain itu, Salamah bin Akwa juga adalah salah seorang pemanah bangsa Arab terkemuka, tokoh pemberani, dermawan, dan gemar berbuat kebajikan.

Salamah bin Akwa pernah berperang bersama Rasulullah  Saw sebanyak tujuh kali, dan bersama Zaid bin Haritsah sebanyak sembilan kali. 

Salamah bin Akwa terkenal sebagai tokoh paling mahir dalam peperangan jalan kaki, memanah, melemparkan tombak, dan lembing.

Bidikan Salamah bin Akwa tidak pernah meleset.

Pahlawan Cilik Pemberani

Keistimewaan Salamah bin Akwa tersebut sudah tampak ketika Salamah bin Akwa berusia 12 tahun.

Suatu hari, Salamah bin Akwa mendengar suara hiruk pikuk dari arah daerah Ghabah.

Di tempat itu, biasanya unta-unta Rasulullah Saw digembalakan.

Dengan berlari amat cepat, Salamah bin Akwa mendaki sebuah bukit.

Dari atas bukit, Salamah bin Akwa melihat komplotan perampok yang dipimpin Uyainah Al-Fajari sedang merampas unta-unta Rasulullah saw dan membunuh penggembalanya.

Salamah bin Akwa lalu berlari cepat menuju Madinah.

Kemudian, Salamah bin Akwa mendaki bukit tinggi di atas kota Madinah.

Salamah bin Akwa pun berteriak sekeras-kerasnya, “Wahai, kaum Muslimin! Para perampok telah mencuri unta-unta Rasulullah!”

Tanpa menunggu bantuan, Salamah bin Akwa menuruni bukit itu.

Kemudian Salamah bin Akwa berlari secepatnya mengejar para perampok.

Salamah bin Akwa naik ke atas bukit, lalu menghujani para perampok itu dengan anak panahnya sambil berdoa.

Salamah bin Akwa terus menghujani mereka dengan anak panahnya.

Para perampok itu mengira bahwa mereka sedang dikejar sekelompok orang.

Sebagian dari para perampok itu berlarian menyelamatkan diri.

Mereka takut terkena anak panah yang diluncurkan Salamah bin Akwa.

Sebaik-baik Penunggang Kuda

Rasulullah Saw sangat kagum pada keberanian Salamah bin Akwa yang telah menyelamatkan unta-unta milik beliau.

Pada kesempatan itu, Rasulullah Saw menghadiahkan busur dan anak panahnya kepada Salamah bin Akwa.

Rasulullah Saw pun berkata, “Sebaik-baiknya penunggang kuda adalah Abu Qatadah, sedangkan sebaik-baiknya pejalan kaki adalah Salamah bin Akwa.”

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Uci Ahmad Sanusi
  • Desainer dan layouter: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Qultum Media (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *