Ebook Anak

Marie Curie Pemenang Nobel 2 Kali yang Terpapar Sinar Radioaktif

 12,096,420 total views,  3,786 views today

Marie Curie Pemenang Nobel 2 Kali yang Terpapar Sinar Radioaktif

Maria Sklodowska Curie adalah ilmuwan Perancis kelahiran Warsawa, Polandia, 7 November 1867.

Marie adalah perintis bidang radiologi dan pendiri Curie Institute.

Bersama suaminya, Pierre Curie, dia menemukan unsure radium.

Marie Curie meraih dua penghargaan Nobel untuk kategori yang berbeda, yaitu fisika dan kimia.

Nobel fisika diterimanya pada tahun 1903 dan Nobel kimia diraihnya pada tahun 1911.

Marie wafat pada tanggal 4 Juli 1934 di Passy, Haute-Savoie, Perancis.

Berasal dari Keluarga Guru

Marie Curie adalah anak kelima sekaligus bungsu dari pasangan Bronislawa dan Wladyslaw Sklodowski.

Keluarga Marie adalah keluarga guru yang terhormat.

Kakeknya guru yang disegani di Lublin.

Ayah Marie adalah guru matematika dan fisika, dua bidang yang disukai Marie.

Ibu Marie sendiri adalah pengurus sekolah berasrama untuk putri.

Sayangnya, dia meninggal ketika Marie baru berusia dua belas tahun.

Marie Curie Pemenang Nobel 2 Kali yang Terpapar Sinar Radioaktif

Marie Curie Pemenang Nobel 2 Kali yang Terpapar Sinar Radioaktif

Kuliah di Sorbonne

Marie lulus sekolah menengah dengan nilai tertinggi.

Namun, dia tidak dapat melanjutkan pendidikan ke universitas karena larangan bagi perempuan di Polandia untuk belajar di perguruan tinggi.

Selain itu, keluarga Marie miskin.

Namun, Marie tidak menyerah.

Dia mengajar sebagai guru privat untuk mendapatkan uang.

Lalu, uang itu dipakainya untuk pergi ke Paris, Perancis dan kuliah di Universitas Sorbonne.

Di sana, dia bertemu dengan suaminya, Pierre Curie.

Di sana pula, Marie mempelajari sinar yang ditemukan oleh ilmuwan Henry Becquerel.

Dari penelitian itu, Marie menemukan unsur torium, polonium, radium, dan penggunaan istilah radioaktivitas.

Menerima Hadiah Nobel

Pada tahun 1903, Marie, Pierre Curie, dan Henry Becquerel menerima hadiah Nobel untuk bidang kimia atas penemuan mereka dan pemisahan radium yang kemudian dikembangkan sebagai bahan tenaga nuklir.

Namun, penemuan itu juga berdampak buruk terhadap kesehatan Marie Curie.

Saat melakukan penelitian dan pemisahan radium, tubuh Marie banyak terpapar sinar radioaktif.

Akibatnya, Marie menderita penyakit kanker darah.

Penyakit itu yang menyebabkan Marie meninggal pada 4 Juli 1934 di Savoy, Perancis.

Marie dikenang sebagai penerima hadiah Nobel untuk bidang kimia dan fisika.

Dia juga dikenal sebagai guru besar perempuan pertama di Sorbonne.

(Mitha Yanuarti)

 5,067 total views,  1 views today

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *