Ebook Anak

Pahlawan Nasional: K.H. Masjkur

 15,195,963 total views,  3,239 views today

Nama Pahlawan: K.H. Masjkur
Asal: Jawa Timur
Lahir: Singosari, Malang, 30 Desember 1898
Meninggal:  Jakarta, 18 Desember 1992 (usia 89 tahun)
Tempat Pemakaman: Singosari
Pengesahan: No. Sk 120/TK/ Tahun 2019/Tgl Sk 7 November 2019

Masjkur merupakan ulama pejuang yang menjadi pahlawan pejuang kemerdekaan yang berasal dari Malang Jawa Timur.

Aktivitas organisasi Masjkur diawali dengan masuk ke study club Taswirul Afkar di Surabaya yang didirikan oleh KH. Wahab Hasbullah dan K.H. Mas Mansur.

Reputasinya sebagai anggota NU, membuatnya pada masa pendudukan Jepang, Masjkur ditunjuk menjadi salah satu tokoh yang pelatihan kepemimpinan ulama di Cisarua.

Para ulama pada tahun 1943 mengusulkan kepada pemerintah militer Jepang agar umat Islam diberi kesempatan untuk ikut membela tanah air dengan dibentuk laskar khusus.

Menjelang Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Masjkur diangkat menjadi anggota Dokuritsyu Junbi Iin Kai (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Dewan ini bersidang mulai tanggal 18-22 Agustus 1945 yang menghasilkan pengesahan UUD 1945.

Aktivitas beliau berlanjut menjadi anggota PPKI hingga diangkat menjadi menteri agama pada kabinet Amir Syarifudin.

Kemelut politik yang terjadi di tingkat nasional dan bergantinya kabinet-kabinet dalam waktu singkat, membuat Presiden mengambil kebijakan bahwa negara dalam keadaan darurat, sehingga Presiden membentuk Dewan Pertahanan Negara yang anggotanya terdiri dari sejumlah menteri dan pimpinan partai.

Masjkur menjadi salah satu anggota Dewan Pertahanan Negara yang mewakili Partai Masyumi.

K.H. Masjkur adalah salah seorang menteri yang lolos dari penangkapan Belanda.

Ketika tentara hendak menangkapnya di rumah Terban Taman, K.H. Masjkur berhasil lolos lewat pintu belakang membawa puteranya Saiful Islam yang masih kecil, dan pergi meninggalkan Yogyakarta.

Masjkur tidak terpikir bahwa ia sedang mengawali suatu perang gerilya yang berlangsung selama 7 bulan.

Masjkur bergerilya, ke timur, sampai Ponorogo, Trenggalek (Kec. Gandusari, Kec. Dongko, Kawedanan Panggul), bergabung dengan Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Pertemuan itu sering dilukiskan sebagai pertemuan dua panglima, Masjkur sebagai panglima Hizbullah/Sabilillah, dan Soedirman sebagai Panglima TNI.

Selama bergerilya banyak kegiatan yang dilakukannya, antara lain memberikan dorongan dan semangat kepada rakyat untuk terus berjuang melawan Belanda mempertahankan kemerdekaan, kemudian melakukan konsolidasi jajaran Departemen Agama dan membuat kebijakan-kebijakan yang perlu dilaksanakan oleh aparatnya.

Selama perang gerilya itu Masjkur menjalankan fungsi sebagai Menteri Agama PDRI Komisariat Jawa.

Moto yang mendorong keberanian K.H. Masjkur terjun di bidang militer adalah `Isy kariman au mut syahidan (Hidup mulia atau mati syahid).

Moto itu pula yang ditanamkan kepada para pejuang yang bernaung di bawah panji-panji Islam. ***


DONASI: Klik di sini!
Mari dukung Gerakan Indonesia Cerdas Literasi di ebookanak.com dengan donasi dan bantu terus perkembangan dunia penerbitan dan percetakan Indonesia dengan mengunjungi situs Kementerian Sosial Republik Indonesia. 

DOWNLOAD FULL EBOOK:
WA 0815 6148 165


Sumber dan Kontributor
Kementerian Sosial Republik Indonesia
Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan,
Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial
Jl. Salemba Raya 28 Jakarta Pusat
Kode Pos 10430
Telp. (021) 3100436
k2ks@gmail.com
https://kemensos.go.id/

Cloud Hosting Partner:
PT Dewaweb
AKR Tower – 16th Floor
Jl. Panjang no.5, Kebon Jeruk
Jakarta 11530
Email: sales@dewaweb.com
Phone: (021) 2212-4702
Mobile: 0813-1888-4702
www.dewaweb.com


 14,305 total views,  2 views today