Keutamaan Bicara yang Baik Atau Lebih Baik Diam

Loading

baca online seri hadis kecil berakhlak baik, yuk! Keutamaan Bicara yang Baik Atau Lebih Baik Diam

Binti paling senang bercerita.

Kadang-kadang Binti suka bercerita hal-hal yang tidak perlu dan sering membual.

Ia pernah bercerita kalau ia pernah pergi ke Afrika.

Di sana katanya, Binti bertemu dengan seekor singa.

Padahal sebenarnya Binti belum pernah ke Afrika.

Hadits Rasulullah SAW:

Dari Abu Hurairah bahwasannya Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berbicara yang baik atau lebih baik diam.”

(HR Tirmidzi dan Muslim)

25 Tanya Jawab Seru: “Bicara Baik atau Diam? Yuk, Kita Belajar Bareng!”

Hai, teman-teman! Kita semua suka ngobrol, bercanda, dan cerita-cerita, kan? Tapi, tahu nggak sih kalau bicara itu ternyata nggak boleh sembarangan? Ada saatnya kita harus bicara, tapi ada juga saatnya lebih baik diam. Yuk, kita cari tahu lewat 25 tanya jawab seru berikut ini!


🌟 Hadits Istimewa tentang Bicara

Tanya 1: “Kak, aku dengar ada hadits yang menyuruh kita bicara baik atau diam. Hadits yang mana, sih?”

Jawab: Wah, pertanyaan bagus! Itu adalah hadits riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Hadits ini istimewa banget, karena mengajarkan kita dua pilihan: bicara yang baik, atau lebih baik diam kalau nggak bisa bicara baik.

Tanya 2: “Kak, kenapa sih Rasulullah menyuruh kita bicara baik atau diam?”

Jawab: Karena lisan itu penting banget, teman-teman! Lisan bisa membuat kita selamat, tapi bisa juga menjerumuskan kita ke dalam neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang menjamin untukku sesuatu yang berada di antara dua jenggotnya (mulut) dan di antara kedua kakinya (kemaluan), maka aku akan menjamin baginya surga.” (HR. Bukhari) 

Jadi, kalau kita bisa menjaga mulut dan kemaluan kita, insyaAllah kita akan masuk surga. Keren, kan?

Tanya 3: “Kak, kalau kita diam aja, apa kita dapat pahala juga?”

Jawab: Tentu saja! Diam yang dimaksud di sini adalah diam dari perkataan yang tidak baik atau tidak berguna. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang diam niscaya ia akan selamat.” (HR. Tirmidzi, shahih) 

Jadi, diam itu menyelamatkan kita dari dosa-dosa lisan.


💬 Alasan Kita Harus Bicara Baik

Tanya 4: “Kak, aku mau bicara baik tapi kadang suka lupa. Emangnya Allah perintahkan kita bicara seperti apa sih?”

Jawab: Allah sayang banget sama kita, makanya Dia kasih petunjuk. Dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 70, Allah berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (QS. Al-Ahzab: 70) 

Baca juga:  Jangan Main Dekat-Dekat Briti Matahari

Allah menyuruh kita berkata qawlan sadida atau perkataan yang benar, jujur, dan tepat. Nggak boleh bohong, ya!

Tanya 5: “Kak, kalau kita bicara benar, apa manfaatnya buat kita?”

Jawab: Manfaatnya luar biasa! Lanjutan ayat tadi menjelaskan:

“niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu.” (QS. Al-Ahzab: 71) 

Wah, kalau kita bicara benar, Allah akan memperbaiki amal kita dan mengampuni dosa kita. Subhanallah!

Tanya 6: “Kak, kadang temanku suka bicara kasar. Aku harus bagaimana?”

Jawab: Kamu bisa tetap bicara baik padanya. Ingat firman Allah:

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar).” (QS. Al-Isra: 53) 

Dengan bicara baik, kamu sudah jadi teladan buat temanmu.

Tanya 7: “Kak, bicara baik itu cuma ke teman aja atau ke siapa aja?”

Jawab: Ke semua orang, teman-teman! Allah perintahkan:

“Dan ucapkanlah perkataan yang baik kepada manusia.” (QS. Al-Baqarah: 83) 

Jadi ke papa mama, kakek nenek, guru, teman, adik kelas, bahkan ke pembantu atau sopir di rumah, kita harus bicara baik.

Tanya 8: “Kak, aku suka bingung, kapan sih kita harus bicara dan kapan harus diam?”

Jawab: Nah, ini dia kuncinya. Kata para ulama, kita boleh bicara kalau perkataan kita:

  1. Mengandung kebaikanย (seperti perintah bersedekah atau mengajak kebaikan)
  2. Bermanfaatย buat diri sendiri dan orang lain
  3. Tidak menyakitiย perasaan siapa punย 

Kalau nggak memenuhi syarat itu, lebih baik diam.


🤐 Keutamaan Diam

Tanya 9: “Kak, kenapa diam itu lebih baik daripada bicara yang tidak baik?”

Jawab: Coba bayangin, kalau kita bicara sembarangan, akibatnya bisa fatal. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jika manusia berada di waktu pagi, maka semua anggota badannya menyalahkan lisan. Mereka berkata: Wahai lisan, bertakwalah kepada Allah dalam urusan kami karena sesungguhnya kami tergantung pada dirimu. Jika kamu bersikap lurus, maka kami pun akan lurus. Namun jika engkau menyimpang, maka kamipun akan menyimpang.” (HR. Tirmidzi, shahih) 

Jadi, kalau lisan kita baik, seluruh tubuh kita ikut baik. Kalau lisan kita buruk, seluruh tubuh bisa ikut celaka.

Tanya 10: “Kak, orang yang suka bicara nggak penting gimana?”

Jawab: Allah gambarkan orang beriman itu:

“Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” (QS. Al-Mu’minun: 3) 

Jadi ciri orang beriman itu adalah menjauhi perkataan yang tidak berguna. Yuk, kita hindari bicara yang sia-sia!


🚫 Jangan Sakiti dengan Lisan

Tanya 11: “Kak, kalau aku lagi marah sama teman, aku boleh nggak sih nyumpahin dia?”

Jawab: Aduh, jangan banget, ya! Rasulullah saja melarang kita menyumpahi anak sendiri, apalagi teman. Beliau bersabda:

“Janganlah kalian menyumpahi diri kalian sendiri, jangan pula menyumpahi anak-anak kalian, dan jangan menyumpahi harta-harta kalian.” (HR. Muslim dan Abu Dawud) 

Kenapa dilarang? Karena bisa jadi doa itu dikabulkan Allah saat waktu mustajab, dan kita bakal nyesel.

Tanya 12: “Kak, emangnya doa orang tua itu mustajab ya?”

Baca juga:  Tidak Beriman Seseorang Sebelum Ia Mencintai Saudaranya Seperti Mencintai Dirinya Sendiri

Jawab: Iya banget! Rasulullah bersabda:

“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Abu Dawud) 

Makanya, orang tua harus hati-hati kalau berdoa buat anaknya. Jangan sampai mendoakan keburukan.

Tanya 13: “Kak, aku pernah dengar cerita tentang orang tua yang nyumpahin anaknya, gimana itu?”

Jawab: Ada kisah menarik. Seorang ayah datang mengadu ke Abdullah bin Mubarak karena anaknya durhaka. Abdullah bin Mubarak bertanya, “Apakah engkau sudah mendoakan keburukan atasnya?” Sang ayah menjawab, “Benar.” Maka Abdullah berkata, “Kalau begitu engkau telah merusaknya.” 

Jadi, hati-hati dengan doa kita, ya!

Tanya 14: “Kak, terus kalau anaknya bandel, orang tua harus ngapain?”

Jawab: Lebih baik doakan kebaikan. Seperti Rasulullah yang sering mendoakan kebaikan untuk anak-anak, sehingga Allah memberkati masa depan mereka. 

Dan ingat, anak juga harus berbakti. Rasulullah bersabda:

“Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka hendaknya ia berbakti kepada kedua orang tuanya.” (HR. Ahmad) 


👨👩👧👦 Pelajaran Buat Anak Hebat

Tanya 15: “Kak, kalau aku mau ngomong, gimana caranya supaya aman?”

Jawab: Gampang! Hafalkan rumus ajaib ini: P3K alias Pikir dulu, baru omong!

  1. Apakah ini benar?
  2. Apakah ini baik?
  3. Apakah ini perlu?
  4. Apakah ini bermanfaat?
  5. Apakah ini nggak menyakiti orang lain?

Kalau jawabannya iya semua, silakan bicara. Kalau ada yang ragu, mending diam.

Tanya 16: “Kak, apa kata-kata kita berpengaruh buat tubuh kita juga?”

Jawab: Subhanallah, ada penelitian menarik dari ilmuwan Jepang, Dr. Masaru Emoto. Katanya, tubuh kita 70% terdiri dari air. Kalau kita sering denger kata-kata positif, air di tubuh kita membentuk kristal yang indah. Tapi kalau sering denger kata-kata negatif, kristalnya jadi rusak dan pecah. 

Makanya, kata-kata baik itu sehat buat kita!

Tanya 17: “Kak, adikku suka aku panggil ‘bodoh’ kalau dia ganggu aku. Boleh nggak?”

Jawab: Wah, jangan, ya! Kata-kata seperti itu bisa melukai hati adik. Ingat, adik kita adalah orang yang harus kita sayangi. Coba ganti dengan panggilan sayang. Kalau dia ganggu, bilang baik-baik, “Dek, kakak lagi belajar. Boleh nggak mainnya nanti?”

Tanya 18: “Kak, kalau teman bicara kasar ke kita, kita balas kasar boleh nggak?”

Jawab: Nah, ini tantangan buat kita. Justru kalau kita dibalas kasar, kita harus makin baik. Allah suka sama orang yang bisa menahan marah dan memaafkan. Coba jawab dengan senyum dan bilang, “Maaf, ya, aku nggak mau debat. Lebih baik kita baikan.”

Tanya 19: “Kak, bicara baik itu seperti apa sih contohnya?”

Jawab: Contohnya banyak banget!

  • Mengucapkanย tolongย saat minta bantuan
  • Mengucapkanย terima kasihย saat dibantu
  • Mengucapkanย maafย saat bersalah
  • Memanggil teman dengan nama baik atau panggilan kesayangan
  • Tidak berteriakย saat bicara
  • Mendengarkan saat orang lain bicaraย 
Baca juga:  Hadits Keutamaan Mencintai Saudara Seperti Mencintai Diri Sendiri

Tanya 20: “Kak, apa benar orang yang jaga lisan itu masuk surga?”

Jawab: InsyaAllah benar! Seperti hadits yang sudah kakak sebutkan tadi. Rasulullah menjamin surga bagi yang bisa menjaga mulut dan kemaluannya. 

Jadi, yuk kita latihan jaga lisan dari sekarang!


📖 Cerita dan Hikmah

Tanya 21: “Kak, ada cerita nggak tentang sahabat Nabi yang jago jaga lisan?”

Jawab: Banyak banget! Sahabat Nabi itu terkenal kalau bicara selalu hati-hati. Mereka lebih takut salah bicara daripada salah makan. Mereka sering diam kalau tidak ada manfaatnya. Tapi kalau bicara, isinya nasihat, ilmu, atau kebaikan.

Tanya 22: “Kak, ghibah itu apa sih? Kok dilarang?”

Jawab: Ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain. Bahaya banget! Allah gambarkan orang yang suka ghibah seperti memakan bangkai saudaranya sendiri. Jijik, kan? 

Makanya, kalau tidak ada urusan penting, jangan membicarakan orang lain.

Tanya 23: “Kak, apa kita boleh bicara pas lagi marah?”

Jawab: Sebaiknya jangan! Saat marah, setan menguasai kita. Kata-kata yang keluar bisa menyakitkan dan kita sesali kemudian. Lebih baik diam, ambil wudhu, atau duduk kalau lagi berdiri. Pokoknya tenangin dulu sampai marah reda.

Tanya 24: “Kak, kalau di sekolah ada teman yang suka ngejek, aku harus gimana?”

Jawab: Tetap bicara baik, ya! Kalau diejek, jangan balas ejek. Karena kalau dibalas, nggak akan selesai. Coba bilang, “Aku nggak suka diejek. Lebih baik kita main bareng aja, yuk!” Kalau masih ngejek, laporkan ke guru. Ingat, Allah bersama orang-orang yang sabar.

Tanya 25: “Kak, pesan terakhir buat kita semua soal bicara ini apa?”

Jawab: Pesan kakak, jadilah anak yang lisannya selalu basah dengan kebaikan. Perbanyak senyum, ucapkan salam, bicara sopan, dan jaga hati orang lain. Kalau nggak ada kebaikan yang bisa diucap, diam itu lebih baik. Karena diam dari keburukan adalah kebaikan.

Ingat selalu hadits ini:

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” 

Semoga kita semua jadi anak sholeh-sholehah yang bisa menjaga lisan. Aamiin.


📝 Yuk, Hafalkan!

NoPesan PentingDalil
1Bicara baik atau diamHR. Bukhari Muslim 
2Jaga lisan, dapat surgaHR. Bukhari 
3Diam itu selamatHR. Tirmidzi 
4Ucapkan perkataan benarQS. Al-Ahzab: 70 
5Jangan menyumpahi anakHR. Muslim 
6Perkataan baik untuk semuaQS. Al-Baqarah: 83 
7Jauhi perkataan sia-siaQS. Al-Mu’minun: 3 

Nah, teman-teman, sekarang kita jadi tahu, ya, betapa pentingnya bicara yang baik. Yuk, kita praktikkan mulai sekarang! Setiap kali mau bicara, ingat-ingat dulu: “Apakah ini baik? Apakah ini perlu? Kalau nggak, lebih baik diam.” Selamat belajar jadi pribadi yang lebih baik! 😊

Kak Nurul Ihsan: Kreator 500 Judul Buku Anak
Berkarya sejak 1991 hingga saat ini, sudah lebih dari 500 buku anak dan buku pendidikan yang dihasilkan Kak Nurul Ihsan dan tim CBM Studio. Profil dan karya buku Kak Nurul Ihsan dan tim CBM Studio dapat dilihat di sini.

Spesifikasi
Judul: Seri Hadits Kecil: Berakhlak Baik, Yuk!
Penulis: Kak Nurul Ihsan
Ilustrator: Dini Tresnadewi
Desain layout: Herlan Ahmad
Jumlah Halaman: 32
Tanggal Terbit:
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Syaamil Kids

Sumber dan Kontributor Konten:
PT Sygma Examedia Arkanleema
Jl. Babakan Sari 1 No.71, Babakan Sari
Kec. Kiaracondong,
Kota Bandung,
Jawa Barat 40283
Telp. (022) 7203791
www.sdi.id

Cloud Hosting Partner:
PT Dewaweb
AKR Tower 16th Floor
Jl. Panjang no.5, Kebon Jeruk
Jakarta 11530
Email: sales@dewaweb.com
Phone: (021) 2212-4702
Mobile: 0813-1888-4702
www.dewaweb.com


DOWNLOAD FULL EBOOK:
WA 0815 6148 165

Loading

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ’ณ Donasi via PayPal ๐Ÿคฒ Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!
Soundbook Learning How to Do Shalat