Janganlah Kalian Minum Satu Kali Nafas Seperti Minum Keledai
- Updated: Februari 15, 2026
![]()
Ketika jam istirahat di halaman sekolah, anak-anak terlihat sibuk mengerumuni para pedagang.
Ada pedagang bakso dan pedagang minuman.
Glek! Glek! Glek!
Karena haus, Ali minum sirupnya dengan terburu-buru.
Aduh, aduh pelan-pelan dong!
Nanti tersedak, lho.
Lagi pula tadi Ali lupa baca basmalah, ya?
Hadist Rasulullah SAW:
Ibnu Abbas ra mengabarkan, Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian minum dengan satu nafas seperti minumnya keledai. Tapi minumlah dua atau tiga kali. Bacalah bismillah jika kalian akan minum dan alhamdulillah apabila telah selesai minum.”
(HR Tirmidzi)
Ecentio Tumbler Minum 900ml

Ecentio Tumbler Minum 900ml Tumbler Stainless Vacuum Insulated Tahan Dingin; 24 jam Anti Tumpah; Tumbler Premium Quality Portable Tumbler Sedotan
Adab Sebelum dan Saat Akan Minum
- Membaca Basmalah:ย Dianjurkan untuk memulai minum dengan membaca “Bismillah“. Jika lupa, hendaknya mengucapkan “Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)ย . Ini berfungsi untuk menghindarkan setan ikut serta dalam minuman kitaย .
- Niat karena Allah:ย Luruskan niat bahwa minum adalah untuk menjaga kesehatan agar kuat beribadah, sehingga aktivitas ini bernilai pahalaย .
- Minum dengan Tangan Kanan:ย Rasulullah SAW sangat menekankan penggunaan tangan kanan. Dalam hadis riwayat Muslim, beliau bersabda: “Janganlah salah seorang di antara kalian makan dan minum dengan tangan kirinya, karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya”ย .
Adab Saat Sedang Minum
- Duduk (Sebaik-baiknya):ย Hukum asal minum adalah sambil duduk, dan ini adalah yang paling utama. Rasulullah SAW melarang minum sambil berdiri dalam banyak hadis (HR. Muslim)ย . Minum sambil duduk lebih menenangkan dan lebih berkahย .
- Boleh Berdiri Karena Uzur:ย Meski duduk lebih utama, Rasulullah SAW pernah minum sambil berdiri saat berada di Arafah (minum zam-zam) dan dalam kondisi tertentu. Ini menunjukkan bahwa minum sambil berdiri diperbolehkan jika ada kebutuhan atau halanganย .
- Tidak Bernafas dalam Wadah:ย Saat minum, angkatlah wadah dari mulut jika ingin bernafas. Rasulullah SAW biasa bernafas tiga kali di luar wadah saat minum. Beliau bersabda: “Cara seperti itu lebih melegakan, lebih mengenyangkan, dan lebih sehat” (HR. Bukhari & Muslim)ย . Hikmahnya adalah untuk menghindari air terkontaminasi bau mulut atau liurย .
- Minum Secukupnya, Tidak Sekali Teguk:ย Mengikuti sunnah bernafas tiga kali, ini juga mencegah minum terlalu cepat yang bisa membahayakan kesehatanย .
- Melihat Air yang Akan Diminum:ย Dianjurkan untuk melihat air terlebih dahulu sebelum meminumnya sebagai bentuk syukur dan memastikan kebersihannya (ini merupakan adab yang disebutkan dalam kitab-kitab syamail, meskipun tidak selalu tercantum dalam satu hadis spesifik tentang larangan, tetapi termasuk dalam pengagungan terhadap nikmat).
Ecentio Tumbler Minum 900ml

Ecentio Tumbler Minum 900ml: Tumbler Stainless; Vacuum Insulated; Tahan Dingin 24 jam; Anti Tumpah; Tumbler Premium; Quality Portable; Tumbler Sedotan
Adab yang Berkaitan dengan Wadah dan Isi
- Tidak Mencela Minuman:ย Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan atau minuman. Jika beliau suka, beliau memakannya; jika tidak suka, beliau meninggalkannya tanpa mencela (HR. Bukhari & Muslim)ย .
- Menyukai Minuman yang Manis dan Dingin:ย Dari Aisyah RA, minuman yang paling disukai Rasulullah SAW adalah yang manis dan dingin (HR. Tirmidzi)ย .
- Tidak Meniup Air Panas:ย Dianjurkan untuk tidak meniup minuman panas untuk mendinginkannya, tetapi menuangkannya ke wadah lain atau menunggu hingga dinginย . (Larangan meniup makanan/minuman panas disebutkan dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi).
- Tidak Minum dari Wadah yang Retak atau Rusak:ย Dianjurkan menggunakan wadah yang baik dan tidak pecah, karena wadah yang retak bisa membahayakan dan kurang bersih. (Ini berdasarkan keumuman perintah untuk menjaga keselamatan dan kebersihan).
Adab Setelah Minum
- Membaca Hamdalah:ย Setelah selesai minum, dianjurkan memuji Allah dengan mengucapkan “Alhamdulillah” sebagai rasa syukur atas nikmat air yang menyegarkanย . Dalam riwayat lain, dianjurkan membaca doa: “Alhamdu lillahil ladzi ja’alahu ‘adzban furatan birohmatihi…”ย .
- Tidak Berlebihan (Israf):ย Islam melsegala bentuk pemborosan. Minumlah sekadar untuk melepas dahaga dan tidak berlebihan, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan (QS. Al-A’raf: 31)ย .
- Memperhatikan Proporsi:ย Dalam hadits riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW mengajarkan agar kita tidak memenuhi perut hanya dengan minuman, tetapi membaginya untuk makanan, minuman, dan udara (sepertiga masing-masing)ย .
Adab dalam Konteks Sosial
- Memberi Minum Orang Lain:ย Termasuk adab mulia adalah mendahulukan orang lain saat minum, terutama yang berada di sebelah kanan. Dalam hadis riwayat Bukhari & Muslim, Rasulullah SAW selalu memulai memberikan minum dari arah kananย .
- Menjaga Kebersihan:ย Selalu memastikan wadah minum dalam keadaan bersih dan mencuci tangan sebelum menyentuh wadah jika tangan kotorย .
Dengan mengamalkan adab-adab ini, seorang Muslim tidak hanya mendapatkan kesegaran jasmani tetapi juga keberkahan rohani, karena setiap tegukannya menjadi ibadah.
Ecentio Tumbler Minum 900ml

Tumbler dengan 2 cara minum, sedotan yang dapat dilipat, buka tutup flip untuk minum langsung.
🔥 Cek Diskon Terbarunya di Shopee
1. Konsep Dasar dan Niat
1. Apa hukum mempelajari dan mengamalkan adab minum dalam Islam?
Mempelajari dan mengamalkan adab minum hukumnya adalah sunnah mu’akkad (sunnah yang sangat dianjurkan). Hal ini karena adab tersebut merupakan tuntunan langsung dari Rasulullah SAW. Mengamalkannya merupakan bentuk ketaatan dan kecintaan kepada beliau, serta bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah. Bahkan, sebagian ulama seperti Syekh Mutawalli Asy-Sya’rawi menyebutkan bahwa minum dengan adab yang benar dapat menjadi benteng dari perbuatan maksiat . Tujuan utamanya adalah meraih keberkahan hidup dan kesehatan jasmani .
2. Mengapa niat menjadi penting dalam aktivitas minum?
Niat membedakan antara kebiasaan biasa dengan ibadah. Dalam kaidah fiqih disebutkan, “Setiap amalan tergantung pada niatnya.” Jika seseorang minum dengan niat untuk menjaga kesehatan agar kuat beribadah kepada Allah, maka aktivitas minumnya berubah menjadi bernilai pahala. Ini adalah fondasi utama dalam setiap ajaran Islam, termasuk dalam masalah adab .
2. Tata Cara Sebelum Minum
3. Bacaan apa yang harus diucapkan sebelum memulai minum?
Adab yang paling utama adalah membaca “Bismillah” (Dengan menyebut nama Allah). Jika lupa membacanya di awal, maka ketika ingat hendaknya mengucapkan: “Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi” (Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya). Hal ini didasarkan pada hadis riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi . Membaca basmalah berfungsi untuk menghindarkan setan dari ikut serta dalam minuman kita dan menjadi kunci keberkahan .
4. Apakah dianjurkan membaca doa khusus sebelum minum?
Selain basmalah, sebagian ulama menganjurkan doa khusus sebelum makan, namun untuk minum secara spesifik, fokus utamanya adalah pada bacaan basmalah. Doa seperti “Allรขhumma bรขrik lanรข fรฎ mรข razaqtanรข…” lebih umum diucapkan untuk makanan . Adab yang diajarkan Rasulullah lebih menekankan pada basmalah di awal dan hamdalah di akhir. Namun, membaca doa kebaikan secara umum tetap diperbolehkan.
5. Mengapa kita harus menggunakan tangan kanan saat minum?
Rasulullah SAW dengan tegas memerintahkan penggunaan tangan kanan. Dalam hadis riwayat Muslim, beliau bersabda: “Janganlah salah seorang di antara kalian makan dan minum dengan tangan kirinya, karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya” . Tangan kanan melambangkan kebaikan, kemuliaan, dan kebersihan dalam Islam. Menggunakannya adalah bentuk penghormatan terhadap nikmat Allah dan pembeda dari perilaku setan .
3. Tata Cara Saat Minum
6. Bagaimana cara Rasulullah SAW bernafas ketika minum?
Rasulullah SAW biasa bernafas tiga kali di luar wadah saat minum. Anas bin Malik RA berkata, “Rasulullah SAW bernafas tiga kali ketika minum” (HR. Bukhari & Muslim). Maksudnya, beliau tidak minum langsung habis dalam satu tarikan nafas, tetapi beliau meminumnya dalam tiga kali tegukan, dan di antara tegukan tersebut beliau mengangkat wadah dari mulutnya untuk bernafas . Cara ini lebih sehat, lebih melegakan, dan lebih berkah.
7. Apakah hukumnya minum sambil berdiri?
Hukum asal minum adalah sambil duduk, dan ini adalah yang paling utama. Rasulullah SAW melarang minum sambil berdiri dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim: “Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri” . Namun, terdapat riwayat sahih bahwa Nabi SAW pernah minum sambil berdiri, misalnya saat minum air zam-zam di Arafah . Para ulama menyimpulkan bahwa minum sambil duduk lebih utama, sementara minum sambil berdiri diperbolehkan jika ada kebutuhan atau uzur tertentu.
8. Mengapa dianjurkan untuk tidak minum langsung dari mulut wadah/teko?
Sunnahnya adalah menuang air ke wadah lain (seperti gelas) terlebih dahulu, lalu meminumnya. Anjuran ini terkait dengan larangan bernafas di dalam wadah. Jika minum langsung dari teko atau wadah besar, dikhawatirkan nafas kita akan masuk ke dalam air yang tersisa di wadah tersebut. Hal ini bisa membuat air tidak lagi higienis untuk diminum oleh orang lain setelah kita. Menjaga kebersihan dan tidak menyakiti orang lain adalah bagian dari iman.
9. Apakah boleh meniup minuman yang panas?
Para ulama melarang meniup makanan atau minuman panas. Anjuran ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi. Tindakan meniup dianggap tidak pantas dan dapat mengotori makanan/minuman dengan percikan air liur. Cara yang dianjurkan adalah dengan menuangkannya ke wadah lain atau membiarkannya sejenak hingga dingin dengan sendirinya [citation:8?].
10. Adakah anjuran untuk melihat air yang akan diminum?
Ya, ini termasuk adab yang baik. Melihat air yang akan diminum adalah bentuk pengagungan terhadap nikmat Allah. Kita diajak untuk merenungkan dan menyadari bahwa air yang jernih dan segar ini adalah karunia-Nya, bukan sekadar pelepas dahaga biasa. Ini selaras dengan perintah Allah dalam Al-Qur’an untuk memperhatikan makanan dan minuman sebagai sumber kehidupan .
4. Tata Cara Setelah Minum
11. Bacaan apa yang harus diucapkan setelah selesai minum?
Setelah minum, dianjurkan untuk memuji Allah dengan mengucapkan “Alhamdulillah” (Segala puji bagi Allah) sebagai rasa syukur atas nikmat air yang menyegarkan . Dalam riwayat lain, terdapat doa yang lebih lengkap, seperti: “Alhamdu lillahil ladzi ja’alahu ‘adzban furatan birohmatihi wa lam yaj’alhu milhan ujajan bidzunubina” (Segala puji bagi Allah yang dengan rahmat-Nya telah menjadikan air ini tawar dan segar, dan tidak menjadikannya asin lagi pahit karena dosa-dosa kami) .
12. Mengapa kita dilarang mencela air atau minuman?
Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan atau minuman. Jika beliau suka, beliau memakannya; jika tidak suka, beliau meninggalkannya . Mencela minuman, misalnya mengatakan “aduh, airnya keruh sekali” atau “minuman ini tidak enak,” adalah bentuk tidak bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan. Setiap rezeki, sekecil apa pun, patut disyukuri .
13. Apa yang dimaksud dengan larangan berlebih-lebihan (israf) dalam minum?
Allah SWT berfirman, “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al-A’raf: 31). Berlebih-lebihan dalam minum bisa berarti meminum sesuatu hingga melampaui batas kebutuhan (hingga kekenyangan yang tidak nyaman) atau meminum minuman yang haram. Ajaran Nabi membagi perut menjadi tiga bagian: sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk udara .
5. Hukum dan Kondisi Khusus
14. Bagaimana adab minum dari bejana atau wadah yang terbuat dari emas atau perak?
Para ulama Empat Mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, Hanbali) sepakat bahwa hukumnya haram bagi laki-laki maupun perempuan untuk makan dan minum menggunakan wadah yang terbuat dari emas atau perak. Hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW: “Janganlah kalian minum dari bejana emas dan perak, dan janganlah kalian makan di piring yang terbuat dari emas dan perak, karena barang-barang itu untuk mereka (orang kafir) di dunia dan untuk kalian di akhirat” (HR. Bukhari & Muslim). Penggunaan wadah tersebut mencerminkan kesombongan dan pemborosan.
15. Apakah boleh minum sambil tiduran?
Minum sambil tiduran, selain tidak sehat karena berisiko tersedak, juga bertentangan dengan adab Islam yang mulia. Minum sambil tiduran menyerupai cara minum orang-orang sombong dan juga cara setan. Adab terbaik adalah duduk dengan tenang. Meskipun tidak ada larangan tegas dalam teks hadis tentang tiduran, namun prinsip umum dalam Islam adalah melakukan segala sesuatu dengan cara yang terbaik dan paling sopan.
16. Bagaimana jika kita minum bersama orang lain? Siapa yang harus didahulukan?
Jika kita memiliki minuman dan akan membagikannya kepada orang lain, Rasulullah SAW mengajarkan untuk memulai dari arah kanan. Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, diceritakan bahwa ketika Nabi SAW diberi minuman susu, beliau minum lalu memberikan sisanya kepada seorang anak kecil yang duduk di sebelah kanannya, meskipun di sebelah kiri beliau ada para orang tua (Abu Bakar dan Umar). Beliau bersabda, “Yang di kanan, lalu yang di kanan lagi” . Ini menunjukkan bahwa dalam pembagian minuman, prioritas diberikan kepada orang di sebelah kanan.
17. Apakah boleh minum langsung dari mulut teko atau ceret?
Hukumnya makruh (dibenci) jika dilakukan tanpa uzur. Larangan ini berkaitan dengan beberapa hal: Pertama, ketidakmampuan untuk melihat apa yang diminum (bisa saja ada serangga atau kotoran di dalamnya). Kedua, tidak bisa bernafas di luar wadah dengan sempurna. Ketiga, dapat mengganggu orang lain jika air liur kembali ke dalam wadah. Namun, jika ada kebutuhan seperti di perjalanan dan tidak membawa gelas, maka diperbolehkan.
18. Apa hukumnya mencampur dua jenis minuman yang berbeda (seperti anggur dan kurma) menjadi satu?
Dalam Islam, ada larangan khusus untuk membuat nabidz dengan mencampur dua jenis buah yang berbeda dalam satu wadah untuk dijadikan minuman yang memabukkan. Hal ini untuk mencegah cara-cara yang bisa mempercepat proses fermentasi sehingga memabukkan. Namun, jika tujuannya hanya untuk membuat minuman segar (seperti jus campuran) dan tidak bersifat memabukkan, maka hukumnya boleh. Para ulama menekankan bahwa segala sesuatu yang memabukkan adalah haram, baik sedikit maupun banyak .
19. Adakah tuntunan khusus untuk minum air zam-zam?
Minum air zam-zam memiliki keutamaan dan adab tersendiri. Rasulullah SAW ketika minum air zam-zam melakukannya sambil berdiri . Para ulama menganjurkan agar ketika minum air zam-zam, kita menghadap kiblat, membaca basmalah, berdoa kepada Allah untuk kebaikan dunia dan akhirat (karena air zam-zam adalah air yang mustajab untuk berdoa), dan meminumnya hingga kenyang. Setelah selesai, dianjurkan membaca hamdalah.
20. Bagaimana adab jika kita menemukan serangga atau kotoran dalam minuman?
Langkah pertama adalah berprasangka baik. Jika itu adalah serangga yang tidak najis (seperti lalat), maka dianjurkan untuk mencelupkannya seluruhnya lalu membuangnya, karena dalam satu hadis disebutkan bahwa pada salah satu sayap lalat terdapat penawar. Namun, jika kotoran tersebut najis, maka minuman itu menjadi najis dan tidak boleh diminum. Sikap yang paling utama adalah tidak mencela minuman, tetapi cukup mengambil hikmah dan membersihkannya atau tidak meminumnya jika sudah tidak layak.
6. Pandangan Empat Mazhab
21. Bagaimana pandangan Mazhab Syafi’i tentang hukum minum sambil berdiri?
Dalam Mazhab Syafi’i, hukum asal minum adalah sunnah dilakukan dengan duduk, karena ini adalah perbuatan yang lebih sering dilakukan Nabi dan lebih sesuai dengan perintah beliau. Minum sambil berdiri diperbolehkan (makruh tanzih, sebaiknya ditinggalkan) selama tidak ada keyakinan bahwa itu berbahaya. Jika ada keyakinan membahayakan kesehatan, maka menjadi haram. Mereka mengambil dalil larangan dan juga dalil kebolehan (perbuatan Nabi) sebagai bukti bahwa larangan tersebut bersifat pengajaran (irsyad) bukan keharaman mutlak .
22. Bagaimana pandangan Mazhab Hanafi tentang adab minum menggunakan tangan kiri?
Mazhab Hanafi berpendapat bahwa makan dan minum dengan tangan kiri tanpa uzur (seperti sakit) hukumnya haram. Mereka berpegang teguh pada hadis larangan yang tegas dan qarinah (indikasi) bahwa perbuatan tersebut menyerupai setan. Setiap perbuatan yang menyerupai setan atau orang-orang sombong adalah terlarang. Namun, jika ada uzur seperti tangan kanan patah atau terluka, maka diperbolehkan menggunakan tangan kiri.
23. Bagaimana pandangan Mazhab Maliki tentang larangan minum dari bejana emas dan perak?
Mazhab Maliki sepakat tentang keharaman menggunakan bejana emas dan perak untuk makan dan minum, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Mereka menyatakan bahwa perbuatan tersebut termasuk dosa besar. Lebih lanjut, dalam Mazhab Maliki, jika seseorang shalat dengan memakai pakaian yang dihiasi atau ditenun dengan benang emas (bagi laki-laki) atau menggunakan wadah emas untuk berwudhu, maka shalat dan wudhunya tetap sah, tetapi ia berdosa karena menggunakan barang haram tersebut.
24. Bagaimana pandangan Mazhab Hanbali tentang minum dalam tiga kali tegukan?
Mazhab Hanbali sangat menekankan sunnah bernafas tiga kali di luar wadah. Mereka berpendapat bahwa ini adalah cara minum yang paling sempurna dan paling utama. Jika seseorang minum langsung habis dalam satu tegukan tanpa bernafas, maka ia dianggap meninggalkan keutamaan, meskipun minumnya tetap sah. Mereka juga menyebutkan bahwa di antara hikmahnya adalah untuk menghilangkan rasa haus secara bertahap dan menjaga kesehatan lambung.
25. Apakah ada perbedaan pendapat ulama tentang hukum air liur yang kembali ke dalam wadah saat kita meniup atau bernafas?
Ya, ada perbedaan. Mayoritas ulama (Maliki, Syafi’i, Hanbali) menyatakan bahwa bersentuhan dengan air liur manusia tidaklah najis. Air liur manusia hukumnya suci. Oleh karena itu, larangan meniup minuman panas atau bernafas di dalam wadah bukan karena najisnya air liur, melainkan karena alasan adab, kesehatan, dan menghindari rasa jijik orang lain. Sementara itu, dalam beberapa konteks, mereka yang melarang meniup makanan panas karena dianggap merusak etika dan berpotensi memindahkan kuman.
Kak Nurul Ihsan: Kreator 500 Judul Buku Anak
Berkarya sejak 1991 hingga saat ini, sudah lebih dari 500 buku anak dan buku pendidikan yang dihasilkan Kak Nurul Ihsan dan tim CBM Studio. Profil dan karya buku Kak Nurul Ihsan dan tim CBM Studio dapat dilihat di sini.
Spesifikasi
Judul: Seri Hadits Kecil: Berakhlak Baik, Yuk!
Penulis: Kak Nurul Ihsan
Ilustrator: Dini Tresnadewi
Desain layout: Herlan Ahmad
Cover: Softcover
Jumlah Halaman: 32
Tanggal Terbit:
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Syaamil Kids
Sumber dan Kontributor Konten:
PT Sygma Examedia Arkanleema
Jl. Babakan Sari 1 No.71, Babakan Sari
Kec. Kiaracondong,
Kota Bandung,
Jawa Barat 40283
Telp. (022) 7203791
www.sdi.id
Cloud Hosting Partner:
PT Dewaweb
AKR Tower 16th Floor
Jl. Panjang no.5, Kebon Jeruk
Jakarta 11530
Email: sales@dewaweb.com
Phone: (021) 2212-4702
Mobile: 0813-1888-4702
www.dewaweb.com
DOWNLOAD FULL EBOOK:
WA 0815 6148 165
DONASI: Klik di sini!
Mari dukung Gerakan Indonesia Cerdas Literasi di ebookanak.com dengan donasi dan bantu terus kemajuan dunia penerbitan dan percetakan Indonesia dengan belanja buku cetak berkualitas hanya di Penerbit Sygma Examedia Arkanleema.



















































