Tubuh Tembus Pandang Ki Gede Padara (Cerita Rakyat Provinsi Jawa Barat)

Loading

Tubuh Tembus Pandang Ki Gede Padara

📖 Soal Tanya Jawab Legenda Ki Gede Padara

A. Asal-usul dan Tokoh

1. Dari daerah mana asal cerita rakyat Ki Gede Padara?

Jawaban: Cerita rakyat Ki Gede Padara berasal dari Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, tepatnya di daerah yang kini bernama Kelurahan Cigugur .


2. Apa nama dusun tempat Ki Gede Padara tinggal sebelum berganti nama menjadi Cigugur?

Jawaban: Nama dusun tersebut adalah Dusun Padara .


3. Mengapa daerah itu kemudian berganti nama menjadi “Cigugur”?

Jawaban: Nama “Cigugur” berasal dari kata “Cai Gugur” yang artinya “air yang menggugurkan”. Nama ini diberikan setelah peristiwa keluarnya air dari tanah secara ajaib, yang diyakini dapat “menggugurkan” atau membersihkan hal-hal buruk .


4. Siapa saja tokoh sezaman yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Ki Gede Padara?

Jawaban: Tokoh-tokoh sezaman yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Ki Gede Padara adalah Pangeran Pucuk Umun (dari Talaga), Pangeran Galuh Cakraningrat (dari Kerajaan Galuh), dan Aria Kamuning (penguasa Kuningan) .


5. Apa perbedaan keyakinan antara Ki Gede Padara dengan ketiga tokoh sezamannya?

Jawaban: Pangeran Pucuk Umun, Galuh Cakraningrat, dan Aria Kamuning menganut agama Hindu, sedangkan Ki Gede Padara menganut kepercayaan Sunda Wiwitan atau agama karuhun (kepercayaan leluhur) .

Bebelac Nutri Great
👉 Klik untuk Beli di Shopee

B. Kesaktian Tubuh Tembus Pandang

6. Apa keistimewaan atau kesaktian utama yang dimiliki Ki Gede Padara?

Baca juga:  Download Ebook Seri Balita Shalih, Menyayangi Masjid, Ketika Masjid Kedinginan

Jawaban: Ki Gede Padara memiliki tubuh yang tembus pandang (transparan) sehingga organ tubuhnya dapat terlihat dari luar kulit. Ia juga menguasai ilmu kanuragan tingkat tinggi, termasuk kemampuan menghilang (ngahiyang) .


7. Dari mana nama “Padara” berasal dan apa artinya?

Jawaban: Nama “Padara” berasal dari gabungan kata “padan” dan “tara” yang memiliki arti “pertapa”. Julukan ini disematkan oleh warga sekitar karena Ki Gede Padara sering bertapa .


8. Mengapa Ki Gede Padara dijuluki sebagai “wiku”?

Jawaban: Ki Gede Padara dijuluki sebagai wiku karena ia adalah seorang pertapa (pendeta) yang memiliki ilmu spiritual tinggi dan hidup menyendiri untuk mencari pencerahan batin .


C. Konflik dan Pertemuan dengan Sunan Gunung Jati

9. Masalah apa yang dialami Ki Gede Padara di usia tuanya?

Jawaban: Di usia tuanya, Ki Gede Padara ingin meninggalkan kehidupan fana (meninggal dunia) dan kembali menyatu dengan Sang Pencipta. Namun, karena kesaktiannya yang luar biasa, ia kesulitan untuk menghembuskan napas terakhir alias tidak bisa mati seperti manusia biasa .


10. Siapa yang melaporkan penderitaan Ki Gede Padara kepada Sunan Gunung Jati?

Jawaban: Raden Aria Kamuning, penguasa Kuningan pada masa itu, yang melaporkan penderitaan Ki Gede Padara kepada Sunan Gunung Jati .


11. Siapa tokoh Wali Songo yang menemui Ki Gede Padara?

Jawaban: Tokoh Wali Songo yang menemui Ki Gede Padara adalah Sunan Gunung Jati (Syekh Syarif Hidayatullah) .


12. Apa syarat yang diajukan Sunan Gunung Jati agar Ki Gede Padara bisa meninggal secara wajar?

Jawaban: Syarat yang diajukan Sunan Gunung Jati adalah agar Ki Gede Padara meninggalkan semua ajaran yang dianutnya sebelumnya dan masuk agama Islam, dengan mengucapkan dua kalimat syahadat .


13. Bagaimana reaksi Ki Gede Padara terhadap syarat tersebut?

Jawaban: Ki Gede Padara menyanggupi syarat tersebut. Ia kemudian diajarkan dan mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda memeluk agama Islam .


D. Peristiwa Gaib dan Mukjizat

14. Apa yang terjadi saat Ki Gede Padara mengucapkan kalimat syahadat?

Jawaban: Saat Ki Gede Padara mengucapkan kalimat syahadat, tiba-tiba terdengar guntur dan hujan besar. Dalam peristiwa itu, tubuh Ki Gede Padara menghilang (ngahiyang) dari tempatnya .


15. Mengapa Sunan Gunung Jati kemudian menancapkan tongkatnya ke tanah?

Jawaban: Sunan Gunung Jati menancapkan tongkatnya ke tanah karena ia hendak menshalatkan (shalat gaib) jenazah Ki Gede Padara, namun tidak ada air untuk berwudu di sekitar lokasi tersebut .


16. Apa mukjizat yang terjadi setelah Sunan Gunung Jati menancapkan dan mencabut tongkatnya?

Jawaban: Setelah Sunan Gunung Jati berdoa, tongkatnya dicabut kembali, dan air memancar keluar dari tanah membentuk sebuah kolam. Peristiwa ini menjadi asal mula terbentuknya Kolam Keramat Cigugur .


17. Apa yang dilakukan Sunan Gunung Jati dengan daun-daun yang gugur di sekitar kolam?

Baca juga:  Monster Bermata Satu

Jawaban: Sunan Gunung Jati mengambil daun yang gugur, membacakan doa, lalu melemparkannya ke dalam kolam. Secara ajaib, daun-daun tersebut berubah menjadi ikan, yang kemudian dikenal sebagai Ikan Dewa atau Kancra Bodas .


E. Ikan Dewa dan Kolam Keramat Cigugur

18. Apa nama ikan keramat yang ada di Kolam Cigugur hingga saat ini?

Jawaban: Nama ikan keramat tersebut adalah Ikan Dewa (disebut juga Kancra Bodas atau Kancra Putih) .


19. Berapa jumlah Ikan Dewa yang dipercaya ada di Kolam Cigugur?

Jawaban: Menurut kepercayaan masyarakat, jumlah Ikan Dewa di Kolam Cigugur selalu sekitar 4.300 ekor dan tidak pernah bertambah atau berkurang secara signifikan .


20. Mengapa Ikan Dewa dianggap keramat dan tidak boleh dimakan oleh masyarakat setempat?

Jawaban: Ikan Dewa dianggap keramat karena dipercaya sebagai penjelmaan prajurit Prabu Siliwangi atau jelmaan dari kesaktian Ki Gede Padara. Masyarakat percaya bahwa memakan ikan tersebut akan mendatangkan kesialan .


21. Versi lain menyebutkan bahwa Ikan Dewa berasal dari tiga sungai. Sebutkan ketiga sungai tersebut!

Jawaban: Menurut versi lain, Ki Gede Padara menangkap Ikan Dewa dari tiga sungai, yaitu Sungai Cilutung (di Majalengka), Sungai Cisanggarung (di Kuningan), dan Sungai Cijolang (di perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah) .


F. Nilai dan Pesan Moral

22. Apa pesan moral yang dapat diambil dari cerita Ki Gede Padara?

Jawaban: Pesan moral dari cerita ini antara lain:

  • Kesaktian tanpa imanย dapat menjadi penghalang bagi kebahagiaan hakiki.
  • Ketaatan kepada ajaran agamaย (dalam hal ini syahadat) membawa ketenangan akhir hayat.
  • Kerendahan hatiย untuk menerima kebenaran meskipun telah memiliki kesaktian tinggi.
  • Perubahan dan keyakinanย dapat membawa berkah bagi lingkungan sekitarย .

23. Nilai budaya apa yang tercermin dari pelestarian Kolam Cigugur hingga saat ini?

Jawaban: Pelestarian Kolam Cigugur mencerminkan nilai penghormatan terhadap leluhur dan pelestarian warisan budaya. Kolam ini tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga tempat upacara adat sebagai wujud rasa terima kasih kepada alam dan leluhur .


24. Menurut kepercayaan setempat, apa manfaat air dari Kolam Cigugur bagi kalangan spiritual?

Jawaban: Menurut kepercayaan setempat, air dari Kolam Cigugur masih dipergunakan oleh kalangan spiritual untuk mengobati gangguan gaib dan menggugurkan hal-hal yang kurang baik .


25. Apa arti kata “ngahiyang” dalam istilah Sunda, dan siapa yang mengalaminya dalam cerita ini?

Jawaban: “Ngahiyang” dalam istilah Sunda berarti “menghilang” secara gaib atau moksa. Dalam cerita ini, Ki Gede Padara mengalami ngahiyang setelah mengucapkan syahadat, tubuhnya menghilang tanpa meninggalkan jasad .


✨ Penutup

Semoga 25 soal tanya jawab tentang legenda Ki Gede Padara ini bermanfaat untuk menambah wawasan tentang cerita rakyat Nusantara, khususnya dari Jawa Barat. Cerita ini mengajarkan bahwa kesaktian sejati bukanlah kemampuan fisik semata, melainkan ketundukan kepada kebenaran dan kesiapan untuk kembali kepada Sang Pencipta dengan cara yang diridhai. 🦷✨

Baca juga:  Menebalkan As Salaam (10)

download ebook anak printable pdf

058 download ebook pdf 101 cerita nusantara
Download ebook PDF “101 Cerita Nusantara” karya Kak Nurul Ihsan (ebookanak.com)

Download full ebook 202 hal PDF 101 Cerita Nusantara Kumpulan Dongeng, Epos, Fabel, Legenda, Mitos, dan Sejarah karya Kak Nurul Ihsan (ebookanak.com) dengan donasi Klik tombol DOWNLOAD.

Tubuh Tembus Pandang Ki Gede Padara (Cerita Rakyat Provinsi Jawa Barat)

Seiring dengan usianya yang bertambah tua, banyak kejadian istmewa yang terjadi pada diri Ki Gede Padara.

Karena kehebatan Ki Gede Padara, organ tubuh bagian dalam tubuh Ki Gede Padara bisa terlihat jelas dari luar oleh siapapun.

Bahkan, denyut nadi dan denyut jantung Ki Gede Padara pun bisa terdengar dan terlihat jelas.

Semua orang yang hidup di masa itu mengakui kehebatan Ki Gede Padara yang berhati bersih dari sifat tercela.

DONASI: Abadikan hartamu dengan donasi, sedekah jariyah, dan infaq untuk membantu kemajuan ebookanak.com dalam Gerakan Indonesia Cerdas Literasi menuju Indonesia Hebat 2045. Klik dsini

Semakin lama, tubuh Ki Gede Padara bertambah bercahaya dan bening bagaikan kaca.

Semua orang berusaha untuk mengetahui rahasianya.

“Ki Gede Padara, kenapa tubuh Anda bisa tembus pandang dan bagian dalamnya bisa terlihat dengan jelas? Berilah kami ilmunya agar bisa demikian.”

“Keajaiban yang terjadi pada diriku ini merupakan anugrah dari Tuhan. Aku tidak punya ilmunya. Namun yang kutahu, mungkin hal ini bisa terjadi karena aku rajin bertapa dan bersemedi dengan niat hanya ingin membersihkan diri dari jiwa dan sifat yang buruk. Mungkin karena keikhlasanku ini, maka Tuhan kemudian memberiku hal seperti ini,” jelas Ki Gede Padara.

Pada suatu hari, Pangeran Pucuk Umum, seorang raja di Talaga, mengutus beberapa prajurit untuk mengundang Ki Gede Padara datang ke istana.

Ki Gede Padara pun berkata kepada prajurit Talaga, “Berangkatlah kalian duluan ke Talaga, nanti aku akan menyusul.”

Setelah pamitan, prajurit Talaga pun kembali dengan naik kuda dan tiba di istana beberapa jam kemudian.

Sebuah keanehan terjadi.

Sewaktu prajurit itu masuk ke dalam istana, alangkah terkejutnya ketika mereka melihat Ki Gede Padara sudah lama ada di dalam istana bersama Pangeran Pucuk Umum.

Padahal sebelumnya, utusan kerajaan itu kembali ke istana duluan sebelum Ki Gede Padara berangkat.

Itulah keistimewaan lainnya Ki Gede Padara.

Bila bepergian jauh, Ki Gede Padara sering naik angin.

Sehingga Ki Gede Padara bisa bepergian ke tempat yang jauh dalam waktu singkat.

Pesan Moral
Kebersihan hati akan membentuk kemuliaan sikap dan perbuatan.

(Cerita dan Dongeng Rakyat Provinsi Jawa Barat)

(ebookanak.com)

Cloud Hosting Partner:

Kontributor:

  • Penulis: Kak Nurul Ihsan
  • Penyunting: Kak Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Rachman
  • Desainer dan layouter: Kamil Supriatna
  • Penerbit: Transmedia Pustaka (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan

Jasa penerbitan buku dan self publishing

Loading

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ’ณ Donasi via PayPal ๐Ÿคฒ Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!
lynk.id nurulihsan baner