Ebook Anak

Sepatu Dansa Putri Maura

 12,106,689 total views,  1,400 views today

putri maura jarang bermain dengan teman-temannya di istana.

Putri Maura sangat pemalu. Di sekolah kerajaan, ia jarang bermain dengan teman-temannya di istana.

Jika ada tamu yang datang, Putri Maura lebih suka bersembunyi di kamarnya. Raja dan Ratu jadi bingung dibuatnya.

Sebentar lagi Raja akan mengadakan pesta dansa kerajaan. Para putri dan pangeran dari seluruh negeri akan berkumpul.

Oh, Putri Maura sangat takut. Ia begitu malu untuk datang ke pesta istana. Selain itu, ia juga tidak pandai berdansa. Ia sampai berganti tiga kali guru menari.

Tidak ada yang sanggup membuat Putri Maura mau berdansa. Ia begitu pemalu untuk menggerakkan tubuhnya mengikuti musik.

Kakek pembuat sepatu mendengar kesulitan Putri Maura. Ia datang membawa hadiah sepatu istimewa untuk sang Putri. “Pakailah sepatu istimewa ini, Putri.” Kata Kakek Pembuat Sepatu.

“Sepatu ini akan membantumu di pesta dansa nanti. Bayangkan saja apa yang ingin kamu lakukan, sepatu ini akan melakukannya. Cobalah,” katanya lagi.

Putri Maura membayangkan dirinya berdansa. Ajaib, seketika itu juga ia merasa kaki-kakinya bergerak mengikuti musik. Sepatu itu membawa Putri Maura berdansa.

Pesta dansa berlangsung sangat meriah. Banyak pangeran dan putri dari negeri tetangga datang.

Putri Maura melihat sekelompok putri di sudut ruangan. Ia malu menyapa mereka. Oh ya, aku tinggal membayangkannya saja, pikir Putri Maura. Ia membayangkan kakinya melangkah ke arah mereka dan menyapanya.

Benar saja! Sepatunya bergerak, tahu-tahu Putri Maura sudah berada di antara para putri itu. Mereka menyapanya.

Betapa senangnya Putri Maura. Ia mendapat banyak teman dan menari dengan mereka. Semua itu berkat sepatu istimewanya.

Keesokan harinya, Putri Maura menemui Kakek Pembuat Sepatu.

Kakek itu tersenyum, “Putri… sebenarnya itu hanya sepatu biasa. Keinginanmu yang membuat semuanya terjadi. Kini, kau tidak perlu malu lagi. Pakailah sepatu itu dan pergilah bermain bersama teman-temanmu.”

Putri Maura berterima kasih kepada kakek itu. Kini, ia tidak lagi malu jika bertemu orang lain.  (Tamat)

Pesan moral: Keinginan yang kuat akan memungkinkan segala sesuatu bisa terjadi.

Kontributor:

  • Penulis: Mitha Yanuarti
  • Ilustrator: Nonoy
  • Desainer dan layouter: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Transmedia Pustaka

 1,733 total views,  1 views today

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *