Cerita Rakyat Kepulauan Riau: Ikan Tongkol dan Ayam Jantan
- Updated: April 17, 2026
![]()
Oleh: Kak Nurul Ihsan
DOWNLOAD EBOOK ANAK KAK NURUL IHSAN (+62 815 6148 165)
✅ Download Ebook Perjudul: donasi @ Rp 15.000
✅ Paket Hemat A Seri Kisah 25 Nabi dan Rasul Bergambar: 1001 hal pdf, 19 ebook, donasi Rp 100 ribu.
✅ Paket Hemat B Seri Worksheet Calistung dan Mewarnai: 1001 hal PDF, 30 ebook, donasi Rp 100 ribu.
✅ Paket Hemat C Seri Cerita Dongeng Bergambar: 1001 hal PDF, 31 ebook, donasi Rp 100 ribu.
✅ Paket Hemat D Ensiklopedia Anak Pintar: 1001 hal PDF, 60 ebook, donasi Rp 100 ribu.
✅ Paket Hemat E Anak Muslim: 1001 hal PDF, 90 ebook, donasi Rp 100 ribu.
✅ All Paket Super Hemat (Paket A, B C, D, dan E), donasi Rp 365 ribu.
📖 25 Soal Tanya Jawab Cerita Rakyat “Ikan Tongkol dan Ayam Jantan” dari Kepulauan Riau
A. Mengenal Cerita dan Latar Belakang
1. Dari daerah mana cerita rakyat “Ikan Tongkol dan Ayam Jantan” berasal?
Jawaban: Cerita rakyat ini berasal dari Provinsi Kepulauan Riau. Cerita ini merupakan salah satu fabel atau cerita binatang yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Kepulauan Riau, khususnya di wilayah Kepulauan Natuna dan Anambas . Cerita ini telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi dan menjadi bagian penting dari khazanah budaya lisan masyarakat setempat. Cerita ini termasuk dalam kumpulan cerita rakyat Nusantara dan termuat dalam berbagai buku kumpulan cerita rakyat terbitan nasional, seperti 108 Cerita Rakyat Terbaik Asli Nusantara (2010) dan Cerita Rakyat Nusantara Terpopuler Sepanjang Masa (2016) .
2. Apa jenis atau genre dari cerita ini?
Jawaban: Cerita “Ikan Tongkol dan Ayam Jantan” termasuk dalam genre fabel, yaitu cerita binatang yang mengandung pesan moral. Fabel adalah cerita fiksi yang tokoh utamanya adalah hewan yang dapat berbicara, berpikir, dan bertindak seperti manusia . Dalam cerita ini, tokoh utama adalah Ayam Jantan dan Ikan Tongkol yang digambarkan memiliki kemampuan untuk berkomunikasi, membuat perjanjian, dan bahkan mengucapkan sumpah. Fabel jenis ini biasanya digunakan sebagai media pendidikan karakter karena menyampaikan nilai-nilai moral melalui tokoh-tokoh hewan yang dekat dengan keseharian anak-anak.
3. Siapa nama raja dari bangsa ayam dalam cerita ini?
Jawaban: Raja dari bangsa ayam bernama Raja Kukuru (dalam beberapa sumber disebut juga Raja Ayam atau Raja Kukuru Ayam) . Nama “Kukuru” sendiri terdengar seperti tiruan dari bunyi kokok ayam (“kukuruyuk”), yang merupakan ciri khas dalam penamaan tokoh fabel. Sebagai seorang raja, Raja Kukuru memimpin seluruh rakyat ayam di daratan. Ia digambarkan sebagai sosok yang ramah dan bersahabat, namun memiliki kelemahan yaitu pelupa dan mudah terlena akan kesenangan. Sifat inilah yang akhirnya menjadi penyebab utama bencana yang menimpa sahabatnya.
4. Siapa nama raja dari bangsa ikan tongkol dalam cerita ini?
Jawaban: Raja dari bangsa ikan tongkol bernama Raja Halili (dalam beberapa sumber disebut juga Raja Tongkol) . Nama “Halili” kemungkinan berasal dari bahasa setempat yang memiliki keindahan bunyi tersendiri. Raja Halili digambarkan sebagai sosok raja yang bijaksana, cerdas, dan sangat bertanggung jawab terhadap keselamatan rakyatnya. Ia selalu memikirkan risiko dan bahaya yang mungkin menimpa bangsanya. Inilah sebabnya ia meminta syarat kepada Raja Kukuru sebelum bersedia menghadiri pesta. Sayangnya, kewaspadaan dan kebijaksanaannya tidak diimbangi dengan ketepatan janji dari sahabatnya.
5. Bagaimana hubungan persahabatan antara Raja Kukuru dan Raja Halili di awal cerita?
Jawaban:ย Di awal cerita, Raja Kukuru dan Raja Halili digambarkan memilikiย hubungan persahabatan yang sangat erat dan harmonisย . Mereka saling membantu satu sama lain dalam berbagai hal. Persahabatan mereka melambangkan hubungan yang indah antara dua dunia yang berbedaโdarat dan laut. Raja Ayam sering mengajak Raja Tongkol beserta rakyatnya ke daratan untuk menikmati berbagai acara, begitu pula sebaliknya. Bahkan, hubungan baik ini tidak hanya terbatas pada kedua raja, tetapi juga meliputi seluruh rakyat dari kedua bangsa. Para ayam dan ikan tongkol hidup berdampingan dengan damai, saling berteman tanpa permusuhan.

📖 Printable Islamic & Educational eBook for Kids
✔ Bisa di-download
✔ Bisa di-print sendiri di rumah
✔ Cocok untuk belajar & aktivitas anak
B. Undangan Pesta dan Perjanjian
6. Acara apa yang akan diadakan sehingga Raja Kukuru mengundang Raja Halili?
Jawaban:ย Raja Kukuru mengundang Raja Halili untuk menghadiriย pesta pernikahan anak seorang nelayanย yang digelar besar-besaran di tepi pantaiย . Dalam beberapa versi cerita, disebutkan bahwa pesta tersebut sangat meriah dengan berbagai hidangan lezat dan pertunjukan musik rebana serta zikir bardah (doa puji-pujian) yang mengiringi acaraย . Pesta ini digelar pada malam hari saat bulan purnama bersinar terang. Undangan disampaikan oleh Raja Kukuru langsung kepada Raja Halili di istananya. Raja Kukuru bahkan mengundang tidak hanya Raja Halili, tetapi seluruh rakyat ikan tongkol untuk ikut serta meramaikan pesta tersebut.
7. Syarat apa yang diajukan Raja Halili sebelum bersedia menghadiri pesta?
Jawaban: Sebelum bersedia menghadiri pesta, Raja Halili mengajukan satu syarat yang sangat penting kepada Raja Kukuru. Syaratnya adalah: Raja Kukuru dan rakyat ayam jantan harus mengingatkan bangsa ikan tongkol untuk segera kembali ke laut sebelum fajar tiba . Alasan di balik syarat ini sangat logis: Ikan tongkol adalah hewan laut yang hanya bisa hidup di air. Jika air laut surut saat matahari terbit dan mereka masih terdampar di daratan, mereka akan mati kekeringan atau ditangkap oleh manusia. Dengan kata lain, ayam jantan harus berkokok sebagai tanda bahwa fajar telah tiba dan sudah waktunya ikan tongkol kembali ke laut.
8. Mengapa Raja Halili meminta syarat tersebut kepada Raja Kukuru?
Jawaban: Raja Halili meminta syarat tersebut karena kekhawatirannya terhadap keselamatan rakyatnya. Ia tahu persis bahwa ikan tongkol hanya bisa hidup di air. Air laut akan mulai surut saat fajar menyingsing hingga pagi hari. Jika ikan tongkol masih berada di daratan saat air laut surut, mereka akan terdampar dan tidak bisa kembali ke laut. Hal ini akan membuat mereka mudah ditangkap oleh manusia . Sebagai seorang pemimpin yang bertanggung jawab, Raja Halili tidak mau mengambil risiko terhadap nyawa rakyatnya hanya demi kesenangan sesaat. Ia percaya bahwa sahabatnya, Raja Kukuru, akan menepati janji untuk membangunkan mereka sebelum fajar.
9. Bagaimana tanggapan Raja Kukuru terhadap syarat yang diajukan Raja Halili?
Jawaban: Raja Kukuru dengan penuh percaya diri menyanggupi syarat yang diajukan Raja Halili . Ia berkata bahwa tugas mengingatkan dan berkokok saat fajar adalah hal yang mudah bagi bangsa ayam. Bahkan, ia meyakinkan Raja Halili bahwa rakyatnya pasti akan berkokok tepat waktu agar ikan tongkol bisa kembali ke laut sebelum air surut. Janji ini diucapkan dengan tulus oleh Raja Kukuru. Namun, seperti yang akan terjadi kemudian, niat baik saja tidak cukup jika tidak diikuti dengan tindakan nyata dan kedisiplinan. Keyakinan berlebihan tanpa perhitungan matang inilah yang akhirnya menjadi bumerang bagi kedua belah pihak.
10. Kapan dan di mana pesta tersebut digelar?
Jawaban: Pesta tersebut digelar pada malam hari saat bulan purnama di tepi pantai, tepatnya di wilayah kampung nelayan . Pemilihan waktu malam hari dengan bulan purnama bukan tanpa alasan. Dengan bulan yang bersinar terang, suasana pesta menjadi lebih meriah dan terang tanpa perlu banyak lampu. Selain itu, malam hari adalah waktu di mana air laut sedang pasang, sehingga ikan tongkol bisa dengan mudah datang ke daratan. Bulan purnama juga melambangkan suasana yang indah dan penuh sukacita, menggambarkan betapa bahagianya kedua bangsa hewan tersebut sebelum malapetaka menimpa.
C. Pelaksanaan Pesta dan Kelalaian
11. Bagaimana suasana pesta yang digelar di tepi pantai?
Jawaban: Suasana pesta digambarkan sangat meriah dan menggembirakan. Iringan musik rebana bertalu-talu mengisi malam . Dalam beberapa versi disebutkan bahwa pertunjukan yang diadakan adalah zikir bardah (doa puji-pujian) yang diiringi dengan gendang rebana . Semua yang hadirโbaik bangsa ayam maupun ikan tongkolโlarut dalam kegembiraan. Mereka menyantap berbagai hidangan lezat yang tersedia. Suasana yang begitu meriah dan menyenangkan ini membuat semua orang lupa waktu. Tidak ada yang menyadari bahwa malam semakin larut. Kesenangan yang berlebihan inilah yang kemudian menjadi jebakan bagi kedua bangsa tersebut.
12. Apa yang dilakukan rombongan ikan tongkol saat tiba di lokasi pesta?
Jawaban: Saat tiba di lokasi pesta, rombongan ikan tongkol bersembunyi di balik karang-karang di sekitar pantai, tidak jauh dari panggung utama tempat acara berlangsung . Mereka tidak bisa bergabung sepenuhnya di daratan karena mereka tetap membutuhkan air untuk bertahan hidup. Dengan bersembunyi di antara karang-karang yang masih tergenang air laut pasang, mereka bisa tetap menikmati acara dari kejauhan sambil memastikan bahwa mereka masih berada di dalam air. Posisi ini juga memudahkan mereka untuk segera kembali ke laut jika diperlukan. Sayangnya, karena terlalu asyik menikmati acara, mereka akhirnya tertidur di tempat persembunyian mereka.
13. Apa yang menyebabkan bangsa ikan tongkol tertidur di lokasi pesta?
Jawaban: Bangsa ikan tongkol tertidur karena kekenyangan setelah menikmati hidangan pesta yang melimpah . Iringan musik rebana yang merdu dan suasana pesta yang nyaman juga ikut membuat mereka terlelap. Dalam beberapa versi, disebutkan bahwa ikan tongkol sangat menyukai bunyi-bunyian rebana dan zikir yang mengiringi acara . Mereka yang biasanya hanya mendengar suara ombak di laut, menjadi sangat terhibur dengan alunan musik yang merdu. Akibatnya, mereka tidak menyadari bahwa waktu terus berjalan dan fajar sudah mulai mendekat. Kekenyangan ditambah rasa nyaman adalah kombinasi yang mematikan bagi keselamatan mereka.
14. Apakah bangsa ayam melaksanakan tugasnya untuk membangunkan ikan tongkol?
Jawaban: Tidak. Bangsa ayam, termasuk Raja Kukuru, ikut tertidur pulas dan sama sekali lupa dengan tugas mereka untuk berkokok membangunkan ikan tongkol . Mereka juga terlena oleh kemeriahan pesta. Suasana yang nyaman, makanan yang lezat, dan musik yang merdu membuat mereka lupa akan janji yang telah diucapkan. Tidak ada satu pun ayam jantan yang berkokok saat fajar tiba. Kelalaian ini menunjukkan bahwa janji semudah apa pun harus ditepati, dan rasa percaya diri yang berlebihan bisa menjadi bumerang. Kegagalan melaksanakan tugas yang sangat sederhana ini berakibat fatal bagi bangsa ikan tongkol.
15. Kapan bangsa ayam dan ikan tongkol terbangun dari tidurnya?
Jawaban: Baik bangsa ayam maupun ikan tongkol terbangun setelah matahari terbit dan hari sudah mulai siang . Raja Kukuru baru terbangun ketika hangatnya sinar matahari mulai menusuk kulit . Saat itulah ia menyadari bahwa hari sudah pagi dan air laut pasti sudah surut. Ia panik memikirkan nasib sahabatnya, bangsa ikan tongkol. Sementara itu, bangsa ikan tongkol yang terbangun juga sangat terkejut melihat kondisi sekitar. Air laut sudah surut, karang-karang tempat mereka bersembunyi sudah kering, dan mereka terjebak di daratan tanpa bisa kembali ke laut. Keterlambatan ini membawa bencana besar bagi bangsa ikan tongkol.
D. Bencana dan Kemarahan
16. Apa yang terjadi pada bangsa ikan tongkol saat mereka terbangun?
Jawaban: Saat terbangun, bangsa ikan tongkol mendapati bahwa air laut sudah surut dan mereka terdampar di karang-karang yang kering . Mereka tidak bisa kembali ke laut karena jaraknya sudah terlalu jauh. Sebagian ikan tongkol melompat-lompat panik, berusaha mencari genangan air terakhir di sekitar karang. Beberapa berhasil menemukan lubang-lubang karang yang masih berisi air, namun sebagian besar lainnya terjebak di daratan yang benar-benar kering . Mereka menggelepar-gelepar di bawah kolong balai tempat pesta berlangsung, tidak berdaya menghadapi kematian yang semakin mendekat. Pemandangan ini sangat menyedihkanโribuan ikan tongkol tergeletak sekarat karena kekeringan.
17. Siapa yang menemukan ikan tongkol yang terdampar tersebut?
Jawaban: Para nelayan dan penduduk desa yang tinggal di pinggiran pantailah yang menemukan ikan tongkol yang terdampar tersebut . Ketika mereka bangun di pagi hari dan pergi ke pantai, betapa terkejutnya mereka melihat banyak sekali ikan tongkol menggelepar-gelepar di karang-karang sepanjang pantai. Pemandangan yang tidak biasa ini tentu saja sangat membahagiakan bagi para nelayan. Mereka kemudian beramai-ramai menangkap ikan-ikan tersebut dan menampungnya di ember untuk dibawa pulang . Bagi para nelayan, ini adalah rezeki yang tidak terduga. Namun di balik kebahagiaan mereka, tersimpan penderitaan besar bagi bangsa ikan tongkol.
18. Bagaimana nasib sebagian besar ikan tongkol yang terdampar?
Jawaban: Sebagian besar ikan tongkol yang terdampar ditangkap oleh penduduk desa . Mereka yang tidak sempat bersembunyi di lubang-lubang karang yang masih berisi air, dengan mudah ditangkap oleh warga. Ikan-ikan yang tertangkap ini kemudian dibawa pulang untuk dikonsumsi. Tidak disebutkan secara pasti berapa banyak ikan tongkol yang berhasil selamat, tetapi hanya sedikitโtermasuk Raja Haliliโyang berhasil kembali ke laut . Dengan kata lain, bencana ini menyebabkan kematian dan penangkapan massal terhadap bangsa ikan tongkol. Sebuah tragedi yang seharusnya bisa dicegah jika janji ditepati.
19. Bagaimana reaksi Raja Halili setelah mengetahui apa yang menimpa rakyatnya?
Jawaban: Raja Halili sangat marah dan sakit hati . Ia merasa dikhianati oleh sahabatnya sendiri, Raja Kukuru. Dalam kemarahannya, ia menyatakan bahwa persahabatan mereka telah berakhir. Dengan suara lantang, ia mengucapkan sumpah kutukan kepada bangsa ayam. Ia berseru, “Mulai sekarang kami rakyat tongkol akan memakan semua rakyat ayam, terutama kalian, ayam jantan!” . Kemarahan ini wajar karena kelalaian ayam telah menyebabkan rakyatnya menderita dan terbunuh. Namun, keputusan untuk mengakhiri persahabatan dan mengucapkan sumpah dendam ini juga menunjukkan bahwa amarah dapat mengubah seseorang (atau sekelompok makhluk) menjadi pribadi yang berbeda.
20. Selain kemarahan, apa lagi yang diucapkan Raja Halili dalam sumpahnya?
Jawaban: Selain menyatakan permusuhan abadi, Raja Halili juga mengucapkan sumpah kutukan yang lebih spesifik. Ia bersumpah agar bangsa ayam menjadi buta pada sore hingga malam hari (rabun senja) . Dalam beberapa versi, kutukan ini diucapkan dengan kata-kata, “Aku kutuk bangsa ayam menjadi buta saat senja hingga malam hari” . Kutukan ini dipercaya sebagai asal mula mengapa ayam sulit melihat saat senja dan menjadi penyebab istilah “rabun senja” dalam bahasa Indonesia. Selain itu, Raja Halili juga bersumpah bahwa anak cucunya (keturunan ikan tongkol) akan memakan setiap ayam yang masuk ke perairan mereka .
E. Akibat Kutukan, Pesan Moral, dan Warisan Budaya
21. Apa yang terjadi pada bangsa ayam setelah dikutuk oleh Raja Halili?
Jawaban: Sejak dikutuk oleh Raja Halili, bangsa ayam mengalami kondisi yang disebut “rabun senja” , yaitu ketidakmampuan untuk melihat dengan jelas saat senja hingga malam hari . Kondisi ini membuat ayam menjadi tidak berdaya saat hari mulai gelap. Mereka akan segera berusaha mencari tempat bertengger yang aman saat matahari mulai terbenam. Inilah sebabnya mengapa kita sering melihat ayam segera masuk ke kandang saat sore hariโmereka “buta” dan tidak bisa melihat dengan baik dalam kondisi minim cahaya. Dalam dunia medis, “rabun senja” atau hemeralopia adalah kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan melihat dalam pencahayaan rendah atau saat malam hari.
22. Bagaimana hubungan antara ayam jantan dan ikan tongkol setelah peristiwa tersebut?
Jawaban: Setelah peristiwa tersebut, hubungan antara ayam jantan dan ikan tongkol berubah menjadi permusuhan abadi . Mereka tidak pernah akur lagi seperti dulu. Persahabatan yang dulu begitu erat, kini sirna digantikan oleh dendam dan kebencian. Ikan tongkol, sesuai dengan sumpah Raja Halili, akan memakan setiap ayam yang jatuh ke perairan. Sementara itu, ayam jantan tidak lagi berani mendekati laut karena takut menjadi mangsa ikan tongkol. Permusuhan ini terus berlanjut hingga saat ini dan menjadi legenda yang dikenal di seluruh Kepulauan Riau.
23. Apa hubungan cerita ini dengan praktik memancing ikan tongkol oleh nelayan?
Jawaban: Cerita ini memiliki hubungan erat dengan praktik memancing ikan tongkol oleh para nelayan di Kepulauan Riau. Konon, sejak peristiwa kutukan tersebut, bulu ayam jantan menjadi umpan yang paling ampuh untuk menangkap ikan tongkol . Para nelayan percaya bahwa ikan tongkol akan dengan mudah mendekat dan memakan umpan yang terbuat dari bulu ayam jantan. Dalam praktiknya, nelayan di Kepulauan Natuna dan Anambas, Kepulauan Riau, selalu menggunakan bulu ayam jantan yang diambil dari bagian tengkuk sebagai umpan memancing ikan tongkol di lautan . Ini diyakini sebagai “balas dendam” alami dari ikan tongkol terhadap bangsa ayam yang telah mengkhianati mereka.
24. Apa pesan moral utama yang dapat dipetik dari cerita ini?
Jawaban: Cerita “Ikan Tongkol dan Ayam Jantan” mengandung beberapa pesan moral yang sangat penting :
- Tepati janji. Ini adalah pesan moral paling utama dalam cerita ini. Sebuah janji, sekecil apa pun, harus ditepati. Kegagalan menepati janji dapat merugikan orang lain secara fatal. Dalam cerita, janji sederhana untuk berkokok saat fajar gagal ditepati dan berakibat pada kematian banyak ikan tongkol.
- Jangan mudah terlena oleh kesenangan. Kesenangan yang berlebihan dapat membuat seseorang lupa akan tanggung jawabnya. Baik bangsa ayam maupun ikan tongkol sama-sama terlena oleh kemeriahan pesta hingga lupa waktu dan lupa kewajiban.
- Jangan mengambil keputusan dalam keadaan marah. Kemarahan Raja Halili membuatnya mengucapkan sumpah kutukan yang mengubah hubungan persahabatan menjadi permusuhan abadi. Ini mengajarkan bahwa keputusan yang diambil dalam keadaan emosi biasanya tidak bijaksana.
- Kepercayaan adalah hal yang berharga. Sekali kepercayaan dilanggar, sangat sulit untuk memulihkannya. Persahabatan antara ayam dan ikan tongkol yang telah terjalin lama hancur hanya karena satu kali pelanggaran janji.
- Setiap tindakan memiliki konsekuensi. Kelalaian ayam jantan tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga pada bangsa lain. Ini mengajarkan bahwa tindakan kita selalu memiliki konsekuensi, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
25. Mengapa cerita “Ikan Tongkol dan Ayam Jantan” masih relevan untuk diceritakan kepada anak-anak di era modern?
Jawaban: Cerita “Ikan Tongkol dan Ayam Jantan” tetap relevan untuk diceritakan kepada anak-anak di era modern karena beberapa alasan:
- Nilai universal tentang pentingnya menepati janji tidak pernah berubah sepanjang zaman. Anak-anak perlu belajar bahwa janji adalah utang yang harus dibayar.
- Pelajaran tentang manajemen waktu dan tanggung jawab sangat relevan di era yang serba cepat ini. Anak-anak belajar bahwa kelalaian sekecil apa pun bisa berakibat besar.
- Media pembelajaran karakter yang efektif. Fabel menyampaikan pesan moral dengan cara yang tidak menggurui, sehingga lebih mudah diterima oleh anak-anak.
- Melestarikan budaya lokal. Di tengah arus globalisasi, mengenalkan cerita rakyat daerah membantu anak-anak mencintai budayanya sendiri.
- Penjelasan ilmiah-folklor tentang fenomena alam. Cerita ini memberikan penjelasan kultural tentang mengapa ayam menderita rabun senja dan mengapa bulu ayam efektif sebagai umpan ikan tongkol.
- Peringatan tentang bahaya “FOMO” (Fear of Missing Out) . Cerita ini mengajarkan bahwa keinginan untuk ikut serta dalam setiap kesenangan (seperti pesta) tanpa perhitungan matang dapat berakibat buruk.
- Pengendalian emosi. Cerita ini menjadi bahan diskusi yang baik tentang bagaimana seharusnya kita mengelola kemarahan agar tidak mengambil keputusan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
🌟 Penutup
Cerita rakyat “Ikan Tongkol dan Ayam Jantan” dari Kepulauan Riau adalah sebuah fabel kaya makna yang mengajarkan bahwa:
“Janji adalah hutang yang harus dibayar. Kelalaian sekecil apa pun dalam menepati janji dapat berakibat fatal, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain yang percaya kepada kita.”
Cerita ini juga mengingatkan kita bahwa kesenangan sesaat tidak boleh membuat kita lupa akan tanggung jawab. Dan ketika amarah menguasai diri, kita cenderung mengambil keputusan yang tidak bijaksanaโseperti yang dilakukan Raja Halili yang mengakhiri persahabatan abadi dengan sumpah kutukan.
Namun di balik itu semua, cerita ini tetap menjadi warisan budaya yang berharga. Ia menjelaskan secara folklor mengapa ayam menderita rabun senja, mengapa ayam dan ikan tongkol bermusuhan, dan mengapa bulu ayam menjadi umpan jitu untuk menangkap ikan tongkol. Hingga kini, para nelayan di Kepulauan Natuna dan Anambas masih menggunakan bulu ayam jantan sebagai umpan andalan mereka โsebuah praktik yang diyakini berakar dari legenda kuno ini.
Untuk ebookanak.com, cerita ini sangat cocok disajikan dengan ilustrasi yang menarik, bahasa yang mudah dipahami, serta sesi diskusi interaktif antara orang tua dan anak setelah membaca. Pertanyaan reflektif seperti “Pernahkah kamu melupakan janji? Apa akibatnya?” atau “Apa yang seharusnya dilakukan Raja Kukuru agar bencana ini tidak terjadi?” dapat menjadi bahan diskusi yang berharga.
Daftar Pustaka:
- Cerita Rakyat Nusantara Terpopuler Sepanjang Masa, Cikal Aksara (2016)
- Perpustakaan Digital Budaya Indonesia – Perselisihan Ikan Tongkol dan Ayam Jantan (2018)
- Buku 108 Cerita Rakyat Terbaik Asli Nusantara, Visimedia (2010)
- Koropak.Co.ID – Mitos Rabun Senja dan Asal Usul Perseteruan Dua Raja (2024)
- Koran Sulindo – Perseteruan Abadi Raja Ayam dan Raja Tongkol (2024)
ORDER PRODUK DIGITAL VIA WA/EMAIL
✅ Pilih produk.
✅ Transfer ke salah satu norek kami.
✅ Konfirmasi bukti transfer dan paket produk ke WA +62 8156148165.
✅ Link produk digital dikirim ke no WA atau email pemesan.
NOREK KONTRIBUSI DONASI
✅ PayPal: cbmagency25@gmail.com
✅ BSI 0070078253 an. Nurul Ihsan or Rahayu Ummi F
✅ BSI:7113717337 an.Yayasan Sebaca Indonesia



![]()



















































