25 Kuis Islami tentang Bairuha’, Kebun Kurma Kesayangan Abu Thalhah (Lengkap dengan Jawaban & Hikmah)
- Updated: Februari 20, 2026
![]()
Download 200+ Ebook Anak Bergambar PDF Printable

Disebutkan bahwa Abu Thalhah ra. memiliki kebun kurma yang sangat indah dan sangat dia cintai, namanya Bairuha.
Ketika turun ayat: Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. (QS. Ali Imran: 92)
Maka, Abu Thalhah mendatangi Rasulullah Saw.
Kemudian Abu Thalhah mengatakan bahwa Bairuha diserahkan kepada Rasulullah Saw. untuk dimanfaatkan sesuai kehendaknya.
Lalu Rasulullah Saw. menyarankan agar Abu Thalhah membagikan Bairuha kepada kerabatnya.
Maka Abu Thalhah melakukan apa yang disarankan Rasulullah Saw.
Abu Thalhah membagikan Bairuha’ untuk kerabat dan keponakannya.
(HR. Bukhari dan Muslim)
Keutamaan Sedekah
- Sedekah akan menghapus dosa.
- Orang yang bersedekah akan mendapatkan naungan di hari akhir.
- Sedekah memberi keberkahan pada harta.
- Allah Swt. melipatgandakan pahala orang yang bersedekah.
- Terdapat pintu surga yang hanya dapat dimasuki oleh orang yang bersedekah.
(www.ebookanak.com)
Kontributor:
- Naskah: Nurul Ihsan
- Ilustrasi: Uci Ahmad Sanusi
- Desain layout: Yuyus Rusamsi
- Penerbit: Smart Books, Bandung, Indonesia
- Copyright/hak cipta: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

25 KUIS TANYA JAWAB TENTANG BAIRUHA’, KEBUN KURMA KESAYANGAN ABU THALHAH
Untuk Anak Hebat Indonesia – Sumber Terpercaya dan Kredibel
Assalamu’alaikum adik-adik hebat dan pengunjung setia ebookanak.com!
Tahukah kalian tentang seorang sahabat Nabi yang memiliki kebun kurma sangat indah dan ia rela menyedekahkannya karena cinta kepada Allah? Dialah Abu Thalhah, sahabat kaya raya yang sangat dermawan. Yuk, kita belajar bersama melalui 25 kuis seru tentang kebun Bairuha’ dan kisah sedekah Abu Thalhah yang luar biasa!
BAGIAN 1: MENGENAL ABU THALHAH
Profil Sahabat Mulia Pemilik Kebun Bairuha’
Pertanyaan 1:
Siapakah nama asli dari Abu Thalhah?
Jawaban:
Nama asli Abu Thalhah adalah Zaid bin Sahl bin al-Aswad bin Haram bin Amr bin Malik bin an-Najjar al-Anshari al-Khazraji. Beliau adalah sahabat Nabi yang berasal dari kalangan Anshar (penduduk asli Madinah) . Abu Thalhah lahir di Madinah pada tahun 585 Masehi .
Pertanyaan 2:
Dari suku manakah Abu Thalhah berasal?
Jawaban:
Abu Thalhah berasal dari suku Anshar, tepatnya dari kabilah Khazraj. Anshar adalah sebutan bagi penduduk asli Madinah (Yatsrib) yang menyambut dan membantu perjuangan Nabi Muhammad SAW setelah hijrah dari Makkah .
Pertanyaan 3:
Apa keistimewaan Abu Thalhah di kalangan sahabat Nabi?
Jawaban:
Abu Thalhah memiliki beberapa keistimewaan:
- Beliau adalah sahabat yang paling banyak memiliki harta di Madinah, terutama kebun kurma
- Beliau termasuk veteran Perang Badar dan mengikuti Baiat Aqabah kedua
- Beliau dikenal sebagai pengawal setia Rasulullah SAW yang selalu melindungi beliau di medan perang
- Beliau rajin berpuasa sepanjang hidupnya
Pertanyaan 4:
Bagaimana keberanian Abu Thalhah dalam melindungi Rasulullah di Perang Uhud?
Jawaban:
Dalam Perang Uhud, ketika Rasulullah SAW terluka dan gigi gerahamnya patah akibat terkena panah musuh, Abu Thalhah tetap setia melindungi beliau. Ia menggunakan tamengnya untuk melindungi Rasulullah. Saat Nabi berusaha melihat keadaan pasukan, Abu Thalhah berkata, “Wahai Nabiyullah, demi bapak dan ibuku, jangan engkau lakukan itu. Saya tidak ingin engkau menjadi sasaran anak panah musuh, biar leher saya saja yang terkena, asal jangan leher engkau” .
Pertanyaan 5:
Kapan Abu Thalhah wafat dan dalam usia berapa?
Jawaban:
Abu Thalhah wafat pada tahun 654 Masehi dalam usia 75 tahun. Beliau wafat dalam perjalanan menuju medan jihad di masa kekhalifahan Utsman bin Affan, saat akan bergabung dengan pasukan Islam dalam penyerangan melalui laut .

BAGIAN 2: KEINDAHAN KEBUN BAIRUHA’
Harta Paling Dicintai Abu Thalhah
Pertanyaan 6:
Apa nama kebun kurma kesayangan Abu Thalhah?
Jawaban:
Nama kebun kurma kesayangan Abu Thalhah adalah Bairuha’ (بيرحاء). Dalam beberapa riwayat disebut juga dengan ejaan Bairuha atau Bairuha’ . Kebun ini terletak tidak jauh dari Masjid Nabawi di Madinah.
Pertanyaan 7:
Di manakah letak kebun Bairuha’?
Jawaban:
Kebun Bairuha’ terletak berhadapan dengan Masjid Nabawi atau tidak jauh dari masjid. Anas bin Malik RA mengatakan bahwa kebun tersebut “berada di depan masjid” . Dalam riwayat lain disebutkan letaknya berhadapan dengan masjid dan Rasulullah sering memasukinya .
Pertanyaan 8:
Apa yang dilakukan Rasulullah SAW di kebun Bairuha’?
Jawaban:
Rasulullah SAW sering memasuki kebun Bairuha’ dan meminum airnya yang segar lagi tawar. Anas bin Malik RA berkata, “Rasulullah saw. pernah memasukinya dan minum dari air yang begitu enak di dalamnya” . Nabi juga biasa berteduh di sana .
Pertanyaan 9:
Mengapa kebun Bairuha’ begitu istimewa di mata Abu Thalhah?
Jawaban:
Kebun Bairuha’ begitu istimewa karena merupakan harta yang paling dicintai Abu Thalhah dibanding semua hartanya yang lain. Dalam hadits riwayat Bukhari, Anas bin Malik RA berkata bahwa Abu Thalhah adalah orang Anshar yang paling banyak memiliki pohon kurma, dan harta yang paling ia sukai adalah Bairuha’ .
Pertanyaan 10:
Selain kurma, apa keistimewaan lain dari kebun Bairuha’?
Jawaban:
Kebun Bairuha’ memiliki sumber air yang jernih, segar, dan enak rasanya. Anas bin Malik menyebutnya sebagai “air yang begitu enak” dan “airnya yang baik” . Kualitas air inilah yang membuat Rasulullah SAW sering datang untuk meminumnya.
BAGIAN 3: TURUNNYA AYAT TENTANG SEDEKAH
Pemicu Sedekah Terbesar Abu Thalhah
Pertanyaan 11:
Ayat Al-Qur’an apa yang menjadi sebab Abu Thalhah menyedekahkan kebun Bairuha’?
Jawaban:
Ayat yang menjadi sebab adalah Surat Ali Imran ayat 92. Allah SWT berfirman yang artinya: “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu sedekahkan, tentang hal itu, sungguh Allah Maha Mengetahui” (QS Ali Imran: 92) .
Pertanyaan 12:
Apa yang dilakukan Abu Thalhah setelah mendengar ayat tersebut?
Jawaban:
Setelah mendengar ayat tersebut, Abu Thalhah bergegas mendatangi Rasulullah SAW dan menyatakan ingin mengamalkan perintah Allah dengan menyedekahkan harta yang paling dicintainya, yaitu kebun Bairuha’ .
Pertanyaan 13:
Apa yang diucapkan Abu Thalhah kepada Rasulullah SAW saat akan menyedekahkan kebunnya?
Jawaban:
Abu Thalhah berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah telah menurunkan ayat: ‘Kamu sekali-kali tidak akan sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.’ Dan harta yang paling aku cintai adalah kebun Bairuha. Maka aku sedekahkan kebun itu karena Allah, dengan harapan mendapatkan kebaikan dan simpanan di sisi-Nya. Maka gunakanlah wahai Rasulullah, sesuai dengan apa yang Allah perintahkan kepadamu” .
Pertanyaan 14:
Bagaimana reaksi Rasulullah SAW mendengar niat mulia Abu Thalhah?
Jawaban:
Rasulullah SAW sangat terharu dan memuji keikhlasan Abu Thalhah. Beliau bersabda, “Bakh! Bakh! Itulah harta yang benar-benar beruntung. Itulah harta yang benar-benar beruntung” . Kata “bakh” dalam bahasa Arab digunakan untuk menyatakan besarnya suatu perkara atau kekaguman.
Pertanyaan 15:
Apa arti kata “Bakh” yang diucapkan Rasulullah SAW?
Jawaban:
Kata “Bakh” (بخ) adalah ungkapan dalam bahasa Arab yang digunakan untuk menyatakan besarnya suatu perkara atau menyatakan kekaguman. Dalam konteks ini, Rasulullah SAW mengungkapkan kekaguman dan kegembiraan atas sedekah Abu Thalhah yang sangat mulia .
BAGIAN 4: NASIHAT RASULULLAH DAN PELAKSANAAN SEDEKAH
Kebijaksanaan dalam Bersedekah
Pertanyaan 16:
Apa saran Rasulullah SAW tentang kepada siapa kebun Bairuha’ sebaiknya disedekahkan?
Jawaban:
Rasulullah SAW menyarankan agar kebun Bairuha’ disedekahkan kepada kerabat terdekat Abu Thalhah. Beliau bersabda, “Aku berpendapat, hendaknya engkau sedekahkan tanahmu ini untuk kerabat” atau “Aku berpendapat sebaiknya kamu shadaqahkan buat kerabatmu” .
Pertanyaan 17:
Mengapa Rasulullah SAW menyarankan sedekah kepada kerabat terlebih dahulu?
Jawaban:
Rasulullah SAW menyarankan sedekah kepada kerabat terlebih dahulu karena sedekah kepada keluarga memiliki dua keutamaan sekaligus: yaitu nilai sedekah dan nilai silaturahmi (menjalin hubungan kekerabatan). Memberi kepada kerabat lebih utama daripada memberi kepada orang lain .
Pertanyaan 18:
Apa jawaban Abu Thalhah setelah mendengar saran Rasulullah SAW?
Jawaban:
Abu Thalhah menjawab dengan penuh ketaatan, “Akan aku lakukan sekarang, wahai Rasulullah” . Ia langsung melaksanakan saran Rasulullah SAW dan membagikan kebun Bairuha’ kepada kerabat-kerabatnya.
Pertanyaan 19:
Siapa saja kerabat Abu Thalhah yang mendapatkan bagian dari kebun Bairuha’?
Jawaban:
Abu Thalhah membagikan kebun Bairuha’ kepada kerabatnya dan anak-anak pamannya (sepupu-sepupunya) . Dalam riwayat lain disebutkan bahwa di antara yang menerima adalah Hassan bin Tsabit (penyair Rasulullah), Ubay bin Ka’ab, dan Zaid bin Tsabit .
Pertanyaan 20:
Apakah Rasulullah SAW ikut menerima bagian dari kebun Bairuha’?
Jawaban:
Abu Thalhah juga memberikan bagian kepada Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah memberikan bagiannya tersebut kepada Hassan bin Tsabit al-Anshari, seorang penyair yang membela Islam dengan syair-syairnya .
BAGIAN 5: PELAJARAN DAN HIKMAH
Teladan Berharga dari Kisah Abu Thalhah
Pertanyaan 21:
Apa hikmah utama yang bisa kita petik dari kisah sedekah Abu Thalhah?
Jawaban:
Hikmah utama dari kisah ini adalah pentingnya berkorban dengan harta yang paling kita cintai di jalan Allah. Abu Thalhah mengajarkan bahwa kebaikan yang sempurna tidak cukup hanya dengan memberi, tetapi memberi dari sesuatu yang benar-benar kita sayangi dan cintai .
Pertanyaan 22:
Apa yang membuat Abu Thalhah tidak takut miskin setelah menyedekahkan hartanya?
Jawaban:
Abu Thalhah tidak takut miskin karena keyakinannya yang kuat terhadap janji Allah SWT. Ia percaya bahwa Allah akan mengganti sedekahnya dengan yang lebih baik. Allah berfirman dalam Surat Saba’ ayat 39: “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya” .
Pertanyaan 23:
Apa perbedaan sikap Abu Thalhah dengan Qarun dalam menyikapi harta?
Jawaban:
Abu Thalhah dermawan dan rela menyedekahkan harta tercintanya, sedangkan Qarun sangat bakhil (pelit) dan enggan bersedekah meskipun hartanya berlimpah. Akibatnya, Qarun ditenggelamkan ke dalam bumi bersama hartanya, sementara Abu Thalhah mendapatkan pujian dari Rasulullah dan keberkahan dari Allah .
Pertanyaan 24:
Apa yang dimaksud dengan “investasi yang menguntungkan” dalam sabda Rasulullah tentang kebun Bairuha’?
Jawaban:
Yang dimaksud “investasi yang menguntungkan” adalah sedekah yang pahalanya terus mengalir (amal jariyah) meskipun pemiliknya telah meninggal. Rasulullah menyebut kebun Bairuha’ sebagai “malun rabih” (مال رابح) yang berarti harta yang menguntungkan atau investasi yang menguntungkan di akhirat .
Pertanyaan 25:
Apa pesan untuk kita tentang bersedekah dari kisah Abu Thalhah?
Jawaban:
Pesan dari kisah Abu Thalhah adalah:
- Bersedekahlah dengan ikhlas, bukan karena ingin dipuji
- Berikan yang terbaik, bukan yang sudah tidak kita sukai
- Utamakan keluarga dan kerabat dalam bersedekah
- Jangan takut miskin karena Allah akan mengganti sedekah kita
- Segera beramal saat mendapatkan perintah Allah, jangan ditunda-tunda
BONUS: HADITS-HADITS TENTANG KEUTAMAAN SEDEKAH KEPADA KERABAT
| No | Hadits | Arti |
| 1 | “Sedekah kepada orang miskin adalah sedekah, dan sedekah kepada kerabat mendapatkan dua pahala: pahala sedekah dan pahala silaturahmi” (HR. Tirmidzi) | Keutamaan memberi kepada keluarga |
| 2 | “Bakh! Itulah harta yang benar-benar beruntung. Itulah harta yang benar-benar beruntung” (HR. Bukhari & Muslim) | Pujian Rasul untuk sedekah Abu Thalhah |
| 3 | “Tidaklah harta itu berkurang karena sedekah, dan Allah tidak menambah bagi hamba yang pemaaf kecuali kemuliaan” (HR. Muslim) | Janji Allah tentang keberkahan sedekah |
RINGKASAN KISAH
| Peristiwa | Keterangan |
| Turunnya QS Ali Imran: 92 | Memerintahkan sedekah dari harta yang dicintai |
| Abu Thalhah bersedekah | Menyedekahkan kebun Bairuha’ yang paling dicintai |
| Nasihat Rasulullah | Agar sedekah diberikan kepada kerabat terdekat |
| Pembagian kebun | Dibagikan kepada kerabat dan sepupu Abu Thalhah |
KESIMPULAN
Dari kisah Abu Thalhah dan kebun Bairuha’, kita belajar banyak hal:
✅ Cinta kepada Allah harus melebihi cinta kepada harta benda
✅ Sedekah terbaik adalah dari harta yang paling kita cintai
✅ Keluarga dan kerabat adalah prioritas utama dalam bersedekah
✅ Ketaatan kepada Rasul ditunjukkan dengan melaksanakan nasihat beliau
✅ Keyakinan kepada janji Allah menghilangkan rasa takut miskin
Rasulullah SAW bersabda tentang kebun Bairuha’: “Itulah harta yang benar-benar beruntung. Itulah harta yang benar-benar beruntung” (HR. Bukhari dan Muslim).
SUMBER RUJUKAN TERPERCAYA
Kuis ini disusun dari sumber-sumber kredibel dan terpercaya berikut:
- Rumah Zakat – Lembaga amil zakat nasional
- Badan Wakaf Indonesia (BWI.go.id) – Lembaga resmi pemerintah
- Sahih Bukhari – Kitab hadits utama (via berbagai sumber)
- Republika.co.id – Portal berita Islam terkemuka
- Pejabat Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia – Lembaga fatwa resmi
- Kementerian Agama RI (bblm.go.id) – Situs hadits Kemenag
- Al Azhar Peduli – Lembaga amil zakat
- Detik.com – Portal berita terpercaya
AYO MENELADANI ABU THALHAH!
Adik-adik bisa mulai meneladani sifat-sifat mulia Abu Thalhah dalam kehidupan sehari-hari:
- Menyayangi keluarga – seperti Abu Thalhah yang mendahulukan kerabat
- Suka berbagi – meskipun hanya dengan mainan atau makanan ringan
- Ikhlas dalam memberi – tidak mengharap imbalan
- Tidak pelit – mau berbagi dengan teman
- Segera berbuat baik – tidak menunda-nunda kebaikan
Selamat belajar, adik-adik hebat!
Semoga kita bisa meneladani keikhlasan Abu Thalhah dalam bersedekah!
© 2026 ebookanak.com | All Rights Reserved | Untuk Anak Indonesia Lebih Baik
![]()




















































