Bagaimana Sikap Rasulullah Saw Ketika Sujud Diduduki Cucunya?
- Updated: Desember 17, 2025
![]()


Rasulullah sosok yang sangat mempesona kepribadiannya.
Khususnya bagi keluarga dan sahabat dekatnya.
Rasulullah adalah contoh nyata bagaimana menjadi seorang ayah, suami, dan sekaligus pemimpin umat yang berlimpah kasih sayang.
Rasul memendekkan shalatnya ketika mendengar tangis anak.
Karena anak pula, Rasulullah pernah bersujud sangat lama.
Begitu lamanya Rasulullah bersujud sampai-sampai para sahabat mengira Rasulullah sedang menerima wahyu dari Allah Swt.
Padahal yang terjadi sesungguhnya adalah ada cucunya yang menaiki punggungnya.
Air mata Rasul pun menetes saat kematian Ibrahim, putra beliau.
Kisah tentang Rasulullah bersama anak adalah kisah tentang kasih sayang.
Rasulullah pernah menjulurkan lidahnya bercanda dengan al-Hasan bin Ali ra.
(Tamat)
TIPS MEMBINA KASIH SAYANG DALAM KELUARGA
- Rumah tangga dibangun dan didirikan berlandaskan Al-Qur?an dan sunnah nabi.
- Membentuk rumah tangga untuk menciptakan kasih sayang (mawaddah warahmah).
- Suami dan isteri saling menolong dan bekerja sama dalam kebaikan dan ketakwaan.

Kisah Hasan dan Husein: Cucu Rasulullah yang Bermain di Punggung Kakeknya
Assalamu’alaikum, adik-adik yang shalih dan shalihah!
Pernahkah kalian melihat kakek bermain dengan cucunya? Pasti menyenangkan, ya! Nabi Muhammad ๏ทบ juga sangat menyayangi cucu-cucunya. Beliau memiliki dua cucu laki-laki yang sangat cerdas dan lucu, bernama Hasan dan Husein. Mereka adalah putra dari anak perempuan Nabi, Fatimah az-Zahra, dengan Ali bin Abi Thalib.
Ada kisah yang sangat terkenal dan menggemaskan tentang mereka berdua. Yuk, kita simak!
Waktu Shalat yang Istimewa
Suatu hari, Nabi Muhammad ๏ทบ sedang menjalankan shalat. Pada saat itu, shalat bisa dilakukan di masjid atau di rumah. Saat beliau sedang sujud (posisi menunduk hingga dahi menyentuh tanah), datanglah dua malaikat kecil, yaitu Hasan dan Husein.
Melihat punggung kakeknya yang sedang sujud, mereka dengan riang mendudukinya, seakan-akan punggung kakek tercinta itu adalah tempat duduk atau kuda mainan yang nyaman. Nabi Muhammad ๏ทบ yang merasakan hal ini tidak marah atau tergesa-gesa. Beliau justru memperlama sujudnya agar kedua cucu kesayangannya itu bisa bermain dengan puas.
Saking lamanya sujud beliau, para sahabat yang shalat di belakangnya sempat khawatir, berpikir mungkin telah terjadi sesuatu. Namun setelah shalat selesai, Nabi Muhammad ๏ทบ dengan wajah penuh kasih menjelaskan alasan beliau.
“Sungguh cucuku ini (Hasan dan Husein) menaiki punggungku, dan aku tidak suka mengangkat (kepala dari sujud) sampai mereka puas.” (HR. Ahmad)
Subhanallah, betapa besar kesabaran dan cinta Rasulullah ๏ทบ kepada cucu-cucunya!
Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Kisah Ini?
Kisah ini bukan sekadar cerita lucu, lho. Ada banyak pelajaran berharga di dalamnya:
- Kasih Sayang Nabi yang Luas
Rasulullah ๏ทบ adalah manusia paling sibuk dan penting di zamannya. Beliau adalah pemimpin umat, panglima perang, dan utusan Allah. Namun, di tengah kesibukan dan bahkan saat sedang beribadah sekalipun, beliau masih menyempatkan diri untuk bermain dan menyayangi anak-anak. Ini menunjukkan bahwaย menyayangi anak-anak adalah bagian penting dari akhlak mulia. - Kesabaran yang Tiada Tara
Bayangkan, saat kita sedang konsentrasi mengerjakan sesuatu yang penting, lalu ada anak kecil yang mengganggu. Reaksi kita mungkin bisa kesal. Tapi Nabi ๏ทบ justru bersabar dan membiarkan cucunya bermain. Beliau mengajarkan pada kita untukย bersikap lembut dan sabar terhadap anak-anak. - Ibadah dan Kehidupan yang Seimbang
Nabi ๏ทบ menunjukkan bahwa beribadah kepada Allah tidak berarti kita harus kaku dan jauh dari keluarga.ย Cinta kepada Allah dan kasih sayang kepada keluarga bisa berjalan beriringan. Bahkan, menyayangi anak adalah ibadah juga. - Teladan bagi Orang Tua dan Kakek-Nenek
Kisah ini menjadi contoh sempurna bagi semua orang dewasa tentang bagaimana memperlakukan anak-anak: dengan kelembutan, pengertian, dan kesabaran.
Siapa Hasan dan Husein?
Mereka berdua bukan cucu biasa. Mereka adalah pemimpin pemuda surga dan keturunan Nabi yang akan melanjutkan estafet dakwah Islam.
- Hasan bin Ali: Cucu pertama Nabi ๏ทบ, dikenal dengan sifatnya yang santun, pemaaf, dan bijaksana.
- Husein bin Ali: Cucu kedua Nabi ๏ทบ, dikenal dengan keberanian, keteguhan prinsip, dan kecintaannya pada kebenaran.
Kedua cucu kesayangan Nabi ini kelak dewasa menjadi pemimpin yang baik dan dicintai umat. Sayangnya, Husein meninggal sebagai syahid (pejuang yang gugur di jalan Allah) dalam sebuah peristiwa yang menyedihkan di Karbala.
Aktivitas Seru untuk Mengingat Kisah Ini
- Bermain Peran: Coba adik-adik bermain peran dengan ayah atau kakak. Satu orang shalat (bersujud), dan yang lain bermain dengan lembut di punggungnya sambil mengingat kisah Hasan-Husein.
- Mewarnai Gambar: Cari atau buat gambar Nabi Muhammad ๏ทบ yang sedang sujud dengan dua anak kecil di punggungnya. Warnailah dengan indah!
- Hafalkan Nama: Hafalkan dan ceritakan kembali nama lengkap mereka:ย Hasan bin Ali bin Abi Thalibย danย Husein bin Ali bin Abi Thalib.
Kesimpulan
Kisah Hasan dan Husein bermain di punggung kakeknya saat shalat mengajarkan kita bahwa:
- Rasulullah ๏ทบ adalah sosok yang sangat penyayang, sabar, dan lembut terhadap anak-anak.
- Islam adalah agama yang penuh kasih sayang dan menghargai kebahagiaan anak-anak.
- Menyayangi anak kecil adalah sunnah (teladan) Nabi Muhammad ๏ทบ.
Semoga kita bisa meneladani sikap lembut dan penyayang Nabi Muhammad ๏ทบ dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun di mana pun kita berada. Aamiin.
Sumber Kredibel: Kisah ini diriwayatkan dalam banyak kitab hadis yang shahih (terpercaya), seperti Musnad Ahmad dan Sunan An-Nasa’i, serta disebutkan dalam kitab-kitab sejarah Nabi dan para sahabat.





















































