Kisah Seekor Kijang yang Minta Rasulullah Saw Menjadi Jaminannya
- Updated: Desember 15, 2025
![]()


Suatu hari, Rasul bertemu dengan seseorang yang membawa seekor kijang.
Tiba-tiba kijang itu bicara pada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai beberapa ekor anak di hutan yang masih menyusui. Tapi sekarang aku sudah ditangkap. Untuk sementara tolong lepaskan dulu aku supaya aku dapat menyusui anak-anakku. Selesai menyusui, aku janji akan kembali lagi ke mari. Kalau aku tidak kembali ke mari, nanti Allah akan melaknatku sebagaimana Ia melaknat orang yang tidak mengucapkan shalawat padamu….
Lalu Rasulullah pun menyuruh orang itu untuk melepaskan kijang dengan Rasulullah jadi penjaminnya.
Kijang itu pun segera dilepaskan, dan sesuai dengan janjinya, tak lama kemudian si kijang kembali datang menemui Rasulullah dan orang itu lagi.
KEUTAMAAN MENEPATI JANJI
- Mendapat pahala Surga Firdaus.
- Terbebas dari sifat orang munafik.
- Selamat dari kecaman orang banyak.
- Terbebas dari tuntutan di dunia dan di akhirat.
- Meneladani sifat Allah, yang tidak pernah mengingkari janji-Nya.
- Akan dipercaya orang lain dan akan terhindar dari dosa besar.
Download 200 Judul buku anak digital (ebook)
dengan donasi infak Rp 500.000
Pesan Ebook: 0815 6148 165
Hari ini, Kakak mau bercerita tentang keajaiban yang terjadi di zaman Rasulullah Muhammad ๏ทบ. Kisah ini bukan hanya seru, tapi juga penuh dengan pelajaran penting tentang bagaimana kita harus bersikap, baik kepada manusia maupun kepada Allah Swt.
Bagian 1: Kijang yang Berani Bicara (Akidah dan Tauhid)
Bayangkan ya, suatu pagi yang cerah, Rasulullah bertemu dengan seorang laki-laki yang membawa seekor kijang. Kijang itu tampak sedih karena ia tahu ia akan dibawa pergi. Tapi, tahu tidak? Tiba-tiba, sesuatu yang luar biasa terjadi!
Kijang itu berbicara kepada Rasulullah!
Ia berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai beberapa ekor anak di hutan yang masih menyusui. Tolong lepaskan aku sebentar saja supaya aku dapat menyusui anak-anakku. Aku janji akan kembali lagi ke mari.”
Lalu, apa yang membuat Kijang ini begitu berani dan meyakinkan? Dengarkan kelanjutannya:
“Kalau aku tidak kembali ke mari, nanti Allah akan melaknatku sebagaimana Ia melaknat orang yang tidak mengucapkan shalawat padamu…”
Wah, hebat sekali Kijang ini!
Adik-adik, di sini ada pelajaran yang sangat besar tentang Tauhid dan Akidah.
- Semua Makhluk Tahu Siapa Allah: Kijang itu, meskipun hanya seekor binatang, tahu betul tentang Allah Swt. Ia tahu bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Menghukum. Kijang itu menggunakan nama Allah untuk menjamin kejujurannya. Ini menunjukkan bahwa semua yang ada di langit dan di bumi, termasuk hewan, mengenal dan bertasbih kepada Allah. Mereka tahu bahwa Allah adalah Pencipta yang harus ditaati.
Pesan untuk kita: Walaupun kita berbeda dengan hewan, kita harus lebih yakin dan lebih rajin mengingat Allah dalam setiap janji dan perbuatan kita.
- Keistimewaan Rasulullah: Kijang itu menyebutkan tentang Shalawat kepada Rasulullah. Ini menunjukkan betapa istimewanya Nabi kita! Bahkan seekor kijang pun tahu, bahwa tidak bershalawat kepada Nabi adalah kesalahan besar.
Pesan untuk kita: Rasulullah adalah Nabi terakhir dan kekasih Allah. Kita harus selalu mencintai beliau dan rajin mengucapkan “Allahumma sholli ‘ala Muhammad.”
Bagian 2: Penjaminan Sang Rasul (Akhlak Mulia)
Mendengar janji kijang yang begitu tulus, apa yang dilakukan Rasulullah?
Rasulullah, yang dikenal karena kelembutan dan kasih sayangnya (Akhlak), tidak ragu sedikit pun. Beliau tahu, janji yang disebut atas nama Allah harus dihormati. Beliau berkata kepada orang yang menangkap kijang itu, “Lepaskanlah kijang ini, aku yang akan menjadi penjaminnya.”
Coba bayangkan, Adik-adik! Seorang Nabi Agung, junjungan seluruh umat, mau menjadi penjamin untuk seekor kijang!
- Rasa Kasih Sayang: Rasulullah mengajarkan kita untuk memiliki kasih sayang (Akhlak) kepada semua makhluk, bahkan kepada hewan. Beliau melihat kesedihan kijang yang khawatir pada anak-anaknya yang masih menyusui. Hati Rasulullah dipenuhi rasa empati.
Pesan untuk kita: Jika Rasulullah saja menyayangi binatang, kita juga harus menyayangi hewan peliharaan kita, tidak menyakiti kucing di jalan, dan peduli pada lingkungan. Kasih sayang adalah bukti keimanan kita.
- Kepercayaan yang Tinggi: Rasulullah percaya pada kejujuran kijang itu. Ini menunjukkan betapa mulianya Akhlak beliau. Beliau memberi kesempatan kepada kijang untuk menunaikan tanggung jawabnya sebagai ibu.
Pesan untuk kita: Selalu percayai kebaikan dalam diri orang lain, selama tidak ada bukti yang menunjukkan sebaliknya. Berprasangka baik (husnuzan) adalah akhlak yang indah.
Bagian 3: Bukti Janji dan Kekuatan Kejujuran (Akhlak)
Kijang itu pun dilepaskan, ia berlari kencang menuju hutan tempat anak-anaknya. Setelah selesai menyusui dan menenangkan anak-anaknya, apa yang terjadi?
Teng! Tak lama kemudian, kijang itu kembali. Ia datang tepat waktu, kembali kepada Rasulullah dan orang yang menangkapnya!
Orang yang menangkap kijang itu terkejut. Ia tidak menyangka kijang itu benar-benar menepati janjinya.
- Kekuatan Janji: Kijang itu telah mengajarkan kita tentang Akhlak yang paling penting: Menepati Janji. Ketika kita berjanji, artinya kita telah mengikat diri kita sendiri di hadapan Allah. Kijang itu lebih takut kepada laknat Allah (jika ingkar janji) daripada takut ditangkap.
Pesan untuk kita: Janji adalah hutang. Sekecil apa pun janji kitaโjanji mau merapikan mainan, janji mau belajar, atau janji mau membantu Ibuโkita harus berusaha menepatinya. Orang yang menepati janji adalah ciri orang beriman.
- Hadiah untuk Kejujuran: Melihat kejadian ajaib ini, orang yang menangkap kijang itu pun sangat tersentuh. Ia melihat keajaiban dari kejujuran kijang dan kemuliaan Rasulullah. Akhirnya, orang itu memutuskan untuk melepaskan kijang itu! Ia memberi hadiah kebebasan karena kijang itu telah mengajarkan pelajaran yang sangat berharga.
Kesimpulan dari Kisah Kijang yang Jujur:
Adik-adik, dari kisah seekor kijang ini, kita belajar bahwa:
- Tauhid: Allah Maha Kuasa, dan semua makhluk tahu tentang kebesaran-Nya.
- Akidah: Kita harus mencintai dan menghormati Rasulullah dengan bershalawat.
- Akhlak: Kita harus punya kasih sayang kepada semua makhluk, berprasangka baik, dan yang paling penting, selalu menepati janji!
Semoga kita semua bisa meniru kijang ini ya, menjadi anak-anak yang jujur, menyayangi ibu, menyayangi sesama, dan selalu menepati janji kita kepada Allah dan kepada orang lain. Aamiin.




















































