Ebook Anak

Doa Nabi Yunus Di dalam Perut Ikan Paus

 12,100,424 total views,  728 views today

Saat itu kondisi Nabi Yunus amat lemah dan kurus.

Saat berdakwah Nabi Yunus as sempat berputus asa.

Soalnya, setelah sekian lama Nabi Yunus as berdakwah kepada kaum Ninawa.

Hanya dua orang saja yang mau beriman.

Nabi Yunus as pun tanpa seizin Allah Swt.pergi meninggalkan kaum Ninawa.

Nabi Yunus as kemudian berlayar naik kapal laut.

Namun di tengah lautan, tiba-tiba terjadi angin badai yang dahsyat.

Kapal laut itu terombang-ambing hampir tenggelam.

Nahkoda kapal kemudian mengundi para penumpangnya.

Barangsiapa namanya keluar saat pengundian, maka ia harus meloncat ke dalam laut.

Setelah melakukan pengundian tiga kali berturut-turut, ternyata selalu nama Nabi Yunus as yang keluar.

Maka….Byurrr!

Akhirnya, Nabi Yunus as dengan berani dan ikhlas meloncat ke dalam laut.

Allah Swt. kemudian menyuruh seekor ikan paus untuk menelannya.

Selama di dalam perut ikan paus, Nabi Yunus as berdoa dan bertobat dengan kekhilafannya.

Allah Swt. kemudian menyuruh ikan paus itu untuk melemparkan Nabi Yunus as ke tepi pantai.

Saat itu kondisi Nabi Yunus amat lemah dan kurus.

Allah Swt. lalu menumbuhkan pohon labu di sana.

Setelah makan labu, Nabi Yunus as pun kembali sehat bugar.

Sejak itu, Nabi Yunus as kembali berdakwah pada kaum Ninawa.  

Pesan kisah
Agar berhasil dalam segala hal lakukan dengan sungguh-sungguh dan jangan mudah menyerah jika menghadapi kesulitan.

Tahukah kamu Keajaiban Ikan Paus?

  • Berat ikan paus setara dengan berat 30 ekor gajah.
  • Panjang ikan paus setinggi bangunan berlantai 5.
  • Tubuh ikan paus bisa tahan terhadap tekanan air berjuta-juta ton di kedalaman laut.
  • Ikan paus adalah makhluk laut terbesar.
  • Ikan paus bisa mengetahui arah di dalam air dengan mengikuti gema yang dibuatnya.
  • Meski hidup di dalam laut, ikan paus tidak pernah meminum air laut. Air garam itu bisa berbahaya bagi ikan paus.

Kontributor:

  • Naskah: Nurul Ihsan
  • Ilustrasi: Uci Ahmad Sanusi
  • Desain layout: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Kawan Kita (Jakarta, Indonesia)
  • Hak cipta/copy right: Nurul Ihsan/cbmagency.com

jasa penerbitan buku online dan offline.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *