Manusia Diciptakan dengan Tujuan yang sangat Mulia
- Updated: April 24, 2026
![]()

📖 Printable Islamic & Educational eBook for Kids
✔ Bisa di-download
✔ Bisa di-print sendiri di rumah
✔ Cocok untuk belajar & aktivitas anak
Soal 4: Tujuan Hidup – Beribadah (‘Abdullah)
Pertanyaan: Manusia diciptakan dengan tujuan yang sangat mulia. Sebutkan dalil utama dari Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin adalah semata-mata untuk beribadah kepada Allah, lalu jelaskan makna “ibadah” dalam konteks ini!
Jawaban:
Dalil utamanya adalah QS. Adz-Dzariyat (51): 56:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”
Makna “ibadah” di sini bukan hanya ritual (shalat, puasa), tetapi mencakup segala perbuatan dan perkataan yang diridhai Allah, baik yang tampak maupun yang batin, seperti bekerja mencari nafkah yang halal, menuntut ilmu, menjaga lingkungan, dan berbuat baik. Intinya, menjadikan seluruh hidupnya sebagai bentuk pengabdian.
Pembahasan Super Lengkap:
A. Tafsir Mendalam:
- Syaikh As-Sa’di dalam Tafsir As-Sa’di: “Ibadah adalah akar dari penciptaan. Allah memerintahkan mereka beribadah dan melarang mereka bermaksiat. Kebahagiaan mereka tergantung pada pelaksanaan ibadah.”
- Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar: Ayat ini mengangkat derajat manusia. Bukan seperti binatang yang hanya makan, kawin, dan mati. Tujuan manusia adalah mengabdi pada Khaliq (Pencipta), yang jika dilakukan dengan ikhlas, akan mendatangkan kebahagiaan hakiki.
B. Pendapat Ulama 4 Mazhab:
- Mazhab Syafi’i (Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin): Ibadah adalah “taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para rasul.” Ia membagi ibadah menjadi ibadah mahdhah (khusus seperti shalat) dan ghairu mahdhah (kegiatan duniawi yang diniatkan ibadah).
- Mazhab Hanafi (Imam Al-Kasani): Menekankan bahwa niat (niyyah) adalah ruh dari ibadah. Makan pun bisa menjadi ibadah jika niatnya untuk menguatkan badan menjalankan perintah Allah.
C. Aplikatif (Untuk Pekerja/Orang Tua):
Jika seorang ayah pergi bekerja mencari nafkah dengan niat untuk menafkahi keluarganya (yang merupakan kewajiban), maka aktivitas “kerja” tersebut bernilai ibadah. Inilah tujuan hidup Muslim: menyatukan antara aktivitas dunia dan akhirat dalam bingkai niat karena Allah.




















































