Ebook Anak

Apa Pesan Terakhir Robert Wolter Monginsidi Setelah Ditembak Mati Belanda?

 12,099,931 total views,  235 views today

Apa Pesan Terakhir Robert Wolter Monginsidi Setelah Ditembak Mati Belanda?

Pada tahun 1942—1945, Robert Wolter Monginsidi belajar di sekolah calon guru di Tomohon, Sulawesi Utara.

Robert Wolter Monginsidi sempat mengajar Bahasa Jepang sebelum memutuskan pindah ke Makassar.

Pada saat itu, kekuasaan Jepang di Makassar sudah digantikan oleh tentara NICA Belanda, meski kemerdekaan RI sudah diproklamirkan pada 17 Agustus 1945.

Robert Wolter Monginsidi yang ketika itu masih berusia 20 tahun, berani memimpin ratusan pemuda Makassar untuk menyerang markas-markas Belanda, seperti di Gedung Radio Makassar, Stasiun Radio Matoangin, dan Kamp. Mariso.

Robert Wolter Monginsidi kemudian membentuk Laskar Pemberontak Indonesia Sulawesi (Lapris) bersama Langgeng Daeng Romo.

Setelah menambah kekuatan, Belanda akhirnya berhasil menangkap Robert Wolter Monginsidi pada 28 Februari 1947.

Robert Wolter Monginsidi sempat berhasil meloloskan diri dari penjara.

Namun, kembali ditangkap dan dihukum mati pada 5 September 1949.

Saat menjalani hukuman, dengan tangan kiri memegang Alkitab, Robert Wolter Monginsidi menolak untuk ditutup matanya dan meminta ditembak setelah memekikkan kata “Merdeka!”.

Di dalam Alkitabnya, terselip kertas dengan tulisan “Setia Hingga Akhir di Dalam Keyakinan”.

Lahir : Manado, 14 Februari 1925
Wafat: Makassar, 5 September 1949

(Nurul Ihsan)

 4,044 total views,  1 views today

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *