Ebook Anak

Hindun binti Al-Muhallab Memiliki Tasbih dari Mutiara

 11,763,200 total views,  1,194 views today

Hindun binti al-Muhallab memiliki banyak tasbih yang terbuat dari untaian permata.

Hindun binti al-Muhallab ternyata adalah istri Al-Hajjaj bin Yusuf, seorang gubernur muslim yang terkenal kejam.

Namun kebalikan dengan suaminya, Hindun binti al-Muhallab terkenal saliha, cerdas, dermawan, dan baik hati.

Dalam sehari, Hindun binti al-Muhallab pernah membebaskan 40 orang budak.

Hindun binti al-Muhallab punya prinsip, “Jika melihat nikmat Allah datang, segeralah memanjatkan syukur sebelum nikmat itu menghilang.”

Istri Gubernur yang Amat Dermawan

Meski Hindun binti al-Muhallab seorang istri gubernur, tapi ia tetap bekerja mencari nafkah dari keringatnya sendiri.

Hal itu Hindun binti al-Muhallab lakukan karena ia ingat salah satu hadis Rasul Saw.

“Semakin berat kalian bekerja, semakin besar pahala yang kalian peroleh.”

Sebenarnya, sebagai seorang istri gubernur, Hindun binti al-Muhallab memiliki banyak harta kekayaan.

Hindun binti al-Muhallab memiliki banyak tasbih yang terbuat dari untaian permata.

Karena sangat dermawan, setelah bertasbih ia tak segan-segan membagikannya kepada para wanita yang lain.

Wanita yang Paling Tahu

Di antara para sahabat wanita di masa itu, mungkin Hindun binti al-Muhallab dari sedikit wanita yang paling banyak tahu tentang kaum wanita.

Hindun binti al-Muhallab berpesan, “Tempat terbaik agar para wanita terhindar dari para penjahat adalah di dalam rumahnya.”

Hindun binti Al-Muhallab juga berpendapat, bahwa kecantikan seorang wanita bukan terletak pada wajah atau perhiasan yang dipakainya.

Perangkat perhiasan terbaik bagi kaum wanita adalah pikiran terbuka yang dibingkai akhlak sempurna.

Ucapan Keteladanan

Apa yang setiap Hindun binti al-Muhallab ucapkan selalu mengandung hikmah keteladanan.

Hindun binti al-Muhallab berpendapat, “Ketaatan seorang hamba kepada Allah diiringi kecintaan.”

“Orang yang taat adalah orang yang dicintai orang lain, meski rumahnya jauh dan terpencil.”

“Sedangkan durhaka adalah kawan kebencian.”

“Seorang pendurhaka pastilah dibenci, meski kita berhubungan akrab dan sering mendapat pertolongannya.”

Hindun binti Al-Muhallab yang memiliki ilmu yang luas kemudian wafat di tahun 101 Hijriyah, pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz.

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Uci Ahmad Sanusi
  • Desainer dan layouter: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Qultum Media (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *