Ebook Anak

Sekantung Uang Untuk Humaidah binti An-Nu’man

 11,766,077 total views,  411 views today

Bayangkan saja, dengan ketajaman lidah dan keindahan kata-katanya, Humaidah binti an-Nu’man tanpa takut menentang kezaliman, meskipun orang yang berbuat zalim itu adalah menantunya sendiri, Gubernur Al-Hajjaj bin Yusuf.

Pada zaman dulu, di negeri Arab, profesi seorang penyair sangat terpandang dan dihormati.

Begitu pula, dengan Humaidah binti an-Nu’man.

Seorang sastrawan wanita arab yang cantik dan sangat ahli tentang seni sastra.

Humaidah binti an-Nu’man juga termasuk sastrawan wanita pemberani.

Bayangkan saja, dengan ketajaman lidah dan keindahan kata-katanya, Humaidah binti an-Nu’man tanpa takut menentang kezaliman, meskipun orang yang berbuat zalim itu adalah menantunya sendiri, Gubernur Al-Hajjaj bin Yusuf.

Sehingga Hajjaj bin Yusuf yang kejam dan berkuasa pun sangat khawatir dengan ketajaman lidah ibu mertuanya ini.

Sekantung Uang Bagi Penyair

Di masa jahiliyah, kehadiran seorang penyair cukup penting.

Penyair bisa dengan mudah menyampaikan pesan yang bersifat pujian atau kritik pada para pejabat dan penguasa.

Jika ada seorang pejabat yang baik datang, sang penyair dengan  kepandaiannya mengolah kata-kata langsung melontarkan kata-kata pujian pada pejabat itu.

Jika pejabat yang dipuji itu berkenan, tanpa ragu, ia akan melemparkan sekantung uang buat si penyair.

Namun untuk jadi penyair itu tidaklah mudah.

Sebab seorang penyair memerlukan kecepatan berpikir, lidah yang fasih, dan ilmu yang luas.

Dukungan Besar Keluarga

Karena itu  tak aneh, jika Humaidah binti an-Nu’man menjadi penyair besar yang dikagumi orang.

Karena ayah, kakek, dan neneknya adalah sahabat-sahabat Rasulullah Saw dari golongan Anshar yang terkenal amat dermawan.

Kakeknya, Basyir bin Sa’ad, termasuk orang yang pandai menulis di masa ketika sedikit sekali orang dapat menulis dan membaca.

Sedangkan ayahnya, Nu’man, adalah bayi Anshar pertama yang lahir setelah hijrahnya Rasulullah Saw.

Kesuksesan Humaidah binti an-Nu’man pun tak bisa dilepaskan dari peran dan dukungan besar keluarganya.

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Uci Ahmad Sanusi
  • Desainer dan layouter: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Qultum Media (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *