Ebook Anak

Umair bin Wahab dan Hadiah 100 Unta Untuk Membunuh Rasul

 11,765,848 total views,  182 views today

Kesulitan ekonomi yang dialami Umair bin Wahab membuat ia gelap mata dan kehilangan akal sehatnya.

Suatu hari, Umair bin Wahab dan Shafwan bin Umayyah berencana untuk membunuh Rasulullah Saw. 

Kesulitan ekonomi yang dialami Umair bin Wahab  membuat ia gelap mata dan kehilangan akal sehatnya.

Di saat  kebingungan seperti itu, Shafwan bin Umayyah menawarkan pekerjaan pada  Umair bin Wahab  untuk membunuh Rasulullah Saw.

“Jika kau berhasil membunuh Muhammad dan menyiksanya dengan keji, aku berjanji akan memberimu 100 ekor unta.”

“Selain itu, kamu bisa melunasi semua utang keluargamu, begitu pula keluargamu akan aku jadikan bagian dari keluargaku!” kata Shafwan bin Umayyah kepada Umair bin Wahab. 

Tanpa pikir panjang, Umair bin Wahab langsung menerima tawaran Shafwan bin Umayyah.

“Tapi ingat, ini adalah misi rahasia kita berdua.”

“Kau jangan menceritakan rahasia ini pada siapapun!” pesan Shafwan bin Umayyah kepada Umair bin Wahab.

Di saat Umair bin Wahab akan melaksanakan rencana kejinya, ia tak sengaja bertemu Umar bin Khaththab, sahabat Rasulullah Saw yang sangat ditakuti kaum Quraisy. 

“Apa maksud kedatanganmu ke rumah Rasulullah?” tanya Umar bin Khattab. 

Umair bin Wahab pun berkilah, “Sungguh kedatanganku ke sini untuk menebus putraku yang telah kalian tawan.”  

Rasul Saw Bisa Membaca Rencana Umair bin Wahab

Rasulullah Saw sebenarnya sudah mengetahui bahwa Umair bin Wahab berbohong.

Rasulullah Saw mendapat petunjuk dari Allah Swt.

Berkali-kali Rasulullah Saw bertanya kepada Umair bin Wahab, berkali-kali pula Umair bin Wahab terus berbohong.

Karena Umair bin Wahab tetap tak mau mengaku, maka Rasulullah Saw pun berkata.

“Aku tahu engkau telah bersekongkol dengan Shafwan bin Umayyah untuk membunuhku dengan imbalan100 ekor unta.”

“Imbalan 100 ekor unta itu untuk melunasi seluruh utang keluargamu dan menjadikan keluargamu bagian dari keluarganya!” jelas Rasulullah pada Umair bin Wahab.

Umair bin Wahab tersentak kaget karena Rasulullah Saw mengetahui niat busuknya.

Umair bin Wahab amat heran, “Benar-benar tidak habis pikir. Bagaimana Rasulullah Saw bisa mengetahui rencana busukku.”

“Padahal tidak ada orang lain yang mendengarkan, hanya aku dan Shafwan bin Umayyah.”

“Lagi pula, percakapan itu terjadi di Mekah, jauh dari Madinah tempat Rasulullah Saw berada,” batin Umair bin Wahab dalam hati dengan penuh keheranan.

Kehebatan Rasulullah yang bisa membaca rencana jahatnya itu membuat Umair bin Wahab yakin.

Bahwa Muhammad benar-benar utusan Allah.

Dan Umair bin Wahab, akhirnya masuk Islam dengan  mengucapkan dua kalimat syahadat.

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Uci Ahmad Sanusi
  • Desainer dan layouter: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Qultum Media (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *