Ebook Anak

Hafshah binti Sirin 30 Tahun Tinggal di dalam Rumah

 11,919,974 total views,  1,715 views today

Selama hidupnya, Hafshah binti Sirin senantiasa dipenuhi dengan ibadah, kehormatan, kemuliaan, dan kebaikan.

Meski kedua orangtua Hafshah binti Sirin bekas budak, namun mereka berakhlak mulia.

Ayahnya bernama Sirin dan ibunya bernama Shafiyyah.

Hafshah binti Sirin memiliki seorang kakak laki-laki bernama Muhammad bin Sirin. 

Kelak di kemudian hari, kedua kakak beradik itu dikenal menjadi ahli ilmu hadis yang terkemuka.

Kedua kakak beradik ini saling mengakui dan  menghormati satu sama lain.

Misalkan, jika Muhammad bin Sirin mendapat kesulitan dalam memahami isi Al-Qur’an, ia akan menyuruh murid-muridnya untuk pergi bertanya pada Hafsah binti Sirin.

Amat Tekun Beribadah

Bagaimana Hafshah binti Sirin beribadah setiap harinya?

Menurut salah satu keterangan, Hafshah binti Sirin tinggal di dalam rumah selama 30 tahun.

Selama itu, Hafshah binti Sirin tidak keluar dari tempat shalatnya, kecuali untuk menemui seseorang atau untuk menunaikan suatu kebutuhan.

Selama hidupnya, Hafshah binti Sirin senantiasa dipenuhi dengan ibadah, kehormatan, kemuliaan, dan kebaikan.

Ibnu Abu Daud  pernah berkata, “Pemimpin tabi’in wanita adalah Hafshah binti Sirin, Amrah binti Abdurrahman, dan selanjutnya Ummu Ad-Darda….”

Berdasarkan pengalaman hidupnya, Hafshah binti Sirin pernah berpesan pada generasi muda agar banyak belajar menuntut ilmu di saat muda.

Karena hal itu lebih mudah, dibanding menuntut ilmu di saat sudah tua.

Kematiannya Didahului Putranya

Hafshah binti Sirin termasuk salah satu murid Bunda Aisyah.

Sejak usia 12 tahun, Hafshah binti Sirin telah menguasai bacaan Al-Qur’an.

Dan sejak itu pula, sepanjang hidupnya, Hafshah binti Sirin tak pernah lepas dari membaca Al-Qur’an.

Dari pernikahannya, Hafshah binti Sirin dikaruniai seorang putra yang sangat ia muliakan bernama Hudzail.

Anaknya soleh, amat berbakti, dan semua yang Hafshah binti Sirin lakukan begitu banyak kebaikan dan kebahagiaan pada dirinya.

Namun, sayangnya.

Di saat-saat menikmati kebahagiaan itu, tiba-tiba Hudzail pergi mendahului Hafshah binti Sirin dipanggil Allah Swt.

Hafshah binti Sirin sangat terpukul atas kematian putranya itu.

Untungnya, Hafshah binti Sirin kembali tenang dan ikhlas hatinya setelah ia membaca Al-Qur’an pada suatu malam.

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Uci Ahmad Sanusi
  • Desainer dan layouter: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Qultum Media (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *