Apa Keistimewaan Ummu Mahjan Sehingga Diperhatikan Rasulullah?
- Updated: Desember 15, 2025
![]()


Ummu Mahjan adalah seorang wanita miskin berkulit hitam yang tinggal di Madinah.
Rasul pun ikut memperhatikan kehidupan Ummu Mahjan.
Tiap hari, Ummu Mahjan senantiasa membersihkan kotoran dan dedaunan di masjid dengan menyapu dan membuangnya ke tempat sampah.
Berkat Ummu Mahjan, masjid itu pun jadi terawat kebersihannya.
Ummu Mahjan terus menerus melakukan pekerjaan tersebut sampai beliau wafat.
Ketika Ummu Mahjan wafat, para sahabat membawa jenazahnya pada malam hari, tanpa sepengetahuan Rasulullah.
Lalu menshalatkan dan menguburkannya.
Keesokan harinya, Rasulullah kemudian datang ke makam Ummu Mahjan untuk menshalatkannya.
KEUTAMAAN MEMBERSIHKAN MASJID
- Allah Swt. berkenan mendirikan rumah di surga bagi orang yang suka membersihkan masjid.
- Memungut sampah sebesar debu dari masjid adalah maskawin untuk bidadari.
- Orang yang memungut sampah dari masjid adalah mereka yang akan memetik bunga yasmin di surga kelak.
Download 200 Judul buku anak digital (ebook)
dengan donasi infak Rp 500.000
Pesan Ebook: 0815 6148 165
Kisah Inspiratif Ummu Mahjan: Wanita Pembersih Masjid yang Dicintai Rasulullah ๏ทบ
Siapa Ummu Mahjan?
Adik-adik yang baik, pernahkah kalian mendengar nama Ummu Mahjan? Mungkin namanya tidak seterkenal Abu Bakar, Umar, atau Khadijah. Tapi tahukah kalian? Wanita sederhana ini memiliki kisah yang sangat istimewa dan mengharukan. Kisahnya bahkan membuat Rasulullah ๏ทบ menangis dan mengajarkan kita pelajaran berharga tentang menghargai orang lain.
Ummu Mahjan adalah seorang wanita Muslim yang hidup di zaman Rasulullah ๏ทบ di kota Madinah. Ia adalah seorang budak wanita yang memiliki kulit hitam. Nama “Ummu Mahjan” sendiri berarti “Ibu si Mahjan”โmungkin itu nama anaknya atau panggilan sayang untuknya.
Pekerjaan Mulia Ummu Mahjan
Setiap pagi, ketika matahari mulai terbit di Madinah, Ummu Mahjan sudah bangun dan bersiap-siap. Ia bukan hendak pergi ke pasar, bukan pula mau berkunjung ke rumah teman. Ia pergi ke tempat yang paling istimewa di Madinah: Masjid Nabawi, masjid yang dibangun oleh Rasulullah ๏ทบ sendiri.
Apa yang dilakukan Ummu Mahjan di masjid? Ia menjadi pembersih masjid. Ya, pekerjaan yang mungkin sebagian orang anggap sepele. Tapi bagi Ummu Mahjan, ini adalah pekerjaan yang sangat ia cintai dan ia lakukan dengan sepenuh hati.
Sehari dalam Kehidupan Ummu Mahjan
Mari kita bayangkan sehari dalam kehidupan Ummu Mahjan:
Pagi-pagi sekali, setelah salat Subuh, Ummu Mahjan datang ke masjid membawa sapu dan alat-alat kebersihannya. Ia mulai menyapu lantai masjid dengan teliti. Setiap sudut ia bersihkan. Setiap debu ia hilangkan. Setiap sampah daun yang jatuh dari pohon-pohon di halaman masjid ia kumpulkan.
Siang hari, ketika matahari mulai terik, ia memastikan masjid tetap bersih dan nyaman untuk jamaah yang datang salat Zuhur. Ia merapikan sandal-sandal yang berserakan di depan masjid. Ia memastikan tidak ada batu kecil yang bisa melukai kaki jamaah.
Sore hari, sebelum salat Ashar, ia kembali menyapu masjid. Meski tubuhnya mungkin lelah, wajahnya selalu tersenyum. Ia senang bisa menjaga kebersihan rumah Allah.
Malam hari, setelah salat Isya, ia memastikan masjid bersih untuk jamaah yang ingin salat Tahajud di malam hari.
Begitulah rutinitas Ummu Mahjan setiap hari. Tanpa lelah, tanpa mengeluh, tanpa mengharapkan pujian. Ia melakukannya dengan ikhlas karena Allah SWT.
Keistimewaan Ummu Mahjan
Meski pekerjaannya sederhana, Ummu Mahjan memiliki keistimewaan yang luar biasa:
1. Pekerja yang Tekun dan Ikhlas
Ummu Mahjan tidak pernah absen dari tugasnya. Setiap hari ia datang, bahkan ketika cuaca panas terik atau ketika tubuhnya tidak enak badan. Bagi kebanyakan orang, pekerjaan membersihkan mungkin dianggap rendah. Tapi tidak bagi Ummu Mahjan. Ia tahu bahwa ia sedang membersihkan rumah Allah, dan itu adalah kehormatan yang besar.
2. Rendah Hati dan Tidak Sombong
Meski sering bertemu dengan Rasulullah ๏ทบ dan para sahabat, Ummu Mahjan tetap rendah hati. Ia tidak pernah merasa lebih baik dari orang lain. Ia juga tidak pernah merasa malu dengan pekerjaannya. Ia bangga bisa melayani rumah Allah.
3. Dicintai oleh Rasulullah ๏ทบ
Ini yang paling istimewa! Rasulullah ๏ทบ sangat menghargai Ummu Mahjan. Setiap kali beliau melihat Ummu Mahjan membersihkan masjid, beliau tersenyum dan menyapanya dengan ramah. Rasulullah ๏ทบ tidak pernah memandang rendah pekerjaannya. Bahkan, beliau sering memujinya di hadapan para sahabat.
Kisah yang Mengharukan
Suatu hari, sesuatu yang sangat sedih terjadi. Ummu Mahjan meninggal dunia. Tapi yang aneh, tidak ada yang memberitahu Rasulullah ๏ทบ tentang kematiannya. Mengapa? Mungkin para sahabat berpikir Rasulullah ๏ทบ sedang sibuk dengan urusan penting, dan kematian seorang pembersih masjid mungkin dianggap tidak perlu diberitahukan segera.
Ummu Mahjan dikuburkan pada malam hari, ketika Rasulullah ๏ทบ sedang tidak ada.
Rasulullah ๏ทบ Mencari Ummu Mahjan
Keesokan harinya, ketika Rasulullah ๏ทบ datang ke masjid untuk salat, beliau menyadari ada yang berbeda. Masjid terlihat kurang bersih dari biasanya. Beliau melihat-lihat sekeliling, mencari sosok yang biasa membersihkan masjid.
“Di mana Ummu Mahjan?” tanya Rasulullah ๏ทบ kepada para sahabat.
Para sahabat saling berpandangan. Dengan nada sedih, mereka menjawab: “Ya Rasulullah, ia telah meninggal dunia tadi malam dan sudah kami kuburkan.”
Mendengar jawaban itu, wajah Rasulullah ๏ทบ berubah. Beliau terlihat sangat sedih, bahkan sedikit marah.
“Mengapa kalian tidak memberitahuku?” tanya beliau dengan nada kecewa.
Para sahabat merasa bersalah. Mereka berpikir tidak perlu mengganggu Rasulullah ๏ทบ untuk hal yang mereka anggap kecil.
Rasulullah ๏ทบ Mensalatkan Jenazahnya
Apa yang dilakukan Rasulullah ๏ทบ selanjutnya membuat semua sahabat terkejut dan terharu.
“Tunjukkan kepadaku di mana kuburannya!” perintah Rasulullah ๏ทบ dengan tegas.
Para sahabat mengantar Rasulullah ๏ทบ ke pemakaman Baqi’, tempat Ummu Mahjan dikuburkan. Sampai di sana, Rasulullah ๏ทบ berdiri di depan kuburan Ummu Mahjan. Beliau kemudian mensalatkan jenazahnya meskipun ia sudah dikuburkan!
Rasulullah ๏ทบ berdiri dengan khusyuk, mengangkat kedua tangannya, dan melakukan salat jenazah untuk Ummu Mahjan. Para sahabat ikut berdiri di belakang beliau, mensalatkan wanita yang mereka anggap biasa itu.
Setelah selesai salat, Rasulullah ๏ทบ bersabda:
“Sesungguhnya kubur itu gelap gulita. Allah meneranginya karena salatku atas penghuni kubur ini.”
Subhanallah! Betapa mulianya Ummu Mahjan di mata Rasulullah ๏ทบ dan di mata Allah SWT.
Pelajaran Berharga dari Kisah Ummu Mahjan
Adik-adik yang baik, dari kisah Ummu Mahjan, kita belajar banyak hal penting:
1. Tidak Ada Pekerjaan yang Rendah
Ummu Mahjan mengajarkan kita bahwa tidak ada pekerjaan halal yang rendah atau memalukan. Yang penting adalah bagaimana kita melakukannya: dengan ikhlas, tekun, dan penuh tanggung jawab. Seorang pembersih masjid bisa lebih mulia daripada orang kaya yang sombong.
2. Keikhlasan Itu Berharga
Ummu Mahjan tidak mencari pujian atau penghargaan. Ia bekerja dengan ikhlas karena Allah. Dan Allah SWT membalasnya dengan kemuliaan yang luar biasa: Rasulullah ๏ทบ sendiri yang mensalatkan jenazahnya!
3. Hargai Setiap Orang
Rasulullah ๏ทบ mengajarkan kita untuk menghargai setiap orang, tidak peduli apa pekerjaan mereka atau dari mana mereka berasal. Ummu Mahjan adalah seorang budak berkulit hitam yang bekerja sebagai pembersih, tapi Rasulullah ๏ทบ sangat menghargainya.
4. Menjaga Kebersihan adalah Ibadah
Membersihkan masjid, rumah, sekolah, atau lingkungan kita adalah ibadah yang mulia. Rasulullah ๏ทบ bersabda: “Kebersihan adalah sebagian dari iman.” Jadi, setiap kali kita membersihkan sesuatu, kita sedang beribadah!
5. Jangan Remehkan Orang Lain
Para sahabat belajar pelajaran penting hari itu: jangan pernah meremehkan siapa pun. Orang yang kita anggap kecil atau tidak penting, mungkin sangat mulia di mata Allah SWT.
Ummu Mahjan di Mata Allah SWT
Ada satu hal lagi yang sangat menyentuh dari kisah ini. Rasulullah ๏ทบ pernah bersabda bahwa kuburan itu gelap gulita dan menakutkan. Tapi karena beliau mensalatkan Ummu Mahjan, kubur itu menjadi terang benderang!
Bayangkan, adik-adik! Seorang wanita sederhana yang hanya membersihkan masjid, mendapat kemuliaan yang luar biasa. Kuburnya diterangi oleh Allah karena keikhlasannya. Rasulullah ๏ทบ sendiri yang mendoakannya. Para malaikat turut mengaminkan doa Rasulullah ๏ทบ.
Ini menunjukkan bahwa Allah tidak melihat dari status sosial, kekayaan, atau keturunan kita. Allah melihat hati kita, niat kita, dan amal perbuatan kita. Ummu Mahjan mungkin miskin dan sederhana di mata manusia, tapi ia sangat kaya dan mulia di mata Allah SWT.
Teladan untuk Kita
Adik-adik yang baik, kita bisa meneladani Ummu Mahjan dengan cara-cara sederhana:
Di Rumah: Bantu orang tua membersihkan rumah dengan ikhlas. Jangan mengeluh saat diminta bersih-bersih kamar. Ingat Ummu Mahjan yang senang hati membersihkan masjid.
Di Sekolah: Ikut piket kelas dengan tanggung jawab. Jangan buang sampah sembarangan. Jaga kebersihan toilet sekolah. Setiap kali kita membersihkan, kita sedang beribadah seperti Ummu Mahjan.
Di Masjid: Kalau ada kesempatan, ikut membersihkan masjid atau musala. Jangan kotor-kotori masjid. Rapikan sandal dengan baik. Ini semua mengikuti jejak Ummu Mahjan.
Kepada Orang Lain: Jangan pernah meremehkan orang lain karena pekerjaannya. Hargai tukang sampah, cleaning service, tukang kebun, dan semua orang yang bekerja. Ingat, Rasulullah ๏ทบ sangat menghargai Ummu Mahjan.
Pesan Penutup
Kisah Ummu Mahjan mengajarkan kita bahwa kemuliaan sejati tidak datang dari jabatan, kekayaan, atau keturunan, tapi dari keikhlasan hati dan amal saleh.
Seorang wanita sederhana yang hanya membersihkan masjid bisa menjadi orang yang sangat mulia di mata Allah dan Rasul-Nya. Begitu pula dengan kita. Tidak peduli siapa kita, dari mana kita berasal, atau apa pekerjaan kita kelakโyang penting adalah melakukannya dengan ikhlas karena Allah.
Jadi, adik-adik, jangan pernah merasa kecil atau tidak berguna. Setiap kebaikan yang kita lakukan, sekecil apa pun, Allah melihatnya dan akan membalasnya. Seperti Ummu Mahjan yang mendapat kehormatan disalatkan oleh Rasulullah ๏ทบ sendiri.
Mari kita teladani Ummu Mahjan: bekerja dengan ikhlas, menjaga kebersihan, rendah hati, dan selalu berbuat baik tanpa mengharapkan pujian dari manusia.
Wallahu a’lam bishawab (Allah Yang Maha Mengetahui yang benar)
Semoga kisah Ummu Mahjan menginspirasi kita semua untuk selalu berbuat baik dengan ikhlas. Aamiin!
Sumber: HR. Bukhari dan Muslim




















































