Ebook Anak

Pangeran Zahran Penakluk Naga

 12,100,484 total views,  788 views today

Pangeran zahran seorang penakut.

Pangeran Zahran adalah putra raja yang terkecil. Ia seorang penakut.

Pangeran Zahran tidak menyukai kegiatan yang membutuhkan keberanian. Misalnya, berburu pada malam hari, mendaki gunung, apalagi menangkap naga. Sayangnya, kegiatan itulah yang akan dia lakukan hari ini di sekolah para pangeran.

Guru Olaf menyuruh para pangeran mempersiapkan diri. Ada yang membawa pedang, tameng, juga jubah antiapi.

Pangeran Zahran tidak membawa semua itu. Ia malah membawa sekeping kaca, sebotol sirup mawar yang manis, dan segulung benang yang kuat. Semua murid lain menertawakannya. Pangeran Zahran diam saja. Sebenarnya, dia juga tidak tahu apa kegunaan barang-barang itu. Dia hanya tidak suka membawa tameng atau pedang.

Naga hijau itu sangat menakutkan. Tubuhnya besar. Kepakan sayapnya menggetarkan. Dia terus-menerus menyemburkan bola api yang besar.

Semua tameng para pangeran meleleh akibat bola api sang naga. Pedang-pedang bengkok karena kerasnya sisik naga hijau. Para pangeran menyerah. Mereka berlindung di balik jubah antiapi masing-masing.

Kini, giliran Pangeran Zahran. Dengan bingung, dikeluarkannya keping kaca yang dibawanya. Kaca itu diarahkan ke mulut gua. Pantulan sinar matahari di keping kaca itu menyilaukan naga hijau.

Naga bergerak tidak karuan dengan mata tertutup. Si naga keluar gua dengan marah. Karena panik, Pangeran Zahran asal melempar botol sirupnya ke depan naga. Hap, naga memakan botol itu.

Tiba-tiba, langkah naga terhenti. Mulutnya mencecap senang. Oh, rupanya naga menyukai sirup manis itu. “Cepat, ambil botol sirup sebanyak mungkin dari dapur istana,” perintah Guru Olaf.

Naga hijau meminum puluhan botol sirup mawar yang manis. Ia tertidur karena kekenyangan.

Dengan hati-hati, Pangeran Zahran dan teman-temannya mengikat naga dengan tali yang dibawanya. Para pangeran bersorak memuji Pangeran Zahran. Kini, ia dikenal sebagai pangeran pemberani yang menaklukkan naga.

 1,060 total views,  1 views today

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *