25 Kuis Tanya Jawab tentang Rasulullah sebagai Pedagang Jujur dan Amanah – Lengkap untuk Anak SD
- Updated: Februari 20, 2026
![]()
Download 200+ ebook anak bergambar PDF Printable

Rasul Saw. mulai berdagang sejak usia 12 tahun bersama pamannya, Abu Thalib.
Pada saat itu, Abu Thalib mengajak Rasul berdagang ke negeri Syam atau Damaskus.
Dengan izin Allah Swt., awan putih senantiasa menaungi rombongan itu sepanjang perjalanan.
Saat Abu Thalib kehausan di tengah perjalanan, Rasul menyentuh sebidang tanah dengan tumitnya.
Subhanallah, dari tanah itu muncul mata air.
Abu Thalib minum sepuasnya hingga tidak lagi merasa haus.
Rasul sangat sukses dalam berdagang karena ia terkenal sangat jujur.
Ia pun dijuluki Al Amin.
Artinya orang yang terpercaya.
Karena kejujurannya itu, Rasul pun dipercaya untuk membawa barang dagangan Khadijah binti Khuwailid, seorang saudagar yang dihormati di kota Mekah.
Pada usia 25 tahun, Rasul telah mampu mengumpulkan harta senilai 125 ekor unta.
Harta itu kemudian dijadikan mas kawin atau mahar untuk melamar Khadijah. ***
Etika Berdagang
- Pelanggan yang tak mampu membayar kontan hendaknya diberikan waktu untuk melunasinya.
- Tidak melakukan penipuan pada saat jual beli dan harus jujur dalam timbangan atau takaran.
Sumber dan Kontributor:
- Naskah: Kak Nurul Ihsan
- Ilustrasi: Uci Ahmad Sanusi
- Desain layout: Yuyus Rusamsi
- Penerbit: Smart Books, Bandung, Indonesia
- Copyright/hak cipta: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com


25 KUIS TANYA JAWAB TENTANG NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI PEDAGANG
Untuk Anak Hebat Indonesia – Sumber Terpercaya dan Kredibel
Assalamu’alaikum adik-adik hebat dan pengunjung setia ebookanak.com!
Tahukah kalian bahwa sebelum menjadi Rasul, Nabi Muhammad SAW adalah seorang pedagang yang sangat sukses dan jujur? Beliau dikenal dengan gelar Al-Amin (orang yang terpercaya) karena kejujurannya dalam berdagang . Yuk, kita belajar bersama melalui 25 kuis seru tentang kisah Rasulullah sebagai pedagang!
Pepisun Sunscreen Lotion Anak SPF 35 90gr
🚨 Stok Terbatas, Cek di Shopee

BAGIAN 1: MASA KECIL DAN AWAL MULA BERDAGANG
Belajar mandiri sejak kecil
Pertanyaan 1:
Sebelum menjadi pedagang, pekerjaan apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW saat masih kecil?
Jawaban:
Sebelum menjadi pedagang, Nabi Muhammad SAW bekerja sebagai penggembala kambing milik penduduk Makkah dengan upah beberapa qirath. Beliau melakukan pekerjaan ini sejak masih kanak-kanak untuk membantu pamannya, Abu Thalib, yang tidak mampu secara ekonomi . Rasulullah pernah bersabda, “Dahulu aku menggembalakan kambing dengan upah beberapa qirath untuk penduduk Makkah”.
Pertanyaan 2:
Pada usia berapa Nabi Muhammad SAW mulai belajar berdagang?
Jawaban:
Nabi Muhammad SAW mulai belajar berdagang pada usia 12 tahun. Saat itu, pamannya Abu Thalib mengajak beliau ikut dalam perjalanan dagang ke negeri Syam (Suriah). Ini adalah pengalaman pertama Nabi kecil mengenal dunia perdagangan .
Pertanyaan 3:
Siapa paman Nabi Muhammad yang mengajarkan beliau berdagang untuk pertama kali?
Jawaban:
Paman Nabi yang mengajarkan berdagang adalah Abu Thalib. Setelah kakek Nabi, Abdul Muthalib, wafat, Nabi Muhammad diasuh oleh Abu Thalib yang berprofesi sebagai pedagang. Dari sang paman inilah Muhammad berkenalan dengan dunia perdagangan untuk pertama kalinya .
Pertanyaan 4:
Mengapa Nabi Muhammad SAW memilih bekerja sejak usia muda?
Jawaban:
Nabi Muhammad SAW memilih bekerja sejak usia muda karena beliau tidak mau berlama-lama menjadi tanggungan pamannya yang miskin. Meskipun Abu Thalib sangat menyayanginya, Nabi lebih memilih bekerja keras membantu meringankan beban pamannya. Ini menunjukkan akhlak mulia dan rasa tanggung jawab beliau sejak kecil .
Pertanyaan 5:
Ke mana saja tujuan perjalanan dagang Nabi Muhammad SAW di masa mudanya?
Jawaban:
Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dagang ke berbagai wilayah, antara lain:
- Syam (Suriah) – perjalanan pertama usia 12 tahun dan kedua usia 25 tahun
- Yordania
- Busra
- Irak
- Bahrain
- Yaman
Beliau melakukan sekitar 18 kali ekspedisi dagang selama masa mudanya.
BAGIAN 2: BEKERJA DENGAN SITI KHADIJAH
Kisah sukses yang mengubah hidup
Pertanyaan 6:
Siapa saudagar kaya raya yang mempercayakan dagangannya kepada Nabi Muhammad SAW?
Jawaban:
Saudagar kaya raya itu adalah Siti Khadijah binti Khuwailid. Beliau adalah seorang pengusaha sukses dan terpandang di Makkah yang sering mengirim kafilah dagang ke negeri Syam. Khadijah mendengar tentang sifat amanah dan kejujuran Muhammad, sehingga mempercayakan barang dagangannya kepada beliau .
Pertanyaan 7:
Pada usia berapa Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dagang ke Syam untuk kedua kalinya?
Jawaban:
Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dagang ke Syam untuk kedua kalinya pada usia 25 tahun. Perjalanan ini dilakukan atas kepercayaan dari Siti Khadijah yang mengutus beliau membawa barang dagangannya ke negeri Syam .
Pertanyaan 8:
Siapa nama pembantu Siti Khadijah yang menemani Nabi Muhammad dalam perjalanan dagang ke Syam?
Jawaban:
Pembantu Siti Khadijah yang menemani Nabi Muhammad bernama Maisarah. Maisarah menyaksikan langsung berbagai keajaiban dan keberkahan selama perjalanan, seperti mendapatkan keuntungan besar, merasa tidak kepanasan karena dilindungi awan, dan saat melewati Busrah, pohon-pohon saling merunduk .
Pertanyaan 9:
Apa hasil yang diperoleh Nabi Muhammad SAW dari perjalanan dagang untuk Khadijah?
Jawaban:
Perjalanan dagang Nabi Muhammad SAW bersama Maisarah mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Bahkan keuntungannya melebihi perkiraan dan belum pernah didapatkan Khadijah sebelumnya. Tidak sepeser pun yang digelapkan dan tak sesen pun yang dihilangkan oleh Nabi .
Pertanyaan 10:
Apa yang membuat Siti Khadijah tertarik untuk meminang Nabi Muhammad SAW?
Jawaban:
Siti Khadijah tertarik meminang Nabi Muhammad SAW karena melihat sifat amanah, kejujuran, dan akhlak mulia beliau. Khadijah terpikat dengan rasa amanah dan kebaikan Nabi, sesuatu yang belum pernah ditemukannya pada orang lain. Maka Khadijah pun datang meminang Nabi Muhammad SAW.
BAGIAN 3: GELAR AL-AMIN DAN KEJUJURAN DALAM BERDAGANG
Teladan terbaik untuk anak muslim
Pertanyaan 11:
Apa gelar yang diberikan masyarakat Quraisy kepada Nabi Muhammad SAW?
Jawaban:
Masyarakat Quraisy memberikan gelar Al-Amin yang berarti “orang yang dapat dipercaya” kepada Nabi Muhammad SAW. Gelar ini diberikan karena kejujuran, amanah, dan integritas beliau dalam setiap transaksi dagang, bahkan sebelum diangkat menjadi rasul .
Pertanyaan 12:
Apa kata Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan berdagang?
Jawaban:
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Berdaganglah kamu, sebab lebih dari sepuluh bagian penghidupan, sembilan di antaranya dihasilkan dari berdagang.” (HR. Hadits). Beliau juga bersabda bahwa pekerjaan paling baik adalah yang dilakukan seseorang dengan tangannya sendiri .
Pertanyaan 13:
Apa janji Allah untuk pedagang yang jujur dan amanah?
Jawaban:
Rasulullah SAW bersabda, “Seorang pedagang yang amanah, jujur, dan muslim akan dikumpulkan bersama orang-orang yang mati syahid pada hari kiamat nanti.” (HR Ibnu Majah nomor 2130). Ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan pedagang yang jujur di sisi Allah .
Pertanyaan 14:
Sebutkan 3 kunci sukses Nabi Muhammad SAW dalam berdagang!
Jawaban:
Tiga kunci sukses Nabi Muhammad SAW dalam berdagang adalah:
- Kejujuran – selalu berkata benar dan tidak pernah menipu
- Amanah – menjaga kepercayaan pelanggan
- Adil – tidak membeda-bedakan pelanggan dan selalu menggunakan timbangan yang benar
Pertanyaan 15:
Bagaimana sikap Nabi Muhammad SAW terhadap pelanggan dari kalangan budak?
Jawaban:
Nabi Muhammad SAW tidak pernah membeda-bedakan pelanggan, apakah itu elite bangsawan, orang biasa, atau bahkan budak sekalipun. Beliau menghormati semua pelanggan dengan sama. Menghormati pelanggan adalah poin penting untuk kelancaran bisnis yang beliau ajarkan.
BAGIAN 4: PRINSIP-PRINSIP DAGANG RASULULLAH
Pelajaran berharga untuk kehidupan
Pertanyaan 16:
Apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW untuk memahami kebutuhan pasar?
Jawaban:
Nabi Muhammad SAW selalu mempelajari kebiasaan, cara hidup, dan kebutuhan sehari-hari para calon konsumen di tempat ia berdagang. Dengan demikian, beliau dapat “membaca” permintaan pasar tentang suatu barang atau komoditas. Barang yang dibawa ke satu kota bisa berbeda dengan kota lainnya .
Pertanyaan 17:
Apa arti penting timbangan yang adil dalam perdagangan menurut ajaran Nabi?
Jawaban:
Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa timbangan yang adil sangat penting dalam perdagangan. Ketika menjadi kepala negara di Madinah, beliau melakukan standardisasi timbangan dan ukuran, serta melarang penggunaan standar timbangan lain yang kurang dapat dijadikan pegangan. Ini agar tidak ada pihak yang dirugikan .
Pertanyaan 18:
Apa saja praktik dagang yang dilarang oleh Nabi Muhammad SAW?
Jawaban:
Nabi Muhammad SAW melarang berbagai praktik dagang yang mengandung:
- Penipuan
- Riba (bunga)
- Judi
- Ketidakpastian (gharar)
- Eksploitasi
- Pengambilan untung berlebihan
- Pasar gelap
Pertanyaan 19:
Apa arti “perdagangan yang mabrur” menurut hadits Nabi?
Jawaban:
Perdagangan yang mabrur adalah perdagangan yang baik, jujur, dan diberkahi Allah. Dalam hadits riwayat Ahmad, Rasulullah bersabda bahwa pekerjaan paling baik adalah yang dilakukan seseorang dengan tangannya dan setiap perdagangan yang mabrur (baik). Perdagangan mabrur dilakukan dengan niat ikhlas, cara halal, dan tidak merugikan orang lain .
Pertanyaan 20:
Bagaimana cara Nabi Muhammad SAW membangun reputasi sebagai pedagang?
Jawaban:
Nabi Muhammad SAW membangun reputasi dengan cara:
- Selalu jujur dalam setiap transaksi
- Tepat janji dan menepati komitmen
- Ramah kepada semua pelanggan
- Tidak pernah mengecewakan orang yang mempercayakan modal
- Mengembalikan keuntungan sesuai haknya
BAGIAN 5: KISAH-KISAH MENARIK LAINNYA
Fakta unik tentang Nabi sebagai pedagang
Pertanyaan 21:
Berapa jumlah unta yang menjadi mahar pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan Khadijah?
Jawaban:
Saat menikah dengan Khadijah, Nabi Muhammad SAW memberikan maskawin sebanyak 20 ekor unta dan 12,4 ons emas murni. Maskawin ini terbilang sangat besar, bahkan untuk ukuran zaman sekarang. Ini menunjukkan bahwa Nabi adalah pedagang yang sukses dan mapan secara finansial di usia muda .
Pertanyaan 22:
Apa hikmah Allah menjadikan Nabi Muhammad sebagai penggembala dan pedagang?
Jawaban:
Ada tiga hikmah penting:
- Melatih kepedulian sosial – Nabi tidak mau berpangku tangan meskipun dicintai pamannya
- Mengajarkan kemandirian – harta terbaik adalah hasil kerja keras sendiri, bukan pemberian orang lain
- Mempersiapkan dakwah – agar kelak sebagai rasul, beliau tidak bergantung pada orang lain dan bisa menyampaikan kebenaran dengan berani
Pertanyaan 23:
Apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW saat akan hijrah ke Madinah terkait dengan unta Abu Bakar?
Jawaban:
Saat akan hijrah, Abu Bakar menawarkan salah satu untanya untuk digunakan Nabi sebagai kendaraan. Namun Nabi Muhammad SAW bersikeras untuk membeli unta tersebut, bukan menerima sebagai hadiah. Beliau berkata, “Aku sudah mengambil salah satunya dan kamu terima harga jualnya.” Ini menunjukkan bahwa meskipun dalam kondisi sulit, Nabi tetap menjaga prinsip kejujuran dan tidak mengambil hak orang lain secara cuma-cuma .
Pertanyaan 24:
Bagaimana Allah menjaga Nabi Muhammad dari pergaulan buruk saat muda?
Jawaban:
Dalam sebuah riwayat, Nabi bercerita bahwa beliau pernah dua kali tergoda untuk melihat hiburan di Makkah, namun Allah menutup telinga beliau hingga tertidur pulas dan tidak jadi melakukannya. Setelah itu, beliau tidak pernah lagi menginginkan keburukan. Ini menunjukkan Allah menjaga hamba pilihan-Nya dari hal-hal negatif .
Pertanyaan 25:
Pekerjaan apa lagi yang dilakukan para nabi terdahulu selain berdagang?
Jawaban:
Para nabi terdahulu juga bekerja dengan tangan mereka sendiri:
- Nabi Nuh AS bekerja sebagai tukang kayu (perajin kayu)
- Nabi Hud AS bekerja sebagai pandai besi
- Nabi Musa AS bekerja sebagai penggembala kambing
- Nabi Daud AS makan dari hasil usahanya sendiri
- Nabi Zakaria AS bekerja sebagai tukang kayu
Ini mengajarkan bahwa bekerja keras adalah sunnah para nabi.
BONUS: HADITS-HADITS TENTANG PEDAGANG
| No | Hadits | Arti |
| 1 | “Pedagang yang baik adalah yang mudah dalam membeli dan mudah pula dalam menjual” (HR Bukhari) | Jangan menyulitkan pembeli |
| 2 | “Tidak ada seseorang yang memakan satu makanan pun yang lebih baik dari makanan hasil usaha tangannya sendiri” (HR Bukhari no. 2072) | Bekerja keras itu mulia |
| 3 | “Allah memberi rahmat kepada seseorang yang bermurah hati ketika menjual, membeli, dan menagih” (HR Bukhari) | Bersikap mudah dalam transaksi |
KESIMPULAN
Dari kisah Nabi Muhammad SAW sebagai pedagang, kita belajar banyak hal:
✅ Jujur adalah kunci utama kesuksesan
✅ Bekerja keras sejak kecil itu mulia
✅ Tidak membeda-bedakan pelanggan
✅ Menepati janji dan amanah
✅ Mandiri tidak bergantung pada orang lain
Rasulullah bersabda: “Tidak ada seseorang yang memakan satu makanan pun yang lebih baik dari makanan hasil usaha tangannya sendiri.” (HR. Bukhari)
AYO BERLATIH MENJADI PEDAGANG CILIK SEPERTI NABI!
Adik-adik bisa mulai berlatih sifat-sifat mulia Nabi dalam kehidupan sehari-hari:
- Jujur saat jajan di kantin
- Amanah jika dititipi uang oleh orang tua
- Adil saat bermain dengan teman
- Ramah kepada penjual di pasar
- Bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah
Selamat belajar, adik-adik hebat!
Jadilah pedagang cilik yang jujur dan amanah seperti Nabi Muhammad SAW!
Sumber Rujukan Terpercaya:
- Republika.co.id – Islam Digest
- Muslim.or.id – Sumber Penghasilan Nabi
- BincangSyariah.com – Hikmah Rasulullah Berdagang
- BincangSyariah.com – Perjalanan ke Syam
- Kitab Fiqhus Sirah Nabawiyah – Syekh Said Ramadhan al-Buthi
- Kitab Nurul Yaqin – Syekh Muhammad Al-Khudhari Bek
- HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Ibnu Majah
© 2026 ebookanak.com | All Rights Reserved | Untuk Anak Indonesia Lebih Baik


















































