Nabi Nuh dan Kaum Penyembah Berhala

11,466,708 kali dilihat, 1,389 kali dilihat hari ini

Namun, umatnya terlalu sombong untuk menyembah Allah. Mereka lebih suka menyembah patung yang tidak dapat berbuat apa-apa.

Berabad-abad kemudian, manusia semakin bertambah banyak.

Manusia mulai menguasai alam semesta ini, tanpa mengingat Allah.

Padahal, Allah yang telah menciptakan manusia dan alam semesta ini.

Manusia mulai lupa dengan ajaran yang dibawa oleh nabi.

Mereka kembali berbuat syirik.

Manusia tidak mau menyembah Allah.

Allah pun mengirim Nabi Nuh untuk menyerukan kebenaran.

Nabi Nuh berseru agar umatnya kembali menyembah Allah.

Nabi Nuh menyeru umatnya meninggalkan berhala-berhala yang mereka buat sendiri.

Namun, umatnya terlalu sombong untuk menyembah Allah.

Mereka lebih suka menyembah patung yang tidak dapat berbuat apa-apa.

Mereka percaya, patung-patung berhala itu memiliki kekuatan yang dapat menolong bila dalam kesulitan.

Kaum Nabi Nuh menamakan patung-patung berhala mereka Wadd, Suwa’, Ya’uq, Yaguts, dan Nasr. 

Nabi Nuh berusaha keras mengajak kaumnya untuk meninggalkan perbuatan syirik dan kembali menyembah Allah.

Nabi Nuh juga berusaha mengajarkan mereka untuk berbuat kebaikan dan meninggalkan kemungkaran.

Namun, kaumnya tetap menolak dan malah mengejek Nabi Nuh.

(QS. Asy-Syu’ara’: 105-122, QS. Nuh: 1-28, QS. Al-’Ankabut: 14-15, Hud: 25-48)

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Rani Yulianti
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Dini Tresnadewi dan Aep Saepudin
  • Desainer dan layouter: Jumari, Nurul Ihsan
  • Penerbit: Erlangga For Kids (Jakarta, Indonesia)

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *