Nabi Yakub Amat Menyayangi Nabi Yusuf

11,528,852 kali dilihat, 5,628 kali dilihat hari ini

Nabi Yakub Amat Menyayangi Nabi Yusuf

Nabi Yakub sangat mencintai Nabi Yusuf, putranya dari Rahil, istri yang paling dicintainya.

Rahil melahirkan dua orang putra, yaitu Nabi Yusuf dan Benyamin.

Saat itu, Benyamin masih sangat kecil sehingga kasih sayang Nabi Yakub tumpah kepada Nabi Yusuf.

Hal itu membuat iri saudara-saudaranya yang beribukan Laiya.

Nabi Yakub begitu menyayangi Nabi Yusuf.

Kasih sayang Nabi Yakub kepada Nabi Yusuf begitu jelas terlihat, sehingga saudara-saudaranya yang lain merasa ayahnya telah berbuat tidak adil terhadap anak-anaknya yang lain.

Saudara-saudaranya yang lain mulai membenci Nabi Yusuf.

Mereka sama-sama membenci Nabi Yusuf, adiknya itu.

Mereka  kemudian mengadakan pertemuan rahasia untuk membicarakan permasalahan itu.

“Tidakkah kalian merasakan, bagaimana ayah telah memperlakukan kita secara tidak adil,” kata saudara tertua.

“Ya, ayah sangat memanjakan Yusuf sehingga melupakan anak-anaknya yang lain.”

“Ayah bersikap, seolah-olah hanya Yusuf dan Benyamin putranya, sedangkan kita hanya anak yang terbuang.”

“Kita harus cepat menyadarkan ayah.”

“Aku tahu penyebab ini semua karena keberadaan Yusuf di tengah-tengah kita,” ucap yang lainnya.

“Kita harus menyingkirkan Yusuf dari kehidupan kita dan ayah.”

“Aku setuju, jika Yusuf tidak ada, tentunya kasih sayang ayah akan beralih kepada kita.”

“Kita bisa membuang Yusuf ke tengah hutan sehingga dia bisa dimakan binatang buas.”

Mendengar hal itu, Yudza, putra keempat Nabi Yakub langsung berkata, “Kita semua adalah putra-putra Nabi Yakub, pesuruh dan kekasih Allah. Sangat tidak pantas bila kita melakukan perbuatan kejam seperti itu. “

“Lalu apa yang harus kita lakukan?” tanya yang lain.

“Menurutku untuk menyingkirkan Yusuf dengan cara melemparkan dia ke dalam sumur kering yang selalu dilewati para musafir,” usul Yudza pada saudara-saudaranya.

“Pasti Yusuf ditemukan oleh mereka dan dibawa pergi dari negeri ini,” ucap Yudza sambil meyakinkan saudara-saudaranya yang lain.

“Aku setuju, tapi itu berarti kita harus membawa Yusuf keluar dari rumah ini.”

“Kita harus bisa membuat ayah mengizinkan kita mengajak Yusuf keluar dari rumah ini.”

“Bagaimana caranya? Ayah tentu tidak akan mengizinkan. Kalian tahu kan bagaimana ayah sangat menjaga Yusuf.”

“Karena itulah, kita harus bisa meyakinkan ayah, bahwa kita akan bisa menjaga Yusuf.”

“Baiklah… kalau begitu kita harus menjaga kerahasiaan rencana ini.”

Saudara-saudara Yusuf pun bersumpah tidak akan membocorkan masalah tersebut.

(QS. Yusuf: 7-11)

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Rani Yulianti
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Dini Tresnadewi dan Aep Saepudin
  • Desainer dan layouter: Jumari, Nurul Ihsan
  • Penerbit: Erlangga For Kids (Jakarta, Indonesia)

Jasa pracetak penerbitan buku dan media promosi

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *