Nabi Yusuf Diterkam Serigala

11,525,642 kali dilihat, 2,417 kali dilihat hari ini

Nabi Yusuf Diterkam Serigala

Keesokan harinya, kakak-kakak Nabi Yusuf bersikap sangat baik kepada Nabi Yusuf.

Kemudian, mereka meminta izin pada Nabi Yakub untuk mengajak Nabi Yusuf keluar kota.

“Wahai, Ayah. Hari ini kami akan berekreasi keluar kota, kami meminta izin Ayah.”

“Baiklah, Ayah izinkan kalian,” kata Nabi Yakub menyetujui permintaan kakak-kakak Nabi Yusuf.

“Satu lagi Ayah, bagaimana bila kami mengajak Yusuf,” pinta kakak-kakak Nabi Yusuf.

“Sepertinya, Yusuf tidak perlu diajak. Dia masih kecil untuk bepergian jauh,” ucap Nabi Yakub menolak permintaan kakak-kakak Nabi Yusuf.

“Namun, Ayah, sungguh tidak adil bila Ayah tidak mengizinkan Yusuf berekreasi,” kata kakak-kakak Nabi Yusuf memberi alasan pada Nabi Yakub.

“Tentunya, Yusuf juga ingin bersenang-senang bersama kami,” ucap mereka lagi terus mencoba membujuk Nabi Yakub.

“Aku khawatir atas keselamatan Yusuf. Dia masih terlalu kecil untuk bepergian jauh,” tegas Nabi Yakub kembali menolak permintaan kakak-kakak Nabi Yusuf.

“Kami berjanji akan menjaga Yusuf. Kami tidak akan meninggalkan Yusuf walaupun sebentar,” kata kakak-kakak Nabi Yusuf dengan bersungguh-sungguh.

“Namun, bagaimana jika di perjalanan, kalian bertemu binatang buas?” tanya Nabi Yakub dengan penuh kecemasan.

“Lihatlah kami, Ayah. Badan kami kuat. Tentunya, binatang buas tidak akan berani untuk mendekati kami,” kata kakak-kakak Nabi Yusuf sambil memperlihatkan otot-otot di tangan mereka.

“Baiklah, tapi ingat, kalian harus menjaga Yusuf dengan baik,” kata Nabi Yakub akhirnya mengizinkan putra-putra tertuanya mengajak Nabi Yusuf pergi.

Sore harinya, kakak-kakak Nabi Yusuf pulang ke rumah dengan wajah penuh air mata.

Kakak-kakak Nabi Yusuf mengadu kepada Nabi Yakub, ayah mereka, bahwa mereka telah lalai menjaga Nabi Yusuf, sehingga Yusuf mati diterkam serigala.

“Maafkan kami Ayah. Kami telah berusaha menjaga Yusuf. Lagi pula kami tidak menyangka ada serigala yang mengintai kami,” jelas kakak-kakak Nabi Yusuf dengan berpura-pura bersedih dan menangis.

“Hari ini begitu buruk untuk kami, padahal kami hanya meninggalkan Yusuf sebentar. Namun, serigala itu menerkam sangat cepat sehingga kami terlambat menolong Yusuf,” tambah kakak-kakak Nabi Yusuf.

Mendengar hal itu, hati Nabi Yakub sangat pedih.

Nabi Yakub menangisi kepergian putra kesayangannya, Nabi Yusuf.

Walaupun begitu, Nabi Yakub tetap ikhlas dengan kehendak dari Allah.

(QS. Yusuf: 11-18)

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Rani Yulianti
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Dini Tresnadewi dan Aep Saepudin
  • Desainer dan layouter: Jumari, Nurul Ihsan
  • Penerbit: Erlangga For Kids (Jakarta, Indonesia)

Jasa penerbitan buku dan self publishing

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *