100 Soal & Jawaban Lengkap Sejarah Qurban dalam Islam: Kisah Nabi Ibrahim & Ismail, Dalil Al-Qur’an, Hadis Sahih, dan Hikmah Mendalam yang Mengubah Hidup

Loading

100 Soal & Jawaban Sejarah Qurban (1)

JAWABAN Mencakup Soal Pilihan Ganda (A,B,C,D) Super Lengkap: Sejarah, Asal Usul, dan Tuntunan Ibadah Qurban dalam Islam (Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS)

Oleh: Tim Redaksi Ebookanak.com
Editor: Tim Edukasi Islami
Sumber Rujukan: Al-Qur’an, Hadis Shahih, Kitab Fikih Empat Mazhab, & Ensiklopedia Hadis


Kata Pengantar

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

Para pembaca Ebookanak.com yang dirahmati Allah SWT.

Ibadah qurban bukan sekadar ritual tahunan menyembelih hewan ternak saat Hari Raya Idul Adha dan Hari Tasyrik. Di balik goresan pisau dan aliran darah, tersimpan lautan makna spiritual, ketaatan hakiki, serta pelajaran berharga tentang ketundukan seorang hamba kepada Sang Pencipta. Kisah monumental Nabi Ibrahim AS dan putra tercintanya, Nabi Ismail AS, menjadi fondasi sejarah yang hingga abad ini terus mengguncang jiwa setiap mukmin yang merenungkannya.

Artikel komprehensif ini disusun khusus untuk menjadi rujukan utama (evergreen content) bagi para pendidik, orang tua, pelajar, serta siapa pun yang ingin mendalami ibadah qurban secara saintifik dan ilmiah syar’i. Kami menyajikan 100 soal pilihan berganda (ABCD) yang tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga memperkaya wawasan Anda dengan pembahasan mendalam yang bersumber dari ayat-ayat Al-Qur’an (seperti Surat Ash-Shaffat, Al-Kautsar, dan Al-Hajj), hadis-hadis shahih (Riwayat Bukhari, Muslim, Ahmad, Tirmidzi), serta pendapat ulama madzhab.

Selamat menelusuri lautan ilmu. Semoga artikel ini menjadi amal jariyah bagi kita semua dan menjadikan ibadah qurban kita lebih berkualitas, tidak hanya menggugurkan kewajiban atau sunnah, tetapi juga menghidupkan nilai “At-Taqwa” dalam diri.

Tim Redaksi Ebookanac.com


Daftar Isi

  1. Pendahuluan: Definisi dan Landasan Syariat Qurban
    1. Pengertian Etimologi dan Terminologi
    1. Hukum Qurban: Sunnah Muakkad vs Wajib (Perbedaan Madzhab)
    1. Keutamaan Hari Raya Idul Adha dan 10 Hari Pertama Dzulhijjah
  2. Sejarah dan Asal Usul Qurban: Kisah Heroik Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS
    1. Silsilah dan Latar Belakang Keluarga Ibrahim
    1. Mimpi yang Menjadi Wahyu: Perintah Menyembelih
    1. Dialog Haru antara Ayah dan Anak (QS. Ash-Shaffat: 102)
    1. Prosesi Penyembelihan dan Mukjizat Pergantian dengan Kibas (Domba)
    1. Hikmah di Balik Ujian Besar Tersebut
  3. Tata Cara, Syarat, dan Rukun Qurban
    1. Kriteria Hewan Qurban (Usia, Kesehatan, Cacat)
    1. Waktu Pelaksanaan (Seusai Shalat Id hingga Akhir Hari Tasyrik)
    1. Adab dan Doa Menyembelih
    1. Pembagian Daging Qurban (1/3 untuk yang berkurban, 1/3 sedekah, 1/3 hadiah)
  4. Hikmah dan Manfaat Ibadah Qurban
    1. Dimensi Spiritual: Mendekatkan Diri kepada Allah
    1. Dimensi Sosial: Berbagi Kebahagiaan dan Mengentaskan Kemiskinan
    1. Dimensi Psikologis: Melatih Sikap Ikhlas dan Anti Kikir
  5. 100 Soal Pilihan Ganda (ABCD) + Jawaban + Pembahasan
    1. Bagian 1: Definisi dan Hukum Qurban (Soal 1-15)
    1. Bagian 2: Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail (Soal 16-35)
    1. Bagian 3: Syarat Hewan dan Waktu Qurban (Soal 36-55)
    1. Bagian 4: Tata Cara Penyembelihan dan Pembagian Daging (Soal 56-75)
    1. Bagian 5: Hikmah, Dalil, dan Konteks Kekinian (Soal 76-100)
  6. Kesimpulan
  7. Daftar Pustaka (20+ Sumber Kredibel)
  8. Pesan Moral untuk Pembaca Ebookanak.com

1. Pendahuluan: Definisi dan Landasan Syariat Qurban

A. Pengertian Qurban

Secara etimologi (bahasa), kata Qurban (قربان) berasal dari kata kerja qaruba – yaqrubu – qurbanan yang berarti “dekat” atau “mendekat”. Jadi, qurban artinya adalah usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT .

Secara terminologi (istilah) syariat, Al-Udhhiyyah (الأضحية) adalah nama bagi hewan ternak (unta, sapi, kambing/domba) yang disembelih pada waktu-waktu tertentu (10, 11, 12, 13 Dzulhijjah) dengan niat beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT .

B. Landasan Hukum (Dalil)

Para ulama bersepakat bahwa qurban adalah syariat yang agung dalam Islam, berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Ijma’ (konsensus ulama) .

1. Dalil Al-Qur’an:
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Kautsar ayat 1-2:
“Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (QS. Al-Kautsar: 1-2) .

Dalam Surat Al-Hajj ayat 34:
“Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang telah diberikan kepada mereka berupa hewan ternak…” (QS. Al-Hajj: 34) .

2. Dalil Hadis:
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada amalan yang dilakukan oleh manusia pada Hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah selain mengucurkan darah (hewan qurban). Sesungguhnya, hewan qurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sungguh, darah qurban itu akan sampai kepada Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi. Maka, bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad) .

C. Hukum Qurban: Sunnah Muakkad atau Wajib?

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hukum pelaksanaan qurban:

  • Pendapat Mayoritas (Jumhur: Maliki, Syafi’i, Hanbali): Hukumnya adalah Sunnah Muakkad (sunnah yang sangat ditekankan). Bagi yang mampu tetapi meninggalkannya, hukumnya makruh (tidak berdosa, tetapi meninggalkan sesuatu yang sangat dianjurkan oleh Nabi) .
  • Pendapat Imam Abu Hanifah: Hukumnya adalah Wajib bagi yang mampu (mukim, merdeka, memiliki harta senilai 200 dirham di luar kebutuhan pokok). Dalil mereka adalah hadis, “Barangsiapa memiliki kelapangan (harta) tetapi tidak berqurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah) .

Kesimpulan Redaksi: Bagi yang mampu, hendaknya tidak meninggalkan ibadah mulia ini, mengingat ancaman keras bagi yang meninggalkannya padahal mampu.


2. Sejarah dan Asal Usul Qurban: Kisah Heroik Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS

Ibadah qurban yang kita lakukan setiap tahun tidak terlepas dari peristiwa monumental yang terjadi ribuan tahun lalu di padang pasir Mekah. Ini adalah kisah tentang ketaatan tanpa batas dan pengorbanan jiwa dan raga.

A. Mimpi yang Menjadi Wahyu

Nabi Ibrahim AS dikenal sebagai Khalilullah (Kekasih Allah). Beliau diuji dengan berbagai macam ujian berat, mulai dari dibakar oleh Raja Namrud, diusir dari negerinya, hingga ujian terberat: diperintahkan menyembelih putra kesayangannya yang lahir di usia tuanya, yaitu Nabi Ismail AS.

Suatu malam, Nabi Ibrahim bermimpi menyembelih Ismail. Mimpi para nabi adalah wahyu dan kebenaran. Hal ini berlangsung selama tiga malam berturut-turut. Nabi Ibrahim pun yakin bahwa ini adalah perintah Allah SWT .

B. Dialog Penuh Ketundukan (QS. Ash-Shaffat: 102)

Puncak ketegangan terjadi ketika Nabi Ibrahim menyampaikan perintah ini kepada putranya. Al-Qur’an mengabadikan dialog mengharukan ini:

“Maka ketika anak itu sampai (pada usia) (dapat) berusaha bersamanya (Ibrahim), dia (Ibrahim) berkata, ‘Wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah (apa) pendapatmu!’ Dia (Ismail) menjawab, ‘Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.'” (QS. Ash-Shaffat: 102) .

Ismail AS tidak lari atau membantah. Sebagai anak yang berbakti dan saleh, ia justru memotivasi ayahnya untuk menjalankan perintah Allah. Ia meminta agar ayahnya mengikatnya erat-erat agar ia tidak bergerak, membaringkannya di atas pelipisnya, dan menajamkan pisaunya agar cepat putus dan mengurangi rasa sakit.

C. Ujian Terbesar dan Mukjizat Pergantian

Ketika Nabi Ibrahim membaringkan putranya dan menggoreskan pisau di leher Ismail, pisau itu tidak mau menggorok. Allah SWT menahan kekuatan mata pisau tersebut. Hal ini terjadi sebagai bentuk nyata bahwa ujian ini adalah tentang kesiapan, bukan tentang darah.

Lalu Allah SWT menyeru Ibrahim:

“Wahai Ibrahim! Sungguh, kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Ash-Shaffat: 104-105)

Sebagai tebusan, Allah SWT menggantikan Ismail dengan seekor domba (kibas) yang gemuk dan bertanduk yang langsung turun dari surga .

Dari peristiwa inilah lahir syariat qurban. Setiap tahun, umat Islam memperingati ketaatan dua insan agung ini (Ibrahim yang rela mengorbankan anaknya dan Ismail yang rela dikorbankan) dengan menyembelih hewan ternak.


3. Tata Cara, Syarat, dan Rukun Qurban

Agar ibadah qurban sah dan diterima di sisi Allah SWT, harus diperhatikan ketentuan-ketentuan berikut:

A. Syarat Hewan Qurban

  1. Jenis: Hanya hewan ternak (Bahimatul An’am): Unta, Sapi (atau Kerbau), Kambing (atau Domba) .
  2. Usia (Minimum):
    • Unta: 5 tahun masuk 6 tahun.
    • Sapi/kerbau: 2 tahun masuk 3 tahun
    • Kambing: 1 tahun masuk 2 tahun (jadan/sudah berganti gigi
  3. Bebas dari Cacat:
    Rasulullah SAW bersabda: “Empat macam binatang yang tidak sah dijadikan qurban: (1) buta matanya (jelas butanya), (2) sakit (jelas sakitnya), (3) pincang (jelas pincangnya), (4) kurus yang tidak berlemak lagi.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi) .

B. Waktu Pelaksanaan

Waktu menyembelih qurban dimulai setelah shalat Idul Adha (sekitar 15-20 menit setelah terbit matahari) hingga terbenam matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah (Hari Tasyrik) .

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menyembelih sebelum shalat (Id), maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa menyembelih setelah shalat Id, maka sempurnalah ibadah qurbannya dan sesuai dengan sunnah kaum muslimin.” (HR. Bukhari).

C. Adab bagi yang Ingin Berkurban

Bagi umat Islam yang berniat untuk berkurban, disunnahkan untuk tidak memotong rambut, kuku, dan kulit sejak terbitnya tanggal 1 Dzulhijjah hingga selesai penyembelihan .

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila kalian melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian hendak menyembelih (qurban), maka hendaklah dia menahan (tidak memotong) rambut dan kukunya.” (HR. Muslim).

D. Pembagian Daging Qurban

Prinsip pembagian daging qurban adalah dibagikan dalam keadaan mentah kepada fakir miskin, tetangga, dan karib kerabat.

  • Sunnah: Dimakan sendiri, dihadiahkan, dan disedekahkan.
  • Besaran: Para ulama berpendapat bahwa dianjurkan untuk menyedekahkan setengah atau sepertiga, sepertiga untuk hadiah, dan sepertiga untuk keluarga sendiri .
  • Larangan: Daging qurban (kurban sunnah) tidak boleh dijual. Kulitnya boleh dimanfaatkan, tetapi juga tidak boleh dijual; jika dijual, hasilnya harus disedekahkan .

4. Kesimpulan

Ibadah qurban merupakan syariat mulia yang mengajarkan esensi keislaman yang sejati: Tunduk dan Patuh (Islam), Ikhlas (Ihsan), dan Berkorban (Infak). Dari sejarah Nabi Ibrahim AS, kita belajar bahwa ujian terbesar justru datang dari hal yang paling kita cintai, dan kemenangan sejati adalah ketika kita memilih cinta Allah di atas segalanya. Dari Nabi Ismail AS, kita belajar tentang bakti, kepercayaan penuh kepada Allah, dan optimisme (Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar).

Semoga dengan memahami 100 soal dan jawaban di bawah ini, wawasan kita semakin luas, sehingga ibadah qurban kita tidak lagi sekadar rutinitas tahunan, tetapi mampu meningkatkan derajat ketakwaan kita, karena sesungguhnya Allah tidak membutuhkan daging dan darah qurban kita, melainkan ketakwaan hati kita (QS. Al-Hajj: 37).


5. 100 Soal Pilihan Ganda (ABCD) + Jawaban + Pembahasan

Berikut adalah himpunan soal komprehensif yang telah disesuaikan untuk standar pendidikan (SD, SMP, SMA, hingga Umum).

Bagian 1: Definisi, Hukum, dan Keutamaan Qurban (Soal 1-15)

Soal 1
Secara bahasa (etimologi), kata “Qurban” berasal dari bahasa Arab Qaruba yang berarti….
A. Menyembelih
B. Membunuh
C. Mendekatkan diri
D. Bersedekah

Jawaban: C
Pembahasan: Secara bahasa, Qaruba – Yaqrubu – Qurbanan artinya dekat atau mendekat. Jadi qurban berarti usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan sekadar menyembelih .

Soal 2
Istilah lain untuk ibadah qurban dalam kitab fikih adalah….
A. Hadyu
B. Dhabh
C. Udhhiyyah
D. Aqiqah

Jawaban: C
Pembahasan: Udhhiyyah (الأضحية) adalah istilah khusus untuk hewan yang disembelih pada Hari Raya Idul Adha. Adapun Hadyu adalah hewan sembelihan untuk orang yang sedang haji .

Soal 3
Perintah qurban dalam Al-Qur’an secara eksplisit terdapat dalam surat….
A. Al-Ikhlas
B. Al-Ma’un
C. Al-Kautsar
D. Al-Fil

Jawaban: C
Pembahasan: Allah berfirman dalam QS. Al-Kautsar ayat 2: “Fa shalli lirobbika wanhar” (Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah) .

Soal 4
Hukum melaksanakan ibadah qurban bagi seorang muslim yang mampu menurut mayoritas ulama (Syafi’i, Maliki, Hanbali) adalah….
A. Fardhu ‘Ain
B. Fardhu Kifayah
C. Sunnah Muakkad
D. Mubah

Jawaban: C
Pembahasan: Jumhur ulama berpendapat bahwa qurban adalah Sunnah Muakkad (sunnah yang sangat ditekankan). Meskipun Imam Abu Hanifah berpendapat wajib, pendapat yang masyhur di Indonesia adalah sunnah muakkad .

Soal 5
Hadis yang menyatakan “Barangsiapa yang memiliki kelapangan (harta) tetapi ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami” (HR. Ahmad & Ibnu Majah) menunjukkan bahwa meninggalkan qurban itu….
A. Boleh saja
B. Sangat terancam dosa besarnya
C. Tidak apa-apa asal miskin
D. Menjadi kafir

Jawaban: B
Pembahasan: Hadis ini menunjukkan ancaman keras bagi yang mampu namun meninggalkan qurban. Meskipun sebagian ulama menggunakannya untuk mewajibkan qurban, minimal ini menunjukkan larangan keras (sunnah muakkad) .

Soal 6
Hari raya Idul Adha juga dikenal dengan sebutan….
A. Yaumul Mizan
B. Yaumul Nahr
C. Yaumul Arafah
D. Yaumul Jumu’ah

Baca juga:  Idul Fitri

Jawaban: B
Pembahasan: Yaumun Nahr artinya hari penyembelihan. Dinamakan demikian karena pada tanggal 10 Dzulhijjah, umat Islam di seluruh dunia menyembelih hewan qurban .

Soal 7
Keutamaan beramal pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, termasuk di dalamnya qurban, adalah….
A. Sama seperti hari biasa
B. Lebih baik dari jihad fi sabilillah (menurut sebagian riwayat)
C. Hanya lebih baik dari puasa Senin Kamis
D. Tidak ada keutamaan khusus

Jawaban: B
Pembahasan: Rasulullah SAW bersabda, *”Tidak ada hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (10 Dzulhijjah)…”* Para sahabat bertanya, “Tidak juga jihad?” Beliau menjawab, “Tidak juga jihad, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali lagi (mati syahid).” (HR. Bukhari).

Soal 8
Siapa yang pertama kali melaksanakan ibadah qurban (sebagai syariat) dalam sejarah Islam?
A. Nabi Adam AS
B. Nabi Muhammad SAW
C. Nabi Ibrahim AS
D. Nabi Nuh AS

Jawaban: C
Pembahasan: Meskipun ritual menyembelih sudah ada sejak zaman Habil dan Qabil, syariat qurban sebagai ritual tahunan Idul Adha bermula dari peristiwa penyembelihan Nabi Ismail AS oleh ayahnya, Nabi Ibrahim AS .

Soal 9
Daging qurban sunnah tidak boleh dijual. Jika terpaksa dijual, hasil penjualannya harus….
A. Untuk panitia
B. Dibagikan kepada yang menyembelih
C. Diserahkan kepada yang punya qurban
D. Disedekahkan

Jawaban: D
Pembahasan: Menurut jumhur ulama, menjual daging qurban hukumnya haram (tidak sah). Jika tetap dijual, uangnya wajib disedekahkan karena daging tersebut adalah milik Allah untuk fakir miskin .

Soal 10
Rasulullah SAW ketika berqurban selalu menyembelih dengan….
A. Membiarkan orang lain menyembelih
B. Tangannya sendiri
C. Orang kafir
D. Alat elektronik

Jawaban: B
Pembahasan: Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Anas bin Malik berkata bahwa Nabi SAW menyembelih dua kambing kibas yang bagus dengan tangannya sendiri .

Soal 11
“Hari Tasyrik” adalah tanggal….
A. 8, 9, 10 Dzulhijjah
B. 9, 10, 11 Dzulhijjah
C. 10, 11, 12 Dzulhijjah
D. 11, 12, 13 Dzulhijjah

Jawaban: D
Pembahasan: Hari Tasyrik adalah tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah. Dinamakan Tasyrik karena pada hari-hari itu umat Islam diperbolehkan menyembelih qurban dan menjemur daging (menghalalkannya) .

Soal 12
Kata “Nahr” dalam istilah fikih qurban khusus merujuk pada penyembelihan hewan….
A. Kambing
B. Sapi
C. Unta
D. Ayam

Jawaban: C
Pembahasan: Nahr adalah cara menyembelih unta dengan cara menusuk pangkal leher (di dada) sementara unta dalam keadaan berdiri, berbeda dengan kambing/sapi yang dibaringkan (dhabh) .

Soal 13
Salah satu hikmah utama disyariatkannya qurban adalah….
A. Untuk menyombongkan diri di hadapan tetangga
B. Meneladani ketaatan Nabi Ibrahim dan Ismail
C. Menguras harta agar menjadi miskin
D. Hanya untuk memakan daging

Jawaban: B
Pembahasan: Inti qurban adalah meneladani kurban (pengorbanan) Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan putranya dan ketaatan Ismail. Bukan pada dagingnya, tetapi pada ketulusan hati .

Soal 14
Dalam Madzhab Hanafi, hukum qurban adalah….
A. Haram
B. Sunnah
C. Wajib
D. Makruh

Jawaban: C
Pembahasan: Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa qurban adalah wajib bagi orang yang mampu (muqim, merdeka, dan memiliki harta senilai nisab zakat) berdasarkan keumuman perintah dalam Al-Qur’an dan Hadis .

Soal 15
Perintah qurban dalam Al-Qur’an biasanya beriringan dengan perintah….
A. Puasa
B. Zakat
C. Shalat
D. Haji

Jawaban: C
Pembahasan: Dalam QS. Al-Kautsar: 2, Allah menggandengkan perintah shalat dengan perintah qurban (Fa shalli… wanhar), menunjukkan bahwa shalat dan qurban adalah dua pilar ibadah badaniyah dan maliyah yang agung .


Bagian 2: Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS (Soal 16-35)

Soal 16
Nabi Ibrahim AS mendapat perintah untuk menyembelih putranya melalui….
A. Malaikat Jibril secara langsung
B. Mimpi
C. Kitab Suci
D. Bisikan hati

Jawaban: B
Pembahasan: Allah SWT memberikan wahyu kepada para nabi salah satunya melalui mimpi yang benar (ru’ya shadiqah). Nabi Ibrahim bermimpi menyembelih Ismail sebanyak tiga malam berturut-turut .

Soal 17
Siapa nama putra Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan untuk disembelih?
A. Nabi Ishaq AS
B. Nabi Ya’qub AS
C. Nabi Yusuf AS
D. Nabi Ismail AS

Jawaban: D
Pembahasan: Mayoritas ulama dan ahli tafsir berpendapat bahwa putra yang disembelih adalah Ismail AS, putra sulung Ibrahim dari istrinya Siti Hajar, yang lahir sebelum Ishaq .

Soal 18
Di dalam surat dan ayat berapakah dialog antara Nabi Ibrahim dan putranya mengenai perintah menyembelih termaktub?
A. QS. Al-Baqarah: 256
B. QS. Ash-Shaffat: 102
C. QS. Ibrahim: 40
D. QS. Al-An’am: 162

Jawaban: B
Pembahasan: QS. Ash-Shaffat ayat 102 secara lengkap menceritakan dialog antara ayah dan anak ketika sang anak mencapai usia mampu berusaha .

Soal 19
Bagaimana jawaban Nabi Ismail AS ketika ayahnya mengatakan akan menyembelihnya?
A. “Ayah, jangan lakukan itu!”
B. “Aku akan lari ke gunung.”
C. “Lakukanlah apa yang diperintahkan Allah padamu, insya Allah engkau mendapatiku termasuk orang sabar.”
D. “Tunggu sampai aku besar.”

Jawaban: C
Pembahasan: Ini adalah puncak ketundukan Ismail. Ia tidak protes, justru meminta ayahnya untuk taat kepada Allah dan berjanji akan bersabar .

Soal 20
Mengapa Nabi Ibrahim AS mengajak musyawarah putranya tentang mimpi tersebut?
A. Karena Ibrahim takut salah
B. Untuk mengajarkan bahwa dalam Islam ada prinsip musyawarah dan menghormati pendapat anak
C. Karena Ismail lebih kuat darinya
D. Karena Ibrahim ingin membatalkan perintah

Jawaban: B
Pembahasan: Ini menunjukkan betapa demokratisnya pendidikan Islam. Seorang ayah tidak serta merta memaksakan kehendak, tetapi menjelaskan kebenaran dan meminta pertimbangan, sekaligus melatih kesabaran anak .

Soal 21
Ketika Nabi Ibrahim membaringkan Ismail dan menggorok lehernya, apa yang terjadi?
A. Leher Ismail putus seketika
B. Ismail menangis kesakitan
C. Pisau itu tidak mau menggorok karena kuasa Allah
D. Ibrahim mengurungkan niatnya

Jawaban: C
Pembahasan: Ini adalah mukjizat. Allah SWT menghilangkan fungsi tajam dari pisau sebagai bukti bahwa ujian ini adalah tentang kesiapan jiwa, bukan tentang pembunuhan fisik semata.

Soal 22
Allah SWT mengganti Nabi Ismail AS dengan hewan….
A. Unta besar
B. Sapi gemuk
C. Domba (Kibas) yang besar dan bertanduk
D. Burung yang terbang

Jawaban: C
Pabahasan: Hadis riwayat Bukhari menyebutkan bahwa Rasulullah SAW berkurban dengan dua kibas (domba jantan) yang bertanduk, sebagai bentuk mengikuti Sunnah ayahnya Ibrahim yang ditebus dengan kibas .

Soal 23
Sebutan untuk Nabi Ibrahim AS adalah….
A. Kalimullah
B. Khalilullah
C. Ruhullah
D. Safiullah

Jawaban: B
Pembahasan: Khalilullah artinya “Kekasih Allah”. Gelar ini diberikan secara khusus kepada Nabi Ibrahim AS karena kecintaannya yang luar biasa kepada Allah hingga rela mengorbankan anaknya .

Soal 24
Apa pelajaran utama dari kesediaan Ismail AS untuk disembelih?
A. Anak harus selalu menurut tanpa berpikir
B. Ketaatan kepada Allah dan berbakti kepada orang tua harus berjalan seiring
C. Lebih baik mati muda
D. Membenci orang tua

Jawaban: B
Pembahasan: Ismail AS taat kepada Allah (dengan mengizinkan dirinya disembelih) dan taat kepada orang tua (memenuhi permintaan ayahnya) karena perintah ayahnya adalah perintah Allah .

Soal 25
“Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” Kata “Insya Allah” yang diucapkan Ismail mengajarkan kita tentang….
A. Ragu-ragu
B. Optimisme dan kepasrahan kepada kehendak Allah
C. Putus asa
D. Sombong

Jawaban: B
Pembahasan: Ucapan “Insya Allah” adalah pengakuan bahwa segala sesuatu terjadi atas izin Allah. Ia optimis bisa sabar, namun tetap memohon pertolongan Allah .

Soal 26
Di kota manakah peristiwa penyembelihan ini terjadi?
A. Yerussalem (Palestina)
B. Madinah
C. Mina (Mekah)
D. Mesir

Jawaban: C
Pembahasan: Peristiwa ini terjadi di daerah Mina, dekat Mekah. Hingga kini, di tempat yang sama (Mina), umat Islam menyembelih hewan qurban saat haji .

Soal 27
Mengapa Nabi Ibrahim diuji dengan menyembelih anaknya sendiri?
A. Karena Allah benci kepada Ibrahim
B. Karena Ibrahim durhaka
C. Untuk menguji sejauh mana kecintaan Ibrahim melebihi kecintaannya kepada anak dan dirinya sendiri
D. Untuk menghibur setan

Jawaban: C
Pembahasan: Ujian adalah untuk menaikkan derajat. Allah ingin menunjukkan kepada alam semesta bahwa Ibrahim adalah kekasih-Nya yang mendahulukan cinta Allah di atas segalanya .

Soal 28
Ketika Nabi Ibrahim berangkat untuk menyembelih Ismail, setan berusaha menggoda. Siapa yang melempar setan dengan batu?
A. Malaikat Jibril
B. Nabi Ibrahim sendiri
C. Nabi Ismail
D. Siti Hajar

Jawaban: C
Pembahasan: Tradisi Jumrah dalam ibadah haji (melempar batu di Mina) adalah peringatan ketika Nabi Ismail melempar setan yang menggoda ayahnya untuk tidak berqurban.

Soal 29
Nabi Ibrahim dan Ismail AS adalah bapak dan anak yang menjadi cikal bakal bangsa….
A. Yahudi
B. Nashrani
C. Arab (Adnan)
D. Romawi

Jawaban: C
Pembahasan: Nabi Ismail AS adalah nenek moyang bangsa Arab ‘Adnani (Arab Utara, termasuk silsilah Nabi Muhammad SAW), sedangkan Ishaq adalah nenek moyang Bani Israil.

Soal 30
Nabi Ibrahim berhijrah meninggalkan istrinya (Siti Hajar) dan Ismail yang masih bayi di lembah gersang Mekah atas perintah Allah. Sumber air yang kemudian menjadi air zam-zam muncul dari….
A. Tongkat Musa
B. Tumit malaikat Jibril
C. Tumit (kaki) Nabi Ismail yang menghentak-hentakkan kaki ke tanah karena kehausan
D. Air mata Siti Hajar

Jawaban: C
Pembahasan: Dalam sejarah haji, saat Siti Hajar berlari-lari antara Safa dan Marwa mencari air, Nabi Ismail yang kehausan menghentakkan kakinya (atau malaikat Jibril menggores tanah) hingga muncullah mata air Zam-Zam.

Soal 31
Kisah kurban mengajarkan bahwa yang paling dinilai oleh Allah dari ibadah kita adalah….
A. Jumlah uang yang dikeluarkan
B. Kemewahan hewan qurban
C. Ketakwaan dan keikhlasan hati
D. Publisitas di media sosial

Jawaban: C
Pembahasan: Allah berfirman dalam QS. Al-Hajj: 37, “Daging dan darahnya sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi ketakwaanmulah yang sampai kepada-Nya.” .

Soal 32
Nabi Ibrahim dijanjikan akan memiliki keturunan yang banyak. Namun ia diminta menyembelih putra satu-satunya saat itu. Ini menunjukkan bahwa….
A. Allah ingkar janji
B. Kita harus siap mengorbankan sesuatu yang sangat berharga demi menjalankan perintah Allah, dan Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik
C. Lebih baik tidak punya anak
D. Memelihara anak itu sia-sia

Jawaban: B
Pembahasan: Setelah kesabaran ini, Allah memberinya kabar gembira tentang kelahiran Ishaq (QS. Ash-Shaffat: 112). Pengorbanan tidak akan membuat rugi, justru mendatangkan keberkahan.

Soal 33
Siapa istri Nabi Ibrahim AS yang menjadi ibu dari Ismail?
A. Siti Sarah
B. Siti Hajar
C. Siti Aisyah
D. Siti Fatimah

Jawaban: B
Pembahasan: Siti Hajar (Hagar) adalah istri kedua Nabi Ibrahim yang melahirkan Ismail. Siti Sarah melahirkan Ishaq setelah Ismail lahir .

Soal 34
Pelajaran dari sikap Nabi Ibrahim yang tetap menerjang perintah walaupun berat adalah….
A. Fanatik buta
B. Prioritas: Perintah Allah di atas segalanya
C. Keras kepala
D. Mengabaikan perasaan anak

Jawaban: B
Pembahasan: Ketaatan (ath-tha’ah) adalah fondasi Islam. Seorang muslim mendahulukan perintah Allah meskipun bertentangan dengan hawa nafsu atau logika duniawi.

Soal 35
Setelah berhasil melewati ujian besar ini, Allah menyeru “Ya Ibrahim…”, kemudian Allah berfirman bahwa Ibrahim telah….
A. Gagal
B. Membenarkan mimpi itu
C. Berdosa besar
D. Dipecat menjadi nabi

Jawaban: B
Pembahasan: QS. Ash-Shaffat: 105, “Sungguh, kamu telah membenarkan mimpi itu.” Artinya, secara mental dan kesiapan, Ibrahim telah menjalankan perintah dengan sempurna .


Bagian 3: Syarat Hewan dan Waktu Qurban (Soal 36-55)

Soal 36
Hewan berikut ini tidak sah dijadikan hewan qurban menurut syariat Islam….
A. Unta
B. Sapi
C. Ayam
D. Kambing

Jawaban: C
Pembahasan: Syariat mengkhususkan hewan qurban adalah bahimatul an’am (hewan ternak): Unta, Sapi, Kambing/Domba. Ayam, burung, atau hewan liar lainnya tidak sah .

Soal 37
Berapa orang maksimal yang boleh berserikat (patungan) untuk satu ekor sapi?
A. 2 orang
B. 5 orang
C. 7 orang
D. 10 orang

Jawaban: C
Pembahasan: Berdasarkan hadis riwayat Muslim dari Jabir, “Kami menyembelih pada masa Hudaibiyah bersama Rasulullah, seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang.” .

Soal 38
Berapa umur minimal kambing (domba) yang sah untuk qurban menurut jumhur ulama?
A. 6 bulan (cukup umur/jadza’ah) khusus untuk domba
B. 1 tahun
C. 2 tahun
D. 3 tahun

Jawaban: A (dengan catatan Domba)
Pembahasan: Untuk domba (kibas) , cukup umur 6 bulan (sudah tanggal gigi susu atau disebut Jadza’ah). Untuk kambing kacang/etawa, minimal 1 tahun (sudah ganti gigi) .

Soal 39
Sapi yang akan diqurbankan minimal berusia….
A. 1 tahun
B. 2 tahun (tsaniyyah)
C. 3 tahun
D. 4 tahun

Baca juga:  Ciri-Ciri Dajjal: Kulit Tubuhnya Terlihat Kemerahan

Jawaban: B
Pembahasan: Sapi minimal berusia 2 tahun lebih (sudah masuk tahun ke-3). Istilah fikihnya Tsaniyyah .

Soal 40
Cacat berikut tidak menghalalkan sahnya qurban (hanya makruh) kecuali….
A. Patah tanduk sejak lahir (tanduk kecil)
B. Buta matanya satu/silau
C. Buta total pada kedua mata
D. Telinga sobek sedikit

Jawaban: C
Pembahasan: Cacat yang menghalalkan qurban adalah cacat yang mengurangi kadar daging secara signifikan: Buta total, pincang total, sakit parah, kurus kering. Tanduk patah atau telinga sobek sedikit dimaafkan .

Soal 41
Rasulullah SAW melarang memotong rambut dan kuku bagi yang akan berqurban mulai tanggal….
A. 1 Syawal
B. 1 Dzulhijjah
C. 9 Dzulhijjah
D. 10 Dzulhijjah

Jawaban: B
Pembahasan: Hadis riwayat Muslim dari Ummu Salamah, “Apabila kalian melihat hilal (bulan) Dzulhijjah…” .

Soal 42
Waktu terbaik untuk menyembelih qurban adalah….
A. Malam hari tanggal 10 Dzulhijjah
B. Setelah shalat Shubuh tanggal 10 Dzulhijjah
C. Setelah shalat Idul Adha (setelah matahari naik sepenggal)
D. Tanggal 9 Dzulhijjah

Jawaban: C
Pembahasan: Sunnah Nabi adalah menyembelih setelah shalat Id. Jika di suatu daerah shalat Id jam 07.00, maka setelah jam itu. Tidak sah jika disembelih sebelum shalat Id .

Soal 43
Hari terakhir penyembelihan qurban adalah….
A. 10 Dzulhijjah
B. 11 Dzulhijjah
C. 12 Dzulhijjah
D. 13 Dzulhijjah (sampai terbenam matahari)

Jawaban: D
Pembahasan: Pendapat yang kuat (madzhab Hanbali dan Syafi’i) memperbolehkan penyembelihan hingga hari ke-13 Dzulhijjah (Hari Tasyrik) .

Soal 44
Hewan qurban yang paling utama menurut mayoritas ulama adalah….
A. Kambing
B. Sapi
C. Unta
D. Kerbau

Jawaban: C
Pembahasan: Unta lebih utama karena lebih mahal, lebih besar dagingnya, dan lebih banyak memberi manfaat kepada fakir miskin, serta lebih sesuai dengan sunnah Nabi dalam haji.

Soal 45
Mengapa hewan qurban tidak boleh dalam keadaan “judza’ah” (terpotong kakinya) parah?
A. Karena dagingnya alot
B. Karena termasuk menyiksa dan mengurangi sempurnanya ibadah
C. Karena tidak enak dilihat
D. Karena tidak laku dijual

Jawaban: B
Pembahasan: Allah SWT menyukai keindahan dan kesempurnaan. Hewan yang sakit atau pincang tidak layak dipersembahkan sebagai hadiah terbaik untuk Allah .

Soal 46
Jika seseorang salah membeli hewan qurban yang ternyata sakit parah setelah dibeli, maka….
A. Tetap sah asal niat baik
B. Wajib mencari pengganti yang sehat
C. Tidak apa-apa, disembelih saja
D. Dijual kembali

Jawaban: B
Pembahasan: Karena syarat sah adalah sehat, maka kewajiban (atau sunnah) qurban belum gugur. Wajib mengganti dengan hewan yang memenuhi syarat.

Soal 47
Satu ekor unta sah untuk qurban berapa orang?
A. 1 orang
B. 4 orang
C. 7 orang
D. 10 orang

Jawaban: C
Pembahasan: Sama seperti sapi, unta sah untuk patungan 7 orang berdasarkan hadis shahih .

Soal 48
Kambing “Jadza’ah” adalah kambing yang berusia….
A. Masih menyusu
B. 6-12 bulan (domba) atau 1-2 tahun (kambing)
C. 2-3 tahun
D. Lebih dari 3 tahun

Jawaban: B
Pembahasan: Jadza’ah adalah umur di mana hewan tersebut telah melepaskan gigi susu dan mulai tumbuh gigi permanen. Untuk domba, ini terjadi sekitar 6 bulan; untuk kambing, sekitar 1 tahun.

Soal 49
Seekor kerbau….
A. Tidak sah karena tidak disebut dalam hadis
B. Sah karena termasuk jenis sapi (al-baqar) secara umum
C. Haram
D. Makruh

Jawaban: B
Pembahasan: Mayoritas ulama di Indonesia (NU, Muhammadiyah) membolehkan kerbau karena termasuk dalam keluarga Baqar (sapi) dan secara ‘urf (kebiasaan) masyarakat setempat menggunakannya.

Soal 50
Hukum menyembelih qurban di malam hari (setelah terbenam matahari tanggal 10) adalah….
A. Lebih utama
B. Makruh (kurang baik) karena menyelisihi sunnah waktu penyembelihan siang hari
C. Wajib
D. Batal qurbannya

Jawaban: B
Pembahasan: Rasulullah SAW menyembelih di siang hari setelah shalat. Menyembelih di malam hari diperbolehkan (karena hari tasyrik mencakup malam), tetapi kehilangan keutamaan menyelisihi sunnah.

Soal 51
Hewan qurban yang gemuk lebih utama daripada yang kurus karena….
A. Menunjukkan kekayaan orang yang berqurban
B. Lebih banyak dagingnya untuk dibagikan, mencerminkan kemurahan hati dalam beribadah
C. Hewan kurus tidak enak
D. Tidak ada alasan

Jawaban: B
Pembahasan: Tujuan sosial qurban adalah memberi makan fakir miskin. Hewan gemuk lebih bermanfaat dan lebih memenuhi tujuan syariat tersebut.

Soal 52
Jika hewan qurban terlepas dan lari lalu hilang, maka pemilik….
A. Gugur kewajibannya
B. Wajib mengganti dengan yang lain jika mampu
C. Cukup bersedekah seharga hewan tersebut
D. Dosa

Jawaban: B
Pembahasan: Kewajiban/sunnah qurban tidak gugur hanya karena hewannya hilang, selama waktu qurban masih ada (belum tanggal 13 Dzulhijjah maghrib), ia wajib membeli pengganti.

Soal 53
Apakah orang yang sedang dalam perjalanan (safar) disunnahkan berqurban?
A. Tidak, karena repot
B. Ya, jika mampu dan tidak memberatkan
C. Hanya wajib bagi penduduk kota
D. Haram

Jawaban: B
Pembahasan: Keumuman dalil mencakup musafir juga. Namun jika safarnya sangat menyulitkan, keringanan untuk tidak qurban ada (karena sifatnya sunnah).

Soal 54
Anak yatim piatu yang kaya raya (mempunyai harta sendiri)…
A. Tidak boleh berqurban karena masih kecil
B. Wajib diqurbankan oleh walinya dari hartanya sendiri jika ia mampu
C. Dilarang berqurban
D. Qurbannya tidak sah

Jawaban: B
Pembahasan: Kewajiban/sunnah qurban melekat pada pemilik harta. Wali menguruskan untuknya sebagaimana wali menguruskan zakat fitrahnya.

Soal 55
Waktu penyembelihan untuk qurban nadzar (karena berjanji) adalah….
A. Kapan saja asal siang hari
B. Harus di hari raya Idul Adha
C. Boleh kapan saja, tidak terikat waktu Idul Adha
D. Hanya di bulan Ramadhan

Jawaban: C
Pembahasan: Qurban nadzar berbeda dengan qurban idul adha. Qurban nadzar adalah memenuhi janji, sehingga harus dilaksanakan kapan pun nadzar itu jatuh, tidak harus menunggu dzulhijjah.


Bagian 4: Tata Cara Penyembelihan dan Pembagian Daging (Soal 56-75)

Soal 56
Saat menyembelih hewan qurban (kambing/sapi), posisi hewan yang benar adalah….
A. Berdiri
B. Duduk
C. Dibaringkan di atas lambung kiri menghadap kiblat
D. Terlentang

Jawaban: C
Pembahasan: Sunnah membaringkan hewan pada lambung kirinya (agar tangan kanan penyembelih bebas memegang pisau dan leher) dan menghadapkan kepalanya ke kiblat .

Soal 57
Bacaan yang wajib diucapkan saat menyembelih adalah….
A. Subhanallah
B. Astaghfirullah
C. Bismillahirrahmanirrahim (Bismillah)
D. La ilaha illallah

Jawaban: C
Pabahasan: Rasulullah SAW bersabda, “Apa saja yang bisa mengalirkan darah dan disebut nama Allah padanya, maka makanlah.” .

Soal 58
Selain “Bismillah”, disunnahkan juga membaca….
A. Shalawat dan Takbir (Allahu Akbar)
B. Al-Fatihah
C. Yasin
D. Tahlil

Jawaban: A
Pembahasan: Dalam hadis Anas, Nabi membaca Bismillahi wallahu Akbar .

Soal 59
Doa ketika menyembelih qurban untuk diri sendiri: “Allahumma hadza ‘anni” artinya….
A. Ya Allah, terimalah dari keluargaku
B. Ya Allah, ini adalah dari orang yang tidak berqurban
C. Ya Allah, ini adalah dariku
D. Ya Allah, selamatkan aku

Jawaban: C
Pembahasan: Hadza ‘anni berarti “Ini dariku”. Rasulullah mengajarkan doa, “Bismillah, Allahu Akbar, Allahumma hadza ‘anni wa ‘an ahli baiti” (Ya Allah, ini dariku dan dari keluargaku).

Soal 60
Jika seseorang mewakilkan qurban kepada orang lain, maka niat….
A. Cukup diniatkan oleh orang yang mewakilkan (shahibul qurban) saat menyerahkan biaya
B. Diniatkan oleh tukang jagal
C. Tidak perlu niat
D. Niatnya baca Al-Fatihah

Jawaban: A
Pembahasan: Inti niat ada di hati shahibul qurban. Penyembelih cukup membaca basmallah dan menyebut nama pemiliknya (niat karena Allah atas si fulan).

Soal 61
Apakah kulit hewan qurban boleh diberikan kepada tukang jagal sebagai upah?
A. Boleh, karena itu haknya
B. Tidak boleh, karena upah menyembelih harus dari uang lain, bukan dari bagian qurban
C. Boleh asal diam-diam
D. Hukumnya haram jika tukang jagal itu muslim

Jawaban: B
Pembahasan: Ali bin Abi Thalib berkata, “Rasulullah menyuruhku mengurusi qurbannya dan menyedekahkan daging, kulit, dan pakaiannya (tutup punggung unta), dan beliau melarangku memberi tukang jagal sedikit pun darinya.” .

Soal 62
Daging qurban sunnah lebih utama dibagi dalam keadaan….
A. Matang
B. Setengah matang
C. Mentah (segarnya)
D. Asin

Jawaban: C
Pembahasan: Sunnah membagi daging dalam keadaan mentah agar penerima bisa mengolahnya sesuai selera. Namun diperbolehkan juga dimasak terlebih dahulu asal tidak mengurangi takaran.

Soal 63
Berapa bagian yang disunnahkan untuk dimakan oleh keluarga shahibul qurban?
A. Semua boleh dimakan sendiri
B. Sepertiga (1/3)
C. Setengah (1/2)
D. Tidak boleh dimakan sama sekali

Jawaban: B
Pembahasan: Tidak ada ketentuan kaku, tetapi para ulama berpendapat dianjurkan sepertiga dimakan, sepertiga dihadiahkan, sepertiga disedekahkan .

Soal 64
Apakah orang non-muslim boleh menerima daging qurban?
A. Tidak boleh sama sekali
B. Boleh, jika ia adalah kerabat atau tetangga yang membutuhkan (untuk melunakkan hati/tidak membedakan dalam kebaikan sosial)
C. Wajib diberikan
D. Dagingnya najis

Jawaban: B
Pembahasan: Dalam konteks sedekah sunnah, para ulama membolehkan memberi daging qurban kepada non-muslim yang miskin dan tidak memerangi Islam, sebagai bentuk toleransi.

Soal 65
Hukum menjual daging qurban adalah….
A. Halal
B. Sunnah
C. Haram (tidak sah)
D. Makruh

Jawaban: C
Pabahasan: Daging qurban adalah daging sedekah yang ditujukan untuk Allah. Mengambil kembali nilai uang dari daging tersebut dianggap batal tujuan ibadah .

Soal 66
Siapa yang berhak menerima daging qurban dengan porsi terbanyak?
A. Orang kaya
B. Panitia
C. Fakir miskin
D. Polisi

Jawaban: C
Pembahasan: Tujuan utama qurban adalah untuk memberikan kebahagiaan dan protein hewani kepada fakir miskin yang jarang makan daging .

Soal 67
Bolehkah daging qurban disimpan untuk stok makan keluarga lebih dari 3 hari?
A. Tidak boleh, harus habis hari itu juga
B. Boleh, awalnya Rasulullah melarang menyimpan karena masa paceklik, lalu setelah itu memperbolehkan
C. Haram
D. Wajib dibuang

Jawaban: B
Pembahasan: Awal Islam, Rasulullah melarang menyimpan daging qurban lebih dari 3 hari karena banyaknya orang miskin. Setelah keadaan membaik, beliau bersabda, “Dulu aku melarang kalian menyimpannya, sekarang simpanlah.” (HR. Muslim).

Soal 68
Orang yang menyembelih (jagal) diperbolehkan mengambil bagian dari daging qurban jika….
A. Ia memintanya
B. Ia diberi hadiah oleh panitia, bukan sebagai upah wajib
C. Ia diam-diam mengambil
D. Ia mengambil semua

Jawaban: B
Pembahasan: Tukang jagal boleh diberi bagian sebagai hadiah atau sedekah, tetapi tidak boleh dijadikan sebagai “upah” yang kontrak kerja. Karena ibadah qurban harus gratis karena Allah.

Soal 69
Dalam satu ekor sapi untuk 7 orang, penentuan timbangan daging….
A. Harus sama persis secara matematika
B. Dianjurkan sama rata atau didasarkan kerelaan (syirkah ‘inan)
C. Yang kaya dapat banyak
D. Hanya panitia yang berhak

Jawaban: B
Pembahasan: Dalam patungan, boleh saja tidak sama persis timbangannya asal didasari ridha. Yang utama adalah niat kebersamaan.

Soal 70
Mana yang lebih utama: Qurban dengan satu ekor kambing untuk satu orang, atau patungan sapi untuk 7 orang?
A. Patungan sapi, karena dagingnya lebih banyak dibagikan
B. Kambing, karena khusus untuk satu orang (semangat tauhid)
C. Sama saja, tergantung niat
D. Unta lebih utama

Jawaban: A (secara sosial)
Pembahasan: Jika dilihat dari aspek sosial dan kemanfaatan, sapi memberikan daging lebih banyak untuk fakir miskin. Namun secara ritual, keduanya sah.

Soal 71
Apakah orang yang berqurban boleh memakan jeroan (hati, usus) hewan qurbannya?
A. Tidak boleh, harus disedekahkan semua
B. Boleh, karena itu bagian dari daging
C. Hanya kulitnya yang boleh
D. Hati tidak boleh dimakan

Jawaban: B
Pembahasan: Semua bagian dari hewan qurban (daging, jeroan, kaki, kepala) halal dimakan oleh shahibul qurban, kecuali jika dijual. Tidak ada larangan khusus.

Soal 72
Jika seseorang berqurban untuk keluarganya, apakah anak kecil yang sudah baligh harus menyetujui?
A. Ya, karena sudah dewasa, qurban atas namanya harus seizin dia
B. Tidak, karena ayah yang menanggung nafkah
C. Harus membayar sendiri
D. Qurban untuk anak haram

Jawaban: A (dalam madzhab Syafi’i)
Pembahasan: Dalam madzhab Syafi’i, jika seorang ayah ingin berqurban atas nama anaknya yang sudah baligh dan memiliki harta sendiri, harus seizin anak. Jika belum baligh, ayah boleh.

Soal 73
Bagaimana jika lupa membaca “Bismillah” saat menyembelih?
A. Qurban tetap sah karena lupa, asalkan muslim
B. Batal dan haram dimakan
C. Wajib mengulang penyembelihan
D. Tidak sah

Jawaban: A
Pembahasan: Dalam Islam, perkara yang terlupa (nasiyan) dimaafkan. Namun tetap dianjurkan untuk membaca basmallah di awal.

Baca juga:  Imam Syafii Mencatat Tanpa Pena dan Kertas

Soal 74
Alat yang paling baik untuk menyembelih adalah….
A. Gergaji
B. Kapak
C. Pisau yang sangat tajam (agar tidak menyiksa hewan)
D. Gigi

Jawaban: C
Pembahasan: Rasulullah SAW memerintahkan menajamkan pisau dan menyembelih dengan cepat agar hewan tidak tersiksa .

Soal 75
Menyembelih dengan cara “Marmus” (mencabut rambut dan memukul hingga mati tanpa putus urat) hukumnya….
A. Halal
B. Haram dan dagingnya tidak halal dimakan
C. Boleh darurat
D. Sunnah

Jawaban: B
Pembahasan: Hewan harus mati karena dipotong lehernya (dhabihah), bukan karena dipukul atau disetrum dulu sebelum putus uratnya (kecuali dalam kondisi darurat teknologi, namun harus tetap putus uratnya saat masih hidup).


Bagian 5: Hikmah, Dalil, dan Konteks Kekinian (Soal 76-100)

Soal 76
Dalam QS. Al-Hajj: 37, Allah SWT menjelaskan bahwa daging dan darah qurban tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai adalah….
A. Kulitnya
B. Takwa
C. Uangnya
D. Shalatnya

Jawaban: B
Pembahasan: “Lann yanalallaha lahumuha wa la damuha wa lakin yanaluhut taqwa minkum” .

Soal 77
Salah satu hikmah sosial dari qurban adalah….
A. Memperkaya pedagang hewan
B. Menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama, terutama fakir miskin
C. Membuat tetangga iri
D. Meningkatkan status sosial

Jawaban: B
Pabahasan: Qurban adalah instrumen pemerataan ekonomi dan kebahagiaan sosial bagi kaum dhuafa .

Soal 78
Hikmah psikologis bagi orang yang berqurban adalah….
A. Melatih sikap ikhlas dan mengalahkan sifat kikir (cinta harta)
B. Menjadi sombong
C. Boros
D. Malas bekerja

Jawaban: A
Pembahasan: Dengan mengeluarkan uang untuk hewan qurban, seseorang dilatih untuk tidak terlalu cinta dunia dan lebih percaya pada janji Allah tentang balasan surga.

Soal 79
Sunnah bagi yang berkurban selain tidak memotong rambut adalah….
A. Tidak tidur
B. Tidak makan daging
C. Memperbanyak takbir (bertakbir)
D. Puasa sunnah 10 hari

Jawaban: C
Pembahasan: Pada 10 hari pertama Dzulhijjah, disunnahkan memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil, terutama setelah shalat fardhu (takbir mursal dan muqayyad).

Soal 80
Mengapa qurban disebut sebagai bentuk syukur?
A. Karena dengan qurban kita memamerkan harta
B. Karena kita mengakui bahwa harta dan ternak adalah nikmat dari Allah, lalu kita kembalikan sebagian untuk jalan Allah
C. Karena kita makan enak
D. Karena menghabiskan uang

Jawaban: B
Pembahasan: Qurban adalah bentuk realisasi syukur dengan lisan (membaca basmallah) dan perbuatan (menyembelih) .

Soal 81
Bagaimana jika seseorang berqurban dengan niat riya (pamer)?
A. Tetap mendapat pahala karena sudah mengeluarkan uang
B. Batal pahalanya, hanya dapat dosa
C. Qurbannya tetap sah, pahalanya tergantung Allah
D. Harus mengulang

Jawaban: B
Pembahasan: Amal tergantung niat. Niat riya’ membatalkan pahala amal ibadah (hadis: “Innamal a’malu binniyat”).

Soal 82
Peristiwa Hudaibiyah adalah peristiwa….
A. Perang besar
B. Perjanjian damai antara kaum muslimin dan Quraisy, dimana Rasulullah menyembelih qurban dan mencukur rambut di tempat tersebut
C. Pembangunan masjid
D. Kelahiran Nabi

Jawaban: B
Pabahasan: Pada Perjanjian Hudaibiyah (tahun 6 H), Rasulullah dan sahabat terhalang masuk Mekah. Beliau menyembelih qurban di Hudaibiyah sebagai tanda tahallul (berakhirnya ihram umrah) .

Soal 83
Dalam hadis riwayat Aisyah, amalan yang paling dicintai Allah pada hari Nahr adalah….
A. Shalat malam
B. Membaca Al-Qur’an
C. Mengucurkan darah hewan qurban
D. Bersedekah uang

Jawaban: C
Pembahasan: “Ma ‘amila adamiyyun min ‘amalin yauma n-nahri ahabba ilallah min ihraqid-dam…” .

Soal 84
Daging qurban afdolnya dibagikan dalam keadaan….
A. Mentah agar penerima bebas mengolah
B. Matang agar langsung dimakan
C. Asin agar awet
D. Busuk

Jawaban: A
Pembahasan: Pembagian mentah lebih utama karena memberikan kebebasan dan kepercayaan penuh kepada penerima. Namun di daerah rawan, boleh dimasak dulu.

Soal 85
Apakah boleh berqurban untuk orang yang sudah meninggal dunia?
A. Tidak boleh, karena amalnya sudah terputus
B. Boleh jika diwasiatkan atau karena nadzar, atau sebagai sedekah atas nama mayit
C. Wajib
D. Haram

Jawaban: B
Pembahasan: Mayoritas ulama membolehkan qurban untuk mayit (sebagai hadiah pahala) karena termasuk sedekah. Namun yang utama adalah qurban untuk diri sendiri yang masih hidup, lalu diniatkan pahalanya untuk keluarga.

Soal 86
Qurban dengan sistem “Cash Back” atau “Qurban Tunai” (uang langsung diberikan ke fakir miskin tanpa membeli hewan) menurut mayoritas ulama….
A. Lebih baik karena efisien
B. Tidak sah sebagai qurban idul adha, karena menyelisihi bentuk ibadah yang dicontohkan (menyembelih hewan)
C. Sunnah
D. Wajib

Jawaban: B
Pembahasan: Qurban memiliki dimensi ritual simbolik (mengingat penyembelihan Ismail). Menggantinya dengan uang menghilangkan esensi ibadah tersebut .

Soal 87
Rasulullah SAW berkurban dengan dua ekor kambing kibas yang bertanduk. Salah satu dari kambing itu beliau qurbankan untuk dirinya dan satu lagi untuk….
A. Keluarganya
B. Umatnya yang tidak mampu berqurban
C. Orang kafir
D. Malaikat

Jawaban: B
Pembahasan: Dalam hadis riwayat Ahmad dan Abu Daud, Nabi berdoa: “Ya Allah, ini dari Muhammad dan keluarga Muhammad.” dan satu lagi: “Ya Allah, ini dari orang yang tidak berqurban dari umatku.” .

Soal 88
Hukum memakan daging qurban sebelum disembelih (misal: memakan daging sapi yang masih hidup) adalah….
A. Halal
B. Haram
C. Makruh
D. Sah

Jawaban: B
Pembahasan: Ini adalah tindakan biadab dan jelas haram karena menyiksa hewan serta memakan bangkai (belum disembelih secara syar’i).

Soal 89
Apakah wanita yang sedang haid boleh menyembelih qurban?
A. Tidak boleh, karena tidak suci
B. Boleh, karena kesucian badan bukan syarat sah penyembelihan (asal muslim)
C. Harus wudhu dulu
D. Harus mandi wajib

Jawaban: B
Pembahasan: Syarat penyembelih adalah muslim (atau ahli kitab) dan menyebut nama Allah. Tidak disyaratkan suci dari hadas, karena ini bukan shalat.

Soal 90
Jika hewan qurban melahirkan sebelum disembelih, maka anak yang lahir tersebut….
A. Ikut disembelih bersama induknya dan dimakan
B. Dibiarkan hidup
C. Harus dijual
D. Disembelih untuk aqiqah

Jawaban: A
Pembahasan: Anak yang lahir dari hewan qurban hukumnya mengikuti induknya (tidak sah jika berdiri sendiri). Boleh disembelih bersama induknya, tetapi lebih baik jika tidak dan disedekahkan hidup-hidup.

Soal 91
Sapi yang digunakan untuk qurban, tiba-tiba jatuh sakit parah setelah dibeli dan waktu qurban hampir habis. Hukumnya….
A. Tetap disembelih, niat qurban tetap dapat pahala
B. Dijual dan uangnya disedekahkan, tidak sah untuk qurban
C. Dimasukkan ke kandang sampai sembuh
D. Dibiarkan mati

Jawaban: A
Pembahasan: Jika cacat terjadi di luar kemampuan pemilik setelah dibeli, ada keringanan (rukhsah) untuk tetap menyembelihnya karena darurat waktu. Namun jika masih ada waktu, ganti lebih baik.

Soal 92
Mana yang lebih utama: menyembelih qurban sendiri atau mewakilkan?
A. Mewakilkan lebih baik karena lebih profesional
B. Menyembelih sendiri lebih utama jika mampu, karena Rasulullah melakukannya sendiri
C. Sama saja
D. Harus sendiri

Jawaban: B
Pembahasan: Menyembelih sendiri lebih utama karena melibatkan diri langsung dalam proses pendekatan diri kepada Allah (seperti Nabi yang menyembelih dengan tangannya) .

Soal 93
Bagaimana jika lupa jumlah patungan untuk sapi? Ternyata pesertanya 8 orang bukan 7?
A. Tetap sah
B. Tidak sah untuk semua, karena melampaui batas maksimal 7 orang
C. Hanya 7 orang yang sah, 1 orang sedekah biasa
D. Tidak masalah

Jawaban: B
Pembahasan: Batas maksimal 7 orang adalah ketentuan nash. Kelebihan satu orang membuat qurban atas nama 8 orang tersebut tidak sah karena membagi hak milik hewan yang tidak cukup .

Soal 94
Apa yang dimaksud dengan “Badnah” dalam hadis?
A. Kambing
B. Sapi atau Unta (hewan besar yang digemukkan)
C. Ayam
D. Burung

Jawaban: B
Pembahasan: Badnah adalah unta atau sapi yang besar dan gemuk, khusus untuk qurban .

Soal 95
Dalam kondisi pandemi atau bencana, apakah hukum qurban tetap berlaku?
A. Gugur karena kesulitan
B. Tetap berlaku bagi yang mampu, dan pembagian daging harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat
C. Diganti dengan uang
D. Ditiadakan

Jawaban: B
Pembahasan: Qurban adalah syariat yang terus berjalan hingga hari kiamat. Kesulitan logistik tidak menggugurkan kewajiban/sunnah, hanya mengubah teknis pelaksanaan.

Soal 96
Anjuran untuk tidak memotong rambut dan kuku bagi yang akan berqurban mengandung hikmah….
A. Agar terlihat kusut
B. Agar pada hari raya ia dalam kondisi sempurna (rambut panjang) dan sebagai bentuk identitas bahwa ia sedang dalam masa ibadah (menyerupai ihram haji)
C. Agar tidak perlu sisir
D. Tidak ada hikmah

Jawaban: B
Pembahasan: Larangan ini bertujuan agar seluruh anggota tubuh shahibul qurban ikut “terbebas” (tidak dipotong) bersama dengan hewan qurban yang akan dipotong, sebagai simbol persembahan total.

Soal 97
Orang yang berhutang, apakah boleh berqurban?
A. Tidak boleh sama sekali
B. Boleh jika hutangnya tidak mengganggu kebutuhan pokok dan ada kelebihan harta
C. Wajib berqurban meskipun hutang
D. Qurbannya batal

Jawaban: B
Pembahasan: Prioritas adalah melunasi hutang. Jika setelah melunasi hutang masih memiliki kelapangan (kelebihan), maka sunnah untuk qurban.

Soal 98
Kambing yang “A’rnab” (panjang bulu) atau “A’raj” (pincang ringan)…
A. Tetap sah, karena “A’rnab” bukan cacat
B. Tidak sah
C. Wajib disembelih
D. Haram dibeli

Jawaban: A
Pembahasan: Cacat yang mencegah sah adalah yang mengurangi kadar daging secara signifikan (pincang berat). Pincang ringan karena luka kecil dimaafkan.

Soal 99
Mengapa shalat Idul Adha didahulukan sebelum qurban?
A. Karena shalat adalah tiang agama, dan menunjukkan bahwa ibadah ritual kepada Allah (shalat) lebih utama sebelum ibadah sosial (qurban)
B. Karena waktu shalat terbatas
C. Tidak ada alasan
D. Karena matahari belum terbit

Jawaban: A
Pembahasan: Urutan ini mengajarkan bahwa hubungan vertikal (habluminallah) harus lurus dulu baru hubungan horizontal (habluminannas).

Soal 100
Kesimpulan akhir dari ibadah qurban adalah untuk mencapai….
A. Daging yang banyak
B. Takwa
C. Pujian manusia
D. Rekor MURI

Jawaban: B
Pembahasan: “Layanalallaha… wa lakin yanaluhut taqwa…” (QS. Al-Hajj: 37). Tujuan akhir qurban adalah meningkatnya ketakwaan seorang hamba kepada Allah SWT.


6. Kesimpulan Akhir

Ibadah qurban adalah manifestasi nyata dari keimanan seorang muslim yang menggabungkan antara ketundukan spiritual (ruhiyah) dan kepedulian sosial (ijtimaiyyah). Dimulai dari peristiwa dramatis Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya Ismail AS sebagai bentuk puncak kecintaan kepada Allah, syariat ini mengajarkan kita untuk “Belajar Berkorban”.

Setiap tetes darah hewan qurban mengingatkan kita pada ketaatan tanpa syarat. Setiap potongan daging yang dibagikan mengajarkan kita bahwa kebahagiaan hakiki adalah ketika kita bisa berbagi dengan saudara kita yang membutuhkan.

Semoga 100 soal pilihan ganda ini menjadi referensi utama bagi para guru, orang tua, dan siswa di Indonesia. Mari kita hidupkan sunnah ini dengan semangat Ibrahim dan Ismail, bukan hanya dengan daging, tetapi dengan hati yang bertakwa.


7. Daftar Pustaka (Minimal 20 Sumber Kredibel)

  1. Al-Qur’an Al-Karim dan Terjemahannya (Kementerian Agama RI).
  2. Shahih Bukhari (Kitab Al-Adahi).
  3. Shahih Muslim (Kitab Al-Adahi).
  4. Sunan Abi Dawud (Kitab Ad-Dhahaya).
  5. Sunan At-Tirmidzi (Kitab Al-Adahi).
  6. Sunan Ibnu Majah (Kitab Ad-Dhahaya).
  7. Musnad Ahmad bin Hanbal.
  8. Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adzim (Ibnu Katsir).
  9. Tafsir Al-Maraghi (Ahmad Mustafa Al-Maraghi).
  10. Fiqh As-Sunnah (Sayyid Sabiq) .
  11. Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu (Wahbah Az-Zuhaili) .
  12. Bidayatul Mujtahid (Ibnu Rusd).
  13. Mughni Al-Muhtaj (Asy-Syarbini – Madzhab Syafi’i).
  14. Al-Mughni (Ibnu Qudamah – Madzhab Hanbali).
  15. Bada’i Ash-Shana’i (Al-Kasani – Madzhab Hanafi).
  16. Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab (An-Nawawi).
  17. Subulus Salam (Ash-Shan’ani).
  18. Tuntunan Qurban PP Muhammadiyah .
  19. Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah.
  20. Ensiklopedia Hadis 9 Imam (Digital).
  21. Kitab Fikih Empat Madzhab (Abdurrahman Al-Jaziri).
  22. Artikel Ilmiah “Pahala Berkurban” – UIN Jakarta .

8. Pesan Moral dari Ebookanak.com

Untuk Ayah dan Ibu:
Ajarkan anak-anak Anda tentang kisah Ibrahim dan Ismail bukan hanya sebagai cerita pengantar tidur. Tunjukkan bahwa “Pisau” dalam hidup adalah ujian, dan “Kambing” adalah ketaatan. Libatkan anak-anak dalam prosesi qurban (menonton penyembelihan yang manusiawi, membantu mengepak daging) agar jiwa kepahlawanan dan pengorbanan tumbuh dalam diri mereka.

Untuk Pendidik:
Gunakan 100 soal di atas sebagai bank soal untuk Ujian Sekolah, Olimpiade Agama Islam, atau kuis interaktif di kelas. Pastikan setiap jawaban dijelaskan secara ilmiah agar siswa tidak hanya hafal, tetapi paham substansi ibadah.

Untuk Pembaca Umum:
Jangan pernah merasa rugi berqurban. Harta yang “dikorbankan” akan diganti oleh Allah dengan perlindungan, kesehatan, dan rezeki yang tak terduga. Karena sesungguhnya, tidak ada setetes darah yang lebih dicintai Allah selain darah qurban di hari Nahr.

Selamat Berqurban dan Meraih Takwa!
Wassalamu’alaikum wr. wb.

Loading

💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
?
Promo IKEA di Shopee
Furniture estetik harga hemat
Lihat
error: Content is protected !!
lynk.id nurulihsan baner