Ebook Anak

Abu Dzar Al Gifari Seruan Pertama yang Menggemparkan

 11,750,131 total views,  5,251 views today

Abu Dzar Al Gifari berasal dari suku Ghiffar, sebuah suku yang dikenal sebagai suku penyamun atau perampok pada masa sebelum datangnya Islam.

Abu Dzar Al Gifari dikenal sebagai seorang yang keras dan memiliki watak pemberani dalam menentang kebathilan di manapun ia berada.

Abu Dzar Al Gifari berani  menentang penyembahan berhala di zaman jahiliyah dan di kalangan Muslim.

Abu Dzar Al Gifari termasuk orang keenam yang pertama kali masuk Islam.

Abu Dzar Al Gifari berasal dari suku Ghiffar, sebuah suku yang dikenal sebagai suku penyamun atau perampok pada masa sebelum datangnya Islam.

Awal Mulanya Abu Dzar Al Gifari Masuk Islam

Abu Dzar Al Gifari memeluk Islam dengan sukarela.

Abu Dzar Al Gifari salah satu sahabat yang pertama dalam memeluk Islam.

Abu Dzar Al Gifari mendatangi Rasulullah Saw ke Mekkah untuk menyatakan keislamannya.

Agar bisa bertemu dengan Rasulullah Saw, Abu Dzar Al Gifari harus menyamar dengan berpura-pura hendak melakukan thawaf mengelilingi berhala-berhala besar di Ka’bah.

Seandainya orang-orang Mekah mengetahui bahwa kedatangannya itu untuk menemui Rasulullah saw, pastilah mereka akan membunuhnya!

Tetapi Abu Dzar Al Gifari sama sekali tak peduli dengan hal itu.

Di suatu pagi, Abu Dzar Al Gifari memperoleh kabar tentang keberadaan Rasulullah Saw.

Abu Dzar Al Gifari lalu pergi menemui Rasulullah Saw yang sedang duduk seorang diri.

“Selamat pagi, wahai kawan sebangsa!”

“Alaikum salam, wahai shahabat,” ujar Rasulullah.

“Bacakanlah kepadaku hasil gubahan engkau, wahai Rasulullah!” pinta Abu Dzar.

“Ingatlah, sahabat. Ini bukan sya’ir hingga dapat digubah, tetapi ini adalah Al-Qur’an yang mulia!” ujar Rasulullah.

Lalu Rasulullah Saw pun membacakan ayat Al-Qur’an itu dan Abu Dzar langsung berseru, “Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh”.

Seruan Pertama yang Menggemparkan

Awalnya, Rasulullah Saw menyampaikan da’wahnya secara sembunyi-sembunyi. 

Abu Dzar Al Gifari juga awalnya memendam keimanan dalam dadanya.

Namun, lama-kelamaan Abu Dzar Al Gifari merasakan ketidaksanggupannya, untuk memendam keimanan dalam berdakwah.

Sehingga suatu hari, Abu Dzar Al Gifari pergi menuju Masjidil Haram, dan menyerukan kalimat syahadatain dengan sekeras-kerasnya.

“Asyhadu Alla ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah!”

Karena seruan Abu Dzar Al Gifari seperti itu, orang-orang musyrik Quraisy pun mengepung dan memukulinya hingga  babak belur.

Seruan itu dikenal sebagai seruan pertama yang berani diserukan seorang Muslim pada saat itu, di tengah penduduk Musyrik Quraisy.

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Uci Ahmad Sanusi
  • Desainer dan layouter: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Qultum Media (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *