Ebook Anak

Amr Ibnul Jamuh Meski Cacat, Ingin ke Surga

 12,023,644 total views,  449 views today

Amr Ibnul Jamuh merasakan sumbangan hartanya untuk Islam masih dianggapnya kurang, hingga ia memutuskan untuk menyerahkan jiwa raganya.

Amr Ibnul Jamuh ra. adalah salah seorang tokoh Madinah yang menjadi pemimpin Bani Salamah.

Meskipun memiliki fisik yang tidak sempurna, namun dengan keteguhan imannya, Amr Ibnul Jamuh rela mati syahid demi menegakkan agama Allah di muka bumi ini.

Ingin Ikut Berjuang di Medan Syahid

Amr Ibnul Jamuh merasakan sumbangan hartanya untuk Islam masih dianggapnya kurang, hingga ia memutuskan untuk menyerahkan jiwa raganya.

Amr Ibnul Jamuh tak peduli dengan kekurangsempurnaan fisiknya untuk ikut berjihad di medan perang.

Amr Ibnul Jamuh telah berketetapan hati.

Amr Ibnul Jamuh telah menyiapkan peralatan perangnya untuk turut dalam perang Badar.

Tetapi Rasul Saw dan keempat putra Amr Ibnul Jamuh bersikeras melarangnya.

Rasul Saw pun menyampaikan pesan kepada Amr Ibnul Jamuh, bahwa Islam membebaskan dirinya dari kewajiban perang.

Namun, Amr Ibnul Jamuh tetap mendesak dan minta diizinkan.

Rasulullah Saw pun terpaksa mengeluarkan perintah, agar Amr Ibnul Jamuh tetap tinggal di Madinah.

Mati Syahid di Perang Uhud

Saat terjadi perang Uhud, Amr Ibnul Jamuh pergi menemui Rasul Saw.

“Ya Rasulallah. Putra-putraku bermaksud hendak menghalangiku pergi berjihad bersama engkau.”

“Demi Allah, aku amat berharap kiranya dengan kekurangan fisikku ini aku dapat merebut surga…!”

Karena terus-menerus memaksa, Rasul Saw pun tak kuasa lagi melarangnya.

Maka akhirnya, Amr Ibnul Jamuh pun diizinkan untuk turut serta berperang bersama Rasulullah Saw.

Diambilnya alat-alat perang.

Dan dengan hati yang diliputi oleh semangat menggelora, Amr Ibnul Jamuh berjalan berjingkat-jingkat ke medan perang.

Amr Ibnul Jamuh pun berdoa dengan suara memelas memohon kepada Allah.

“Ya Allah, berilah aku kesempatan untuk menemui syahid.”

“Dan janganlah aku dikembalikan kepada keluargaku!”

Dengan gagah berani, Amr Ibnul Jamuh bersama keempat putranya maju ke medang perang.

Akhirnya, Amr Ibnul Jamuh pun syahid karena terkena tebasan pedang musuh.

46 Tahun Kematiannya

Setelah 46 tahun kematian Amr Ibnul Jamuh.

Pemakamannya diterjang banjir bandang.

Makam Amr Ibnul Jamuh terpaksa harus dipindahkan ke tempat lain.

Subhanallah.

Saat makamnya dibongkar, jenazah Amr Ibnul Jamuh tampak masih utuh dan  sedang tertidur lelap dengan bibir tersenyum.

Penuh kebahagiaan.

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Uci Ahmad Sanusi
  • Desainer dan layouter: Yuyus Rusamsi
  • Penerbit: Qultum Media (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *