Adab dan Doa Anak Muslim Ketika Keluar Rumah

Loading

Download ebook 101 Doa Harian Anak Muslim di sini

Doa Ketika Keluar Rumah

Bismillaahi tawakkaltu alallaahi walaahawla walaaquwwata illaa billaah

Dengan menyebut nama Allah, aku menyerahkan diriku pada Allah dan tidak ada daya dan kekuatan selain dengan Allah saja.

(Sunan Tirmizi, Da’awat an Rasulillah: 3348)

  • Pamit pada ayah ibumu saat akan keluar rumah.
  • Jangan lupa cium tangan dan bersalaman.
  • Minta didoakan dengan keselamatan pada ayah ibumu.
  • Keluar rumah untuk tujuan yang baik.
  • Usahakan keluar rumah tidak pada saat cuaca buruk, terlalu malam, atau terlalu pagi.
khat bacaan doa dan adab anak muslim ketika keluar rumah
Khat bacaan doa dan adab anak muslim ketika keluar rumah

Cara Download Full Ebook?101 Doa Harian Anak Saleh? karya Kak Nurul Ihsan

  • Donasi terbaik ke norek: Bank Syariah Mandiri (BSI): 7113717337 an. Yayasan Sebaca Indonesia.
  • Infokan judul/paket ebook, alamat email, dan bukti transfer donasi ke WA 0815 6148 165.
  • 1 x 24 jam file ebook PDF diemailkan ke alamat email donatur.
  • Donasi digunakan sepenuhnya untuk membantu Program Sosial Edukasi Cerdas Literasi Gerakan Indonesia Berbagi Buku Anak Digital diย ebookanak.com

anchor susu bubuk baking dan cooking
Anchor susu bubuk baking dan cooking

Table of Contents

100 Tanya Jawab Adab Keluar Rumah dalam Islam: Panduan Lengkap Sesuai Al-Qur’an dan Hadis Sahih

Ebook Anak – Panduan Keluarga Muslim


📖 PENGANTAR

Assalamu’alaikum, Ayah Bunda dan anak-anak hebat!

Setiap hari kita pasti keluar rumah. Entah itu untuk pergi ke sekolah, ke masjid, ke pasar, atau sekadar bermain di halaman. Tahukah kalian bahwa dalam Islam, keluar rumah bukan sekadar melangkahkan kaki? Ada adab dan doa yang diajarkan oleh Rasulullah ๏ทบ agar setiap langkah kita keluar rumah menjadi ibadah dan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.

Buku 100 tanya jawab ini akan membahas tuntas segala hal tentang adab keluar rumah: mulai dari doa sebelum keluar, adab di jalan, etika berkendara, larangan-larangan, hingga fakta-fakta menarik tentang kebiasaan keluar rumah di masa Rasulullah. Semua dilengkapi dengan dalil dari Al-Qur’an dan hadis sahih agar bisa menjadi panduan bagi seluruh keluarga.

Yuk, kita mulai petualangan belajar adab keluar rumah bersama Rasulullah ๏ทบ!


🤲 BAGIAN 1: DOA DAN DZIKIR KETIKA KELUAR RUMAH (Tanya Jawab 1-15)

1. Apa doa yang diajarkan Rasulullah saat keluar rumah?

Jawaban:
Rasulullah ๏ทบ mengajarkan doa yang sangat indah saat hendak keluar rumah. Berikut doa utamanya:

Bacaan Doa (Arab):
ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ุชูŽูˆูŽูƒูŽู‘ู„ู’ุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ู„ูŽุง ุญูŽูˆู’ู„ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ู‚ููˆูŽู‘ุฉูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู

Latin:
“Bismillah, tawakkaltu ‘alallah, la haula wa la quwwata illa billah”

Artinya:
“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Dalil:
Dari Anas bin Malik RA, ia berkata bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Barangsiapa ketika keluar rumah mengucapkan ‘Bismillahi tawakkaltu ‘alallah la haula wa la quwwata illa billah’, maka akan dikatakan kepadanya: ‘Engkau telah diberi petunjuk, dicukupkan, dan dijaga.’ Maka setan akan menjauh darinya.”
(HR. Abu Dawud no. 5095, Tirmidzi no. 3426, dishahihkan oleh Al-Albani)

Penuhi kebutuhan kalsium harian dengan susu dewasa no 1 di Indonesia.


2. Apakah ada doa keluar rumah yang lain?

Jawaban:
Ada. Selain doa utama di atas, terdapat doa keluar rumah yang lebih pendek maupun lebih panjang.

Doa Kedua (Pendek):
ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู

“Bismillah” (Dengan menyebut nama Allah)

Doa Ketiga (Panjang – Doa Perlindungan):

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ุขู…ูŽู†ู’ุชู ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ุงุนู’ุชูŽุตูŽู…ู’ุชู ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ุชูŽูˆูŽูƒูŽู‘ู„ู’ุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ู„ูŽุง ุญูŽูˆู’ู„ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ู‚ููˆูŽู‘ุฉูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู

“Bismillah, aamantu billah, i’tashamtu billah, tawakkaltu ‘alallah, la haula wa la quwwata illa billah”

Artinya: “Dengan nama Allah, aku beriman kepada Allah, aku berpegang teguh kepada Allah, aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”


3. Mana doa yang paling utama untuk dibaca saat keluar rumah?

Jawaban:
Doa yang pertama (Bismillah, tawakkaltu ‘alallah…) adalah yang paling utama dan paling masyhur di kalangan ulama.

Keistimewaan Doa Ini:

  1. Diajarkan langsung oleh Rasulullah ๏ทบ
  2. Sanad haditsnya shahih (kuat)
  3. Mengandung tiga unsur penting:
    • Bismillah โ†’ memohon berkah dengan nama Allah
    • Tawakkaltu ‘alallah โ†’ berserah diri sepenuhnya kepada Allah
    • La haula wa la quwwata illa billah โ†’ mengakui bahwa kekuatan hanya dari Allah

Pendapat Ulama:
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menyebutkan bahwa doa ini adalah yang paling utama untuk dibaca saat keluar rumah.


4. Kapan doa keluar rumah dibaca?

Jawaban:
Doa keluar rumah dibaca saat hendak melangkahkan kaki keluar dari pintu rumah, sebelum kaki kanan melangkah ke luar.

Waktu yang Tepat:

  1. Setelah membuka pintu
  2. Sebelum kaki melangkah keluar
  3. Dengan posisi masih di dalam rumah (ambang pintu)

Mengapa demikian?
Karena doa ini adalah bentuk perlindungan sebelum memasuki dunia luar yang penuh dengan bahaya dan godaan setan. Rasulullah ๏ทบ mengajarkan untuk berdoa di ambang pintu.


5. Apakah harus membaca doa setiap kali keluar rumah?

Jawaban:
Sebaiknya iya, karena setiap amal kebaikan akan mendatangkan pahala. Namun jika lupa atau terburu-buru, tidak berdosa.

Prinsip dalam Islam:
Doa keluar rumah termasuk sunnah mu’akkadah (sunnah yang sangat dianjurkan), bukan wajib. Artinya:

  • Jika dibaca โ†’ mendapat pahala dan perlindungan dari setan
  • Jika tidak dibaca โ†’ tidak berdosa, namun kehilangan keutamaan

Motivasi:
Rasulullah ๏ทบ bersabda bahwa doa ini menyebabkan setan menjauh. Bayangkan betapa berharganya perlindungan ini di tengah maraknya gangguan setan di jalanan!


6. Apa arti dari “La haula wa la quwwata illa billah” dalam doa keluar rumah?

Jawaban:
Kalimat “La haula wa la quwwata illa billah” adalah kalimat yang sangat agung dalam Islam.

Makna Mendalam:

  • La haula = Tidak ada daya (untuk menghindari maksiat)
  • Wa la quwwata = Dan tidak ada kekuatan (untuk melakukan ketaatan)
  • Illa billah = Kecuali dengan pertolongan Allah

Penjelasan untuk Anak:
Kita tidak bisa menghindari perbuatan jahat dan tidak bisa melakukan perbuatan baik hanya dengan kekuatan kita sendiri. Semua itu butuh pertolongan dari Allah. Jadi saat kita keluar rumah, kita mengakui bahwa kita lemah dan hanya Allah yang bisa melindungi kita.

Keutamaan Kalimat Ini:
Rasulullah ๏ทบ bersabda bahwa kalimat ini adalah salah satu pintu surga (HR. Tirmidzi).


7. Apakah doa keluar rumah boleh dibaca dalam hati saja?

Jawaban:
Boleh. Membaca doa boleh dilakukan dengan lirih (tidak keras) atau dalam hati.

Penjelasan:
Dalam Islam, doa bisa dilakukan dengan tiga cara:

  1. Jahr (dikeraskan) – boleh, asalkan tidak mengganggu orang lain
  2. Sirr (lirih) – yang paling dianjurkan
  3. Dalam hati – juga diperbolehkan

Untuk Anak-anak:
Lebih baik dilatih membaca dengan lirih (bibir bergerak) agar terbiasa. Namun jika di tempat umum seperti sekolah atau mal, membaca dalam hati sudah cukup.


8. Bagaimana dengan doa keluar rumah dalam versi pendek untuk anak TK?

Jawaban:
Untuk anak usia dini (TK/PAUD), bisa menggunakan versi yang lebih sederhana:

Versi Super Pendek:
“Bismillah, tawakal kepada Allah”

Atau dalam bahasa Arab sederhana:
“Bismillah, tawakkaltu ‘alallah”

Strategi Mengajarkan:

  1. Ajak anak mengulang 3x setiap pagi sebelum berangkat sekolah
  2. Tempel stiker di kalender setiap kali anak mengingatkan diri sendiri untuk berdoa
  3. Jadikan nyanyian atau irama sederhana agar mudah dihafal
  4. Jangan paksa jika anak lupa, cukup ingatkan dengan lembut

9. Apakah ada doa khusus saat keluar rumah untuk pergi ke masjid?

Jawaban:
Ada. Selain doa keluar rumah umum, ada doa khusus saat keluar rumah menuju masjid.

Doa Keluar Rumah Menuju Masjid:

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ูููŠ ู‚ูŽู„ู’ุจููŠ ู†ููˆุฑู‹ุงุŒ ูˆูŽูููŠ ู„ูุณูŽุงู†ููŠ ู†ููˆุฑู‹ุงุŒ ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ูููŠ ุณูŽู…ู’ุนููŠ ู†ููˆุฑู‹ุงุŒ ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ูููŠ ุจูŽุตูŽุฑููŠ ู†ููˆุฑู‹ุงุŒ ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ู…ูู†ู’ ุฎูŽู„ู’ูููŠ ู†ููˆุฑู‹ุงุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุฃูŽู…ูŽุงู…ููŠ ู†ููˆุฑู‹ุงุŒ ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ู…ูู†ู’ ููŽูˆู’ู‚ููŠ ู†ููˆุฑู‹ุงุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุชูŽุญู’ุชููŠ ู†ููˆุฑู‹ุงุŒ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุนู’ุทูู†ููŠ ู†ููˆุฑู‹ุง

Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah cahaya dalam hatiku, cahaya dalam lidahku, cahaya dalam pendengaranku, cahaya dalam penglihatanku, cahaya di belakangku, cahaya di depanku, cahaya di atasku, cahaya di bawahku. Ya Allah, berilah aku cahaya.”

Dalil:
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas RA, bahwa Rasulullah ๏ทบ membacanya saat keluar rumah untuk shalat malam.


10. Apakah doa keluar rumah boleh dibaca dalam bahasa Indonesia?

Jawaban:
Boleh untuk memahami maknanya, namun yang lebih utama adalah membaca dalam bahasa Arab sebagaimana yang diajarkan Rasulullah.

Pendapat Ulama:

  • Mayoritas ulama menganjurkan membaca doa dalam bahasa Arab karena itu lafadz yang diajarkan Nabi
  • Namun jika seseorang belum bisa bahasa Arab (misalnya anak kecil yang baru belajar), diperbolehkan membaca artinya terlebih dahulu sambil belajar

Saran untuk Keluarga:
Ajari anak dalam bahasa Arab sejak dini. Meskipun belum memahami artinya secara mendalam, membaca dalam bahasa Arab memiliki keberkahan tersendiri (barakah). Setelah lancar, baru jelaskan artinya.


11. Apa keutamaan membaca doa keluar rumah?

Jawaban:
Membaca doa keluar rumah memiliki banyak keutamaan:

1. Mendapat Perlindungan dari Setan
Setan akan menjauh dari orang yang membaca doa ini (HR. Abu Dawud)

2. Dicukupi Kebutuhannya
Malaikat akan mengatakan bahwa orang ini “dicukupi” dalam urusannya

3. Diberi Petunjuk
Orang ini akan selalu dalam petunjuk Allah

4. Dijaga Sepanjang Perjalanan
Allah menjaga dari keburukan selama di luar rumah

5. Mendapat Pahala
Setiap langkah kaki dicatat sebagai kebaikan

6. Menjadi Ibadah
Aktivitas keluar rumah yang biasa berubah menjadi ibadah


12. Apakah ada doa saat kembali masuk rumah?

Jawaban:
Ada. Sama seperti keluar rumah, masuk rumah juga memiliki doa yang diajarkan Rasulullah.

Baca juga:  Workbook Brain Games Rukun Iman (2)

Doa Masuk Rumah:

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽู„ูŽุฌู’ู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฎูŽุฑูŽุฌู’ู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฑูŽุจูู‘ู†ูŽุง ุชูŽูˆูŽูƒูŽู‘ู„ู’ู†ูŽุง

Latin:
“Bismillahi walajna, wa bismillahi kharajna, wa ‘alallahi rabbina tawakkulna”

Artinya:
“Dengan nama Allah kami masuk, dengan nama Allah kami keluar, dan hanya kepada Allah Tuhan kami kami bertawakal.”

Kemudian mengucapkan salam kepada penghuni rumah:
ุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’

“Assalamu’alaikum”

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ mengajarkan doa ini dan menganjurkan untuk mengucapkan salam saat masuk rumah, meskipun rumah sedang kosong, karena malaikat akan menjawabnya. (HR. Abu Dawud)


13. Bagaimana jika lupa membaca doa keluar rumah?

Jawaban:
Tidak apa-apa. Tidak ada dosa jika lupa membaca doa keluar rumah.

Yang Bisa Dilakukan:

  1. Segera baca saat ingat, meskipun sudah jauh dari rumah
  2. Tidak perlu kembali ke rumah hanya untuk membaca doa
  3. Berusaha lebih baik besok harinya

Motivasi:
Rasulullah ๏ทบ bersabda bahwa sebaik-baiknya amal adalah yang dilakukan secara konsisten (kontinu), meskipun sedikit. Jadi lebih baik membaca doa keluar rumah secara rutin setiap hari daripada kadang-kadang membaca doa panjang tapi tidak konsisten.


14. Apakah anak-anak sudah harus diajari doa keluar rumah?

Jawaban:
Ya, sejak dini. Anak usia 3-4 tahun sudah bisa mulai diajari doa keluar rumah secara sederhana.

Tahapan Pengajaran:

UsiaTarget Pembelajaran
2-3 tahunMengucap “Bismillah” sebelum keluar rumah
4-5 tahunDoa pendek “Bismillah, tawakkaltu ‘alallah”
6-7 tahunDoa lengkap “Bismillah, tawakkaltu ‘alallah, la haula wa la quwwata illa billah”
8+ tahunHafal di luar kepala dan paham artinya

Kenapa sejak dini?
Karena kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil akan terbawa hingga dewasa. Rasulullah ๏ทบ bersabda bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), orang tuanyalah yang membentuknya (HR. Bukhari).


15. Apakah ada perbedaan doa keluar rumah antara laki-laki dan perempuan?

Jawaban:
Tidak ada. Doa keluar rumah sama untuk laki-laki dan perempuan.

Yang Membedakan Adalah Niat:

  • Laki-laki keluar rumah bisa untuk bekerja, ke masjid, atau mencari nafkah
  • Perempuan keluar rumah bisa untuk keperluan yang dibolehkan syariat (sekolah, bekerja dengan izin suami/orang tua, keperluan mendesak)

Namun doa yang dibaca tetap sama karena semua hamba Allah sama-sama membutuhkan perlindungan-Nya.


🚪 BAGIAN 2: ADAB KELUAR RUMAH (Tanya Jawab 16-35)

16. Apa saja adab keluar rumah dalam Islam?

Jawaban:
Berikut 7 adab keluar rumah yang diajarkan dalam Islam:

1. Membaca doa keluar rumah – Memohon perlindungan kepada Allah

2. Mendahulukan kaki kanan – Sebagaimana sunnah dalam hal-hal baik

3. Berpakaian rapi dan sopan – Menutup aurat dan tidak berlebihan

4. Berpamitan kepada orang tua – Memohon doa restu

5. Menundukkan pandangan – Tidak melihat hal-hal yang diharamkan

6. Menjaga lisan – Tidak berkata kotor atau bergunjing

7. Bertawakal kepada Allah – Yakin bahwa Allah yang mengatur segalanya


17. Kaki mana yang harus didahulukan saat keluar rumah?

Jawaban:
Saat keluar rumah, kita dianjurkan mendahulukan kaki kanan.

Dalil:
Dari Aisyah RA, ia berkata:

“Rasulullah ๏ทบ menyukai tayammun (mendahulukan yang kanan) dalam memakai sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam segala urusannya.”
(HR. Bukhari no. 168 & Muslim no. 601)

Pengecualian:

  • Saat masuk kamar mandi/toilet โ†’ dahulukan kaki kiri
  • Saat keluar dari kamar mandi โ†’ dahulukan kaki kanan
  • Saat masuk rumah/keluar rumah โ†’ dahulukan kaki kanan

18. Apakah harus berpamitan sebelum keluar rumah?

Jawaban:
Ya, sangat dianjurkan, terutama kepada kedua orang tua.

Adab Berpamitan:

  1. Ucapkan salam kepada orang tua dan penghuni rumah
  2. Cium tangan orang tua (bagi yang terbiasa)
  3. Sampaikan tujuan pergi
  4. Minta doa restu

Dalil:
Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nur ayat 58 tentang pentingnya meminta izin (pamit) kepada orang tua di waktu-waktu tertentu. Para ulama memperluas maknanya bahwa berpamitan sebelum keluar rumah adalah bentuk penghormatan kepada orang tua.

Keutamaan:
Doa orang tua untuk anaknya sangat mustajab (mudah dikabulkan). Rasulullah ๏ทบ bersabda bahwa doa orang tua untuk anaknya seperti doa nabi untuk umatnya.


19. Bagaimana cara berpamitan yang baik menurut Islam?

Jawaban:
Berikut tata cara berpamitan yang baik:

1. Pilih waktu yang tepat
Jangan berpamitan saat orang tua sedang sibuk atau marah.

2. Ucapkan salam
“Assalamu’alaikum, Ayah/Ibu”

3. Sampaikan maksud
“Ayah/Ibu, izin berangkat ke sekolah dulu ya.”

4. Minta doa
“Doakan agar selamat sampai tujuan.”

5. Cium tangan (jika terbiasa)
Ini adalah bentuk bakti kepada orang tua.

6. Ucapkan doa keluar rumah
Sebelum melangkah keluar.


20. Apakah boleh keluar rumah tanpa izin orang tua?

Jawaban:
Tidak boleh, terutama bagi anak yang masih tinggal bersama orang tua dan belum dewasa/baligh.

Hukum Meminta Izin:

  • Anak yang belum baligh โ†’ wajib meminta izin
  • Anak yang sudah baligh tetapi masih tinggal bersama orang tua โ†’ tetap dianjurkan meminta izin sebagai bentuk hormat
  • Suami โ†’ tidak wajib meminta izin kepada istri untuk keluar, namun dianjurkan memberitahu
  • Istri โ†’ wajib meminta izin suami untuk keluar rumah

Dalil untuk Istri:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk mengizinkan orang masuk ke rumah suaminya jika suaminya tidak suka, dan tidak boleh keluar rumah jika suaminya melarang.”
(HR. Bukhari)


21. Bagaimana adab keluar rumah di malam hari?

Jawaban:
Keluar rumah di malam hari memiliki adab khusus:

1. Perbanyak doa perlindungan
Karena malam hari lebih banyak gangguan setan.

2. Jangan keluar sendirian jika tidak perlu
Terutama untuk anak-anak dan perempuan.

3. Bawa lampu/penerangan
Rasulullah ๏ทบ melarang keluar rumah di malam hari tanpa penerangan.

4. Bacakan Ayat Kursi
Ini adalah doa perlindungan terkuat dari gangguan setan.

5. Perhatikan keamanan
Pastikan lingkungan aman dan ada orang dewasa yang mendampingi.

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Apabila malam telah tiba atau sore hari, tahanlah anak-anak kalian (jangan biarkan keluar), karena setan berkeliaran pada waktu itu…”
(HR. Bukhari & Muslim)


22. Apakah dilarang keluar rumah saat adzan berkumandang?

Jawaban:
Tidak dilarang, namun lebih utama menjawab adzan dulu.

Prioritas:

  1. Saat adzan, yang paling utama adalah menjawab adzan (mengikuti lafadz muadzin)
  2. Setelah selesai menjawab, membaca doa setelah adzan
  3. Baru kemudian keluar rumah menuju masjid

Mengapa?
Karena menjawab adzan pahalanya besar. Rasulullah ๏ทบ bersabda bahwa siapa yang menjawab adzan dengan ikhlas, akan masuk surga. Jangan sampai kesibukan keluar rumah membuat kita kehilangan pahala besar ini.


23. Bagaimana adab keluar rumah untuk pergi ke masjid?

Jawaban:
Adab keluar rumah untuk pergi ke masjid lebih istimewa:

1. Niat yang ikhlas
Niatkan untuk menunaikan shalat berjamaah dan mendekatkan diri kepada Allah.

2. Memperbaiki penampilan
Memakai pakaian terbaik dan bersih, memakai wewangian (untuk laki-laki).

3. Berangkat lebih awal
Tidak terburu-buru, berjalan dengan tenang.

4. Membaca doa keluar rumah
Doa khusus untuk pergi ke masjid (telah dijelaskan di bagian 1).

5. Berjalan kaki jika memungkinkan
Setiap langkah kaki ke masjid dihitung pahala.

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Barangsiapa bersuci di rumahnya, lalu berjalan ke salah satu rumah Allah (masjid) untuk menunaikan kewajiban dari Allah, maka setiap langkahnya menghapus satu kesalahan dan langkah berikutnya mengangkat derajatnya.”
(HR. Muslim)


24. Apakah boleh keluar rumah dalam keadaan junub (belum mandi wajib)?

Jawaban:
Boleh, namun makruh (tidak dianjurkan) kecuali dalam keadaan darurat.

Penjelasan:

  • Sebaiknya segera mandi junub sebelum keluar rumah
  • Jika terpaksa (misal khawatir ketinggalan shalat jamaah), diperbolehkan dengan catatan sudah berwudhu
  • Rasulullah ๏ทบ pernah keluar rumah dalam keadaan junub untuk suatu keperluan

Dalil:
Dari Aisyah RA, ia berkata:

“Apabila Rasulullah ๏ทบ dalam keadaan junub, beliau tetap keluar untuk keperluannya tanpa mandi terlebih dahulu.”
(HR. Ibnu Hibban)

Namun para ulama menganjurkan untuk segera mandi karena lebih utama dan lebih sopan.


25. Bagaimana adab keluar rumah bagi perempuan?

Jawaban:
Perempuan memiliki adab khusus saat keluar rumah:

1. Meminta izin suami/orang tua
Ini adalah kewajiban bagi perempuan yang sudah menikah (dari suami) atau yang masih tinggal bersama orang tua.

2. Memakai jilbab syar’i
Menutup seluruh aurat, longgar, tidak transparan, tidak ketat.

3. Tidak memakai wewangian
Jika keluar rumah dan melewati laki-laki bukan mahram.

4. Tidak berjalan dengan cara yang menarik perhatian
Suara dan langkah tidak boleh dibuat-buat.

5. Tidak berdua-duaan dengan laki-laki bukan mahram
Termasuk di dalam kendaraan.

Dalil:
Allah SWT berfirman:

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.”
(QS. Al-Ahzab: 59)


26. Apakah boleh keluar rumah tanpa tujuan yang jelas?

Jawaban:
Tidak dianjurkan. Islam mengajarkan untuk tidak keluar rumah tanpa keperluan.

Alasan:

  1. Membuang-buang waktu yang berharga
  2. Berpotensi terjerumus dalam hal-hal yang tidak bermanfaat
  3. Meninggalkan kewajiban di rumah (misal membantu orang tua)

Yang Dikecualikan:

  • Berjalan-jalan untuk rekreasi yang bermanfaat (tidak berlebihan)
  • Olahraga atau jalan sehat
  • Silaturahmi ke rumah kerabat

Prinsip:
Setiap langkah kaki harus ada tujuannya, baik untuk ibadah maupun untuk mencari nafkah yang halal.


27. Bagaimana adab keluar rumah saat sedang sakit?

Jawaban:
Saat sakit, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

1. Utamakan istirahat di rumah
Jangan keluar rumah jika tidak terlalu penting.

2. Jika terpaksa keluar, perbanyak doa
Doa memohon kesembuhan dan perlindungan.

3. Jangan menularkan penyakit
Pakai masker jika perlu, jaga jarak.

4. Bawa obat-obatan yang diperlukan

5. Jangan memaksakan diri
Jika kondisi sangat lemah, lebih baik tinggal di rumah.

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Janganlah orang yang sakit dicampurkan dengan orang yang sehat (dalam satu tempat tanpa izin).”
(HR. Bukhari)

Ini mengajarkan bahwa orang sakit harus menjaga agar tidak menularkan penyakitnya.


28. Apakah boleh keluar rumah saat terjadi bencana alam?

Jawaban:
Tergantung situasinya.

Prinsip Islam:

  • Jika di rumah lebih aman โ†’ tetap di rumah
  • Jika harus evakuasi โ†’ keluar rumah untuk menyelamatkan diri

Adab saat keluar rumah dalam bencana:

  1. Tetap membaca doa dan berdzikir
  2. Tidak panik (tetap tenang)
  3. Utamakan keselamatan
  4. Tolong sesama yang membutuhkan
  5. Bertawakal kepada Allah

Dalil:
Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.”
(QS. Al-Baqarah: 195)

Ayat ini memerintahkan kita untuk menyelamatkan diri dari bahaya, termasuk saat bencana.


29. Bagaimana adab keluar rumah saat hujan?

Jawaban:
Saat keluar rumah di waktu hujan, ada adab khusus:

1. Membaca doa saat hujan:

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุตูŽูŠูู‘ุจู‹ุง ู†ูŽุงููุนู‹ุง

“Allahumma shayyiban nafi’an”

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat.”

2. Tidak mengeluh tentang hujan
Hujan adalah rahmat Allah.

3. Berteduh jika hujan terlalu deras
Jangan memaksakan diri.

4. Berhati-hati di jalan
Karena jalan licin.

5. Bersyukur kepada Allah
Karena hujan membawa banyak manfaat.

Dalil:
Dari Aisyah RA, bahwa jika Rasulullah ๏ทบ melihat hujan, beliau mengucapkan:

“Allahumma shayyiban nafi’an.”
(HR. Bukhari)


30. Apakah boleh keluar rumah di waktu sahur (sebelum subuh)?

Jawaban:
Boleh, dengan catatan:

1. Ada keperluan yang jelas
Misal pergi ke masjid untuk shalat subuh, membeli makanan sahur, dll.

2. Tidak sendirian untuk anak-anak
Sebaiknya didampingi orang dewasa.

3. Membaca doa perlindungan
Waktu sahur termasuk waktu yang sepi dan banyak gangguan setan.

4. Membawa penerangan
Senter atau lampu.

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda tentang waktu sahur:

“Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Keluar rumah untuk membeli atau menyiapkan sahur diperbolehkan.


31. Bagaimana adab keluar rumah untuk bersilaturahmi?

Jawaban:
Silaturahmi adalah amalan mulia. Berikut adabnya:

1. Pilih waktu yang tepat
Jangan saat tuan rumah sedang istirahat (siang hari atau malam larut).

2. Jangan datang tanpa pemberitahuan
Sebaiknya memberi kabar terlebih dahulu.

3. Tidak berlama-lama
Kecuali tuan rumah mempersilakan.

4. Bawa oleh-oleh jika mampu (tidak wajib)
Ini bisa mempererat hubungan.

5. Akhiri dengan doa untuk tuan rumah

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Adab bertamu ini juga mengajarkan kita untuk menjadi tamu yang baik.


32. Apakah ada larangan keluar rumah pada waktu-waktu tertentu?

Jawaban:
Ya, ada beberapa waktu yang dilarang atau tidak dianjurkan untuk keluar rumah:

WaktuHukumAlasan
Tengah malam (pukul 00.00-03.00)Makruh (tidak dianjurkan)Waktu berkeliaran setan
Saat adzan Jumat berkumandang (bagi laki-laki)Haram (setelah adzan kedua)Wajib shalat Jumat
Saat terjadi gerhana matahari/bulanDianjurkan tetap di rumah untuk shalat gerhanaBisa shalat di rumah
Setelah shalat subuh hingga matahari terbitMakruh untuk bepergian jauhWaktu yang kurang berkah

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Apabila kalian mendengar suara adzan, maka janganlah kalian keluar (untuk selain shalat) hingga kalian shalat.”
(HR. Ahmad)


33. Bagaimana adab keluar rumah bagi seorang pemimpin (kepala keluarga)?

Jawaban:
Seorang pemimpin keluarga memiliki tanggung jawab lebih:

1. Memberi tahu anggota keluarga
Tidak keluar rumah tanpa pamit.

2. Memastikan keluarga dalam keadaan aman
Keamanan rumah dan penghuninya.

3. Meninggalkan nafkah yang cukup
Untuk keluarga yang ditinggalkan.

4. Berwasiat kepada keluarga
Mengingatkan untuk shalat dan takwa kepada Allah.

5. Tidak berlama-lama di luar
Kecuali untuk urusan yang mendesak.

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.”
(HR. Bukhari & Muslim)


34. Apakah anak-anak boleh keluar rumah bermain tanpa pengawasan?

Jawaban:
Tidak boleh. Anak-anak harus dalam pengawasan orang dewasa saat keluar rumah.

Batas Usia dan Pengawasan:

  • Usia 0-7 tahun โ†’ harus selalu didampingi
  • Usia 7-10 tahun โ†’ boleh bermain di lingkungan terbatas (halaman rumah) dengan pengawasan tidak langsung
  • Usia di atas 10 tahun โ†’ bisa diberi kepercayaan terbatas, namun tetap perlu pantauan

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

*”Perintahkanlah anak-anak kalian shalat saat usia 7 tahun, dan pukullah mereka (jika meninggalkannya) saat usia 10 tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka.”*
(HR. Abu Dawud)

Hadits ini menunjukkan bahwa orang tua bertanggung jawab penuh atas anak-anaknya.


35. Bagaimana adab keluar rumah bagi seorang musafir (bepergian jauh)?

Jawaban:
Bepergian jauh (safar) memiliki adab khusus:

1. Niat yang baik
Niatkan untuk kebaikan, bukan maksiat.

2. Memilih waktu yang baik
Bepergian di pagi hari lebih utama.

3. Berpamitan secara khusus
Pamit kepada orang tua, istri, anak, dan kerabat.

4. Membaca doa safar:

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุณูŽุฎูŽู‘ุฑูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูู†ูŽู‘ุง ู„ูŽู‡ู ู…ูู‚ู’ุฑูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจูู‘ู†ูŽุง ู„ูŽู…ูู†ู’ู‚ูŽู„ูุจููˆู†ูŽ

“Subhanalladzi sakhkhara lana hadza wa ma kunna lahu muqrinin, wa inna ila rabbina lamunqalibun”

5. Mengucapkan salam perpisahan:
ุฃูŽุณู’ุชูŽูˆู’ุฏูุนู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุฏููŠู†ูŽูƒูŽ ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุงู†ูŽุชูŽูƒูŽ ูˆูŽุฎูŽูˆูŽุงุชููŠู…ูŽ ุนูŽู…ูŽู„ููƒูŽ


🚶 BAGIAN 3: ETIKA DI JALAN DAN DI TEMPAT UMUM (Tanya Jawab 36-55)

36. Bagaimana etika berjalan di jalan menurut Islam?

Jawaban:
Islam mengajarkan etika berjalan di jalan yang sangat indah:

1. Berjalan dengan tenang dan tidak terburu-buru
Tidak tergesa-gesa kecuali ada keperluan mendesak.

2. Tidak berjalan dengan sombong
Tidak mengangkat bahu atau merentangkan tangan dengan angkuh.

3. Menundukkan pandangan
Tidak melihat hal-hal yang diharamkan.

4. Menjaga kebersihan jalan
Tidak membuang sampah sembarangan.

5. Mengucapkan salam kepada yang dikenal

6. Menyingkirkan gangguan dari jalan
Seperti batu, duri, atau benda berbahaya lainnya.

Dalil:
Allah SWT berfirman dalam QS. Luqman ayat 18-19:

“Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan.”


37. Apakah dilarang berjalan di tengah jalan?

Jawaban:
Dianjurkan untuk tidak berjalan di tengah jalan karena bisa mengganggu pengguna jalan lain.

Etika Berjalan:

  • Berjalan di pinggir jalan (bahu jalan) jika tersedia
  • Jika terpaksa berjalan di badan jalan, perhatikan kendaraan
  • Jalan berkelompok (rombongan) jangan sampai memenuhi seluruh badan jalan

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Jauhilah oleh kalian duduk-duduk di pinggir jalan.” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, kami tidak bisa meninggalkannya karena kami biasa duduk-duduk di sana untuk berbincang.” Beliau bersabda: “Jika kalian tidak mau meninggalkannya, maka penuhilah hak jalan.” Mereka bertanya: “Apa hak jalan, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Menundukkan pandangan, menahan gangguan (tidak mengganggu), menjawab salam, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah kemungkaran.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Baca juga:  Komik Serial Power Rangers: Sabotase

38. Bagaimana etika saat bertemu dengan orang lain di jalan?

Jawaban:
Saat bertemu orang lain di jalan, ada etika yang diajarkan:

1. Mengucapkan salam terlebih dahulu

2. Tersenyum
Senyum adalah sedekah.

3. Tidak memotong pembicaraan orang lain

4. Memberi jalan jika bertemu di tempat sempit

5. Tidak memandang dengan tajam atau sinis

6. Menghindari perbuatan yang mengganggu
Seperti mengejek, mencela, atau bergunjing.

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Tersenyumlah kepada saudaramu adalah sedekah.”
(HR. Tirmidzi)


39. Apakah dilarang menatap lawan jenis di jalan?

Jawaban:
Ya, dilarang menatap dengan sengaja kepada lawan jenis yang bukan mahram.

Hukum Menatap:

  • Tatapan pertama (tidak sengaja) โ†’ dimaafkan
  • Tatapan kedua (sengaja) โ†’ dosa

Dalil:
Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nur ayat 30-31:

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.’ Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.'”

Hadits:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Pandangan (yang tidak sengaja) adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Barangsiapa menahan pandangannya karena takut kepada Allah, Allah akan memberinya iman yang manis yang dirasakan dalam hatinya.”
(HR. Al-Hakim)


40. Bagaimana etika saat menggunakan kendaraan?

Jawaban:
Etika berkendara dalam Islam:

1. Membaca doa naik kendaraan

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุณูŽุฎูŽู‘ุฑูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูู†ูŽู‘ุง ู„ูŽู‡ู ู…ูู‚ู’ุฑูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจูู‘ู†ูŽุง ู„ูŽู…ูู†ู’ู‚ูŽู„ูุจููˆู†ูŽ

“Subhanalladzi sakhkhara lana hadza…”

2. Mematuhi aturan lalu lintas
Tidak menerobos lampu merah, tidak melawan arus.

3. Tidak membahayakan orang lain
Tidak ngebut, tidak menggunakan ponsel saat mengemudi.

4. Tidak mengganggu penumpang atau pengguna jalan lain
Tidak membunyikan klakson berlebihan.

5. Bersikap sabar di kemacetan

6. Tidak membuang sampah dari kendaraan

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.”
(HR. Ibnu Majah)


41. Apakah boleh membuang sampah sembarangan di jalan?

Jawaban:
Haram membuang sampah sembarangan di jalan karena mengganggu orang lain.

Hikmah Larangan:

  1. Membahayakan pengguna jalan lain
  2. Merusak lingkungan
  3. Termasuk perbuatan yang dibenci Allah

Hadits:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Kebalikan dari menyingkirkan gangguan adalah meletakkan gangguan (membuang sampah sembarangan) yang merupakan perbuatan tercela.

Pahala Menyingkirkan Gangguan:
Siapa yang menyingkirkan duri, batu, atau sampah dari jalan, Allah akan mengampuni dosa-dosanya.


42. Bagaimana etika saat melewati orang yang sedang makan di pinggir jalan?

Jawaban:
Saat melewati orang yang sedang makan:

1. Jangan menatap makanannya dengan lama
Bisa membuatnya tidak nyaman.

2. Jangan mengganggu

3. Jangan mengambil atau meminta makanan tanpa izin

4. Jika dia menawarkan, boleh menerima dengan sopan

5. Jangan membuat suara yang mengganggu

Adab Umum:
Islam mengajarkan untuk menjaga perasaan orang lain. Jika seseorang sedang makan, itu adalah waktu privatnya.


43. Apakah boleh menyetir kendaraan sambil mendengarkan musik?

Jawaban:
Tidak dianjurkan, terutama jika musik tersebut haram (alat musik yang dilarang).

Pertimbangan:

  1. Fokus berkurang – Bahaya di jalan
  2. Musik haram – Mayoritas ulama mengharamkan alat musik kecuali rebana di waktu tertentu
  3. Mengganggu pengendara lain – Jika suara keras dari dalam mobil

Solusi:
Ganti dengan murottal Al-Qur’an atau dzikir. Ini akan membuat perjalanan lebih berkah dan aman.

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda tentang orang yang lalai dari mengingat Allah:

“Tidaklah suatu kaum berdiri dari suatu majelis tanpa mengingat Allah, melainkan mereka berdiri dari bangkai keledai dan mereka akan menyesal.”
(HR. Abu Dawud)


44. Bagaimana etika saat berada di angkutan umum?

Jawaban:
Etika di angkutan umum (bus, kereta, pesawat):

1. Mendahulukan yang lebih tua dan perempuan
Memberi tempat duduk kepada yang lebih membutuhkan.

2. Tidak memisahkan tempat duduk suami-istri
Kecuali terpaksa.

3. Tidak berdesak-desakan dengan lawan jenis bukan mahram

4. Menjaga kebersihan
Tidak membuang sampah di dalam kendaraan.

5. Tidak berbicara keras atau mengganggu penumpang lain

6. Membayar ongkos dengan tepat dan tidak curang

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.”
(HR. Bukhari & Muslim)


45. Apakah boleh berdesak-desakan saat naik angkutan umum?

Jawaban:
Tidak boleh karena bisa menyakiti orang lain dan melanggar hak mereka.

Yang Harus Dilakukan:

  1. Antre dengan tertib
  2. Jangan mendorong atau mengelempar orang lain
  3. Bersabar menunggu giliran
  4. Jika terlalu padat, tunggu kendaraan berikutnya

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya saat marah.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Kesabaran dalam situasi padat dan desak-desakan adalah bentuk kekuatan sejati.


46. Bagaimana etika saat bertemu dengan pengemis atau peminta-minta di jalan?

Jawaban:
Islam mengajarkan adab yang bijak:

1. Jangan menghardik atau menyakiti hatinya
Meskipun tidak memberi, tolak dengan sopan.

2. Beri jika mampu dengan ikhlas

3. Jika tidak mampu, doakan kebaikan untuknya

4. Jangan meragukan keikhlasannya
Berprasangka baik adalah sunnah.

5. Waspada terhadap pengemis profesional
Namun tetap jangan menyakiti hati.

Dalil:
Allah SWT berfirman dalam QS. Ad-Dhuha ayat 10:

“Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardiknya.”

Hadits:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah (pemberi lebih baik dari penerima).”
(HR. Bukhari & Muslim)


47. Apakah dilarang mengganggu orang yang sedang shalat di jalan?

Jawaban:
Dilarang keras. Mengganggu orang yang sedang shalat adalah dosa besar.

Bentuk Gangguan:

  • Lewat di depan orang yang shalat
  • Membuat suara keras
  • Mengejek atau mengolok-olok

Yang Harus Dilakukan:

  1. Lewat dari belakang atau samping (jangan di depan)
  2. Diam dan hormati
  3. Bantu jika diminta (misal menjadi sutrah)

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Seandainya orang yang lewat di depan orang yang shalat mengetahui besarnya dosa yang ia perbuat, niscaya ia lebih suka berhenti (menunggu) selama 40 tahun daripada lewat di depannya.”
(HR. Bukhari & Muslim)


48. Bagaimana etika saat melihat kecelakaan di jalan?

Jawaban:
Jika melihat kecelakaan, seorang Muslim harus:

1. Berhenti dan membantu jika mampu
Menolong sesama adalah kewajiban.

2. Panggil ambulans atau bantuan medis

3. Jangan hanya jadi penonton (kamera)
Merekam video tanpa membantu adalah tidak terpuji.

4. Menjaga barang korban

5. Membantu mengatur lalu lintas jika perlu

6. Mendoakan korban

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Barangsiapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan melepaskan satu kesusahannya di hari kiamat.”
(HR. Muslim)


49. Apakah boleh membawa senjata tajam saat keluar rumah?

Jawaban:
Boleh dengan syarat ada keperluan yang dibenarkan syariat.

Syarat:

  1. Ada keperluan mendesak (misal untuk berjaga-jaga di daerah rawan)
  2. Tidak digunakan untuk menakut-nakuti orang
  3. Disimpan dengan aman
  4. Tidak melanggar hukum setempat

Hadits:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Barangsiapa yang mengacungkan senjata kepada saudaranya (untuk menakut-nakuti), maka malaikat akan melaknatnya hingga ia meninggalkannya.”
(HR. Muslim)

Larangan:

  • Membawa senjata untuk pamer atau menakut-nakuti
  • Membawa senjata tajam tanpa penutup (sarung)

50. Bagaimana etika saat bertemu dengan jenazah di jalan?

Jawaban:
Jika bertemu dengan prosesi pemakaman jenazah:

1. Berhenti sejenak (jika bisa)
Sebagai bentuk penghormatan.

2. Mendoakan jenazah

3. Jika laki-laki, boleh ikut mengantar jenazah (sangat dianjurkan)

4. Jangan mengejek atau mengomentari

5. Menutup aurat dengan sempurna

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Barangsiapa yang mengikuti jenazah hingga menshalatkannya, maka ia mendapat satu qirath pahala. Barangsiapa yang mengantarnya hingga dimakamkan, maka ia mendapat dua qirath pahala.” Beliau ditanya: “Berapa besar qirath?” Beliau menjawab: “Seperti gunung Uhud.”
(HR. Bukhari & Muslim)


51. Apakah dilarang meludah atau buang air kecil di jalan?

Jawaban:
Dilarang keras. Ini adalah perbuatan yang sangat dibenci dalam Islam.

Hadits:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Takutlah kalian terhadap dua hal yang dilaknat.” Para sahabat bertanya: “Apa dua hal yang dilaknat itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Seseorang yang buang hajat di jalanan manusia atau di tempat mereka bernaung.”
(HR. Muslim)

Hikmah:

  • Mengganggu kenyamanan orang lain
  • Menyebarkan penyakit
  • Melanggar hak orang lain

52. Bagaimana etika saat menggunakan trotoar atau jembatan penyeberangan?

Jawaban:
Trotoar dan jembatan penyeberangan dibuat untuk keselamatan pejalan kaki.

Etika:

  1. Jangan berjalan di badan jalan jika ada trotoar
  2. Gunakan jembatan penyeberangan jika tersedia, jangan menyeberang sembarangan
  3. Jangan berdagang di trotoar yang mengganggu pejalan kaki
  4. Jangan parkir di trotoar
  5. Berjalan di sisi kanan (di Indonesia, trotoar tidak diatur khusus, namun usahakan tidak menghalangi)

Prinsip:
Menggunakan fasilitas umum dengan benar adalah bentuk syukur nikmat dan menghormati hak orang lain.


53. Apakah boleh keluar rumah sambil membawa hewan peliharaan?

Jawaban:
Boleh, dengan syarat:

  1. Hewan tidak membahayakan orang lain
  2. Tidak mengganggu ketenangan umum
  3. Membersihkan kotorannya
  4. Mematuhi aturan setempat (misal di mal atau tempat umum dilarang)
  5. Hewan tidak najis (anjing/babi) harus diawasi dengan ketat

Khusus Anjing:
Rasulullah ๏ทบ memerintahkan membunuh anjing hitam (yang buas), namun memperbolehkan anjing untuk berburu dan menjaga ternak. Bawa anjing keluar rumah harus sangat hati-hati karena air liurnya najis berat.

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Barangsiapa memelihara anjing selain untuk berburu, menjaga ternak, atau menjaga ladang, maka pahalanya berkurang setiap hari sebanyak satu qirath.”
(HR. Bukhari & Muslim)


54. Bagaimana etika saat berada di pasar (tempat belanja)?

Jawaban:
Pasar adalah tempat yang banyak godaan, maka etikanya:

1. Membaca doa masuk pasar:

ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูู„ู’ูƒู ูˆูŽู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ูŠูุญู’ูŠููŠ ูˆูŽูŠูู…ููŠุชู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุญูŽูŠูŒู‘ ู„ูŽุง ูŠูŽู…ููˆุชู ุจููŠูŽุฏูู‡ู ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ูู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ู‚ูŽุฏููŠุฑูŒ

“La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyi wa yumit, wa huwa hayyun la yamut, bi yadihil khair, wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir”

2. Menundukkan pandangan dari hal-hal haram

3. Jujur dalam jual beli (jika berdagang)

4. Tidak menawar berlebihan yang menyakiti penjual

5. Tidak berdesak-desakan dengan lawan jenis

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Sebaik-baik pasar adalah yang paling sedikit suaranya.”
(HR. Ibnu Majah)


55. Apakah dilarang duduk-duduk di pinggir jalan tanpa keperluan?

Jawaban:
Tidak dilarang, namun harus memenuhi hak jalan.

Hak Jalan (yang harus dipenuhi jika duduk di pinggir jalan):

  1. Menundukkan pandangan (tidak melihat aurat orang)
  2. Menahan gangguan (tidak mengganggu pejalan kaki)
  3. Menjawab salam
  4. Menyuruh kepada kebaikan
  5. Mencegah kemungkaran

Dalil:
Hadits yang telah disebutkan sebelumnya tentang hak jalan.

Kesimpulan:
Jika bisa memenuhi 5 hak ini, diperbolehkan duduk-duduk di pinggir jalan. Namun lebih utama tidak berlama-lama di jalan karena bisa terjerumus dalam pembicaraan tidak bermanfaat.


🚫 BAGIAN 4: LARANGAN DAN HAL-HAL YANG HARUS DIHINDARI (Tanya Jawab 56-75)

56. Apa saja larangan saat keluar rumah?

Jawaban:
Berikut 10 larangan saat keluar rumah:

NoLaranganDalil
1Keluar rumah tanpa izin orang tua (bagi anak)QS. An-Nur: 58
2Menampakkan auratQS. An-Nur: 30-31
3Memakai wewangian berlebihan (perempuan)HR. Tirmidzi
4Berjalan dengan sombongQS. Luqman: 18
5Mengganggu pengguna jalan lainHR. Bukhari
6Membuang sampah sembaranganHR. Muslim
7Meludah di jalanHR. Muslim
8Berdua-duaan dengan lawan jenis bukan mahramHR. Ibnu Majah
9Membawa benda yang membahayakanHR. Muslim
10Mencuri atau mengambil hak orang lainQS. Al-Maidah: 38

57. Mengapa perempuan dilarang memakai wewangian saat keluar rumah?

Jawaban:
Perempuan dilarang memakai wewangian saat keluar rumah jika melewati laki-laki bukan mahram.

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Wanita mana pun yang memakai wewangian lalu melewati suatu kaum agar mereka mencium aromanya, maka ia adalah pezina (dengan hidungnya).”
(HR. Tirmidzi, Abu Dawud, dan Nasa’i)

Hikmah:
Wewangian bisa membangkitkan syahwat laki-laki yang bukan mahram, sehingga bisa menimbulkan fitnah. Perempuan yang beriman akan menjaga dirinya dari hal-hal yang bisa mengundang gangguan.

Pengecualian:
Boleh memakai wewangian untuk suami di rumah, atau saat keluar rumah jika yakin tidak akan melewati laki-laki bukan mahram (misal pergi ke rumah orang tua dengan kendaraan tertutup).


58. Apakah dilarang keluar rumah tanpa menutup aurat?

Jawaban:
Dilarang keras. Menutup aurat adalah kewajiban.

Batas Aurat:

  • Laki-laki โ†’ antara pusar hingga lutut
  • Perempuan โ†’ seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan (menurut pendapat yang kuat)

Dalil:
Allah SWT berfirman:

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid.”
(QS. Al-A’raf: 31)

Ayat ini secara umum memerintahkan berpakaian sopan, terutama saat keluar rumah menuju tempat ibadah.

Akibat Tidak Menutup Aurat:

  1. Dosa terus mengalir selama aurat terbuka
  2. Tidak sah shalat (jika shalat dalam keadaan terbuka aurat)
  3. Menjadi sasaran fitnah dan gangguan

59. Apakah boleh keluar rumah saat terjadi fitnah atau kerusuhan?

Jawaban:
Tidak dianjurkan kecuali sangat terpaksa.

Prinsip:
Islam mengajarkan untuk menghindari tempat fitnah (lokasi kerusuhan, demonstrasi anarkis, dll).

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Barangsiapa yang mendengar seruan (ajakan) maka janganlah ia keluar.” (Dalam konteks wabah penyakit)
(HR. Bukhari)

Para ulama memperluas maknanya bahwa dalam situasi berbahaya (termasuk kerusuhan), dianjurkan tetap di rumah.

Yang Harus Dilakukan:

  1. Tetap di rumah jika tidak ada keperluan mendesak
  2. Jika terpaksa keluar, perbanyak doa
  3. Jangan ikut-ikutan anarkis

60. Apakah dilarang keluar rumah saat ada wabah penyakit?

Jawaban:
Dilarang keluar rumah jika sedang dalam zona wabah.

Prinsip Islam dalam Wabah:

  • Jika di daerah wabah โ†’ jangan keluar (stay at home)
  • Jika di luar daerah wabah โ†’ jangan masuk ke daerah wabah

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Jika kalian mendengar wabah di suatu daerah, maka janganlah kalian memasukinya. Dan jika wabah itu terjadi di daerah kalian, maka janganlah kalian keluar darinya.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Penerapan di Masa Pandemi:
Mengikuti protokol kesehatan (pakai masker, jaga jarak) adalah bagian dari menjalankan perintah syariat untuk menjaga nyawa.


61. Bagaimana jika keluar rumah tanpa membaca doa?

Jawaban:
Tidak berdosa, namun kehilangan keutamaan besar.

Keutamaan yang Hilang:

  1. Perlindungan dari setan (setan akan menemani)
  2. Jaminan dicukupi dan dijaga
  3. Pahala dzikir

Nasihat:
Biasakan membaca doa setiap keluar rumah. Jika lupa, segera baca saat ingat. Rasulullah ๏ทบ bersabda bahwa sebaik-baik amal adalah yang dilakukan secara konsisten meskipun sedikit.


62. Apakah dilarang keluar rumah saat sedang marah?

Jawaban:
Dianjurkan untuk tidak keluar rumah saat sedang marah karena bisa berbuat hal-hal yang merugikan.

Hadits:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Janganlah marah.” (Diulang berkali-kali)
(HR. Bukhari)

Solusi:

  1. Duduk atau berbaring (ubah posisi)
  2. Berwudhu (air bisa meredakan marah)
  3. Diam
  4. Baru keluar rumah setelah marah reda

Bahaya Keluar Rumah Saat Marah:

  • Bisa terlibat pertengkaran
  • Bisa menyakiti orang lain
  • Bisa celaka di jalan (konsentrasi terganggu)

63. Apakah boleh keluar rumah saat sedang junub (belum mandi wajib)?

Jawaban:
Boleh, namun makruh.

Penjelasan:

  • Rasulullah ๏ทบ pernah keluar rumah dalam keadaan junub untuk suatu keperluan
  • Namun lebih utama mandi terlebih dahulu

Syarat:

  • Jika akan shalat berjamaah, wajib mandi
  • Jika hanya keperluan biasa, diperbolehkan

Dalil:
Dari Aisyah RA:

“Rasulullah ๏ทบ pernah keluar untuk keperluannya tanpa mandi junub terlebih dahulu, lalu beliau mandi setelah kembali.”
(HR. Ibnu Hibban)


64. Apakah dilarang keluar rumah saat adzan Jumat berkumandang?

Jawaban:
Dilarang (hukumnya haram) bagi laki-laki setelah adzan kedua Jumat berkumandang.

Dalil:
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Jumu’ah ayat 9:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli.”

Penjelasan:

  • Adzan pertama Jumat โ†’ sunnah (dahulu di zaman Utsman)
  • Adzan kedua Jumat โ†’ setelah khatib naik mimbar, saat itu semua aktivitas selain shalat Jumat harus ditinggalkan

Kecuali:
Dalam keadaan darurat (misal rumah kebakaran, ada yang sakit parah).

Baca juga:  Andrewsarchus, Mamalia Darat Berkepala Terbesar

65. Apakah boleh keluar rumah tanpa memberitahu keluarga?

Jawaban:
Tidak boleh, terutama untuk anak-anak yang masih tinggal dengan orang tua.

Alasan:

  1. Membuat keluarga khawatir
  2. Bisa membahayakan diri sendiri
  3. Tidak menghormati orang tua

Adab:
Berpamitan meskipun hanya keluar sebentar. Ini bentuk tanggung jawab dan kasih sayang.

Dalil:
Allah SWT berfirman tentang pentingnya meminta izin (QS. An-Nur: 58).


66. Bagaimana jika keluar rumah tanpa tujuan jelas (nongkrong)?

Jawaban:
Tidak dianjurkan karena bisa membuang-buang waktu.

Prinsip:
Seorang Muslim sebaiknya keluar rumah untuk hal yang bermanfaat:

  • Beribadah (ke masjid)
  • Bekerja mencari nafkah halal
  • Belajar menuntut ilmu
  • Silaturahmi
  • Rekreasi yang sehat (sesekali)

Menghindari:
Nongkrong di pinggir jalan, di kafe berjam-jam tanpa kegiatan bermanfaat, atau ikut-ikutan tawuran.

Hadits:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Sebagian dari baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.”
(HR. Tirmidzi)


67. Apakah dilarang keluar rumah saat hujan deras disertai petir?

Jawaban:
Dianjurkan tidak keluar rumah karena membahayakan keselamatan.

Prinsip:
Menjaga nyawa adalah prioritas utama (hifzh an-nafs).

Dalil:
Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.”
(QS. Al-Baqarah: 195)

Jika Terpaksa Keluar:

  1. Bawa payung atau jas hujan
  2. Hindari tempat terbuka saat petir
  3. Jangan berteduh di bawah pohon besar
  4. Perbanyak doa

68. Apakah boleh keluar rumah sambil makan atau minum?

Jawaban:
Boleh, namun kurang sopan dan bisa membahayakan.

Alasan Tidak Dianjurkan:

  1. Tidak sopan di depan umum
  2. Bisa tersedak
  3. Makanan bisa tumpah mengotori pakaian atau lingkungan
  4. Melalaikan dari mengingat Allah

Yang Lebih Baik:
Makan dan minum di rumah dengan tenang, atau jika terpaksa di perjalanan (misal perjalanan jauh), usahakan di tempat yang layak.

Hadits:
Rasulullah ๏ทบ melarang makan sambil berjalan tanpa keperluan (HR. Tirmidzi, dhaif namun maknanya baik).


69. Apakah dilarang keluar rumah dengan pakaian yang masih basah?

Jawaban:
Tidak dilarang secara syariat, namun bisa menyebabkan sakit.

Pertimbangan:

  • Secara syariat: Tidak ada larangan
  • Secara kesehatan: Bisa menyebabkan masuk angin, flu, atau hipotermia jika cuaca dingin
  • Secara penampilan: Kurang rapi

Saran:
Keringkan pakaian terlebih dahulu atau ganti dengan yang kering. Kesehatan adalah amanah dari Allah.


70. Bagaimana jika keluar rumah tanpa membawa uang atau bekal?

Jawaban:
Tidak dilarang, namun kurang bijak.

Prinsip:
Rasulullah ๏ทบ mengajarkan untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, termasuk membawa bekal.

Hadits:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Sebaik-baik bekal adalah takwa.”
(QS. Al-Baqarah: 197)

Ayat ini dalam konteks haji, namun mengajarkan bahwa selain bekal materi, bekal terbaik adalah takwa.

Tips:

  • Jika keluar jauh, bawa uang secukupnya
  • Jika ke masjid dekat, tidak wajib bawa uang

71. Apakah dilarang keluar rumah saat berhadas kecil (belum wudhu)?

Jawaban:
Tidak dilarang. Berhadas kecil (belum wudhu) tidak menghalangi seseorang untuk keluar rumah.

Penjelasan:

  • Wudhu hanya wajib untuk shalat
  • Keluar rumah tidak memerlukan syarat suci dari hadas

Yang Perlu Diingat:
Jika akan keluar rumah menuju masjid, sebaiknya sudah berwudhu dari rumah (lebih utama).

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Barangsiapa yang berwudhu di rumahnya lalu berjalan ke masjid untuk shalat fardhu, maka langkahnya menghapus dosa dan mengangkat derajat.”
(HR. Muslim)


72. Bagaimana jika keluar rumah dalam keadaan lapar atau haus?

Jawaban:
Tidak dilarang, namun sebaiknya makan/minum terlebih dahulu.

Alasan:

  1. Kesehatan: Jangan menunda makan jika lapar
  2. Konsentrasi: Lapar membuat tidak fokus
  3. Ibadah: Jika ke masjid dalam keadaan lapar, shalat bisa tidak khusyuk

Hadits:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Tidak boleh shalat ketika makanan telah dihidangkan dan ketika sedang menahan buang air besar atau kecil.”
(HR. Muslim)

Meskipun hadits ini tentang shalat, prinsipnya adalah jangan memaksakan diri dalam kondisi tidak nyaman.


73. Apakah boleh keluar rumah dengan niat berbuat maksiat?

Jawaban:
Haram. Niat maksiat sudah dihitung dosa meskipun belum dilakukan.

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda dalam hadits qudsi:

“Allah berfirman: ‘Jika hamba-Ku berniat untuk melakukan kejahatan, maka janganlah kalian catat hingga ia melakukannya. Jika ia melakukannya, catatlah sebagai satu kejahatan. Namun jika ia meninggalkannya karena takut kepada-Ku, catatlah sebagai kebaikan.'”
(HR. Bukhari & Muslim)

Contoh Niat Maksiat:

  • Keluar rumah untuk mencuri
  • Keluar rumah untuk berzina
  • Keluar rumah untuk mabuk-mabukan

Konsekuensi:
Dosa niat sudah dicatat. Sebaiknya segera bertobat dan batalkan niat.


74. Bagaimana jika keluar rumah melewati tempat yang penuh kemaksiatan?

Jawaban:
Haram jika bisa memilih jalan lain. Wajib menghindari tempat maksiat.

Prinsip:
Allah memerintahkan untuk menjauhi tempat maksiat, apalagi ikut serta.

Dalil:
Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”
(QS. Al-Isra: 32)

Kata “mendekati” menunjukkan menjauhi segala sesuatu yang mengarah pada zina, termasuk melewati tempat prostitusi atau tempat maksiat lainnya.

Yang Harus Dilakukan:

  1. Cari jalan alternatif
  2. Jika tidak ada, lewat dengan cepat sambil menundukkan pandangan
  3. Perbanyak istighfar

75. Apakah boleh keluar rumah tanpa mengenakan pakaian yang sopan (misal hanya pakai celana pendek)?

Jawaban:
Tidak boleh, karena melanggar kewajiban menutup aurat.

Batas Aurat:

  • Laki-laki: pusar hingga lutut โ†’ celana pendek di atas lutut atau paha terbuka adalah haram
  • Perempuan: seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki lain, dan janganlah seorang perempuan melihat aurat perempuan lain.”
(HR. Muslim)

Meskipun hadits ini tentang sesama jenis, tetap menunjukkan pentingnya menutup aurat.


🌍 BAGIAN 5: INFORMASI DAN FAKTA SEPUTAR KELUAR RUMAH (Tanya Jawab 76-90)

76. Bagaimana kebiasaan Rasulullah saat keluar rumah?

Jawaban:
Rasulullah ๏ทบ memiliki kebiasaan indah saat keluar rumah:

1. Membaca doa keluar rumah (Bismillah, tawakkaltu ‘alallah…)

2. Mendahulukan kaki kanan

3. Berpakaian rapi dan bersih

4. Memakai wewangian (untuk beliau dan para sahabat laki-laki)

5. Menundukkan pandangan saat berjalan

6. Mengucapkan salam kepada yang dijumpai

7. Berjalan dengan tenang, tidak terburu-buru

8. Jika bertemu sahabat, tersenyum dan menjabat tangan

9. Tidak pernah keluar rumah tanpa keperluan yang jelas

10. Sering keluar rumah untuk beribadah (ke masjid, menjenguk sakit, silaturahmi)


77. Berapa kali Rasulullah keluar rumah dalam sehari?

Jawaban:
Tidak ada catatan pasti, namun berdasarkan sirah (sejarah hidup Nabi), beliau keluar rumah beberapa kali:

Kebiasaan Harian Rasulullah:

  • Pagi: keluar untuk shalat Subuh berjamaah di masjid
  • Siang: keluar untuk shalat Zhuhur, Ashar
  • Sore: keluar untuk shalat Maghrib, Isya
  • Selain shalat, beliau keluar untuk:
    • Mengunjungi para sahabat yang sakit
    • Silaturahmi ke rumah para istri (giliran)
    • Mengurus keperluan umat
    • Berdakwah
    • Berperang (jika diperlukan)

Prinsip:
Rasulullah tidak pernah keluar rumah tanpa tujuan, dan beliau selalu memanfaatkan waktu dengan baik.


78. Apa yang dilakukan Rasulullah saat pertama kali keluar rumah di pagi hari?

Jawaban:
Saat pertama kali keluar rumah di pagi hari, Rasulullah ๏ทบ:

1. Membaca doa keluar rumah

2. Menuju masjid untuk shalat Subuh berjamaah

3. Setelah shalat, beliau duduk berdzikir hingga matahari terbit

4. Kemudian beliau shalat Dhuha (2-12 rakaat)

5. Setelah itu, beliau mengurus keperluan keluarga dan umat

Hadits:
Dari Aisyah RA, ia berkata:

“Rasulullah ๏ทบ tidak pernah meninggalkan shalat Dhuha.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Kebiasaan ini menunjukkan bahwa pagi hari adalah waktu paling berkah untuk beraktivitas.


79. Apakah para sahabat juga memiliki kebiasaan keluar rumah yang teratur?

Jawaban:
Ya. Para sahabat sangat disiplin dalam keluar rumah.

Kebiasaan Sahabat:

  1. Umar bin Khattab – Keluar rumah di malam hari untuk berkeliling memastikan keamanan rakyat
  2. Abu Bakar – Rajin ke masjid dan mengunjungi fakir miskin
  3. Para sahabat – Tidak pernah keluar rumah tanpa keperluan, selalu berpakaian rapi

Kisah:
Umar bin Khattab RA pernah berkata:

“Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab.”

Para sahabat selalu menghisab (mengevaluasi) setiap langkah mereka, termasuk saat keluar rumah.


80. Apa keutamaan keluar rumah di pagi hari?

Jawaban:
Pagi hari adalah waktu yang penuh berkah.

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi mereka.”
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah)

Keutamaan Pagi Hari:

  1. Doa Rasulullah untuk keberkahan
  2. Udara masih segar
  3. Pikiran masih jernih
  4. Malaikat turun membawa rahmat
  5. Setan lebih lemah

Contoh Aktivitas Pagi yang Dianjurkan:

  • Shalat Subuh berjamaah
  • Berdzikir hingga matahari terbit
  • Shalat Dhuha
  • Bekerja/mencari nafkah
  • Belajar menuntut ilmu

81. Apakah ada waktu yang paling baik untuk keluar rumah?

Jawaban:
Waktu terbaik keluar rumah adalah di pagi hari (setelah shalat Subuh).

Urutan Waktu Terbaik:

WaktuKeterangan
Pagi (setelah Subuh hingga Dhuha)Paling utama, penuh berkah
Siang (setelah Zhuhur)Boleh, tapi kurang utama
Sore (setelah Ashar)Boleh, namun matahari mulai terbenam
Malam (setelah Isya)Boleh untuk keperluan mendesak

Waktu yang Tidak Dianjurkan:

  • Tengah malam (pukul 00.00-03.00) โ†’ waktu setan berkeliaran
  • Saat matahari terbit (syuruq) hingga naik sepenggal โ†’ waktu terlarang shalat, sebaiknya tidak bepergian jauh

82. Bagaimana hukum keluar rumah bagi perempuan tanpa mahram?

Jawaban:
Perempuan tidak boleh bepergian jauh (safar) tanpa mahram.

Batas Jarak:
Para ulama berbeda pendapat tentang jarak yang termasuk safar:

  • Mayoritas: Perjalanan yang memakan waktu sekitar 2 hari perjalanan (sekitar 80 km) โ†’ wajib mahram
  • Pendapat lain: Setiap perjalanan yang berpotensi bahaya โ†’ wajib mahram

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk bepergian selama perjalanan sehari semalam kecuali bersama mahramnya.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Untuk perjalanan dekat (dalam kota/sekolah):

  • Tidak wajib mahram
  • Namun tetap harus ada izin suami/orang tua

83. Bagaimana dengan anak perempuan yang keluar rumah sendiri?

Jawaban:
Tidak boleh jika masih kecil (belum aman) atau jika lingkungannya rawan.

Batas Usia:

  • Usia di bawah 7 tahun โ†’ harus didampingi orang dewasa
  • Usia 7-12 tahun โ†’ boleh ke sekolah dengan pengawasan tidak langsung (tetap perlu diantar)
  • Usia 12+ tahun โ†’ lebih mandiri, namun tetap perlu izin orang tua

Prinsip:
Keselamatan anak adalah prioritas utama. Jangan biarkan anak perempuan keluar rumah sendirian di waktu malam atau di tempat sepi.

Hadits:
Rasulullah ๏ทบ bersabda tentang menjaga anak:

“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.”


84. Apa yang dimaksud dengan “Hak Jalan” (Haqquth Thariq)?

Jawaban:
Hak Jalan adalah hak-hak yang harus dipenuhi oleh orang yang duduk-duduk di pinggir jalan.

5 Hak Jalan:

  1. Ghadhdhu al-bashar (menundukkan pandangan)
  2. Kaffu al-adza (menahan gangguan)
  3. Raddu as-salam (menjawab salam)
  4. Al-amru bil ma’ruf (menyuruh kebaikan)
  5. An-nahyu ‘anil munkar (mencegah kemungkaran)

Dalil:
Hadits dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, bahwa Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Jauhilah oleh kalian duduk-duduk di pinggir jalan.” Mereka berkata: “Wahai Rasulullah, kami tidak bisa meninggalkannya karena kami biasa duduk-duduk di sana.” Beliau bersabda: “Jika kalian tidak mau meninggalkannya, maka penuhilah hak jalan.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Hikmah:
Islam mengajarkan bahwa menggunakan fasilitas umum (jalan) bukan hanya hak, tapi juga kewajiban untuk menjaga hak orang lain.


85. Apa hukumnya menyingkirkan duri atau batu dari jalan?

Jawaban:
Hukumnya sunnah mu’akkadah (sangat dianjurkan) dan termasuk sedekah.

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Suatu ketika ada seorang lelaki yang berjalan di suatu jalan, lalu ia menemukan dahan berduri, maka ia menyingkirkannya. Allah bersyukur (meridhai) perbuatannya dan mengampuninya.”
(HR. Bukhari)

Pahala:

  • Dosa-dosanya diampuni (dalam riwayat)
  • Termasuk sedekah yang paling mudah
  • Dicintai Allah

Contoh Gangguan yang Harus Disisihkan:

  • Batu, duri, pecahan kaca
  • Sampah yang membahayakan
  • Cabang pohon yang melintang

86. Bagaimana jika bertemu dengan orang yang meminta petunjuk jalan?

Jawaban:
Wajib membantu jika kita tahu jalannya.

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Seorang Muslim itu saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak menzaliminya, tidak menghinakannya, dan tidak membiarkannya (dalam kesulitan).”
(HR. Muslim)

Adab Membantu:

  1. Jangan malas menjawab
  2. Beri petunjuk dengan jelas
  3. Jika bisa, antarkan (jika tidak merepotkan)
  4. Jangan memberi informasi yang salah
  5. Jika tidak tahu, katakan jujur “maaf, saya kurang tahu”

Pahala:
Membantu orang yang tersesat (dalam perjalanan) termasuk amal mulia.


87. Apa hukumnya mengganggu orang yang sedang berjalan di jalan?

Jawaban:
Haram. Mengganggu orang yang sedang berjalan termasuk perbuatan zalim.

Bentuk Gangguan:

  • Menghalangi jalan dengan sengaja
  • Melempar sesuatu ke arah pejalan kaki
  • Berkata-kata kotor
  • Menyetir kendaraan dengan ugal-ugalan
  • Membunyikan klakson berlebihan

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.”
(HR. Ibnu Majah)

Konsekuensi:

  • Dosa dan laknat dari malaikat
  • Dicabut keberkahan dari perjalanannya
  • Akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat

88. Apakah boleh makan atau minum sambil berjalan di jalan?

Jawaban:
Boleh, namun tidak dianjurkan kecuali dalam keadaan darurat (misal perjalanan jauh).

Alasan Tidak Dianjurkan:

  1. Kurang sopan
  2. Bisa membahayakan (tersedak)
  3. Bisa mengotori pakaian atau lingkungan
  4. Melalaikan dari mengingat Allah

Hadits:
Tidak ada larangan tegas, namun para ulama menyebutkan bahwa makan sambil berjalan termasuk perilaku yang kurang baik.

Saran:
Lebih baik makan di rumah atau di tempat yang layak (restoran, masjid, taman).


89. Bagaimana dengan keluar rumah untuk jalan-jalan atau rekreasi?

Jawaban:
Boleh, selama dalam batas yang wajar dan tidak melalaikan kewajiban.

Syarat Rekreasi yang Diperbolehkan:

  1. Tidak melalaikan shalat dan kewajiban lainnya
  2. Tidak berlebihan (israf) dalam biaya dan waktu
  3. Tidak bercampur dengan lawan jenis yang bukan mahram
  4. Menjaga aurat
  5. Tidak mengganggu orang lain

Dalil:
Allah SWT berfirman:

“Katakanlah: ‘Siapakah yang mengharamkan perhiasan Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamba-Nya?'”
(QS. Al-A’raf: 32)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah tidak mengharamkan kesenangan yang baik (rekreasi halal).

Contoh Rekreasi Halal:

  • Jalan-jalan ke taman
  • Berenang
  • Berkunjung ke kebun binatang
  • Piknik keluarga

90. Apa pesan Rasulullah tentang perjalanan (safar) secara umum?

Jawaban:
Rasulullah ๏ทบ memberikan banyak pesan tentang perjalanan (safar):

1. Perjalanan adalah “potongan siksa”

“Safar itu adalah potongan siksa, karena bisa menghalangi seseorang dari makan, minum, dan tidurnya.”
(HR. Bukhari & Muslim)

2. Doa safar harus dibaca

3. Dianjurkan bepergian di malam hari (untuk safar jauh)

“Hendaklah kalian bepergian di malam hari, karena bumi dilipat (dipermudah perjalanan) di malam hari.”
(HR. Ahmad)

4. Tidak safar sendirian (perempuan wajib mahram)

“Seandainya aku mengetahui apa yang tidak diketahui, niscaya aku tidak akan bepergian kecuali dengan membawa perbekalan yang banyak.”

5. Memilih teman safar yang baik

6. Segera kembali setelah urusan selesai

“Bepergian adalah potongan siksa, maka jika salah seorang di antara kalian telah selesai urusannya, hendaklah ia segera kembali kepada keluarganya.”


💡 BAGIAN 6: PELAJARAN HIDUP DAN HIKMAH (Tanya Jawab 91-100)

91. Apa hikmah dari membaca doa keluar rumah?

Jawaban:
Hikmah membaca doa keluar rumah sangat banyak:

1. Pengakuan Kelemahan Hamba
Kita mengakui bahwa tanpa Allah, kita tidak punya daya dan kekuatan.

2. Perlindungan dari Setan
Setan akan menjauh dari orang yang membaca doa ini.

3. Mengubah Aktivitas Biasa Menjadi Ibadah
Keluar rumah yang biasa menjadi berpahala.

4. Melatih Tawakal
Melatih diri untuk berserah diri kepada Allah setelah berusaha.

5. Mengingat Allah Sepanjang Waktu
Melatih diri untuk selalu berdzikir.

6. Mendapat Jaminan Perlindungan
Malaikat akan menjaga dari keburukan.

7. Menjauh dari Kesombongan
Karena sadar bahwa keselamatan bukan karena kemampuan sendiri.


92. Bagaimana cara mengajarkan anak adab keluar rumah?

Jawaban:
Berikut metode mengajarkan adab keluar rumah pada anak:

1. Mulai sejak dini (usia 3-4 tahun)
Ajari doa pendek “Bismillah”.

2. Jadikan rutinitas
Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, baca doa bersama.

3. Beri contoh langsung
Anak belajar dari orang tua. Pastikan Ayah Bunda membaca doa setiap keluar rumah.

4. Buat kartu doa
Tempel di pintu rumah agar anak ingat.

5. Ceritakan kisah
Ceritakan tentang malaikat yang melindungi anak yang membaca doa.

6. Beri reward
Stiker bintang atau hadiah kecil jika anak hafal dan membaca doa.

7. Jangan paksa
Jika lupa, ingatkan dengan lembut.

8. Ajari dengan lagu
Buat irama sederhana untuk doa keluar rumah.


93. Apa hubungan keluar rumah dengan rezeki?

Jawaban:
Dalam Islam, keluar rumah untuk mencari nafkah adalah ibadah.

Prinsip:
Allah yang memberi rezeki, namun kita diperintahkan untuk berusaha (ikhtiar).

Dalil:
Allah SWT berfirman:

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah.”
(QS. Al-Jumu’ah: 10)

Hikmah:

  • Keluar rumah untuk bekerja adalah ibadah jika diniatkan mencari nafkah halal
  • Rezeki tidak akan datang dengan sendirinya, harus dijemput
  • Keluar rumah juga bisa bersilaturahmi yang membuka pintu rezeki

Hadits:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Barangsiapa yang keluar rumah untuk mencari nafkah yang halal, maka ia berada di jalan Allah hingga ia kembali.”
(HR. Thabrani, dihasankan Al-Albani)


94. Bagaimana jika kita keluar rumah lalu mengalami musibah?

Jawaban:
Musibah adalah ujian dari Allah. Yang harus dilakukan:

1. Bersabar dan tidak berkeluh kesah

2. Mengucapkan istirja’ (Innalillahi wa inna ilaihi raji’un)

3. Intropeksi diri
Mungkin ada dosa yang menyebabkan musibah.

4. Tetap berpikiran positif (husnuzhan) kepada Allah
Allah tidak menzalimi hamba-Nya.

5. Berdoa agar musibah diganti dengan yang lebih baik

Dalil:
Allah SWT berfirman:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 155)

Kabar Gembira:
Musibah bisa menjadi penghapus dosa. Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Tidaklah seorang Muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, melainkan Allah akan menghapus satu kesalahan dan mengangkat satu derajat karenanya.”
(HR. Muslim)


95. Apakah keluar rumah bisa menjadi penyebab dosa?

Jawaban:
Bisa, jika keluar rumah untuk tujuan maksiat atau tanpa menjaga adab.

Keluar Rumah yang Menyebabkan Dosa:

  1. Keluar rumah untuk berbuat maksiat (zina, mencuri, mabuk)
  2. Keluar rumah tanpa menutup aurat
  3. Keluar rumah untuk mengganggu orang lain
  4. Keluar rumah untuk melihat hal-hal haram
  5. Keluar rumah untuk bergunjing atau mengadu domba

Keluar Rumah yang Mendapat Pahala:

  1. Keluar rumah untuk shalat berjamaah
  2. Keluar rumah untuk mencari ilmu
  3. Keluar rumah untuk bekerja halal
  4. Keluar rumah untuk silaturahmi
  5. Keluar rumah untuk menolong orang lain

Prinsip:
Niat dan perbuatan saat keluar rumah yang menentukan dosa atau pahala.


96. Bagaimana tips agar selalu ingat membaca doa keluar rumah?

Jawaban:
Berikut tips praktis:

1. Tempel stiker doa di pintu rumah
Setiap kali buka pintu, mata langsung melihat doa.

2. Buat alarm atau pengingat di HP
Setiap pagi, alarm berbunyi “Baca Doa Keluar Rumah!”

3. Biasakan dengan keluarga
Baca doa bersama-sama sebelum berangkat.

4. Ceritakan keutamaan
Semakin tahu keutamaannya, semakin semangat membaca.

5. Latih anak untuk mengingatkan
Anak biasanya lebih teliti. Minta anak mengingatkan orang tua.

6. Jadikan doa sebagai “kunci” keluar rumah
Baca doa dulu, baru buka pintu.

7. Jangan buru-buru
Keluar rumah dengan tenang, jangan tergesa-gesa.


97. Apa hubungan keluar rumah dengan silaturahmi?

Jawaban:
Silaturahmi (menjalin hubungan baik dengan kerabat) sangat dianjurkan dalam Islam.

Keutamaan Silaturahmi:

  1. Memperpanjang umur (HR. Bukhari)
  2. Meluaskan rezeki (HR. Bukhari)
  3. Memudahkan hisab di akhirat
  4. Dicintai Allah dan Rasul-Nya

Keluar Rumah untuk Silaturahmi:

  • Dianjurkan minimal sekali seminggu mengunjungi kerabat
  • Tidak harus membawa oleh-oleh, yang penting niat baik
  • Waktu terbaik silaturahmi adalah setelah shalat Jumat

Hadits:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.”
(HR. Bukhari & Muslim)


98. Bagaimana keluar rumah di masa pandemi atau wabah?

Jawaban:
Prinsip Islam dalam wabah:

1. Jangan keluar rumah jika tidak terpaksa

2. Jika terpaksa keluar, ikuti protokol kesehatan:

  • Pakai masker
  • Jaga jarak
  • Cuci tangan

3. Perbanyak doa perlindungan

4. Jangan panik, namun tetap waspada

5. Niatkan untuk menjaga kesehatan sebagai ibadah

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Jika kalian mendengar wabah di suatu daerah, maka janganlah kalian memasukinya. Dan jika wabah itu terjadi di daerah kalian, maka janganlah kalian keluar darinya.”
(HR. Bukhari & Muslim)

Fatwa Ulama:
Mengikuti protokol kesehatan (lockdown, jaga jarak) adalah wajib jika diperintahkan oleh otoritas yang berwenang demi keselamatan bersama.


99. Apa yang harus dilakukan jika melihat kemungkaran di jalan?

Jawaban:
Islam mengajarkan untuk mencegah kemungkaran sesuai kemampuan.

Tingkatan Mencegah Kemungkaran (dari yang paling utama):

  1. Dengan tangan (kekuasaan) โ†’ untuk pemimpin/penguasa
  2. Dengan lisan (nasihat) โ†’ untuk semua orang
  3. Dengan hati (membenci kemungkaran) โ†’ minimal iman

Dalil:
Rasulullah ๏ทบ bersabda:

“Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya. Dan yang demikian itu adalah selemah-lemah iman.”
(HR. Muslim)

Contoh Kemungkaran di Jalan:

  • Pencopetan โ†’ laporkan ke polisi (lisan)
  • Buang sampah sembarangan โ†’ nasihati (lisan)
  • Pakaian terbuka โ†’ paling tidak benci dalam hati, jangan ikuti

Peringatan:
Jangan bertindak sendiri jika membahayakan. Laporkan ke otoritas.


100. Pesan utama tentang adab keluar rumah untuk anak-anak?

Jawaban:
Inilah pesan yang bisa Ayah Bunda sampaikan kepada anak-anak hebat:

“Nak, setiap kali kamu keluar rumah, ingatlah empat hal:

*1. Baca doa dulu – ‘Bismillah, tawakkaltu ‘alallah, la haula wa la quwwata illa billah.’ Dengan doa ini, setan akan menjauh dan malaikat menjagamu.*

*2. Pamit ke Ayah Ibu – Cium tangan dan minta doa. Doa orang tua sangat mustajab, nak.*

*3. Jaga pandangan dan lisan – Jangan lihat yang haram, jangan bicara kotor, jangan ganggu orang lain.*

*4. Niatkan untuk kebaikan – Kalau kamu keluar rumah untuk sekolah, niatkan menuntut ilmu karena Allah. Kalau ke masjid, niatkan ibadah. Maka berangkat sekolah pun jadi pahala!*

Dengan adab ini, setiap langkah kakimu keluar rumah akan dicatat sebagai kebaikan oleh malaikat. Selamat belajar menjadi anak yang shalih/shalihah, ya!”


📝 PENUTUP

Rangkuman Doa Keluar Rumah

Doa Utama (Hafalkan, ya!):

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ุชูŽูˆูŽูƒูŽู‘ู„ู’ุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ู„ูŽุง ุญูŽูˆู’ู„ูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ู‚ููˆูŽู‘ุฉูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู

“Bismillah, tawakkaltu ‘alallah, la haula wa la quwwata illa billah”

Artinya: “Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”


7 Adab Keluar Rumah (Ringkasan):

Adab
1Membaca doa keluar rumah
2Mendahulukan kaki kanan
3Berpakaian rapi dan menutup aurat
4Berpamitan kepada orang tua
5Menundukkan pandangan
6Menjaga lisan dari perkataan kotor
7Bertawakal kepada Allah

5 Larangan Saat Keluar Rumah:

Larangan
1Keluar tanpa izin orang tua (bagi anak)
2Memakai wewangian berlebihan (perempuan)
3Berjalan dengan sombong
4Membuang sampah sembarangan
5Meludah di jalan

Fakta Menarik:

  • 🚪 Rasulullah ๏ทบ selalu membaca doa setiap keluar rumah
  • 🚪 Doa keluar rumah menyebabkan setan menjauh sejauh-jauhnya
  • 🚪 Mendahulukan kaki kanan adalah sunnah dalam segala hal yang baik
  • 🚪 Menyingkirkan duri dari jalan adalah sedekah yang diampuni dosanya
  • 🚪 Pagi hari (setelah Subuh) adalah waktu paling berkah untuk keluar rumah

Kata Mutiara:

“Jangan pernah keluar rumah tanpa membaca doa, karena engkau tidak pernah tahu apa yang menanti di luar sana. Namun dengan doa, engkau telah mempersiapkan perisai terbaik.”

“Setiap langkah kaki menuju kebaikan adalah ibadah. Niatkan karena Allah, maka berangkat sekolah pun berpahala haji.”

“Jadilah seperti cahaya matahari yang keluar setiap pagi – membawa manfaat bagi semua orang, tanpa pilih kasih, tanpa sombong.”


Semoga bermanfaat untuk keluarga tercinta. Jangan lupa kunjungi ebookanak.com untuk mendapatkan materi edukasi Islami lainnya secara gratis!

Wallahu a’lam bish-shawab.


Ditulis oleh Tim Ebook Anak – Menyediakan Buku Digital Islami untuk Keluarga Indonesia

Donasi terbaik di www.ebookanak.com Insya Allah termasuk amal sedekah jariyah yang pahalanya akan terus-menerus mengalir kepada sahabat donatur hingga sampai di alam barzah (alam kubur) karena donasi tersebut sepenuhnya digunakan untuk pembuatan ebook anak terbaru dan pengembangan situs www.ebookanak.com menjadi sebuah portal bacaan digital anak muslim free online terbesar di Asia yang bermanfaat bagi umat dan bangsa dalam upaya mendukung Program Sosial Edukasi Gerakan Indonesia Cerdas Literasi. 

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah kekalkan-hartamu-dengan-donasi-sedekah-jariyah-di-sini-2.jpg

Terimakasih atas donasi terbaik para sahabat literasi. Insya Allah menjadi amal sedekah jariyah yang terus-menerus mengalir pahalanya sampai di alam barzah (alam kubur). Amin ya robbal alamin.

Spesifikasi ebook
Judul: 101 Doa Harian Anak Saleh
Penulis: Kak Nurul Ihsan
Ilustrator: Uci Ahmad Sanusi
Isi 101 halaman
Penerbit: Thursina

Jasa Penerbitan Buku
Naskah/Ilustrasi/Komik/Layout Desain/Cetak
WA: 0815 6148 165
Telp: (022) 87824898
e-mail: cbmagency25@gmail.com
Jl. Raden Mochtar III, No. 126, Sindanglaya,
Bandung, Jawa Barat 40195

Sumber dan Kontributor
Penerbit Thursina
Soekarno-Hatta St No. 825,
Babakan Penghulu, Gedebage,
Bandung, Jawa Barat 40293
HP. 0811-2259-810
www.thursinashop.id

Cloud Hosting Partner:
PT Dewaweb
AKR Tower ? 16th Floor
Jl. Panjang no.5, Kebon Jeruk
Jakarta 11530
Email: sales@dewaweb.com
Phone: (021) 2212-4702
Mobile: 0813-1888-4702
www.dewaweb.com

Loading

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ’ณ Donasi via PayPal ๐Ÿคฒ Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!
lynk.id nurulihsan baner