25 Kuis Tanya Jawab Kisah Nabi Muhammad ﷺ dan Abu Bakar di Gua Tsur – Mukjizat Sarang Laba-Laba yang Menyelamatkan
- Updated: Februari 20, 2026
![]()
Download 200+ Ebook Anak Bergambar PDF Printable


Muhammad atau biasa disebut Rasulullah saw. dan Abu Bakar pernah bersembunyi di Gua Tsur dari kejaran musuh.
Untungnya, Allah Swt. melindungi mereka di dalam gua itu.
Seekor laba-laba kecil menjahit jaringnya menutupi mulut Gua Tsur.
Lalu, dua ekor merpati membuat sarang dan mengerami telurnya di mulut guanya.
Ketika orang-orang itu sampai di Gua Tsur, mereka bingung.
“Tidak mungkin Muhammad bersembunyi di dalam gua ini,” seru mereka.
“Sebab, gua ini tertutup jaring laba-laba dan sarang burung merpati. Jika Muhammad bersembunyi di dalamnya, jaring dan sarang itu pasti rusak!”
Orang-orang itu pun pergi.
Tidak jadi masuk ke dalam Gua Tsur. ***
Fakta Gua Tsur
- Gua Tsur berada di salah satu puncak Jabal Tsur, sebuah gunung yang cukup tinggi, terjal, dan berbatu.
- Gua Tsur terdiri bebatuan yang keras dan berbentuk seperti perahu yang terbalik.
- Gua Tsur memiliki dua pintu di bagian depan dan bagian belakang.
Sumber dan Kontributor:
- Naskah: Nurul Ihsan
- Ilustrasi: Uci Ahmad Sanusi
- Desain layout: Yuyus Rusamsi
- Penerbit: Smart Books, Bandung, Indonesia
- Copyright/hak cipta: Nurul Ihsan/www.cbmagency.com


25 KUIS TANYA JAWAB TENTANG KISAH NABI MUHAMMAD DAN ABU BAKAR DI GUA TSUR
Pertolongan Allah di Tengah Kejaran Musuh
Assalamu’alaikum adik-adik hebat dan pengunjung setia ebookanak.com!
Pernahkah kalian mendengar kisah heroik tentang perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW? Saat dikejar-kejar oleh kaum musyrikin Quraisy yang ingin membunuh beliau, Nabi Muhammad bersama sahabat tercinta, Abu Bakar Ash-Shiddiq, bersembunyi di sebuah gua. Di saat musuh sudah berada di mulut gua, Allah SWT memberikan pertolongan yang sangat menakjubkan! Yuk, kita belajar bersama melalui 25 kuis seru tentang peristiwa agung ini!
BAGIAN 1: LATAR BELAKANG PERISTIWA HIJRAH
Mengapa Nabi Muhammad Harus Hijrah?
Pertanyaan 1:
Apa yang menyebabkan Nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin harus hijrah ke Madinah?
Jawaban:
Nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin harus hijrah ke Madinah karena kondisi di Makkah sudah tidak aman bagi umat Islam. Kaum kafir Quraisy semakin menjadi-jadi dalam menyiksa dan mengganggu kaum muslimin. Mereka bahkan merencanakan pembunuhan terhadap Rasulullah SAW . Dalam musyawarah di Darun Nadwah, para pemuka Quraisy memutuskan untuk membunuh Nabi Muhammad SAW secara bersama-sama oleh pemuda dari berbagai kabilah agar Bani Hasyim tidak berani menuntut balas .
Pertanyaan 2:
Siapa sahabat yang menemani Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan hijrah?
Jawaban:
Sahabat yang menemani Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan hijrah adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, sahabat terdekat sekaligus ayah dari Aisyah RA, istri Rasulullah. Abu Bakar adalah orang pertama yang membenarkan peristiwa Isra’ Mi’raj dan termasuk orang yang paling awal memeluk Islam .
Pertanyaan 3:
Apa strategi yang dilakukan Nabi Muhammad SAW saat kaum musyrikin mengepung rumahnya?
Jawaban:
Pada malam pengepungan, Nabi Muhammad SAW memerintahkan Ali bin Abi Thalib untuk tidur di tempat tidurnya dan memakai selimut yang biasa beliau gunakan. Sementara itu, Rasulullah keluar rumah dengan membaca ayat Al-Qur’an dan menaburkan debu ke atas kepala para pemuda Quraisy sehingga mereka tidak melihat beliau. Atas kekuasaan Allah, mata mereka dibutakan sehingga tidak melihat kepergian Nabi .
Pertanyaan 4:
Ke mana tujuan pertama Nabi Muhammad dan Abu Bakar setelah meninggalkan Makkah?
Jawaban:
Tujuan pertama Nabi Muhammad dan Abu Bakar setelah meninggalkan Makkah adalah Gua Tsur, sebuah gua yang terletak sekitar 7 kilometer dari Makkah ke arah Thaif. Mereka tidak langsung menuju Madinah, tetapi memutar ke selatan menuju Gua Tsur untuk mengecoh para pengejar dari Quraisy .
Pertanyaan 5:
Berapa lama Nabi Muhammad dan Abu Bakar bersembunyi di dalam Gua Tsur?
Jawaban:
Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar RA bersembunyi di dalam Gua Tsur selama tiga hari tiga malam . Selama persembunyian itu, mereka mendapatkan bantuan dari keluarga Abu Bakar yang mengantarkan makanan dan informasi secara sembunyi-sembunyi.
Geos Polos & Motif – Gendongan Bayi Geos Busa Motif Gendongan Samping Gendongan Terbaru DM BABY
💸 Lihat Harga Termurah di Shopee Hari Ini

BAGIAN 2: GUA TSUR DAN KEADAANNYA
Tempat Persembunyian yang Penuh Mukjizat
Pertanyaan 6:
Di manakah letak Gua Tsur?
Jawaban:
Gua Tsur terletak sekitar 7 kilometer dari Kota Makkah ke arah Thaif, tepatnya di puncak Jabal Tsur (Gunung Tsur). Gua ini berada di ketinggian dengan medan yang sangat terjal, berbatu, dan sulit didaki . Bahkan hingga sekarang, pendakian ke gua ini masih dianggap berbahaya dan sering memakan korban jiwa.
Pertanyaan 7:
Bagaimana bentuk dan ukuran Gua Tsur?
Jawaban:
Gua Tsur memiliki bentuk yang menyerupai kuali terbalik atau wajan yang ditelungkupkan. Ukuran ruangan gua ini memiliki tinggi sekitar 1,25 meter, panjang 3,5 meter, dan lebar 3,5 meter. Gua ini sangat sempit dan hanya dapat menampung sekitar 3 orang. Gua Tsur memiliki dua pintu masuk, yaitu di bagian timur dan barat .
Pertanyaan 8:
Siapakah yang membersihkan Gua Tsur sebelum dimasuki Nabi Muhammad?
Jawaban:
Sebelum Nabi Muhammad SAW masuk ke dalam gua, Abu Bakar RA terlebih dahulu masuk untuk membersihkan gua dan memastikan tidak ada hal-hal yang dapat membahayakan Rasulullah. Ia memeriksa setiap sudut gua dan menutup lubang-lubang yang ada dengan sobekan kain. Bahkan ketika ada ular yang menggigitnya, ia menahan sakit agar tidak membangunkan Rasulullah yang sedang tidur di pangkuannya .
BAGIAN 3: KEKHAWATIRAN ABU BAKAR DAN JAWABAN NABI
Ketenangan di Tengah Bahaya
Pertanyaan 9:
Apa yang dikatakan Abu Bakar ketika melihat musuh sudah sangat dekat dengan gua?
Jawaban:
Ketika Abu Bakar melihat orang-orang Quraisy semakin mendekati mulut gua, ia berkata dengan berbisik kepada Nabi Muhammad, “Wahai Rasulullah, seandainya salah seorang mereka melihat ke arah kaki-kaki mereka, niscaya akan melihat kita” atau dalam riwayat lain, “Kalau mereka ada yang mencoba melihat ke bawah, pasti dia akan melihat kita” .
Pertanyaan 10:
Apa jawaban Nabi Muhammad SAW untuk menenangkan Abu Bakar?
Jawaban:
Nabi Muhammad SAW menenangkan Abu Bakar dengan sabda beliau yang sangat terkenal: “Janganlah engkau berduka cita, sesungguhnya Allah bersama kita” . Dalam riwayat lain disebutkan, “Wahai Abu Bakar, apa pendapatmu tentang dua orang yang ketiganya adalah Allah?” atau “Janganlah engkau menyangka bahwa aku ini sendirian bersama engkau, tetapi sesungguhnya Allah selalu bersama kita, selamanya Ia akan melindungi kita” .
Pertanyaan 11:
Ayat Al-Qur’an apa yang mengabadikan peristiwa di Gua Tsur?
Jawaban:
Peristiwa di Gua Tsur diabadikan dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 40. Allah SWT berfirman yang artinya: “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad), maka sesungguhnya Allah telah menolongnya, (yaitu) ketika orang-orang kafir mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: ‘Janganlah engkau berduka cita, sesungguhnya Allah bersama kita.’ Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang tidak kamu lihat, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” .
BAGIAN 4: PERTOLONGAN ALLAH YANG AJAIB
Sarang Laba-Laba dan Burung Merpati
Pertanyaan 12:
Apa pertolongan pertama yang Allah berikan di mulut Gua Tsur?
Jawaban:
Pertolongan pertama yang Allah berikan adalah dengan memerintahkan ribuan laba-laba untuk membuat sarang (menenun jaring) di pintu Gua Tsur. Sarang laba-laba itu menutupi seluruh mulut gua dan terlihat seperti sudah ada sejak lama. Hal ini membuat para pengejar Quraisy mengira tidak mungkin ada orang yang masuk ke dalam gua karena sarang laba-laba pasti akan rusak jika dilewati .
Pertanyaan 13:
Selain laba-laba, makhluk apa lagi yang Allah tempatkan di mulut Gua Tsur?
Jawaban:
Selain laba-laba, Allah SWT juga memerintahkan burung-burung merpati liar untuk bersarang dan bertelur di mulut Gua Tsur. Keberadaan sarang burung merpati beserta telurnya semakin menguatkan keyakinan para pengejar bahwa tidak ada seorang pun yang masuk ke dalam gua tersebut, karena jika ada orang masuk, pasti telur-telur itu akan pecah dan burung-burung akan terbang .
Pertanyaan 14:
Apa yang dikatakan para pengejar Quraisy ketika melihat sarang laba-laba dan burung merpati di mulut gua?
Jawaban:
Ketika melihat sarang laba-laba yang rapat dan burung merpati yang sedang bertelur di mulut gua, para pengejar Quraisy berkata, “Jika dia (Muhammad) berada di gua ini, mustahil ada sarang laba-laba di bibir gua” . Mereka juga mengatakan, “Ada sarang laba-laba di tempat itu, kelihatannya sudah ada sejak Muhammad lahir” dan “Saya melihat ada dua ekor burung dara hutan di lubang gua itu. Jadi, tidak mungkin ada orang di dalamnya” .
Pertanyaan 15:
Siapa di antara pengejar Quraisy yang melarang temannya masuk ke dalam gua?
Jawaban:
Salah seorang dari mereka ada yang mengusulkan untuk masuk ke dalam gua, tetapi Umayyah bin Khalaf mencegahnya dengan berkata, “Mengapa kamu hendak masuk ke dalamnya? Kalau Muhammad telah masuk, tentu sarang laba-laba itu telah luluh bukan? Ya, kalau di dalam gua itu tidak ada binatang liar dan buas atau ular berbisa. Kalau ada, tentu akan mencelakakan kamu bukan?” Akhirnya mereka semua kembali dengan tangan hampa .
Pertanyaan 16:
Apa hikmah di balik Allah memilih laba-laba sebagai pelindung Nabi?
Jawaban:
Hikmah di balik Allah memilih laba-laba adalah untuk menunjukkan bahwa perlindungan Allah tidak tergantung pada kekuatan makhluk. Laba-laba adalah makhluk yang sangat lemah dan sarangnya adalah rumah yang paling lemah, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Al-Ankabut ayat 41: “Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.” Namun dengan kehendak Allah, sarang yang lemah itu menjadi pelindung yang kuat bagi kekasih-Nya .
BAGIAN 5: KEADAAN DI DALAM GUA
Pengorbanan dan Keajaiban Lainnya
Pertanyaan 17:
Apa yang dilakukan Abu Bakar ketika ada ular atau hewan berbisa di dalam gua?
Jawaban:
Ketika Abu Bakar masuk pertama kali untuk membersihkan gua, ia menemukan beberapa lubang yang mungkin menjadi sarang hewan berbisa. Ia menutup semua lubang dengan sobekan bajunya, tetapi ada satu lubang yang terlupa. Saat Nabi Muhammad tidur di pangkuannya, seekor ular keluar dari lubang itu dan menggigit kaki Abu Bakar. Meskipun merasakan sakit yang sangat, Abu Bakar menahan rasa sakitnya dan tidak bergerak sedikit pun karena takut membangunkan Rasulullah. Air matanya menetes hingga membasahi wajah Nabi .
Pertanyaan 18:
Bagaimana Nabi Muhammad menyembuhkan gigitan ular yang dialami Abu Bakar?
Jawaban:
Ketika Nabi Muhammad terbangun dan melihat Abu Bakar menahan sakit, beliau kemudian mengambil air liurnya dan mengoleskannya pada luka gigitan ular tersebut. Secara ajaib, dengan izin Allah, rasa sakit itu seketika hilang dan luka tersebut sembuh seketika. Ini adalah salah satu mukjizat yang terjadi di dalam Gua Tsur .
Pertanyaan 19:
Apa keajaiban lain yang terjadi di dalam Gua Tsur terkait pintu keluar?
Jawaban:
Ketika Abu Bakar khawatir jika musuh masuk melalui pintu depan, Nabi Muhammad menunjukkan ke arah belakang gua. Padahal sebelumnya tidak ada pintu di belakang gua, tetapi tiba-tiba Abu Bakar melihat ada pintu lebar yang dapat digunakan untuk melarikan diri dari musuh. Ini semakin memperkuat keyakinannya bahwa Allah benar-benar melindungi mereka .
BAGIAN 6: PERAN KELUARGA ABU BAKAR
Dukungan dari Luar Gua
Pertanyaan 20:
Siapa saja yang membantu Nabi Muhammad dan Abu Bakar selama bersembunyi di Gua Tsur?
Jawaban:
Selama bersembunyi di Gua Tsur, Nabi Muhammad dan Abu Bakar dibantu oleh tiga orang:
- Abdullah bin Abu Bakar (putra Abu Bakar) yang bertugas mengumpulkan informasi dari Mekah dan menyampaikannya ke gua setiap malam
- Asma binti Abu Bakar (putri Abu Bakar) yang bertugas mengantarkan makanan
- Amir bin Fuhairah (budak Abu Bakar) yang bertugas menggembalakan kambing ke sekitar gua untuk menghapus jejak kaki dan memberikan susu segar .
Pertanyaan 21:
Apa tugas Abdullah bin Abu Bakar selama Nabi bersembunyi?
Jawaban:
Abdullah bin Abu Bakar bertugas sebagai utusan yang mengumpulkan informasi tentang rencana dan pergerakan kaum Quraisy di Mekah. Setiap malam ia datang ke Gua Tsur untuk melaporkan berita terbaru, lalu kembali ke Mekah sebelum pagi agar tidak diketahui kaum Quraisy bahwa ia semalaman tidak di rumah .
Pertanyaan 22:
Apa tugas Asma binti Abu Bakar selama Nabi bersembunyi?
Jawaban:
Asma binti Abu Bakar bertugas menyiapkan dan mengantarkan makanan untuk Nabi Muhammad dan ayahnya. Ia membawa perbekalan secara sembunyi-sembunyi ke Gua Tsur setiap malam. Atas jasanya ini, kelak Rasulullah memberikan julukan khusus kepada Asma .
Pertanyaan 23:
Mengapa Asma binti Abu Bakar mendapat julukan “Dzatun Nithaqain”?
Jawaban:
Asma mendapat julukan “Dzatun Nithaqain” yang berarti “pemilik dua ikat pinggang” karena ketika akan berangkat mengantarkan makanan, ia tidak memiliki tali untuk mengikat bekal. Ia lalu merobek ikat pinggangnya menjadi dua bagian: satu untuk mengikat bekal makanan dan satu lagi untuk dipakai sebagai ikat pinggang. Melihat pengorbanan ini, Nabi Muhammad SAW kemudian memberinya julukan tersebut .
Pertanyaan 24:
Apa tugas Amir bin Fuhairah selama Nabi bersembunyi?
Jawaban:
Amir bin Fuhairah, budak Abu Bakar, bertugas menggembalakan kambing di sekitar lereng Gua Tsur. Ia sengaja menggiring kambing-kambing itu untuk menghapus jejak kaki Abdullah dan Asma yang menuju ke gua. Selain itu, ia juga memerah susu kambing untuk diminum oleh Nabi Muhammad dan Abu Bakar .
BAGIAN 7: SETELAH KELUAR DARI GUA
Melanjutkan Perjalanan Hijrah
Pertanyaan 25:
Apa yang terjadi setelah tiga hari persembunyian di Gua Tsur?
Jawaban:
Setelah tiga hari bersembunyi dan keadaan dirasa sudah aman, Nabi Muhammad dan Abu Bakar keluar dari Gua Tsur dan melanjutkan perjalanan hijrah ke Madinah. Mereka dibantu oleh seorang penunjuk jalan bernama Abdullah bin Uraiqith, yang saat itu masih non-Muslim namun sangat dipercaya. Dalam perjalanan, mereka juga menghadapi pengejaran dari Suraqah bin Malik yang ingin mendapatkan hadiah 100 ekor unta, namun Nabi mendoakannya sehingga kuda Suraqah terperosok dan akhirnya ia memohon ampun serta merahasiakan keberadaan mereka .
BONUS: HIKMAH DARI PERISTIWA GUA TSUR
| No | Hikmah | Penjelasan |
| 1 | Tawakkal kepada Allah | Nabi mengajarkan bahwa setelah berusaha, kita harus berserah diri kepada Allah |
| 2 | Persahabatan sejati | Abu Bakar rela berkorban jiwa demi keselamatan Nabi |
| 3 | Keluarga yang mendukung | Keluarga Abu Bakar bahu-membahu membantu perjuangan Islam |
| 4 | Pertolongan Allah pasti datang | Dalam kesulitan sekalipun, pertolongan Allah sangat dekat |
| 5 | Makhluk lemah bisa jadi pelindung | Sarang laba-laba yang lemah menjadi benteng yang kuat atas izin Allah |
KESIMPULAN
Dari kisah hijrah dan persembunyian di Gua Tsur, kita belajar bahwa:
✅ Allah selalu bersama hamba-Nya yang beriman – seperti firman-Nya “Innallaha ma’ana” (Sesungguhnya Allah bersama kita)
✅ Pertolongan Allah bisa datang dari cara yang tidak terduga – melalui sarang laba-laba dan burung merpati
✅ Pengorbanan sahabat sangat luar biasa – Abu Bakar dan keluarganya rela mempertaruhkan segalanya
✅ Tawakkal harus dibarengi ikhtiar – Nabi tetap bersembunyi dan merencanakan strategi
✅ Keluarga adalah penopang perjuangan – peran Abdullah, Asma, dan Amir bin Fuhairah sangat vital
SUMBER RUJUKAN TERPERCAYA
Kuis ini disusun dari sumber-sumber kredibel dan terpercaya berikut:
- LAZ Sidogiri – Mengutip kitab Al-Fushul fi Sirah ar-Rasul li ibni Katsir
- Republika.co.id – Portal berita Islam terkemuka
- Lirboyo.net – Pondok pesantren terkemuka dengan referensi kitab klasik
- Pikiran Rakyat – Media nasional dengan rubrik keislaman
- Detik.com – Portal berita terpercaya dengan rubrik Hikmah
- The Pilgrim – Portal informasi haji dan umrah internasional
- Rumah Zakat – Lembaga amil zakat nasional
AYO MENGAMBIL TELADAN!
Adik-adik bisa mengambil pelajaran dari kisah ini:
- Selalu yakin bahwa Allah menolong hamba-Nya yang beriman
- Setia kepada teman dan keluarga seperti Abu Bakar dan keluarganya
- Berani berkorban untuk kebaikan dan kebenaran
- Tidak takut menghadapi musuh karena Allah bersama kita
- Bersyukur atas pertolongan Allah sekecil apa pun bentuknya
Selamat belajar, adik-adik hebat!
Semoga kita bisa meneladani keteguhan iman Nabi Muhammad dan kesetiaan Abu Bakar!
© 2026 ebookanak.com | All Rights Reserved | Untuk Anak Indonesia Lebih Baik
![]()




















































2 Comments