Mundinglaya Dikusuma Melawan Raksasa (Cerita Rakyat Provinsi Jawa Barat)

Loading

Mundinglaya Dikusuma Melawan Raksasa
101 Cerita Nusantara

📚 101 Cerita Nusantara

Cerita rakyat pilihan dari seluruh Indonesia – edukatif & menyenangkan

👉 Klik untuk Download

Bebelac Nutri Great
👉 Klik untuk Beli di Shopee

15 Tanya Jawab tentang Kisah Mundinglaya Dikusumah

1. Apa itu Mundinglaya Dikusumah?
Jawaban: Mundinglaya Dikusumah adalah cerita rakyat klasik dari masyarakat Sunda yang berasal dari tradisi lisan yang disebut cerita pantun . Cerita ini menceritakan perjalanan hidup seorang pangeran di era Kerajaan Sunda (Pajajaran) di bawah pemerintahan Prabu Siliwangi .

2. Siapa nama tokoh utama dalam cerita ini?
Jawaban: Tokoh utamanya adalah Pangeran Mundinglaya Dikusumah (atau Mundinglaya Dikusuma), putra bungsu Prabu Siliwangi dari permaisuri Nyimas Padmawati .

3. Siapa saja orang tua dan saudara tiri Mundinglaya?
Jawaban: Ayahnya adalah Prabu Siliwangi (Raja Kerajaan Sunda Pajajaran) dan ibunya adalah Nyimas Padmawati (permaisuri) . Ia memiliki saudara tiri (kakak) bernama Pangeran Guru Gantangan dari istri pertama Prabu Siliwangi, Nyimas Tejamantri .

Baca juga:  Tembakan Senapan Pemburu

4. Mengapa Mundinglaya kecil hidup terpisah dari orang tuanya?
Jawaban: Karena kakak tirinya, Pangeran Guru Gantangan, yang tidak memiliki anak kandung (hanya memiliki anak angkat bernama Sunten Jaya), meminta Mundinglaya untuk dirawat sebagai anaknya. Sang permaisuri mengizinkannya karena mengetahui Guru Gantangan sangat menyayangi Mundinglaya .

5. Apa penyebab konflik dan pencekalan terhadap Mundinglaya?
Jawaban: Konflik dipicu oleh rasa iri. Saat dewasa, Guru Gantangan lebih menyayangi Mundinglaya yang baik budi pekerti daripada anak angkatnya, Sunten Jaya, yang bersifat angkuh dan manja. Rasa cemburu juga muncul dari istri Guru Gantangan yang memberi perhatian berlebihan kepada Mundinglaya. Akibatnya, Mundinglaya difitnah dan dijebloskan ke penjara dengan tuduhan mengganggu kehormatan wanita .

6. Apa mimpi aneh yang dialami Permaisuri Padmawati?
Jawaban: Suatu malam, Permaisuri Padmawati bermimpi melihat tujuh guriang (makhluk gaib penghuni gunung). Salah seorang di antara mereka membawa jimat bernama Layang Salaka Domas dan berkata bahwa Pajajaran akan tenteram hanya jika seorang kesatria berani mengambil jimat tersebut dari Jabaning Langit (Kahyangan) .

7. Siapa yang akhirnya menawarkan diri untuk mengambil jimat tersebut?
Jawaban: Ketika raja mengadakan sayembara, tidak ada seorang pun yang berani, termasuk Pangeran Sunten Jaya. Patih Lengser kemudian mengingatkan bahwa masih ada satu orang yang belum ditanya, yaitu Pangeran Mundinglaya yang berada dalam penjara. Mundinglaya bersedia menerima tugas tersebut demi keselamatan negeri .

8. Syarat berat apa yang diajukan Sunten Jaya sebelum Mundinglaya berangkat?
Jawaban: Sunten Jaya mengusulkan bahwa jika Mundinglaya tidak kembali dalam waktu satu bulan, maka ibunya, Permaisuri Padmawati, harus dipenjarakan di dalam istana. Usulan kejam ini disetujui oleh Mundinglaya yang yakin akan kembali tepat waktu .

9. Siapa Dewi Kania atau Dewi Kinawati?
Jawaban: Dewi Kania (atau Dewi Kinawati) adalah putri dari kerajaan kecil Muara Beres (atau Tanjung Barat), bawahan Pajajaran. Dalam perjalanannya, Mundinglaya singgah di sana, jatuh hati, dan saling berjanji setia dengannya. Versi lain menyebut nama Dewi Asri yang telah dijodohkan sejak masih dalam kandungan .

10. Siapa raksasa yang menghadang Mundinglaya di jalan?
Jawaban: Raksasa tersebut bernama Jonggrang Kalapitung. Ia adalah makhluk berbahaya yang menghalangi jalan menuju puncak gunung (Kahyangan). Mundinglaya berhasil mengalahkannya dalam pertarungan fisik .

Baca juga:  Ebook PDF 094: 64 Halaman Worksheets Siap Menjadi Jago Matematika TK A & TK B

11. Apa pesan filosofis dari teka-teki “Jabaning Langit” yang diucapkan raksasa?
Jawaban: Ketika ditanya di mana lokasi Jabaning Langit, Jonggrang Kalapitung menjawab: “Di dalam dirimu” dan kemudian “Di dalam hatimu”. Ini mengajarkan bahwa medan perang dan kebijaksanaan sejati (dalam konteks ini, “Kahyangan” atau tujuan suci) sebenarnya terletak di dalam batin dan hati seseorang, bukan sekadar lokasi fisik .

12. Siapa tujuh guriang dan apa ujian terakhir Mundinglaya?
Jawaban: Tujuh guriang adalah makhluk supranatural penjaga Jimat Layang Salaka Domas di Jabaning Langit. Mereka menguji ketulusan Mundinglaya dengan menawarkan kekayaan, putri, atau kekuasaan, yang semuanya ditolak. Ketika Mundinglaya memilih bertarung, ia tewas, lalu dihidupkan kembali oleh Nyi Pohaci (neneknya) atau Dewi Wiru Mananggay. Para guriang akhirnya menyerahkan jimat tersebut karena ia telah menunjukkan sifat jujur dan tidak mementingkan diri sendiri .

13. Apa nilai-nilai patriotisme yang terkandung dalam cerita ini?
Jawaban: Berdasarkan penelitian jurnal ilmiah (Widyaparwa), cerita Mundinglaya Dikusumah mengandung nilai-nilai patriotisme seperti: (a) kesetiaan (pada janji dan tanah air), (b) keberanian (menghadapi raksasa dan guriang), (c) rela berkorban (menerima syarat berat yang membahayakan ibunya demi tugas negara), serta (d) kecintaan pada bangsa dan negara .

14. Bagaimana akhir kisah Mundinglaya Dikusumah?
Jawaban: Setelah berhasil mendapatkan Layang Salaka Domas, Mundinglaya kembali ke Pajajaran tepat waktu. Ia menggagalkan rencana jahat Sunten Jaya (yang ingin membunuh ibunya dan merebut Dewi Kinawati), dan mengalahkan para pemberontak. Prabu Siliwangi kemudian menobatkan Mundinglaya sebagai raja penerus dengan gelar Mundinglaya Dikusumah. Ia pun menikahi Dewi Kinawati, dan Pajajaran menjadi negara yang adil, makmur, serta aman .

15. Di mana kita bisa menemukan tulisan tentang kisah ini?
Jawaban: Cerita ini telah dibukukan oleh beberapa penulis. Di antaranya versi tulisan Gola Gong diterbitkan oleh Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (2008/2009) . Versi lain ditulis oleh Ajip Rosidi (1961 & 1986) yang mengkritisi relevansinya dengan nilai-nilai keislaman . Juga tersedia dalam versi tiga bahasa (Sunda, Indonesia, Inggris) oleh Rohmat Tasdik Al-Garuti berjudul Pasini Jangji di Muaraberes .

Baca juga:  Mukjizat Rasul Saw Tandan Kurma Bercahaya

download ebook anak printable pdf

Download full ebook 202 hal PDF 101 Cerita Nusantara Kumpulan Dongeng, Epos, Fabel, Legenda, Mitos, dan Sejarah karya Kak Nurul Ihsan (ebookanak.com) dengan donasi Rp 50 ribu. Klik tombol DOWNLOAD.

058 download ebook pdf 101 cerita nusantara
Download ebook PDF “101 Cerita Nusantara” karya Kak Nurul Ihsan (ebookanak.com)

Mundinglaya Dikusuma Melawan Raksasa (Cerita Rakyat Provinsi Jawa Barat)

Pangeran Mundinglaya Dikusuma adalah putra Prabu Siliwangi dan Permaisuri Padmawati dari Kerajaan Pajajaran.

Suatu hari, seorang kerabat istana yang iri hati, memfitnah Mundinglaya Dikusuma.

Maka Prabu Siliwangi menjadi murka.

Tanpa diperiksa dulu kebenarannya, Mundinglaya Dikusuma segera dihukum penjara.

Ibu Padmawati sedih sekali mendengarnya.

DONASI: Abadikan hartamu dengan donasi, sedekah jariyah, dan infaq untuk membantu kemajuan ebookanak.com dalam Gerakan Indonesia Cerdas Literasi menuju Indonesia Hebat 2045. Klik dsini

Ada yang setuju Mundinglaya Dikusuma dihukum, tapi ada juga yang keberatan.

Kerajaan Pajajaran menjadi terpecah-belah.

Menurut mimpi Ibu Padmawati, kerajaan akan kembali tenteram bila seorang ksatria berhasil mendapatkan pusaka Lalayang Salaka Domas dari Kahyangan.

Namun tak ada seorang pun ksatria berani mengambil pusaka itu.

Semuanya takut karena harus berhadapan dengan raksasa yang ganas, penjaga jalanan ke Kahyangan bernama Jonggrang Kalapitung.

Ternyata, hanya Pangeran Mundinglaya Dikusuma yang bersedia mengambil pusaka itu.

Di tengah jalan, Pangeran Mundinglaya Dikusuma langsung bertempur dengan Jonggrang Kalapitung dan berhasil ia kalahkan.

Setibanya di Kahyangan, Mundinglaya Dikusuma kembali bertempur dengan tujuh guriang, yaitu tujuh makhluk halus penjaga Lalayang Salaka Domas.

Kali ini Mundinglaya Dikusuma kalah dan mati.

Namun beruntung, pertolongan segera datang.

Dewi Wiru Mananggaya, nenek Mundinglaya Dikusuma yang terkenal sakti datang menghidupkannya kembali.

Karena keberanian dan ketulusan hati Mundinglaya Dikusuma. Akhirnya, Lalayang Salaka Domas tersebut diberikan kepada Mundinglaya Dikusuma.

Sedangkan ketujuh guriang serta-merta berubah wujud menjadi raksasa dan menjadi pengawal pribadi Pangeran Mundinglaya.

Pesan Moral
Berlindunglah dari fitnah, karena fitnah lebih keji dari pembunuhan.

(Cerita dan Dongeng Rakyat Provinsi Jawa Barat)

Cloud Hosting Partner:

(ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Nurul Ihsan
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Rachman
  • Desainer dan layouter: Kamil Supriatna
  • Penerbit: Transmedia Pustaka (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan

Jasa penerbitan buku dan self publishing

Loading

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!
Soundbook Learning How to Do Shalat