25 Adab Berpakaian Sesuai Hadis Shahih dan Sunnah Nabi Muhammad SAW (Panduan Lengkap untuk Muslim & Anak Muslim)

Loading

baca online seri hadis kecil berakhlak baik, yuk! Hadits Tentang Berpakaian Sederhana Termasuk Iman

Table of Contents

Overall Rok Katun Anak

Overall Rok Katun Anak; Setelan Ovrok Anak Terbaru; Jumpsuit Anak Perempuan; Kaos Stripe Anak Usia 1-12 Tahun

Hadits Rasulullah SAW:

Abi Umamah bin Tsa’labah mengatakan, Muhammad SAW bersabda, Sesungguhnya pakaian sederhana termasuk iman.

(HR Abu Dawud, Ibnu Majah)

Berikut adalah 25+ adab berpakaian sesuai dengan hadis sahih dan sunnah Nabi Muhammad ﷺ, yang dikelompokkan berdasarkan kategori untuk memudahkan pemahaman.

🌟 Adab Sebelum dan Saat Memakai Pakaian

Overall Rok Katun Anak: Setelan Ovrok Anak Terbaru

Kaos anak KABELPA tersedia dalam ukuran lengkap dari S hingga 3XL, cocok untuk usia 1–12 tahun. Detail size sudah disesuaikan dengan lebar dan panjang (P) agar pas dan nyaman dipakai sehari-hari. Motif garis yang simpel dan warna lembut membuatnya cocok untuk aktivitas bermain maupun santai.

Adab ini berkaitan dengan niat, doa, dan tata cara mengenakan pakaian yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.

  1. Niat karena Allah: Setiap aktivitas, termasuk berpakaian, hendaknya diawali dengan niat karena Allah semata. Niatkanlah berpakaian untuk menutup aurat, menjalankan perintah Allah, dan meneladani Rasulullah ﷺ, sehingga aktivitas ini bernilai ibadah.
  2. Membaca Doa Memakai Pakaian: Ketika hendak mengenakan pakaian, bacalah doa yang diajarkan Nabi ﷺ: “Alhamdulillahil ladzi kasani hadza (tsauba) wa razaqanihi min ghairi haulin minni wa la quwwah.” Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku” .
  3. Mendahulukan Bagian Kanan: Rasulullah ﷺ sangat menyukai mendahulukan yang kanan dalam setiap perkara yang baik, termasuk ketika berpakaian dan memakai sandal. Mulailah dengan tangan atau kaki kanan terlebih dahulu .
  4. Membaca Doa Melepas Pakaian: Saat melepas pakaian, dianjurkan pula untuk berdoa dengan membaca “Bismillah” agar aurat kita tidak terlihat oleh makhluk lain (jin) dan memohon perlindungan dari godaan setan. Contoh doa yang bisa dibaca: “Bismillahil ladzi la ilaha illa huwa.” .

💧 Adab Terkait Jenis, Bahan, dan Warna Pakaian

Overall Rok Katun Anak; Setelan Ovrok Anak Terbaru

Adab ini mengatur kriteria pakaian yang baik dan diperbolehkan secara syariat.

  • Menutup Aurat dengan Sempurna: Tujuan utama berpakaian adalah menutup aurat. Bagi laki-laki, auratnya adalah antara pusar dan lutut. Bagi perempuan, seluruh tubuh adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan menurut mayoritas ulama .
  • Pakaian Harus Suci dan Bersih: Pakaian yang dikenakan harus suci dari najis, terutama untuk melaksanakan shalat. Selain itu, menjaga kebersihan dan kerapian pakaian adalah bagian dari iman dan disukai Nabi ﷺ .
  • Tidak Memakai Pakaian yang Menerawang (Tipis): Pakaian yang tipis sehingga memperlihatkan warna kulit atau bentuk aurat tidak diperbolehkan. Rasulullah ﷺ memperingatkan tentang wanita yang kaasiyatun ‘ariyat (berpakaian tapi telanjang) .
  • Tidak Memakai Pakaian yang Ketat: Pakaian yang ketat hingga memperlihatkan lekuk tubuh dilarang karena dapat menimbulkan fitnah, meskipun secara fisik tertutup. Pakaian hendaknya longgar dan tidak membentuk tubuh .
  • Larangan Pakaian Syuhrah (Popularitas): Dilarang memakai pakaian yang bertujuan untuk membuat seseorang terkenal, menonjol, atau membanggakan diri di hadapan manusia. Ini termasuk pakaian yang sangat mewah atau sangat lusuh yang dipakai agar dipuji atau dilihat orang .
  • Tidak Menyerupai Lawan Jenis: Laki-laki dilarang memakai pakaian yang khusus menjadi ciri khas wanita, dan sebaliknya. Rasulullah ﷺ melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki .
  • Tidak Menyerupai Pakaian Orang Kafir: Seorang muslim dilarang memakai pakaian yang menjadi simbol atau ciri khas khusus agama atau budaya orang kafir yang bertentangan dengan syariat .
  • Pakaian Tidak Bergambar Makhluk Bernyawa: Sebagian ulama memakruhkan pakaian yang bergambar makhluk bernyawa (manusia atau hewan) terutama jika gambarnya utuh. Ini sebagai bentuk pencegahan dari meniru perbuatan orang kafir dan menjaga kesucian pakaian untuk shalat.
  • Disunnahkan Pakaian Berwarna Putih: Rasulullah ﷺ menganjurkan untuk memakai pakaian berwarna putih, karena lebih bersih dan suci. Beliau bersabda, “Pakailah pakaian putih, karena itu lebih baik…” .
  • Boleh Memakai Warna Lain: Meskipun menyukai putih, Nabi ﷺ juga pernah memakai pakaian berwarna merah, hijau, hitam, dan kuning. Hal ini menunjukkan keluwesan syariat dalam memilih warna selama sesuai dengan ketentuan lainnya .
  • Larangan Memakai Sutra dan Emas bagi Laki-laki: Islam mengharamkan laki-laki memakai pakaian dari sutra murni dan mengenakan perhiasan emas. Keduanya dihalalkan bagi perempuan .
Baca juga:  Hadits Tentang Larangan Minum dengan Satu Nafas

🧵 Adab Terkait Ukuran, Model, dan Cara Pemakaian

Kiyosaki Kids Limited Edition; Setelan Baju Harian Anak Laki-laki dan Perempuan Usia 1-10 Tahun

Oversize jersey terbuat dari bahan premium DRY FIT MILANO; printing sublimation; bahan lembut ,nyaman dan tidak panas

Adab ini mencakup hal-hal teknis dalam memakai pakaian yang dicontohkan oleh Nabi.

  1. Pakaian Tidak Melebihi Mata Kaki (Isbal): Laki-laki dilarang memanjangkan pakaian (celana, sarung, gamis) hingga melebihi mata kaki. Perbuatan ini termasuk kesombongan dan diancam dengan neraka. Pakaian yang ideal adalah hingga pertengahan betis .
  2. Larangan Isytimal Ash-Shamma’: Dilarang berpakaian dengan cara isytimal ash-shamma’, yaitu melilitkan seluruh badan dengan pakaian sambil mengangkat salah satu sisinya sehingga menutup aurat tapi tangan tidak bebas dan membuka peluang terbukanya aurat .
  3. Larangan Ihtiba’: Dilarang duduk dengan cara ihtiba’, yaitu duduk sambil menegakkan lutut dan melilitkan pakaian ke seluruh tubuh sehingga menutup punggung dan kedua lutut, tanpa ada kain yang menutupi kemaluan secara langsung .
  4. Memakai Sandal dengan Tertib: Ketika memakai sandal atau sepatu, dahulukan kaki kanan, lalu kaki kiri. Ketika melepasnya, dahulukan kaki kiri, lalu kaki kanan. Ini adalah ajaran langsung dari Nabi ﷺ .
  5. Larangan Memakai Hanya Satu Sandal: Dilarang berjalan hanya dengan satu sandal (kaki satu bersandal, satunya tidak). Jika tali sandal putus, hendaknya berhenti dan memperbaikinya, atau melepas kedua sandal. Ini karena berjalan dengan satu sandal adalah gaya setan dan dapat membahayakan .
  6. Sekali-sekali Berjalan Tanpa Alas Kaki: Sebagai bentuk kesederhanaan dan mengamalkan sunnah, dianjurkan untuk kadang-kadang berjalan tanpa menggunakan alas kaki .
  7. Memakai Cincin dengan Benar: Bagi laki-laki, cincin disunnahkan terbuat dari perak, dilarang dari emas. Letakkan batu cincin di bagian dalam (dekat telapak tangan) dan boleh dikenakan di jari kelingking tangan kanan atau kiri .
  8. Tidak Berlebih-lebihan dalam Berpakaian: Hindari sikap bermewah-mewahan dan berlebihan dalam berpakaian. Rasulullah ﷺ hidup sederhana dan tidak suka pakaian yang melampaui batas kebutuhan .
  9. Merapikan dan Menyukuri Pakaian: Setelah memakai pakaian, hendaknya kita merapikannya dan selalu bersyukur atas nikmat pakaian yang diberikan oleh Allah SWT.
  10. Kriteria Pakaian yang Halal: Pastikan pakaian yang dikenakan berasal dari bahan yang halal dan diperoleh dengan cara yang halal. Pakaian dari hasil curang atau korupsi tidak akan membawa berkah .

🌟 ADAB SEPUTAR JENIS, BAHAN, DAN KUALITAS PAKAIAN

Batik Jihud – Gamis Cap Twill Rayon Terbaru Homedress Busui Kancing Jumbo Syar’i Premium

Bahan berkualitas: rayon super premium grade A, adem, flowy, menyerap keringat dan nyaman dipakai seharian

Berikut adalah adab-adab tambahan yang berkaitan dengan spesifikasi pakaian yang diperbolehkan dan dilarang dalam Islam:

1. Pakaian Harus dari Bahan yang Halal

Adab pertama dan paling fundamental adalah memastikan pakaian yang dikenakan berasal dari bahan yang halal dan diperoleh dengan cara yang halal. Rasulullah ﷺ bersabda: “Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik… Kemudian beliau menyebutkan tentang seorang laki-laki yang menempuh perjalanan panjang, rambutnya kusut dan berdebu, ia menengadahkan tangannya ke langit seraya berdoa: ‘Wahai Rabbku…’ padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia diberi makan dari yang haram. Bagaimana mungkin doanya dikabulkan?” (HR. Muslim No. 1015) . Ini menunjukkan bahwa pakaian haram menjadi penghalang terkabulnya doa.

Baca juga:  Keutamaan Salat Tepat Waktu

2. Larangan Pakaian Bergambar Makhluk Bernyawa

Para ulama melarang penggunaan pakaian yang bergambar makhluk bernyawa (manusia atau hewan) secara utuh, terutama jika gambar tersebut masih utuh dan tidak terpotong. Ini berdasarkan larangan umum membuat gambar makhluk bernyawa dan juga untuk menjaga kesucian pakaian saat shalat .

3. Larangan Pakaian Bergambar Kemungkaran

Tidak diperbolehkan memakai pakaian yang bergambar atau bertuliskan hal-hal yang mengandung kemungkaran, seperti ilustrasi setan, gambar yang tidak sopan, atau tulisan-tulisan yang bertentangan dengan akidah Islam. Pakaian muslim hendaknya mencerminkan identitas keislaman .

4. Menghindari Pakaian yang Terlalu Mewah (Israf)

Islam mengajarkan untuk tidak berlebih-lebihan dalam berpakaian. Allah SWT berfirman: “Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31) . Berlebihan di sini termasuk dalam hal kemewahan yang melampaui batas kebutuhan.

5. Larangan Pakaian Syuhrah (Mencari Popularitas)

Pakaian syuhrah adalah pakaian yang dipakai dengan tujuan untuk terkenal, menonjol, atau mencari perhatian orang banyak. Bisa berupa pakaian yang sangat mewah atau sebaliknya sangat lusuh agar dipuji zuhud. Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa yang memakai pakaian syuhrah di dunia, maka Allah akan memberinya pakaian hina pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud No. 4029, dihasankan Al-Albani) . Asy-Syaukani menjelaskan bahwa keharaman ini tidak terkait jenis pakaian tertentu, tetapi pada niat dan efek popularitas yang ditimbulkan.

6. Larangan Memakai Pakaian yang Menyerupai Orang Kafir

Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. Abu Daud No. 4031, dihasankan Ibnu Hajar) . Ini berlaku jika suatu pakaian menjadi ciri khas khusus agama atau budaya orang kafir yang bertentangan dengan syariat. Namun jika pakaian tersebut sudah menjadi budaya umum, tidak termasuk dalam larangan ini .

7. Pakaian Tidak Boleh Tipis/Transparan

Pakaian yang tipis hingga memperlihatkan warna kulit atau bentuk aurat tidak diperbolehkan. Rasulullah ﷺ memperingatkan tentang wanita yang kaasiyatun ‘ariyat (berpakaian tapi telanjang). Dalam hadis riwayat Abu Daud, ketika Asma’ binti Abu Bakar menemui Rasulullah dengan pakaian tipis, beliau berpaling dan bersabda: “Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haid (baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini,” seraya menunjuk wajah dan kedua telapak tangannya .

8. Pakaian Tidak Boleh Ketat

Meskipun menutup aurat secara fisik, pakaian yang terlalu ketat hingga memperlihatkan lekuk tubuh juga dilarang karena dapat menimbulkan fitnah. Pakaian hendaknya longgar dan tidak membentuk tubuh . Ini termasuk dalam adab berpakaian yang menjaga dari pandangan tidak halal.

9. Menghindari Tabarruj (Berdandan Berlebihan)

Tabarruj adalah sikap atau cara berpakaian wanita yang sengaja menarik perhatian orang lain dengan memperlihatkan kecantikan, perhiasan, atau memakai wewangian berlebihan saat keluar rumah. Hal ini dilarang dalam Islam berdasarkan QS. An-Nur: 31 dan berbagai hadis .

10. Pakaian Tidak Menimbulkan Kontroversi di Masyarakat

Hendaknya model pakaian yang dipakai tidak menimbulkan kontroversi di masyarakat dan sesuai dengan kesepakatan etis yang berlaku, selama tidak bertentangan dengan syariat. Ini berdasarkan pada prinsip menjaga kemaslahatan bersama.


👞 ADAB MEMAKAI SANDAL DAN ALAS KAKI

11. Mendahulukan Kaki Kanan Saat Memakai Sandal

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika kalian memakai sandal, maka hendaklah dimulai yang kanan…” (HR. Bukhari dan Muslim) . Ini merupakan bagian dari kecintaan Nabi untuk mendahulukan yang kanan dalam perkara mulia.

12. Mendahulukan Kaki Kiri Saat Melepas Sandal

Dalam hadis yang sama, Rasulullah ﷺ bersabda: “…dan bila dicopot maka hendaklah mulai yang kiri. Sehingga kaki kanan merupakan kaki yang pertama kali diberi sandal dan kaki terakhir yang sandal dilepas darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim) .

13. Larangan Berjalan Hanya dengan Satu Sandal

Rasulullah ﷺ melarang seseorang berjalan hanya dengan satu sandal (kaki satu bersandal, satunya tidak). Beliau bersabda: “Janganlah kalian berjalan menggunakan satu sandal. Hendaknya kedua sandal tersebut dilepas atau keduanya dipakai.” (HR. Bukhari dan Muslim) .

14. Jika Tali Sandal Putus, Berhenti dan Perbaiki

Nabi ﷺ bersabda: “Jika tali sandal kalian copot maka janganlah berjalan dengan satu sandal sehingga memperbaiki sandal yang rusak.” (HR. Muslim) . Ini mengajarkan untuk tidak memaksakan diri berjalan dalam keadaan tidak sempurna.

15. Hikmah Larangan Memakai Satu Sandal

Para ulama menjelaskan beberapa hikmah larangan ini:

  • Menyebabkan pemandangan yang tidak pantas dan menyelisihi sikap wibawa 
  • Menyulitkan saat berjalan dan berisiko terpeleset 
  • Tidak adil terhadap anggota badan 
  • Merupakan gaya berjalan setan (berdasarkan hadis riwayat Thahawi) 
  • Menyebabkan popularitas (pakaian syuhrah) karena orang akan memandangi perilaku aneh tersebut 

16. Sunnah Kadang-kadang Berjalan Tanpa Alas Kaki

Termasuk sunnah Nabi adalah kadang-kadang berjalan tanpa alas kaki. Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, Fudhalah bin Ubaid berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk kadang-kadang berjalan tanpa alas kaki.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dinilai shahih oleh Al-Albani) .

Baca juga:  Kenapa Kelinci Suka Menggerak-gerakkan Telinga?

17. Larangan Memakai Alas Kaki yang Terbuat dari Kulit Binatang Buas

Sebagian ulama memakruhkan memakai alas kaki yang terbuat dari kulit binatang buas, karena dapat menimbulkan kesombongan atau menyerupai orang-orang yang zalim.

Madeline sandal | Size 36-44

Tampil chic dan effortless setiap hari dengan sandal flat wanita desain modern ini 🤍 Perpaduan warna netral dengan detail strap silang dan gesper gold memberikan kesan mewah namun tetap minimalis.

💍 ADAB BERPAKAIAN KHUSUS LAKI-LAKI

18. Larangan Total Memakai Sutra dan Emas

Bagi laki-laki, diharamkan memakai pakaian berbahan sutra murni dan perhiasan emas. Rasulullah ﷺ bersabda: “Janganlah kalian memakai sutra, karena barang siapa memakainya di dunia, maka ia tidak akan memakainya di akhirat.” (HR. Muslim) . Dalam riwayat Tirmidzi: “Diharamkan pemakaian sutra dan emas bagi para lelaki dari umatku dan dihalalkan bagi wanita-wanita mereka.” .

19. Larangan Isbal (Menjulurkan Pakaian Melebihi Mata Kaki)

Isbal adalah memanjangkan pakaian (sarung, celana, gamis) hingga melebihi mata kaki, terlebih jika disertai kesombongan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Isbal itu berlaku pada sarung, baju, dan sorban. Barang siapa memanjangkan salah satu darinya karena sombong, maka Allah tidak akan melihatnya pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i) .

20. Pakaian Ideal Laki-laki Hingga Pertengahan Betis

Pakaian yang ideal bagi laki-laki adalah hingga pertengahan betis, tidak sampai melewati mata kaki. Ini adalah sikap pertengahan antara terlalu pendek dan terlalu panjang.

21. Larangan Memakai Cincin Emas

Secara khusus, larangan emas bagi laki-laki termasuk dalam bentuk cincin. Rasulullah ﷺ pernah melihat seorang laki-laki memakai cincin emas di tangannya, lalu beliau mencabutnya dan membuangnya seraya bersabda: “Salah seorang dari kalian sengaja mengambil bara api lalu meletakkannya di tangannya.” (HR. Muslim) .

22. Memakai Cincin Perak di Jari Kelingking

Bagi laki-laki yang ingin memakai cincin, disunnahkan terbuat dari perak dan dikenakan di jari kelingking. Boleh di tangan kanan atau kiri, meskipun sebagian ulama menganjurkan di tangan kanan.


👗 ADAB BERPAKAIAN KHUSUS PEREMPUAN

23. Wanita Wajib Memanjangkan Pakaian hingga Menutupi Kaki

Allah SWT berfirman: “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka…'” (QS. Al-Ahzab: 59) . Pakaian wanita hendaknya menjulur hingga menutupi kedua kaki.

24. Kerudung Harus Menutupi Leher dan Dada

Allah SWT berfirman: “…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya…” (QS. An-Nur: 31) . Ini menunjukkan bahwa kerudung tidak hanya menutupi rambut, tetapi juga leher dan dada.

25. Larangan Memakai Wewangian Berlebihan Saat Keluar Rumah

Termasuk dalam adab berpakaian wanita adalah tidak memakai wewangian yang berlebihan ketika keluar rumah sehingga menarik perhatian laki-laki non-mahram. Ini termasuk dalam kategori tabarruj yang dilarang .

26. Pakaian Perempuan Tidak Boleh Menyerupai Pakaian Laki-laki

Sebagaimana larangan umum menyerupai lawan jenis, wanita dilarang memakai pakaian yang khusus menjadi ciri khas laki-laki. Rasulullah ﷺ melaknat wanita yang menyerupai laki-laki .

27. Pakaian Perempuan Tidak Boleh Mendatangkan Fitnah

Seluruh pakaian wanita hendaknya dirancang untuk menghindari fitnah, baik dari segi model, warna, maupun cara pemakaian. Ini sejalan dengan tujuan syariat untuk menjaga kehormatan wanita .


🧺 ADAB MERAWAT PAKAIAN

28. Pakaian Harus Suci dan Bersih

Pakaian yang dikenakan harus suci dari najis, terutama untuk melaksanakan shalat. Menjaga kebersihan pakaian adalah bagian dari iman dan sangat dianjurkan dalam Islam .

29. Menjaga Kerapian Pakaian

Hendaknya pakaian selalu dalam keadaan rapi dan tidak kusut. Penampilan yang rapi mencerminkan kepribadian muslim yang baik dan dihormati orang lain .

30. Pakaian Tidak Berbau Tidak Sedap

Pakaian hendaknya dijaga agar tidak mengeluarkan bau tidak sedap yang dapat mengganggu orang lain, terutama saat berada di majelis atau tempat ibadah .

31. Tidak Berlebih-lebihan dalam Mencuci atau Merawat

Meskipun kebersihan penting, Islam juga melarang sikap berlebih-lebihan dalam mencuci atau merawat pakaian hingga membuang-buang air atau harta secara sia-sia.


🤲 ADAB BERDOA SAAT BERPAKAIAN (LENGKAP)

32. Doa Memakai Pakaian Baru

Selain doa umum, ada doa khusus saat memakai pakaian baru yang diriwayatkan Ibnus Sunni:
اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَ خَيْرِ مَا هُوَ لَهُ، وَ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَ شَرِّ مَا هُوَ لَهُ
“Allaahumma inni as’aluka min khairihi wa khairi maa huwa lah. Wa a’uudzu bika min syarrihi wa syarri maa huwa lah”
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan pakaian ini dan kebaikan apapun yang ada padanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya serta keburukan yang ada padanya.” (HR. Ibnus Sunni) .

33. Doa Melepas Pakaian

Saat melepas pakaian, dianjurkan membaca “Bismillah” dan doa perlindungan. Contoh doa yang bisa dibaca:
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لا إِلَهَ إِلا هُوَ
“Bismillahil ladzi la ilaha illa huwa”
Artinya: “Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia.”

34. Bersyukur atas Nikmat Pakaian

Setelah memakai pakaian, hendaknya kita bersyukur kepada Allah atas nikmat pakaian yang diberikan. Rasa syukur ini dapat diungkapkan dengan doa maupun dengan menggunakan pakaian tersebut untuk ketaatan kepada Allah .


💡 RINGKASAN UTAMA

NoKategori AdabJumlah Adab
1Jenis, Bahan, Kualitas Pakaian10 adab
2Sandal dan Alas Kaki7 adab
3Khusus Laki-laki5 adab
4Khusus Perempuan5 adab
5Merawat Pakaian4 adab
6Doa Berpakaian3 adab
TOTAL34 ADAB

🎯 KESIMPULAN

Adab berpakaian dalam Islam sangatlah lengkap dan sempurna, mencakup segala aspek mulai dari niat, jenis bahan, cara memakai, hingga cara merawatnya. Dengan memahami dan mengamalkan adab-adab ini, seorang muslim tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga menjaga martabat dan kehormatannya di hadapan Allah dan sesama manusia.

Pakaian dalam Islam bukan sekadar penutup tubuh, tetapi juga cerminan iman, identitas muslim, dan bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Semoga kita semua dimudahkan untuk mengamalkan sunnah-sunnah Nabi dalam berpakaian sehari-hari. Aamiin.


Referensi: Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasa’i, Musnad Ahmad, Minhajul Muslim (Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairy), dan berbagai sumber hadis terpercaya lainnya.

Semoga kumpulan adab ini dapat menjadi panduan bagi kita dalam berpakaian sehari-hari agar senantiasa berada dalam tuntunan sunnah dan meraih ridha Allah ﷻ.

Kak Nurul Ihsan: Kreator 500 Judul Buku Anak
Berkarya sejak 1991 hingga saat ini, sudah lebih dari 500 buku anak dan buku pendidikan yang dihasilkan Kak Nurul Ihsan dan tim CBM Studio. Profil dan karya buku Kak Nurul Ihsan dan tim CBM Studio dapat dilihat di sini.

Spesifikasi
Judul: Seri Hadits Kecil: Berakhlak Baik, Yuk!
Penulis: Kak Nurul Ihsan
Ilustrator: Dini Tresnadewi
Desain layout: Herlan Ahmad
Jumlah Halaman: 32
Tanggal Terbit:
ISBN:
Bahasa: Indonesia
Penerbit: Syaamil Kids

Sumber dan Kontributor Konten:
PT Sygma Examedia Arkanleema
Jl. Babakan Sari 1 No.71, Babakan Sari
Kec. Kiaracondong,
Kota Bandung,
Jawa Barat 40283
Telp. (022) 7203791
www.sdi.id

Cloud Hosting Partner:
PT Dewaweb
AKR Tower 16th Floor
Jl. Panjang no.5, Kebon Jeruk
Jakarta 11530
Email: sales@dewaweb.com
Phone: (021) 2212-4702
Mobile: 0813-1888-4702
www.dewaweb.com


DOWNLOAD FULL EBOOK:
WA 0815 6148 165

Loading

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!
Soundbook Learning How to Do Shalat