Kulomang dan Sepuluh Siput Laut (101 Cerita Nusantara dari Maluku Utara)
- Updated: April 20, 2026
![]()
DOWNLOAD EBOOK ANAK KAK NURUL IHSAN (+62 815 6148 165)
✅ Download Ebook Perjudul: donasi @ Rp 15.000
✅ Paket Hemat A Seri Kisah 25 Nabi dan Rasul Bergambar: 1001 hal pdf, 19 ebook, donasi Rp 100 ribu.
✅ Paket Hemat B Seri Worksheet Calistung dan Mewarnai: 1001 hal PDF, 30 ebook, donasi Rp 100 ribu.
✅ Paket Hemat C Seri Cerita Dongeng Bergambar: 1001 hal PDF, 31 ebook, donasi Rp 100 ribu.
✅ Paket Hemat D Ensiklopedia Anak Pintar: 1001 hal PDF, 60 ebook, donasi Rp 100 ribu.
✅ Paket Hemat E Anak Muslim: 1001 hal PDF, 90 ebook, donasi Rp 100 ribu.
✅ All Paket Super Hemat (Paket A, B C, D, dan E), donasi Rp 365 ribu.
Eksplorasi Komprehensif Cerita Rakyat Maluku Utara: Kecerdikan Kulomang Melawan Kesombongan Rusa (Kajian 25 Tanya Jawab Ilmiah)
Oleh: Tim Ebookanak.com
Kategori: Cerita Rakyat Nusantara | Fabel | Pendidikan Karakter
*Kata Kunci: Cerita Rakyat Maluku Utara, Kulomang, Siput Laut, Rusa Sombong, Fabel Nusantara, Pendidikan Karakter, Kearifan Lokal, Kepulauan Aru. *
[Bagian 1] Pendahuluan: Warisan Lisan dari Timur Indonesia
Indonesia adalah negeri yang kaya akan khazanah cerita rakyat (folklore). Dari ujung Sabang hingga Merauke, terdapat ribuan kisah yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu permata yang kurang terekspos dibandingkan Malin Kundang atau Sangkuriang adalah cerita rakyat dari Maluku Utara yang berlatar di Kepulauan Aru, yaitu Kulomang dan Sepuluh Siput Laut (sering pula dikenal sebagai Si Rusa dan Si Kulomang).
Cerita ini unik karena merupakan fabel (cerita binatang) yang mengajarkan kecerdikan (wit) versus kekuatan fisik semata. Dalam artikel super mendalam ini, kita tidak hanya akan membaca ringkasan cerita, tetapi akan membedah tuntas latar belakang sosial budaya Maluku Utara, analisis struktural Alur, Tokoh, Amanat, hingga menyajikan 25 Tanya Jawab ilmiah yang diharapkan bisa menjadi rujukan utama di mesin pencarian. Sumber-sumber yang digunakan berasal dari jurnal sastra, dokumentasi budaya, serta buku Cerita Rakyat 34 Provinsi.

📖 Printable Islamic & Educational eBook for Kids
✔ Bisa di-download
✔ Bisa di-print sendiri di rumah
✔ Cocok untuk belajar & aktivitas anak
[Bagian 2] Sinopsis dan Latar Cerita โKulomang dan Sepuluh Siput Lautโ
Sebelum kita membedah lebih dalam, mari kita simak alur cerita dari naskah asli yang telah terdokumentasi.
Latar Belakang Cerita (Premis)
Di sebuah hutan lebat di Kepulauan Aru, Maluku Utara, hiduplah sekelompok Rusa yang terkenal dengan kecepatan larinya. Sayangnya, kelebihan fisik ini membuat mereka sombong (arrogant). Kebiasaan buruk mereka adalah menantang hewan lain untuk adu lari. Jika menang, mereka akan merampas wilayah kekuasaan hewan yang kalah. Suatu hari, target mereka adalah sebuah pantai indah yang dihuni oleh Kulomang (Siput Laut) dan sepuluh temannya.
Alur Cerita (Plot Summary)
- Tahap Perkenalan (Exposition):ย Rusa yang sombong menguasai banyak wilayah. Ia melihat pantai milik Kulomang dan menginginkannya.
- Tahap Tantangan (Rising Action):ย Rusa menantang Kulomang adu lari hingga Tanjung ke-11. Taruhannya adalah pantai tersebut.
- Tahap Strategi (Climax Preparation):ย Kulomang, yang jalannya lambat, tidak patah semangat. Ia menggunakan kecerdikannya. Ia mengumpulkan 9 temannya (total 10 siput). Mereka ditempatkan secara sembunyi di setiap pos pemberhentian (Tanjung 2 hingga Tanjung 11).
- Tahap Konflik (Climax):ย Lomba dimulai. Rusa berlari kencang. Setibanya di setiap pos, Rusa berteriak mengejek, โKulomang, di mana kau?โ. Dari balik semak, teman Kulomang yang mirip wajahnya menjawab, โAku di depanmu!โ atau โAku tepat di belakangmu!โ. Kaget dan kesal, Rusa terus berlari tanpa istirahat.
- Tahap Penyelesaian (Resolution):ย Memasuki Tanjung ke-11, Rusa kelelahan, jatuh tersungkur, dan mati. Kulomang pun memenangkan pertandingan dengan kecerdikan kolektifnya.
[Bagian 3] Analisis Unsur Intrinsik Cerita (Kajian Sastra)
Untuk memahami cerita ini secara ilmiah, kita harus memecah unsur-unsur pembangunnya.
1. Tema
Tema utama cerita ini adalah โKecerdasan Mengalahkan Kekuatan Fisikโ (Brain over Brawn). Cerita ini juga mengusung subtema anti-kesombongan dan kekompakan.
2. Alur (Plot)
Menggunakan alur maju (progresif) karena peristiwa berjalan kronologis dari tantangan, persiapan, pelaksanaan, hingga kematian Rusa. Ketegangan dibangun secara bertahap melalui pengulangan kejadian di setiap tanjung.
3. Penokohan dan Perwatakan
Ini adalah elemen paling penting dalam fabel ini. Terdapat oposisi biner yang jelas antara tokoh protagonis dan antagonis.
| Tokoh | Peran (Protagonis/Antagonis) | Karakter/ Watak | Bukti dalam Teks |
| Kulomang | Protagonis | Cerdik, Tenang, Setia Kawan, Visioner | Meskipun lambat, ia tidak panik. Ia merancang strategi jangka panjang dengan melibatkan teman-temannya. |
| Rusa | Antagonis | Sombong (Hubris), Arogan, Serakah, Egois | Ia meremehkan lawan dan hanya mengandalkan kekuatan fisik. Kesombongannya buta sehingga ia terus termakan tipu daya. |
| 10 Siput Lain | Figuran (Pendukung) | Solid, Loyal, Disiplin | Mereka bersedia membantu Kulomang dengan menempati pos masing-masing, menunjukkan bahwa kesuksesan adalah kerja tim. |
4. Latar (Setting)
- Latar Tempat:ย Hutan Kepulauan Aru, Pantai, dan jalur lintasan menuju Tanjung ke-11.
- Latar Waktu:ย Pada zaman dahulu (klasik, timeless).
- Latar Sosial:ย Kehidupan masyarakat agraris/maritim yang menghargai gotong royong. Siput hidup di pantai (laut), Rusa di darat, mencerminkan dua dunia yang berbeda.
5. Sudut Pandang
Menggunakan sudut pandang orang ketiga (serba tahu). Narator mengetahui semua pikiran Rusa (kesombongan) dan rencana Kulomang (strategi).
6. Amanat (Pesan Moral)
- Jangan pernah meremehkan orang lain hanya karena melihat kelemahan fisiknya.
- Kesombongan akan menghancurkan diri sendiri.
- Bekerja sama dalam tim (solidaritas) adalah kunci mengatasi kesulitan.
[Bagian 4] Analisis Unsur Ekstrinsik (Nilai Budaya & Geografi)
Cerita tidak lahir dalam ruang hampa. Kulomang sangat terkait dengan kondisi alam dan sosial Maluku Utara.
1. Kondisi Geografis Kepulauan Aru
Kepulauan Aru dikenal memiliki padang sabana yang luas yang memang menjadi habitat Rusa Aru (Rusa timorensis). Secara ilmiah, rusa memang pelari cepat, namun di alam liar mereka juga mudah stres. Cerita ini secara metaforis menggambarkan bagaimana spesies invasif atau dominan (Rusa) dapat dikendalikan oleh kecerdikan lokal.
2. Filosofi โSiput Lautโ (Kelomang/Kulomang)
Siput laut atau hermit crab (umang-umang) dalam biologi adalah hewan yang membawa rumah (cangkang) ke mana pun ia pergi. Dalam konteks budaya Maluku, ini melambangkan sifat survival dan kewaspadaan. Kulomang digambarkan tidak pernah terburu-buru (alernatif: sagu berlari pacul), mencerminkan falsafah hidup orang timur yang bijaksana dan tidak gegabah.
3. Nilai Sosial โPela Gandongโ
Masyarakat Maluku terkenal dengan ikatan persaudaraan Pela Gandong (hubungan darah/keluarga antar desa). Dalam cerita ini, sepuluh siput yang membantu Kulomang tanpa pamrih mencerminkan nilai Gandong (persaudaraan) yang kuat. Mereka menang bukan karena individu, tapi karena kolektif.
[Bagian 5] 25 Tanya Jawab (Q&A) Super Lengkap untuk Rujukan SEO
Bagian ini adalah inti artikel. Disusun untuk menjawab segala kemungkinan pertanyaan pencari informasi tentang cerita Kulomang dan Sepuluh Siput Laut.
Kategori A: Identitas & Asal Usul Cerita
1. Q: Apa judul asli cerita rakyat โKulomang dan Sepuluh Siput Lautโ?
A: Secara turun-temurun, cerita ini lebih dikenal dengan judul โSi Rusa dan Si Kulomangโ atau โKecerdikan Si Kelomangโ . Kata โKulomangโ atau โKelomangโ dalam bahasa lokal Maluku merujuk pada Siput Laut (umang-umang). Penambahan โSepuluh Siputโ merujuk pada detail strategi yang digunakan tokoh utama .
2. Q: Dari daerah mana asal cerita rakyat Kulomang?
A: Cerita ini berasal dari Provinsi Maluku Utara, secara spesifik dari Kepulauan Aru. Kepulauan Aru terkenal dengan keanekaragaman hayatinya, termasuk populasi rusa yang besar .
3. Q: Apakah cerita Kulomang termasuk fabel?
A: Ya. Cerita ini termasuk Fabel karena tokoh utamanya adalah binatang (Rusa dan Siput) yang berperilaku seperti manusia (berbicara, berpikir, dan memiliki strategi) .
4. Q: Siapa penulis pertama cerita rakyat ini?
A: Sebagai cerita rakyat (folklore), ia bersifat anonim (tidak diketahui pengarangnya). Namun, versi tertulis yang terkenal didokumentasikan oleh Aneke Sumarauw dalam buku Cerita Rakyat dari Maluku (PT. Grasindo) dan juga termuat dalam buku Cerita Rakyat 33 Provinsi terbitan Indonesiatera .
5. Q: Apakah ada versi lain dari cerita Rusa dan Siput di dunia?
A: Ada. Cerita ini memiliki kemiripan dengan Fabel Aesop (Yunani) berjudul The Hare and the Tortoise (Kelinci dan Kura-kura). Namun, versi Nusantara ini memiliki keunikan pada aspek kerja sama tim (10 siput) dan lokasi spesifik di pantai/tanjung, berbeda dengan versi Aesop yang menekankan pada konsistensi individu .
Kategori B: Analisis Tokoh & Karakter (Penokohan)
6. Q: Siapa protagonis dan antagonis dalam cerita ini?
A: – Protagonis (Tokoh Baik/Pintar): Kulomang (Siput Laut) dan 10 temannya.
- Antagonis (Tokoh Jahat/Sombong):ย Si Rusa. Rusa digambarkan serakah karena suka merampas tanah hewan lainย .
7. Q: Apa kelemahan fisik Kulomang?
A: Kelemahan fisiknya adalah kecepatan. Siput dikenal sebagai hewan yang berjalan sangat lambat, ditambah lagi ia membawa cangkang yang besar di punggungnya yang membuatnya semakin berat untuk bergerak cepat .
8. Q: Apa kelebihan utama Kulomang hingga ia bisa menang?
A: Kelebihannya adalah kecerdikan dan kepemimpinan. Ia mampu berpikir jernih di bawah tekanan, mendelegasikan tugas kepada 10 temannya (manajemen strategi), dan mengeksekusi rencana tipu daya psikologis kepada Rusa .
9. Q: Mengapa Rusa bisa mati di akhir cerita?
A: Rusa mati karena kehabisan napas (kelelahan ekstrem) . Karena setiap kali dia berhenti, dia mendengar suara โKulomangโ sudah di depannya, dia terus memaksakan diri berlari tanpa jeda istirahat, yang menyebabkan jantungnya kolaps. Ini adalah hubris (kesombongan) yang berbuah fatal .
Kategori C: Analisis Alur & Strategi (Plot Deep Dive)
10. Q: Bagaimana strategi licik yang digunakan Kulomang?
A: Strategi yang digunakan adalah โPembalasan Asinkronโ atau Delaying Action. Kulomang menempatkan 10 siput yang mirip dengannya di 10 titik berbeda di sepanjang rute lari (Tanjung 2 hingga 11). Saat Rusa sampai di suatu tanjung dan berseru, siput yang sudah bersembunyi di sana menjawab, membuat Rusa mengira Kulomang telah sampai lebih dulu .
11. Q: Mengapa Rusa tidak menyadari tipuan itu?
A: Karena kesombongan dan rasa terburu-buru. Rusa sangat yakin dengan kecepatannya sehingga ia tidak pernah berpikir untuk mengecek secara fisik apakah itu benar-benar Kulomang. Selain itu, semua siput laut bentuknya hampir identik, ditambah lagi Rusa tidak menyadari bahwa Kulomang memiliki teman sebanyak itu .
12. Q: Berapa jumlah total siput yang terlibat dalam pertandingan melawan Rusa?
A: Total ada 11 ekor siput. Terdiri dari 1 Kulomang asli (di garis start) dan 10 ekor siput lainnya (teman-temannya) yang ditempatkan di setiap pos .
13. Q: Di mana lokasi tepatnya pertandingan lari itu?
A: Pertandingan berlokasi di pinggir pantai dengan rute dari satu tanjung ke tanjung lainnya hingga Tanjung ke-11. Ini menunjukkan rute yang cukup panjang, melewati batas-batas daratan yang menjorok ke laut .
Kategori D: Nilai Moral & Pendidikan Karakter (Pedagogi)
14. Q: Apa pesan moral utama dari cerita Kulomang?
A: Pesan moral utamanya adalah โJangan pernah meremehkan orang lainโ . Selain itu, cerita ini mengajarkan bahwa otak (kecerdasan) lebih berharga daripada otot (kekuatan fisik) dan bahwa kerja sama tim adalah kunci kemenangan .
15. Q: Sifat buruk apa yang dicontohkan oleh tokoh Rusa yang tidak boleh ditiru?
A: Sifat buruk yang ditunjukkan Rusa adalah Sombong (Arrogance), Serakah (Greed), dan Meremehkan orang lain (Underestimation) . Rusa merasa dirinya paling hebat sehingga ia tidak melakukan persiapan strategis .
16. Q: Nilai karakter (Profil Pelajar Pancasila) apa saja yang ada dalam cerita ini?
A: Cerita ini mengusung nilai:
- Bernalar Kritis:ย Kulomang berpikir logis untuk menyiasati kelemahannya.
- Gotong Royong:ย Para siput bekerja sama untuk satu tujuan.
- Kreatif:ย Menciptakan solusi tipu daya yang tidak merugikan secara fisik namun efektif.
17. Q: Apakah cerita ini cocok untuk pendidikan anak usia dini (PAUD)?
A: Sangat cocok. Cerita ini pendek, memiliki pengulangan kata (repetitif), tokoh hewan yang familiar, serta mengandung konflik sederhana yang mudah dipahami anak-anak tentang baik (siput cerdik) dan buruk (rusa sombong) .
Kategori E: Hubungan dengan Alam & Budaya Maluku (Ekstrinsik)
18. Q: Apa hubungan cerita ini dengan kondisi geografis Kepulauan Aru?
A: Kepulauan Aru secara historis adalah habitat rusa liar. Karena tidak ada predator besar seperti harimau di Aru, populasi rusa mudah berkembang. Cerita ini secara kultural menjadi โkontrol sosialโ metaforis agar hewan (atau manusia) yang dominan tidak semena-mena .
19. Q: Apa makna simbolis dari โTanjung ke-11โ?
A: Dalam numerologi dan budaya Maluku, angka 11 bisa melambangkan โkesempurnaanโ atau โbatas akhirโ. Rusa mati tepat di ujung Tanjung ke-11, menandakan bahwa batas kesombongan adalah kehancuran. Perjalanan hidup ada batasnya .
20. Q: Mengapa yang dipilih adalah siput laut, bukan siput darat?
A: Siput laut (Kelomang) di Maluku sering dikaitkan dengan kebijaksanaan nelayan. Mereka hidup di antara dua alam (darat dan laut), yang dalam falsafah lokal berarti fleksibel dan tidak kaku. Cangkangnya juga melambangkan rumah yang dibawa kemana-mana, mengajarkan kita untuk selalu membawa identitas diri .
Kategori F: Perbandingan & Analisis Sastra (Struktural)
21. Q: Apa perbedaan cerita โKulomangโ dengan fabel โKelinci dan Kura-kuraโ?
A: – Kelinci & Kura-kura: Menekankan pada konsistensi dan ketekunan individu. Kura-kura menang karena Kelinci sombong dan tidur.
- Kulomang & Rusa:ย Menekankan padaย akal dan kolektivitas. Siput tidak mungkin menang secara fisik, jadi ia menggunakan tipuan dan bantuan 10 temannya. Ini adalah kearifan lokal yang lebih mengutamakan โmusyawarah/kerja timโ daripada individualismeย .
22. Q: Bagaimana klimaks dalam cerita ini?
A: Klimaks terjadi ketika Rusa memasuki Tanjung ke-10 atau ke-11. Saat itu, ia sudah sangat kelelahan, napasnya tersengal-sengal, namun tekanan psikologis untuk tidak kalah dari siput membuatnya terus memacu diri hingga akhirnya ia ambruk dan mati .
23. Q: Apakah cerita ini mengandung unsur komedi atau tragedi?
A: Mengandung unsur Tragedi bagi tokoh Rusa (kematian karena kesombongan) namun Komedi Satir bagi penonton/pembaca, karena seekor hewan sebesar rusa berhasil diperdaya oleh hewan sekecil siput .
Kategori G: Eksistensi & Media
24. Q: Apakah ada buku atau media yang merekomendasikan cerita ini?
A: Ya. Cerita ini direkomendasikan oleh Kemdikbud dalam materi pengayaan Bahasa Indonesia kelas 4 SD dan 7 SMP. Juga tersedia dalam buku Dongeng Nusantara dan aplikasi Ebook Anak (digital) yang menyajikan versi bilingual .
25. Q: Di mana saya bisa membaca versi lengkap โKulomang dan Sepuluh Siput Lautโ secara online?
A: Anda dapat membaca versi lengkap dan terpercaya di situs Ebook Anak (ebookanak.com) serta portal Perpustakaan Digital Budaya Indonesia (budaya-indonesia.org) yang mencantumkan sumber referensi jelas dari buku cetak Grasindo .
[Bagian 6] Kesimpulan
Kulomang dan Sepuluh Siput Laut bukan sekadar dongeng pengantar tidur. Dari perspektif ilmiah dan edukatif, cerita ini adalah manifestasi kearifan lokal Maluku Utara yang mengajarkan survival of the fittest dalam arti yang sesungguhnya: bukan yang terkuat yang bertahan, melainkan yang paling mampu beradaptasi dan bekerja sama.
Secara struktur sastra, cerita ini sempurna sebagai fabel klasik dengan oposisi biner yang tegas: Kecerdasan vs Kekuatan, Kerja Tim vs Individualisme, Kerendahan Hati vs Kesombongan. Bagi para pendidik, cerita ini adalah alat yang luar biasa untuk menanamkan Profil Pelajar Pancasila dimensi gotong royong dan bernalar kritis.
Cerita ini mengingatkan kita bahwa di era modern sekalipun, sikap โRusaโ yang merasa paling cepat, paling pintar, dan meremehkan proses lambat lawan, akan selalu menemui โKulomangโ yang diam-diam bergerak strategis dan menang di akhir.
[Bagian 7] Pesan Moral Penutup
โJadilah seperti Kulomang. Ketika Tuhan memberimu kelemahan fisik, isilah dengan kekuatan akal budi dan perbanyak teman. Jangan pernah menjadi Rusa yang sombong, karena secepat apapun kakimu berlari, kesombongan akan menjatuhkanmu di ujung jalan.โ
Mari lestarikan cerita rakyat Nusantara sebagai fondasi karakter bangsa!
[Bagian 8] Daftar Pustaka (Sumber Kredibel & Valid)
Referensi disusun berdasarkan standar akademik (APA Style) dari sumber-sumber terpercaya yang dapat diakses oleh pembaca untuk verifikasi.
- Sumarauw, Aneke.ย (2005).ย Cerita Rakyat dari Maluku. Jakarta: PT. Grasindo. (Hal. 17-20) โย Sumber primer cetak yang paling otoritatifย .
- Indonesiatera.ย (2010).ย Cerita Rakyat 33 Propinsi dari Aceh sampai Papua. Yogyakarta: Indonesiatera. โย Memuat versi lengkap โSi Rusa dan si Kulomangโย .
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.ย (2017).ย Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas VII (Revisi 2017). Jakarta: Kemdikbud. โย Tercantum dalam materi Fabel.
- Perpustakaan Digital Budaya Indonesia.ย (2014).ย Si Rusa dan Si Kulomang. Diakses dariย budaya-indonesia.orgย โย Arsip digital resmiย .
- Yustitia Angelia.ย (2016).ย Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara. Jakarta: Lintas Media. โย Sumber populer untuk dongeng anakย .
- Nurul Ihsan (Kak Nurul).ย (2023).ย Dongeng dan Aktivitas Anak Cerdas: Kecerdikan Si Kelomang. Ebook Anak. โย Sumber terbitan langsung dariย ebookanak.comย .
- Ali Gufron.ย (2013).ย Sang Rusa dan Si Kulomang (Cerita Rakyat Maluku). Blog Pribadi (Dokumentasi). โย Digunakan sebagai pembanding variasi ceritaย .
- Asyifa Istiqomah.ย (2021).ย Rusa Dan Kulomang. SDN 3 Selorejo/TBM Rejo Pintar. โย Contoh adaptasi cerita oleh pelajarย .
- Tribun Jateng.ย (2025).ย Cerita Fabel Bahasa Indonesia Kaya Pesan Moral untuk Anak. Semarang: Tribun News. โย Analisis nilai moral dalam konteks modernย .
- Brainly Indonesia.ย (2018/2020).ย Ringkasan dan Pesan Moral Cerita Rusa dan Kulomang. โย Sumber edukatif kolaboratif untuk analisis unsur intrinsikย .
Artikel ini adalah hak cipta Ebook Anak untuk keperluan pendidikan dan referensi online.
ORDER PRODUK DIGITAL VIA WA/EMAIL
✅ Pilih produk.
✅ Transfer ke salah satu norek kami.
✅ Konfirmasi bukti transfer dan paket produk ke WA +62 8156148165.
✅ Link produk digital dikirim ke no WA atau email pemesan.
NOREK KONTRIBUSI DONASI
✅ PayPal: cbmagency25@gmail.com
✅ BSI 0070078253 an. Nurul Ihsan or Rahayu Ummi F
✅ BSI:7113717337 an.Yayasan Sebaca Indonesia


Oleh: Kak Nurul Ihsan

Kulomang dan Sepuluh Siput Laut (101 Cerita Nusantara dari Maluku Utara)
Dahulu kala hidup sekelompok rusa yang suka membanggakan kemampuan larinya.
Mereka senang menantang hewan lain lomba lari.
Apabila mereka dapat memenangkan lomba lari itu, mereka akan mengambil tempat tinggal hewan yang sudah mereka kalahkan.
Tak jauh dari mereka, tinggal seekor siput laut bernama Kulomang yang cerdik dan sangat setia kawan.
Suatu hari, si Rusa menantang Kulomang untuk lomba lari dari Bukit Kesatu sampai Bukit Kesebelas.
Hadiahnya adalah pantai tempat tinggal Kulomang dan teman-temannya.
Si Rusa sudah pasti akan menang, karena Si Kulomang berjalan sangat lambat.
Pada hari perlombaan, si Kulomang sudah menyiapkan teman-temannya.
Sepuluh ekor siput laut dengan wajah dan tubuh mereka persis si Kulomang.
Setiap ekor siput itu disuruh menunggui bukit, mulai dari Bukit Kedua hingga Bukit Kesebelas.
Kulomang sendiri akan berada di Bukit Kesatu, tempat dimulainya perlombaan.
Ia juga menyuruh teman-teman siputnya agar menjawab setiap pertanyaan si Rusa.
Saat pertandingan dimulai, si Rusa langsung berlari kencang mendahului si Kulomang.
Selang beberapa jam, ia sudah sampai di Bukit Kedua.
Nafasnya terengah-engah.
Dalam hati ia yakin, bahwa si Kulomang jauh tertinggal di belakang.
Dengan sombongnya ia berteriak-teriak, โKulomang, sekarang kau ada di mana?โ
Teman si Kulomang yang disuruh menunggui di Bukit Kedua pun menjawab, โAku ada tepat di belakangmu.โ
Betapa terkejutnya si Rusa, ia tidak menyangka si Kulomang bisa mengejarnya.
Ia tak tahu kalau siput laut itu temannya Kulomang.
Ia pun segera berlari kembali sekencangnya.
Hal yang sama terjadi berulang kali, hingga ke Bukit Kesepuluh.
Setiap kali sampai di bukit, si Rusa melihat Kulomang selalu sudah ada duluan di sana, sebelum dirinya datang.
Memasuki Bukit Kesebelas, si Rusa sudah kehabisan napas.
Ia pun jatuh tersungkur tak sadarkan diri. ***
Pesan Moral
Janganlah bersikap sombong dan merugikan orang lain, karena itu termasuk perbuatan dosa yang dimurkai Allah Ta’ala.

Kulomang and Ten Sea Snails (101 Archipelago Stories from North Maluku)
Once upon a time there lived a group of deer who liked to boast about their running ability.
They love to challenge other animals to races.
If they can win the race, they will take the residence of the animal they have defeated.
Not far from them lived a sea slug named Kulomang who was smart and very loyal.
One day, the Deer challenged Kulomang to race from the First Hill to the Eleventh Hill.
The prize is the beach where Kulomang and his friends live.
The Deer will definitely win, because Si Kulomang walks very slowly.
On the day of the race, Kulomang had prepared his friends.
Ten sea slugs with their faces and bodies exactly like Kulomang.
Each snail was ordered to wait on a hill, starting from the Second Hill to the Eleventh Hill.
Kulomang himself will be at Bukit Kesatu, where the race starts.
He also ordered his snail friends to answer every question the deer had.
When the game started, the Deer immediately ran fast ahead of the Kulomang.
After a few hours, he had arrived at the Second Hill.
He was panting.
In his heart he was sure that Kulomang was far behind.
Arrogantly he shouted, “Kulomang, now where are you?”
Kulomang’s friend who was ordered to wait on the Second Hill replied, “I am right behind you.”
How shocked the Deer was, he didn’t expect Kulomang to catch up with him.
He didn’t know that the sea slugs were Kulomang’s friends.
He immediately ran back as fast as he could.
The same thing happened again and again, all the way to the Tenth Hill.
Every time he reached the hill, the deer saw that Kulomang was always there before he came.
Entering the Eleventh Hill, the Deer was out of breath.
He also fell down unconscious. ***
Moral message
Don’t be arrogant and harm other people, because that is a sinful act that Allah Ta’ala is angry with.






















































