Apa Nama Unta yang Dinaiki Rasulullah Saat Haji Perpisahan?
- Updated: Desember 16, 2025
![]()


Haji Wada atau haji perpisahan adalah ibadah haji terakhir yang dilakukan oleh Rasulullah Saw. sebelum akhirnya ia wafat.
Selama sembilan tahun tinggal di Madinah, Rasulullah Saw. belum melaksanakan ibadah haji.
Barulah pada tahun kesepuluh beliau melaksanakan haji lagi.
Pada 25 Zulka’dah tahun ke-10 Hijrah, Rasulullah berangkat dengan membawa semua istrinya.
Beliau berangkat dengan menaiki untanya bernama Kaswa.
Kaum Muslim yang ikut berhaji saat itu sampai puluhan ribu orang.
Mereka pun menjalankan ibadah di tempat itu dengan khusyu.
Rasulullah saw. mengajarkan tata cara ibadah haji kepada umat Muslim.
Orang-orang mengikuti cara Rasulullah Saw. menjalankan semua kewajiban haji, manasik haji, sampai sunnah-sunnah haji.
KEUTAMAAN IBADAH HAJI
- Salah satu ibadah yang paling utama dan penghapus dosa dan salah.
- Balasan haji mabrur adalah surga.
- Orang yang berhaji dan umrah menjadi tamu Allah Swt.
- Haji termasuk jihad di jalan Allah Swt. dan akan menghilangkan kefakiran.
- Haji sama dengan infak.
Download 200 Judul buku anak digital (ebook)
dengan donasi infak Rp 500.000
Pesan Ebook: 0815 6148 165
BESTIE KASWA: UNTA KESAYANGAN RASULULLAH ﷺ
Halo, adik-adik yang sholeh dan sholeha! Pernah nggak sih membayangkan punya hewan peliharaan yang super setia, hebat, dan ikut dalam perjalanan bersejarah? Nabi Muhammad ﷺ punya, lho! Namanya adalah Kaswa. Dia adalah seekor unta betina yang menjadi tunggangan favorit Rasulullah ﷺ, terutama dalam sebuah perjalanan yang sangat penting: Haji Wada’ (Haji Perpisahan). Yuk, kita kenalan lebih dekat dengan Kaswa!
Kenalan Yuk Sama Si Kaki Panjang, Kaswa!
Kaswa bukan sembarang unta. Unta adalah hewan yang sangat kuat dan tangguh, bisa berjalan jauh di padang pasir tanpa makan dan minum berhari-hari. Tapi Kaswa istimewa. Dia dikenal sebagai unta yang sangat jinak, penurut, dan lembut. Rasulullah ﷺ sangat menyayanginya. Saking sayangnya, Rasulullah ﷺ selalu memilih Kaswa untuk perjalanan-perjalanan penting.
Ciri-ciri Kaswa? Dia berwarna keemasan atau coklat muda. Yang paling khas, Kak Kaswa ini sangat sopan dan tenang. Kalau Rasulullah ﷺ berhenti di suatu tempat dan turun darinya, Kaswa akan diam di tempat itu. Dia tidak akan pergi ke tempat lain, seolah-olah paham bahwa tuannya akan kembali. Subhanallah, cerdas ya!
Peran Super Kaswa di Haji Wada’
Sekarang, kita bahas peran heroik Kaswa di Haji Wada’. Haji Wada’ terjadi pada tahun 10 Hijriyah. Ini adalah haji pertama dan terakhir Rasulullah ﷺ bersama seluruh umat Islam. Disebut ‘perpisahan’ karena tidak lama setelah haji ini, Rasulullah ﷺ wafat.
Nah, dalam perjalanan besar ini, Kaswa menjadi bintang utama! Bayangkan, adik-adik: Rasulullah ﷺ mengendarai Kaswa sepanjang perjalanan haji. Mulai dari berangkat dari Madinah, sampai melakukan semua rangkaian ibadah haji di Mekah.
Momen-Momen Spesial Naik Kaswa:
- Wukuf di Arafah: Ini adalah puncak ibadah haji. Di padang Arafah yang luas, Rasulullah ﷺ berdiri di atas tanah (bukan di dalam kemah) dengan tetap menunggangi Kaswa yang setia. Dari atas punggung Kaswa-lah, Rasulullah ﷺ menyampaikan Khutbah Wada’ yang sangat bersejarah. Isinya penuh pesan penting: larangan saling membunuh, menghormati hak wanita, persaudaraan, dan bahwa semua manusia sama di mata Allah kecuali takwanya. Kira-kira, Kaswa saat itu diam mendengarkan dengan tenang ya!
- Melempar Jumrah: Rasulullah ﷺ juga mengendarai Kaswa ketika melempar jumrah (lempar batu kerikil ke tiang sebagai simbol mengusir setan). Kaswa berjalan perlahan membawa Nabi melewati kerumunan manusia.
- Thawaf Ifadhah: Rasulullah ﷺ juga thawaf (mengelilingi Ka’bah) dengan menunggangi Kaswa, karena saat itu Beliau sedang tidak sehat. Kaswa berjalan dengan hati-hati dan tenang di sekitar area Masjidil Haram yang ramai.
Kaswa seperti menjadi ‘teman bicara’ yang diam. Kehadirannya membuat Rasulullah ﷺ bisa beribadah dengan lebih mudah dan menyampaikan pesan kepada ratusan ribu sahabat.
Sifat-Sifat Hebat Kaswa yang Bisa Kita Teladani:
- Setia dan Taat: Kaswa selalu patuh pada perintah Rasulullah ﷺ. Dia mengajarkan kita untuk taat pada orang tua dan guru dengan penuh cinta.
- Tangguh dan Sabar: Berjalan jauh di terik matahari padang pasir itu berat! Tapi Kaswa melakukannya dengan sabar dan tanpa mengeluh. Kita juga harus sabar dalam belajar dan beribadah.
- Rendah Hati: Meskipun dia unta Nabi, Kaswa tidak sombong. Dia tetap melayani dengan ikhlas. Kita juga harus rendah hati, tidak boleh sombong meskipun punya kelebihan.
- Pekerja Keras: Kaswa menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Kita harus mencontohnya dengan rajin belajar dan membantu orang tua.
Apa Kabar Kaswa Setelah Nabi Wafat?
Ini bagian yang agak sedih, adik-adik. Setelah Rasulullah ﷺ wafat, Kaswa sangat berduka. Diriwayatkan bahwa Kaswa menjadi tidak mau makan dan banyak berdiam diri. Dia merindukan tuannya yang sangat penyayang. Kaswa akhirnya meninggal tidak lama setelahnya. Ini menunjukkan betapa dalamnya ikatan kasih sayang antara Rasulullah ﷺ dan Kaswa.
Pelajaran dari Kisah Kaswa:
Allah menciptakan hewan dengan keistimewaannya masing-masing. Kaswa adalah bukti bahwa hewan juga bisa menjadi sahabat dan membantu manusia dalam kebaikan. Kisah Kaswa mengajarkan kita untuk menyayangi binatang, bersikap lembut, dan tidak menyakitinya. Rasulullah ﷺ adalah contoh terbaik dalam memperlakukan hewan dengan baik.
Jadi, setiap kali kita membaca atau mendengar tentang Haji Wada’, ingatlah juga tentang Kaswa, si unta setia yang dengan anggun membawa Nabi tercinta menyempurnakan agama Islam. Semoga kita bisa meneladani kesetiaan, ketangguhan, dan kerendahan hatinya!
Sekian cerita tentang Bestie Kaswa! Semoga adik-adik semua jadi tambah cinta kepada Rasulullah ﷺ dan makhluk-makhluk ciptaan Allah SWT.





















































