Perselisihan Dua Putra Nabi Ishak, Yakub dan Ishu

11,498,949 kali dilihat, 6,668 kali dilihat hari ini

Perselisihan Dua Putra Nabi Ishak, Yakub dan Ishu

Tahun berganti tahun, Nabi Ishak dan Ribka belum juga dikaruniai anak.

Nabi Ishak pun berdoa kepada Tuhan dan doanya dikabulkan.

Ribka mengandung anak kembar.

Kedua bayi itu lahir dengan selamat.

Yang pertama lahir bernama Ishu dan yang kedua bernama Yakub.

Nabi Ishak dan Ribka mendidik kedua anak mereka dengan baik. 

Namun ternyata, kedua kakak beradik itu tidak saling menyayangi.

Yakub lebih dicintai oleh ibunya sehingga Ishu menaruh dendam dan iri hati.

Nabi Ishak berencana memanggil kedua putranya, Yakub dan Ishu, untuk diberkati dan didoakan.

Ribka, Ibunya yang mengetahui rencana tersebut segera memanggil Yakub.

Ibunya tidak memberitahu Ishu sehingga hanya Yakub yang tahu tentang hal itu.

Pada hari yang ditentukan, Yakub datang menghadap ayahnya, Nabi Ishak, sedangkan Ishu pergi berburu. 

Nabi Ishak segera memberi berkat dan doa kepada Yakub.

Ishak berkata, “Semoga Tuhan memberikan embun dari langit dan kekayaan dari bumi. Hendaklah semua orang tunduk kepadamu agar engkau menjadi tuan, atas mereka dan atas saudaramu.”

Yakub tersenyum setelah ayahnya memberi berkat.

Yakub segera mendatangi ibunya untuk memberitahu kabar gembira tersebut.

Ishu yang baru pulang berburu marah karena dirinya tidak diberitahu tentang doa dan pemberkatan.

Perasaan iri hati dan dendam semakin memenuhi hati Ishu.

Ishu selalu bersikap sinis kepada Yakub.

Kata-kata Ishu penuh sindiran dan ancaman.

Karena hal itu, Yakub mendatangi ayahnya dan mengeluh, “Wahai ayahku, bagaimana aku menghadapi saudaraku yang membenciku, dendam, dan dengki kepadaku.”

“Dia marah karena ayah memberkatiku dan mendoakanku, agar aku memperoleh keturunan yang saleh, rezeki yang mudah, kehidupan yang makmur, dan sejahtera,” kata Yakub pada Nabi Ishak.

“Ishu menyombongkan diri dengan kedua istrinya dari suku Kan`aan, ” lanjut Yakub sedih.

“Ishu juga mengancam, bahwa anak-anaknya dari kedua istri itu akan menjadi saingan berat bagi anak-anakku,” tambah Yakub.

“Tolonglah ayah berikan pendapatmu dalam menyelesaikan masalah ini,” pinta Yakub dengan memelas.

(www.ebookanak.com)

Kontributor:

  • Penulis: Rani Yulianti
  • Penyunting: Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Dini Tresnadewi dan Aep Saepudin
  • Desainer dan layouter: Jumari, Nurul Ihsan
  • Penerbit: Erlangga For Kids (Jakarta, Indonesia)

Jasa pracetak penerbitan buku dan media promosi

Social Media
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *