Doa Sebelum Tidur dan Bahaya Tidur Tengkurap
- Updated: April 13, 2026
![]()
1. Apa adab pertama yang harus dilakukan seorang Muslim sebelum tidur?
Jawaban: Adab pertama adalah berwudhu terlebih dahulu.
Rasulullah SAW bersabda: “Apabila engkau hendak mendatangi tempat tidurmu (di malam hari), maka berwudhulah sebagaimana wudhumu untuk shalat” (HR. Bukhari & Muslim) . Tidur dalam keadaan suci membuat malaikat memohonkan ampunan untuk kita .
2. Bagaimana posisi tidur yang paling utama menurut sunnah?
Jawaban: Posisi yang paling utama adalah tidur miring ke sisi kanan.
Ini berdasarkan perintah Nabi SAW: “…kemudian berbaringlah di atas rusuk (sisi) kananmu” (HR. Bukhari) . Posisi ini mencontohkan tidurnya orang-orang saleh dan membawa manfaat kesehatan bagi tubuh .
3. Mengapa tidur tengkurap dilarang dalam Islam?
Jawaban: Karena tidur tengkurap adalah posisi yang dibenci Allah dan merupakan cara tidurnya penghuni neraka.
Dari Abu Dzar RA, ia berkata: “Nabi SAW melewatiku saat aku tidur tengkurap, lalu beliau menggerakkanku dengan kakinya dan bersabda: ‘Wahai Junaidib, sesungguhnya ini adalah posisi berbaringnya ahli neraka’” (HR. Ibnu Majah) .
4. Di mana posisi tangan yang dianjurkan saat tidur?
Jawaban: Dianjurkan untuk meletakkan tangan kanan di bawah pipi kanan.
Dari Hudzaifah RA, ia berkata: “Apabila Nabi SAW hendak tidur di malam hari, beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya…” (HR. Bukhari) . Ini melambangkan kesiapan menghadap Allah dalam kondisi “kematian kecil” (tidur) .
5. Doa apa yang dibaca Nabi ketika hendak meletakkan tubuh di tempat tidur?
Jawaban: Beliau membaca: “Allahumma bismika amuutu wa ahyaa”
Artinya: “Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup” (HR. Bukhari) . Doa ini mengingatkan bahwa tidur adalah ibarat kematian, dan hanya dengan izin Allah kita bisa bangun kembali.
6. Surat apa saja yang dianjurkan dibaca lalu ditiupkan ke tubuh sebelum tidur?
Jawaban: Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas (Al-Mu’awwidzat).
Caranya: membaca ketiga surat tersebut, meniup ke telapak tangan, lalu mengusapkan ke seluruh tubuh yang dapat dijangkau, dimulai dari kepala, wajah, dan dada. Ini dilakukan sebanyak tiga kali (HR. Bukhari) . Tujuannya untuk memohon perlindungan dari gangguan jin dan setan.
7. Apakah membaca Ayat Kursi sebelum tidur memiliki keutamaan khusus?
Jawaban: Ya, sangat besar keutamaannya.
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang membacanya (Ayat Kursi) ketika hendak tidur, maka Allah akan mengirimkan penjaga untuknya, dan setan tidak akan mendekatinya hingga pagi hari” (HR. Bukhari) .
8. Kapan waktu tidur yang tidak disukai (makruh) oleh Rasulullah?
Jawaban: Ada dua waktu yang tidak disukai:
- Tidur setelah shalat Ashar hingga Maghrib (sore hari).
- Tidur sebelum shalat Isya (setelah Maghrib).
Dari Abu Darda RA, “Rasulullah SAW membenci tidur sebelum Isya dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelah Isya” (HR. Bukhari & Muslim) .
9. Bagaimana hukum tidur setelah shalat Subuh?
Jawaban: Sangat tidak dianjurkan (makruh) karena menghalangi dari keberkahan waktu pagi.
Tidur setelah Subuh dapat menyebabkan seseorang melewatkan waktu produktif untuk beribadah dan mencari rezeki, serta dapat membuat hati menjadi keras dan malas . Islam mengajarkan untuk memanfaatkan pagi hari yang penuh berkah.
10. Bagaimana kondisi setan terhadap orang yang tidur tanpa membaca doa?
Jawaban: Setan akan mengikat tengkuk (kepala bagian belakang) orang tersebut dengan tiga ikatan.
Dalam sebuah hadis, setiap ikatan setan akan membisikkan: “Malam masih panjang, maka tidurlah.” Jika ia bangun tanpa berzikir, satu ikatan tetap; jika tidak berwudhu, ikatan kedua tetap; jika tidak shalat, semua ikatan tetap, sehingga ia menjadi malas dan buruk jiwanya di pagi hari (HR. Bukhari) .
11. Apakah boleh tidur dalam keadaan kenyang sekali?
Jawaban: Tidak dianjurkan (makruh).
Tidur dalam keadaan perut yang sangat penuh (kenyang berat) dapat menyebabkan hati menjadi keras dan malas beribadah. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Sunni dan Abu Nu’aim . Dianjurkan untuk tidak makan terlalu dekat dengan waktu tidur.
12. Bagaimana cara membangunkan diri agar tidak terkena “ikatan setan” di pagi hari?
Jawaban: Dengan melakukan tiga hal secara berurutan:
- Berzikir (mengingat Allah) segera setelah bangun.
- Berwudhu.
- Melaksanakan shalat (minimal shalat Subuh).
Jika tiga hal ini dilakukan, seluruh ikatan setan akan lepas, sehingga jiwa menjadi segar dan semangat .
13. Doa apa yang diajarkan ketika bangun dari tidur?
Jawaban: Doa riwayat Bukhari:
“Alhamdulillahilladzi ahyaana ba’da ma amaatana wa ilaihin nusyuur”
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nyalah kami kembali” . Doa ini mengingatkan kita pada kebangkitan setelah mati di hari kiamat.
14. Bagaimana sikap Nabi jika bermimpi buruk (mimpi setan)?
Jawaban: Beliau mengajarkan untuk:
- Meludah (atau meniup) ke sebelah kirinya sebanyak tiga kali.
- Membaca ta’awudz (A’udzu billahi minas syaithanir rajim) tiga kali.
- Berpindah dari posisi tidur semula (miring ke sisi lain).
- Tidak menceritakan mimpi buruk tersebut kepada siapapun (HR. Bukhari & Muslim) .
15. Bolehkah seorang Muslim tidur tanpa menutup aurat atau tidur satu selimut dengan yang bukan mahram?
Jawaban: Tidak boleh.
Rasulullah SAW bersabda: “Seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki lain, dan seorang wanita tidak boleh melihat aurat wanita lain. Dan seorang laki-laki tidak boleh tidur satu selimut dengan laki-laki lain, dan seorang wanita tidak boleh tidur satu selimut dengan wanita lain” (HR. Abu Dawud & Tirmidzi) . Terlebih lagi tidur satu ranjang dengan lawan jenis yang bukan mahram, hukumnya haram.






















































