Worksheet Allah Maha Pencipta

Loading

Download Gratis Worksheet Allah Maha Pencipta

Jika beriman kepada Allah, kita harus percaya bahwa Allah adalah Tuhan Maha Pencipta.

Allah menciptakan alam semesta dan semua isinya.

Takkan ada yang bisa menandingi kehebatan ciptaan Allah.

Semua ciptaan Allah disebut makhluk.

  • Download Full Ebook
  • Karya Kak Nurul Ihsan (ebookanak.com)
  • Dengan Donasi:
  • WA 0815 6148 165

Table of Contents

Quiz: Pembahasan Terpenting tentang Allah Maha Pencipta yang Jarang Diketahui

Berikut ini adalah 15 soal pilihan ganda seputar pembahasan penting tentang Allah sebagai Maha Pencipta yang mungkin jarang diketahui. Quiz ini disusun berdasarkan sumber-sumber otentik dari Al-Qur’an, hadits sahih, dan pendapat ulama terkemuka.

Soal-soal Quiz

1. Apa nama Allah yang secara khusus menunjukkan bahwa Ia adalah Pencipta segala sesuatu?

A. Al-Khaliq
B. Al-Bari’
C. Al-Musawwir
D. Semua jawaban benar

Jawaban: D. Semua jawaban benar

Pembahasan: Allah SWT memiliki tiga nama yang secara khusus merujuk pada sifat-Nya sebagai Pencipta, yaitu Al-Khaliq (Yang Maha Mencipta), Al-Bari’ (Yang Mengadakan), dan Al-Musawwir (Yang Membentuk Rupa). Ketiga nama ini disebutkan berurutan dalam Al-Qur’an Surah Al-Hasyr ayat 24: “Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupaโ€ฆ” Menurut Imam Al-Ghazali dalam kitab “Al-Maqshad Al-Asna”, Al-Khaliq bermakna Yang Maha Menentukan segala sesuatu sesuai dengan hikmat-Nya, Al-Bari’ bermakna Yang Maha Mengadakan sesuatu dari ketiadaan, dan Al-Musawwir bermakna Yang Maha Membentuk rupa ciptaan-Nya dengan bentuk yang beragam.

2. Menurut para ulama, apa yang dimaksud dengan “Kun fayakun” dalam proses penciptaan Allah?

A. Allah menciptakan dengan perantara malaikat
B. Allah perlu waktu untuk menciptakan sesuatu
C. Allah menciptakan dengan kehendak dan kekuasaan-Nya tanpa perantara
D. Allah menciptakan dengan cara yang sama seperti manusia membuat sesuatu

Jawaban: C. Allah menciptakan dengan kehendak dan kekuasaan-Nya tanpa perantara

Pembahasan: “Kun fayakun” (jadilah, maka jadilah) adalah ungkapan yang menunjukkan kekuasaan mutlak Allah dalam menciptakan. Ini disebutkan dalam beberapa ayat Al-Qur’an, di antaranya Surah Yasin ayat 82: “Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: ‘Jadilah!’ maka terjadilah ia.” Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ungkapan ini menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Allah yang tidak memerlukan perantara, alat, atau waktu dalam menciptakan apa pun. Imam Fakhruddin ar-Razi menambahkan bahwa “kun” bukan berarti Allah benar-benar mengucapkan kata tersebut, tetapi itu adalah kiasan akan kecepatan terjadinya sesuatu sesuai kehendak-Nya.

3. Apa perbedaan mendasar antara penciptaan Allah dengan “pembuatan” yang dilakukan manusia menurut ulama?

A. Allah menciptakan dari sesuatu yang sudah ada, manusia membuat dari yang tidak ada
B. Allah menciptakan dari ketiadaan (creatio ex nihilo), manusia hanya memodifikasi
C. Allah menciptakan dengan lambat, manusia membuat dengan cepat
D. Tidak ada perbedaan mendasar antara keduanya

Jawaban: B. Allah menciptakan dari ketiadaan (creatio ex nihilo), manusia hanya memodifikasi

Pembahasan: Para ulama seperti Imam Al-Ghazali dan Imam Ar-Razi menjelaskan bahwa perbedaan mendasar antara penciptaan Allah dan pembuatan manusia adalah Allah mampu menciptakan dari ketiadaan (creatio ex nihilo), sedangkan manusia hanya mampu memodifikasi atau mengubah bahan yang sudah ada. Konsep ini dalam Islam disebut “khalq min ‘adam” (penciptaan dari ketiadaan). Dalam Al-Qur’an Surah Al-An’am ayat 101, Allah berfirman: “Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatuโ€ฆ” Imam Ibnu Taimiyah dalam karyanya juga menegaskan bahwa hanya Allah yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada.

Baca juga:  Makam Raja Najasyi Bercahaya

4. Dalam Al-Qur’an, ada istilah khusus yang menunjukkan penciptaan manusia yang berbeda dengan penciptaan makhluk lain. Istilah tersebut adalah:

A. Khalqun Jadid
B. Ahsanu Taqwim
C. Khalifah fil Ardh
D. Khalqullah

Jawaban: B. Ahsanu Taqwim

Pembahasan: Istilah khusus yang menunjukkan keistimewaan penciptaan manusia adalah “ahsanu taqwim” yang berarti sebaik-baik bentuk. Istilah ini disebutkan dalam Al-Qur’an Surah At-Tin ayat 4: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (ahsani taqwim).” Menurut Imam Ibnu Katsir, ungkapan ini menunjukkan bahwa Allah menciptakan manusia dengan postur yang tegak, bentuk yang indah, dan anggota tubuh yang proporsional, serta yang paling penting adalah dibekali akal, pemahaman, dan kemampuan berbicara. Ini berbeda dengan penciptaan makhluk lainnya. Imam Al-Qurthubi menambahkan bahwa ahsanu taqwim juga mencakup dimensi spiritual manusia yang dibekali fitrah untuk mengenal Allah.

5. Al-Qur’an menyebutkan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu secara berpasangan. Apa yang dimaksud dengan konsep “berpasangan” ini menurut para ulama modern?

A. Hanya mengacu pada adanya laki-laki dan perempuan
B. Mencakup konsep dualitas dalam penciptaan (positif-negatif, elektron-proton, dll.)
C. Hanya berlaku untuk makhluk hidup
D. Mengacu pada adanya surga dan neraka

Jawaban: B. Mencakup konsep dualitas dalam penciptaan (positif-negatif, elektron-proton, dll.)

Pembahasan: Allah SWT berfirman dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 49: “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” Para ulama modern seperti Dr. Zakir Naik dan Dr. Maurice Bucaille menjelaskan bahwa konsep “berpasangan” dalam ayat ini jauh melampaui sekadar pasangan laki-laki dan perempuan, tetapi mencakup konsep dualitas dalam seluruh ciptaan. Dalam fisika modern, kita mengenal adanya pasangan positif-negatif, elektron-proton, materi-antimateri, dan sebagainya. Bahkan atom yang dulu dianggap sebagai partikel terkecil yang tidak dapat dibagi, ternyata tersusun dari partikel-partikel yang berpasangan. Syaikh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi menyatakan bahwa ayat ini menunjukkan keseimbangan dan keteraturan dalam penciptaan Allah yang baru sebagiannya saja yang dapat diungkap oleh sains modern.

6. Tentang penciptaan langit dan bumi dalam enam masa, apa pendapat yang paling tepat menurut mayoritas ulama tafsir?

A. Enam masa sama persis dengan enam hari manusia (144 jam)
B. Enam masa adalah enam tahap penciptaan yang durasinya hanya Allah yang tahu
C. Enam masa adalah enam ribu tahun
D. Enam masa adalah kiasan yang tidak perlu dipahami secara harfiah

Jawaban: B. Enam masa adalah enam tahap penciptaan yang durasinya hanya Allah yang tahu

Pembahasan: Allah SWT berfirman dalam beberapa ayat Al-Qur’an bahwa Dia menciptakan langit dan bumi dalam enam masa (sittati ayyam), seperti dalam Surah Al-A’raf ayat 54. Mayoritas ulama tafsir seperti Ibnu Katsir, Ath-Thabari, dan ulama kontemporer seperti Syaikh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi menjelaskan bahwa kata “yaum” (hari/masa) dalam konteks ini tidak harus dipahami sebagai hari manusia yang berdurasi 24 jam. “Yaum” bisa berarti periode atau tahapan yang durasinya bisa sangat panjang. Hal ini selaras dengan Surah Al-Hajj ayat 47: “โ€ฆdan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” Imam Fakhruddin ar-Razi menyatakan bahwa Allah mampu menciptakan semuanya sekejap mata, namun penciptaan bertahap menunjukkan hikmah dan keteraturan.

7. Al-Qur’an sering menyebut konsep “tujuh langit” (sab’a samawat). Menurut pandangan ulama kontemporer, apa interpretasi paling tepat tentang konsep ini?

A. Tujuh lapis atmosfer bumi
B. Tujuh galaksi di alam semesta
C. Bilangan “tujuh” hanya simbolis, tidak perlu dipahami secara harfiah
D. Tingkatan dimensi alam semesta yang sebagiannya belum sepenuhnya dipahami sains

Jawaban: D. Tingkatan dimensi alam semesta yang sebagiannya belum sepenuhnya dipahami sains

Pembahasan: Al-Qur’an menyebutkan tujuh langit dalam beberapa ayat, seperti Surah Al-Mulk ayat 3: “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapisโ€ฆ” Ulama kontemporer seperti Dr. Zaghloul El-Naggar dan Harun Yahya menjelaskan bahwa konsep tujuh langit dapat dipahami sebagai tingkatan dimensi alam semesta yang belum sepenuhnya dipahami oleh sains modern. Dalam teori fisika modern, dikenal adanya dimensi-dimensi yang melampaui tiga dimensi ruang dan satu dimensi waktu yang umum kita pahami. Teori string dalam fisika bahkan mengusulkan adanya 10 atau 11 dimensi dalam alam semesta. Imam Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengingatkan bahwa umat Islam harus percaya adanya tujuh langit sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, meskipun detailnya hanya Allah yang mengetahui secara pasti.

Baca juga:  Menebalkan Angka 4 dan Mewarnai 4 Kupu Kupu

8. Salah satu hikmah terbesar dari penciptaan Allah yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah:

A. Untuk menunjukkan kekuasaan-Nya
B. Untuk ibadah kepada-Nya
C. Untuk menguji manusia
D. Semua jawaban benar

Jawaban: D. Semua jawaban benar

Pembahasan: Al-Qur’an menyebutkan beberapa hikmah dari penciptaan Allah. Pertama, untuk menunjukkan kekuasaan-Nya sebagaimana dalam Surah Ar-Rum ayat 22: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumiโ€ฆ” Kedua, untuk beribadah kepada-Nya sesuai Surah Adz-Dzariyat ayat 56: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” Ketiga, untuk ujian sebagaimana Surah Al-Mulk ayat 2: “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnyaโ€ฆ” Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya “Miftah Dar As-Sa’adah” menjelaskan bahwa semua hikmah ini saling terkait dan melengkapi. Penciptaan adalah bukti kekuasaan Allah, yang menuntut manusia untuk beribadah, dan kehidupan ini menjadi ujian untuk membedakan siapa yang taat dan siapa yang ingkar.

9. Apa yang dimaksud dengan konsep “taskhir” dalam konteks penciptaan Allah?

A. Penciptaan yang sempurna
B. Penundukan/pengendalian ciptaan untuk manusia
C. Penciptaan secara bertahap
D. Penciptaan yang meniru bentuk sebelumnya

Jawaban: B. Penundukan/pengendalian ciptaan untuk manusia

Pembahasan: Konsep “taskhir” (penundukan/pengendalian) dalam Al-Qur’an merujuk pada bagaimana Allah menundukkan ciptaan-Nya untuk kemaslahatan manusia. Allah berfirman dalam Surah Ibrahim ayat 32-33: “Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai. Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang.” Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa taskhir menunjukkan rahmat Allah yang menjadikan seluruh ciptaan dapat dimanfaatkan oleh manusia, meskipun manusia tidak memiliki kekuatan untuk menciptakannya.

10. Bagaimana pandangan Islam tentang teori evolusi dalam konteks penciptaan?

A. Sepenuhnya menolak seluruh aspek teori evolusi
B. Menerima sepenuhnya teori evolusi Darwinisme
C. Menerima fakta adanya adaptasi dan mikroevolusi, namun menolak evolusi antarspesies yang tidak terarah
D. Tidak memiliki pandangan khusus tentang hal ini

Jawaban: C. Menerima fakta adanya adaptasi dan mikroevolusi, namun menolak evolusi antarspesies yang tidak terarah

Pembahasan: Banyak ulama kontemporer seperti Dr. Muzaffar Iqbal, Dr. Nidhal Guessoum, dan Seyyed Hossein Nasr menjelaskan bahwa Islam tidak menolak fakta ilmiah tentang adanya perubahan adaptif pada makhluk hidup (mikroevolusi). Al-Qur’an menyebutkan keanekaragaman hayati sebagai tanda kekuasaan Allah, seperti dalam Surah Fathir ayat 28. Namun, pandangan bahwa seluruh spesies berasal dari satu nenek moyang secara kebetulan tanpa campur tangan Pencipta (makroevolusi materialistik) bertentangan dengan ajaran Islam tentang penciptaan yang dirancang dan memiliki tujuan. Al-Qur’an secara jelas menyebutkan penciptaan Adam AS secara khusus, sebagaimana dalam Surah Shad ayat 71-72. Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi menyatakan bahwa Islam mengakui adanya hukum alam (sunnatullah) yang ditetapkan Allah, termasuk kemampuan spesies untuk beradaptasi, tetapi tetap meyakini peran aktif Allah dalam penciptaan.

11. Apa yang dimaksud dengan “Kun fa yakun” dalam Al-Qur’an terkait proses penciptaan?

A. Allah perlu mengucapkan kata-kata tersebut secara nyata
B. Ungkapan kiasan tentang kehendak Allah yang langsung terjadi
C. Hanya berlaku untuk penciptaan manusia
D. Menunjukkan bahwa Allah perlu waktu untuk menciptakan

Jawaban: B. Ungkapan kiasan tentang kehendak Allah yang langsung terjadi

Pembahasan: “Kun fayakun” (jadilah, maka jadilah) adalah ungkapan dalam Al-Qur’an yang menggambarkan kehendak Allah yang langsung terjadi tanpa hambatan. Allah SWT berfirman dalam Surah Yasin ayat 82: “Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: ‘Jadilah!’ maka terjadilah ia.” Imam Fakhruddin ar-Razi menjelaskan bahwa ungkapan ini tidak berarti Allah benar-benar mengucapkan kata-kata tersebut, tetapi ini adalah kiasan untuk menunjukkan kesempurnaan kekuasaan-Nya di mana sesuatu langsung terjadi begitu Dia menghendakinya, tanpa perlu alat, perantara, atau waktu. Imam Al-Ghazali dalam “Ihya Ulumuddin” menegaskan bahwa ungkapan ini menunjukkan kesempurnaan kekuasaan Allah dan ketergantungan mutlak seluruh ciptaan kepada kehendak-Nya.

12. Al-Qur’an menyebutkan bahwa Allah menciptakan manusia dari tanah. Apa interpretasi ilmiah yang tepat menurut para ulama kontemporer?

A. Ini hanya kiasan yang tidak perlu dipahami secara harfiah
B. Unsur-unsur kimia penyusun tubuh manusia sama dengan unsur-unsur di tanah
C. Tanah yang dimaksud adalah planet bumi secara keseluruhan
D. Manusia pertama kali muncul dari dalam tanah seperti tumbuhan

Jawaban: B. Unsur-unsur kimia penyusun tubuh manusia sama dengan unsur-unsur di tanah

Pembahasan: Al-Qur’an menyebutkan dalam beberapa ayat bahwa manusia diciptakan dari tanah, seperti dalam Surah Al-Hajj ayat 5: “โ€ฆsesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari tanahโ€ฆ” Para ulama kontemporer yang memiliki latar belakang sains seperti Dr. Zakir Naik dan Dr. Maurice Bucaille menjelaskan bahwa hal ini memiliki korelasi ilmiah yang kuat. Analisis biokimia menunjukkan bahwa tubuh manusia tersusun dari unsur-unsur kimia yang sama persis dengan yang terdapat di tanah, seperti karbon, hidrogen, nitrogen, kalsium, fosfor, kalium, natrium, magnesium, dan berbagai unsur lainnya dengan proporsi tertentu. Dr. Zaghloul El-Naggar menyatakan bahwa kesamaan ini merupakan bukti kebenaran Al-Qur’an yang telah menyebutkan fakta ilmiah ini 14 abad yang lalu, jauh sebelum sains modern mengungkapnya.

Baca juga:  Download Gratis Worksheet Takdir yang Buruk

13. Mengapa Allah menciptakan iblis dan setan menurut pandangan para ulama?

A. Karena Allah tidak mampu menciptakan dunia tanpa kejahatan
B. Sebagai bagian dari ujian bagi manusia dan kesempurnaan rencana Allah
C. Karena iblis meminta untuk diciptakan
D. Allah tidak sengaja menciptakan iblis menjadi jahat

Jawaban: B. Sebagai bagian dari ujian bagi manusia dan kesempurnaan rencana Allah

Pembahasan: Para ulama seperti Imam Al-Ghazali dalam “Ihya Ulumuddin” dan Imam Ibnu Qayyim dalam “Miftah Dar As-Sa’adah” menjelaskan bahwa Allah menciptakan iblis dan setan sebagai bagian dari ujian bagi manusia dan kesempurnaan rencana-Nya. Allah berfirman dalam Surah Al-Insan ayat 2: “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.” Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa keberadaan iblis dan setan memberikan kesempatan bagi manusia untuk menunjukkan keteguhan iman dan perjuangan melawan godaan. Imam Ibnul Qayyim juga menjelaskan bahwa melalui pertentangan antara kebaikan dan kejahatan, hikmah, rahmat, dan keadilan Allah menjadi tampak, serta nama-nama dan sifat-Nya seperti Al-Ghafur (Maha Pengampun) dan Al-‘Afuw (Maha Pemaaf) dapat dimanifestasikan.

14. Apa yang dimaksud dengan “yaumul alast” dalam konteks penciptaan manusia?

A. Hari penciptaan langit dan bumi
B. Hari kiamat
C. Hari ketika Allah mengambil kesaksian dari ruh manusia sebelum diciptakan
D. Hari penciptaan Adam AS

Jawaban: C. Hari ketika Allah mengambil kesaksian dari ruh manusia sebelum diciptakan

Pembahasan: “Yaumul alast” (hari kesaksian) merujuk pada peristiwa yang disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 172: “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab: ‘Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi’โ€ฆ” Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi ketika Allah mengeluarkan semua jiwa manusia yang akan diciptakan hingga hari kiamat, dan mengambil kesaksian dari mereka tentang ketuhanan-Nya. Imam Al-Qurthubi menyatakan bahwa kesaksian ini menjadi fitrah dasar yang tertanam dalam setiap jiwa manusia untuk mengenal Allah. Syaikh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi menambahkan bahwa peristiwa ini menjelaskan mengapa setiap orang, bahkan yang tumbuh di lingkungan yang tidak mengenal Allah, tetap memiliki kecenderungan alamiah untuk percaya pada kekuatan spiritual yang lebih tinggi.

15. Al-Qur’an menyebutkan bahwa Allah menciptakan manusia dalam “ahsani taqwim” (sebaik-baik bentuk). Menurut para ulama, apa yang membuat manusia lebih unggul dari malaikat?

A. Kekuatan fisik manusia
B. Kemampuan manusia untuk berkembang biak
C. Keindahan bentuk tubuh manusia
D. Kemampuan akal dan kehendak bebas yang dianugerahkan kepada manusia

Jawaban: D. Kemampuan akal dan kehendak bebas yang dianugerahkan kepada manusia

Pembahasan: Al-Qur’an menyebutkan dalam Surah At-Tin ayat 4 bahwa Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (ahsani taqwim). Para ulama seperti Imam Al-Ghazali dalam “Ihya Ulumuddin” dan Imam Fakhruddin ar-Razi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa keunggulan manusia dibandingkan malaikat terletak pada kemampuan akal dan kehendak bebas yang dianugerahkan Allah kepada manusia. Manusia memiliki kemampuan untuk belajar, mengembangkan ilmu, dan memilih antara kebaikan dan kejahatan. Inilah sebabnya Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Adam AS sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 34. Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam “Madarij As-Salikin” menjelaskan bahwa meskipun malaikat selalu taat kepada Allah, tetapi ketaatan mereka bersifat fitrah tanpa ada pilihan untuk berbuat maksiat. Sedangkan manusia yang taat kepada Allah meski memiliki pilihan untuk berbuat maksiat memiliki derajat kemuliaan tersendiri.


Quiz ini disusun berdasarkan tafsir dan penjelasan dari para ulama terkemuka seperti Ibnu Katsir, Al-Qurthubi, Al-Ghazali, Ibnu Taimiyah, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, serta ulama kontemporer seperti Syaikh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi, Dr. Zakir Naik, dan Dr. Zaghloul El-Naggar. Pembahasan-pembahasan di atas bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang kebesaran Allah sebagai Maha Pencipta melalui perspektif Al-Qur’an, hadits, dan ilmu pengetahuan modern.

Ebook Seri Brain Games Rukun Iman dan Rukun Islam
Download full ebook Seri Brain Games Rukun Iman dan Rukun Islam karya Kak Nurul Ihsan (ebookanak.com) dengan donasi. WA 08156148165.


Spesifikasi ebook
Judul: Brain Games Rukun Iman
Download PDF by email
Karya: Kak Nurul Ihsan
Ilustrasi: Uci Ahmad Sanusi
Penerbit: CIF Penebar Swadaya
Isi: 48 halaman worksheet
Info ebook: 0815 6148 165

Cara download full ebook pdf: Brain Games Rukun Iman karya Kak Nurul Ihsan

  • Donasi terbaik ke norek: Bank Syariah Mandiri (BSI): 7113717337 an. Yayasan Sebaca Indonesia.
  • Infokan judul/paket ebook, alamat email, dan bukti transfer donasi ke WA 0815 6148 165.
  • 1 x 24 jam file ebook PDF diemailkan ke alamat email donatur.
  • Donasi digunakan sepenuhnya untuk operasional dan pembuatan konten ebook anak Program Sosial Edukasi Cerdas Literasi Gerakan Indonesia Berbagi Buku Anak Digital di ebookanak.com

Insya Allah termasuk sedekah amal jariyah yang pahalanya akan terus-menerus mengalir kepada donatur tanpa terputus hingga sampai di alam barzah (alam kubur) karena semua donasi tersebut digunakan untuk mendukung Program Sosial Edukasi Cerdas Literasi Gerakan Indonesia Berbudi Berbagi Buku Anak Digital dalam upaya pembuatan ebook anak terbaru lainnya sebanyak mungkin dan pengembangan situs ebookanak.com yang terus dapat dibaca dan bermanfaat untuk umat dan masyarakat Indonesia & Global

doenload ebook brain games rukun iman
Worksheets Brain Games Rukun Iman 48 halaman karya Kak Nurul Ihsan

Download Ebook Dengan Donasi Terbaik: WA 0815 6148 165

Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah kekalkan-hartamu-dengan-donasi-sedekah-jariyah-di-sini-2.jpg

Jasa Penerbitan Buku
Naskah/Ilustrasi/Komik/Layout Desain/Cetak
WA: 0815 6148 165
Telp: (022) 87824898
e-mail: cbmagency25@gmail.com
Jl. Raden Mochtar III, No. 126, Sindanglaya,
Bandung, Jawa Barat 40195

Sumber dan Kontributor Konten:
Penerbit Penebar Swadaya
Jl. Kerinci Blok A2 No 23 24 Cibubur, RT.2/RW.11,
Cibubur, Kec. Ciracas, Kota Jakarta Timur,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13720
www.penebarswadaya.com

Cloud Hosting Partner:
PT Dewaweb
AKR Tower 16th Floor
Jl. Panjang no.5, Kebon Jeruk
Jakarta 11530
Email: sales@dewaweb.com
Phone: (021) 2212-4702
Mobile: 0813-1888-4702
dewaweb.com

Loading

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ’ณ Donasi via PayPal ๐Ÿคฒ Dukung via Kitabisa
?
Promo IKEA di Shopee
Furniture estetik harga hemat
Lihat
error: Content is protected !!
Spesial Belanja Pertama (1)
lynk.id nurulihsan baner