Penyumpit dan Hadiah Perhiasan dari Babi Hutan (Cerita Rakyat Provinsi Bangka Belitung)

Loading

Penyumpit dan Hadiah Perhiasan dari Babi Hutan
101 Cerita Nusantara

📚 101 Cerita Nusantara

Cerita rakyat pilihan dari seluruh Indonesia โ€“ edukatif & menyenangkan

👉 Klik untuk Download

Bebelac Nutri Great
👉 Klik untuk Beli di Shopee

📖 25 Soal Tanya Jawab Cerita Rakyat “Si Penyumpit”


A. Tokoh dan Latar Cerita

1. Siapa tokoh utama dalam cerita rakyat ini dan apa keahliannya?

Jawaban: Tokoh utamanya adalah Si Penyumpit, seorang pemuda yatim-piatu yang sangat mahir menyumpit binatang buruan. Selain itu, ia juga pandai mengobati berbagai macam penyakit. Kedua bakat ini ia warisi dari ayahnya .


2. Dari daerah mana cerita rakyat “Si Penyumpit” berasal?

Jawaban: Cerita ini berasal dari Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka-Belitung. Secara geografis, wilayah Pulau Bangka terdiri dari rawa-rawa, daratan rendah, dan perbukitan dengan hutan lebat .


3. Siapa yang memanggil pemuda itu dengan sebutan “Si Penyumpit”?

Jawaban: Masyarakat di kampungnya yang memanggilnya Si Penyumpit karena kemahirannya dalam menyumpit binatang buruan, di mana sumpitannya selalu tepat mengenai sasaran .


4. Siapa nama Kepala Desa dalam cerita ini?

Jawaban: Nama Kepala Desa tersebut adalah Pak Raje .


5. Bagaimana status sosial Si Penyumpit di awal cerita?

Jawaban: Si Penyumpit digambarkan sebagai seorang pemuda yatim-piatu yang miskin. Sehari-harinya ia bekerja sebagai pemburu babi hutan .

Ebook Anak Printable

📖 Printable Islamic & Educational eBook for Kids

✔ Bisa di-download
✔ Bisa di-print sendiri di rumah
✔ Cocok untuk belajar & aktivitas anak

👉 Lihat & Download Sekarang

B. Konflik Awal dan Perintah Pak Raje

6. Mengapa Pak Raje meminta Si Penyumpit untuk mengusir kawanan babi hutan?

Jawaban: Karena kawanan babi hutan telah merusak tanaman padi Pak Raje yang sedang berbuah. Pak Raje meminta Si Penyumpit untuk mengusir babi-babi tersebut .

Baca juga:  Putri yang Takut Tidur

7. Dalih apa yang digunakan Pak Raje agar Si Penyumpit mau membantunya?

Jawaban: Pak Raje menggunakan dalih bahwa orang tua Si Penyumpit sewaktu masih hidup pernah berhutang kepadanya. Demi membayar hutang orang tuanya, Si Penyumpit rela bekerja pada Pak Raje .


8. Apa yang dilakukan Si Penyumpit sebelum mulai meronda di ladang?

Jawaban: Sebelum meronda, Si Penyumpit membakar kemenyan untuk memohon kepada dewa-dewa dan mentemau (dewa babi) agar kawanan babi tidak merusak tanaman padi Pak Raje .


9. Berapa malam Si Penyumpit meronda sebelum akhirnya melihat babi hutan?

Jawaban: Si Penyumpit sudah meronda selama tiga malam tanpa melihat tanda-tanda mencurigakan. Baru pada malam ketujuh ia melihat kawanan babi hutan .


10. Berapa jumlah kawanan babi hutan yang terlihat oleh Si Penyumpit pada malam ketujuh?

Jawaban: Si Penyumpit melihat tujuh ekor kawanan babi hutan yang sedang beriring-iringan hendak memasuki ladang .


C. Peristiwa Gaib di Dalam Gua

11. Apa yang terjadi setelah Si Penyumpit menyumpit seekor babi hutan?

Jawaban: Sesaat setelah Si Penyumpit menyumpit babi tersebut, kawanan babi itu tiba-tiba menghilang bersama dengan anak sumpit (mata sumpit) milik Si Penyumpit .


12. Apa yang ditemukan Si Penyumpit setelah menyusuri ceceran darah babi?

Jawaban: Si Penyumpit menemukan sebuah gua yang di sekelilingnya ditumbuhi semak-belukar. Di dalam gua, ia melihat seorang putri yang tergeletak di atas pembaringan yang dikelilingi oleh wanita-wanita cantik .


13. Siapa sebenarnya babi yang disumpit oleh Si Penyumpit?

Jawaban: Babi yang disumpit oleh Si Penyumpit adalah penjelmaan seorang putri. Hal ini dijelaskan langsung oleh ibu sang putri di dalam gua .


14. Apa reaksi Si Penyumpit setelah mengetahui bahwa babi yang ia sumpit adalah penjelmaan putri?

Jawaban: Si Penyumpit sangat terkejut dan kemudian meminta maaf karena tidak mengetahui hal tersebut sebelumnya .


15. Bagaimana cara Si Penyumpit menyembuhkan luka sang putri?

Jawaban: Si Penyumpit meminta daun keremunting yang ditumbuk hingga halus. Ia kemudian mencabut mata sumpit dari perut sang putri sambil membaca mantra, lalu menutup bekas luka dengan daun keremunting yang sudah dihaluskan .


D. Hadiah Perhiasan dan Kekayaan

16. Apa yang dikatakan ibu sang putri sebagai isi bungkusan hadiah untuk Si Penyumpit?

Jawaban: Ibu sang putri mengatakan bahwa bungkusan tersebut berisi kunyit, buah nyatoh, daun simpur, dan buah jering .


17. Apa isi bungkusan yang sebenarnya ketika dibuka oleh Si Penyumpit di rumah?

Jawaban: Ketika dibuka, bungkusan tersebut ternyata berisi perhiasan berupa emas, berlian, dan intan permata yang sangat berharga .


18. Apa pesan ibu sang putri sebelum Si Penyumpit meninggalkan gua?

Jawaban: Ibu sang putri berpesan: “Bungkusan ini jangan dibuka sebelum engkau sampai di rumah” .


19. Apa yang dilakukan Si Penyumpit dengan perhiasan yang diterimanya?

Baca juga:  Allah Menyuruh Laba-Laba dan Burung Merpati Bersarang di Mulut Gua Tsur

Jawaban: Si Penyumpit menjual seluruh perhiasan tersebut kepada seorang saudagar kaya di kampungnya. Hasil penjualannya ia gunakan untuk membeli ladang yang luas, rumah mewah, dan melunasi seluruh hutang ayahnya kepada Pak Raje .


E. Akibat Keserakahan Pak Raje

20. Mengapa Pak Raje berniat mengikuti jejak Si Penyumpit?

Jawaban: Pak Raje mendengar kabar bahwa Si Penyumpit telah menjadi kaya-raya. Karena serakah dan ingin kaya dengan cepat, ia pun berniat mengikuti jejak Si Penyumpit .


21. Apa yang terjadi ketika Pak Raje mencoba meniru perbuatan Si Penyumpit?

Jawaban: Pak Raje berhasil menyumpit seekor babi dan menemukan gua yang sama. Namun, karena tidak memiliki keahlian mengobati, ia gagal menyembuhkan luka sang putri. Akibatnya, ia diserang oleh berpuluh-puluh babi hutan dan pulang dengan tubuh penuh luka .


22. Siapa yang meminta tolong kepada Si Penyumpit untuk menyelamatkan Pak Raje?

Jawaban: Putri sulung Pak Raje yang menyampaikan kabar tentang nasib malang yang menimpa ayahnya kepada Si Penyumpit .


23. Bagaimana cara Si Penyumpit menyembuhkan Pak Raje?

Jawaban: Si Penyumpit mengobati Pak Raje dengan 7 helai daun, kemudian membakar kemenyan sambil menyebut satu per satu anggota tubuh Pak Raje, lalu membaca mantra. Secara perlahan, Pak Raje sadarkan diri dan sembuh .


F. Akhir Cerita dan Pesan Moral

24. Apa yang ditawarkan Pak Raje kepada Si Penyumpit setelah sembuh?

Jawaban: Pak Raje menawarkan dua hal kepada Si Penyumpit:

  1. Menikahkan Si Penyumpit dengan putri bungsunya
  2. Mengangkat Si Penyumpit menjadi Kepala Desaย menggantikan dirinya

Si Penyumpit menerima tawaran tersebut dengan senang hati .


25. Apa pesan moral utama yang dapat dipetik dari cerita “Si Penyumpit”?

Jawaban: Pesan moral dari cerita ini antara lain:

  • Kerja keras, kejujuran, dan keahlianย akan membawa keberkahan dan kesuksesan, seperti yang dialami Si Penyumpit.
  • Keserakahan dan niat burukย (seperti yang dilakukan Pak Raje) hanya akan mendatangkanย kesengsaraan dan musibah.
  • Kemampuan menolong orang lainย (dalam hal ini mengobati) adalah keterampilan yang sangat berharga.
  • Jangan mencoba meniru seseorangย tanpa memiliki kemampuan yang sama, karena akibatnya bisa fatal.
  • Kesabaran dan ketulusanย dalam bekerja akan membuahkan hasil yang baikย .

Penutup

Demikian 25 soal tanya jawab tentang cerita rakyat “Si Penyumpit” dari Bangka Belitung. Cerita ini mengajarkan bahwa kesuksesan sejati datang dari kerja keras, keahlian yang diasah dengan baik, serta ketulusan dalam menolong sesama. Keserakahan dan niat buruk, seperti yang ditunjukkan Pak Raje, hanya akan berakhir dengan petaka. Semoga bermanfaat! 😊📚

download ebook anak printable pdf

058 download ebook pdf 101 cerita nusantara
Download ebook PDF “101 Cerita Nusantara” karya Kak Nurul Ihsan (ebookanak.com)

Download full ebook 202 hal PDF 101 Cerita Nusantara Kumpulan Dongeng, Epos, Fabel, Legenda, Mitos, dan Sejarah karya Kak Nurul Ihsan (ebookanak.com) dengan donasi Klik tombol DOWNLOAD.

Penyumpit dan Hadiah Perhiasan dari Babi Hutan (Cerita Rakyat Provinsi Bangka Belitung)

Ada seorang pemuda bernama Penyumpit.

Baca juga:  Tikus Hewan yang Paling Beruntung di Dunia

Karena orang tuanya dulu berhutang kepada Pak Raje, seorang kepala desa yang kaya namun licik, maka kini setelah kedua orang tuanya meninggal, Penyumpit harus menjaga sawah Pak Raje siang dan malam.

Pada suatu hari, Penyumpit melihat seekor babi hutan merusak sawah Pak Raje.

Penyumpit lalu melemparkan tombak dan tepat mengenai babi hutan.

Lalu Penyumpit terus mengejar babi hutan itu sampai masuk ke hutan.

Tiba-tiba, terjadi sebuah keajaiban!

Sampai di hutan, babi hutan itu seketika berubah menjadi seorang putri yang cantik.

“Wahai, putri yang cantik. Kaukah babi yang terluka tadi? Maafkan, aku tadi telah menombakmu,” kata Penyumpit dengan penuh penyesalan.

“Tidak apa-apa. Itu bukan salahmu. Namaku Putri Malam,” ucap Putri Malam sambil merintih kesakitan.

Kemudian Penyumpit membantu mengobati luka Putri Malam sampai sembuh.

Keesokan harinya, Putri Malam sudah bisa berjalan kembali.

Sebagai tanda terima kasih, Putri Malam memberikan beberapa bungkus yang berisi kunyit dan rempah-rempah hutan kepada Penyumpit.

Setibanya di rumah, Penyumpit terkejut, bungkusan yang berisi rempah-rempah itu berubah menjadi emas, berlian, permata, dan intan.

Penyumpit pun segera pergi ke rumah Pak Raje untuk membayar semua hutang-hutang almarhum orangtuanya.

Penyumpit menjelaskan peristiwa malam itu kepada Pak Raje.

Ternyata, Pak Raje tertarik mengikuti jejak Penyumpit.

Namun Pak Raje mengalami kesialan.

Bukanlah Putri Malam yang ia temui, melainkan puluhan babi besar-besar yang menyerangnya.

Pak Raje pun mati mengenaskan.

Penyumpit berusaha menolong Pak Raje dengan mengucapkan doa dan mantra khusus kepada para Dewa.

Doa Penyumpit akhirnya dikabulkan Dewa.

Pak Raje sembuh dan ia hidup kembali.

Pak Raje merasa malu kepada Penyumpit karena selalu berbuat jahat.

Kemudian Penyumpit pun dinikahkan dengan putrinya.

Penyumpit menjadi orang kaya raya dan hidup bahagia dengan istrinya.

Penyumpit tetap rendah hati dan dermawan.

Pak Raje pun kini berubah menjadi orang yang rendah hati dan dermawan juga, seperti Penyumpit.

Pesan Moral
Suatu perbuatan yang dilakukan orang lain, belum tentu sesuai dengan kemampuan kita.

(Cerita dan Dongeng Rakyat Provinsi Bangka Belitung)

Kontributor:

  • Penulis: Kak Nurul Ihsan
  • Penyunting: Kak Nurul Ihsan
  • Ilustrator: Rachman
  • Desainer dan layouter: Kamil Supriatna
  • Penerbit: Transmedia Pustaka (Jakarta, Indonesia)
  • Copyright: Nurul Ihsan

Mari bersama kita bergerak dengan hati
Bantu Gerakan Indonesia Cerdas Literasi
Membangun peradaban Indonesia maju lestari
dengan donasi klik DI SINI

Cloud Hosting Partner:

Jasa Penerbitan Buku
Naskah/Ilustrasi/Komik/Layout Desain/Cetak
WA: 0815 6148 165
Telp: (022) 87824898
e-mail: cbmagency25@gmail.com
Jl. Raden Mochtar III, No. 126, Sindanglaya,
Bandung, Jawa Barat 40195

jasa ilustrasi, komik, layout/setting, dan desain grafis.

Kak Nurul Ihsan adalah Inisiator Gerakan Indonesia Cerdas Literasi, Ketua Yayasan Sebaca Indonesia, Founder ebookanak.com, owner jasa penerbitan buku CBM Studio, serta Kreator 500 buku anak yang sudah aktif berkarya sejak 1991 hingga sekarang. Profil dan karya buku Kak Nurul Ihsan dan tim CBM Studio dapat dilihat di sini.

Jasa penerbitan buku dan self publishing

Loading

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

๐Ÿ’ณ Donasi via PayPal ๐Ÿคฒ Dukung via Kitabisa
?
Promo IKEA di Shopee
Furniture estetik harga hemat
Lihat
error: Content is protected !!
Spesial Belanja Pertama (1)
lynk.id nurulihsan baner